Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 29



Anand sampai di tempat orang tuanya, karna ia di undang oleh ayahnya untuk makan malam bersama malam ini.


Anand masuk kedalam rumah namun sebelum masuk ia melihat sebuah mobil bahwa malam ini ayahnya memiliki tamu. dari plat nomor yang ia lihat sepertinya Anand kenal siapa pemilik mobil itu.


"Kamu sudah datang Anand" ucap tuan Robert dengan menatap Anand lalu beralih ke seseorang yang datang sebagai tamu.


Tamu malam itu adalah perdana Mentri dan juga benny putranya. Anand tau apa maksud mereka datang ke rumah ayahnya, namun Anand sangatlah kenal sikap ayahnya yang sebenarnya sehingga membuat dirinya tidak terlalu memikirkan mereka.


Anand pergi ke dapur mengambil air putih untuk dirinya sendiri, sudah terlihat dari sikap Anand yang mengabaikan perdana Mentri dengan mengambil air minum padahal di rumah ayahnya ada seorang pelayan namun ia memilih pergi mengambilnya sendiri.


Perdana Mentri sedang membicarakan sesuatu dan ia juga mengajak putranya bernama Benny.


Benny terlihat begitu sombong, ia menatap Anand dengan tatapan tak suka. sedangkan Anand tidak menatapnya, jika Anand menatap Benny. ia tidak tau apa yang akan ia lakukan ke Benny malam ini.


"Anand..! tuan Anor datang kemari ingin menemui kamu, katanya ada sesuatu penting yang ingin ia bicarakan denganmu" ucap tuan Robert


Tuan Robert tahu apa yang akan mereka bicarakan karna sebelum Anand datang perdana Mentri sudah menceritakan semuanya, namun tuan Robert sudah mengatakan kalau itu bukan urusannya. tuan Robert menyarankan kepada tuan Anor agar membicarakannya dan menyelesaikannya dengan Anand putranya.


"Apa kabar Anand" ucap tuan Anor membuka percakapan mereka.


"Baik tuan" jawab Anand dengan berjabat tangan dan duduk


Setelah duduk tatapan Anand tertuju ke Benny, Anand mengepalkan tangannya karna mengingat apa yang di lakukan Benny ke Lia. rasanya ia ingin menonjok Benny bahkan ingin membunuh Benny pada waktu itu.


Tuan Robert bisa menebak dari wajah Anand. saat ini putranya itu menahan emosi, sehingga tuan Robert mengakhiri pertemuan itu dengan menyuruh tuan Anor untuk pergi.


"Saya harap malam ini sudah jelas tuan Anor, dengan putra saya yang sudah datang menemui anda."


Wajah tuan Anor seketika berubah mendengar ucapan tuan Robert seolah tuan Robert mengusir dirinya dan juga putranya.


"Maksud anda tuan Robert?"


Tuan Anor langsung berdiri dengan raut wajah marah.


"Ingat tuan Robert saya tidak akan pernah melupakan malam ini, dan saya ingatkan kalau masalah antara putra kita belum selesai." ucap tuan Anor dengan menunjuk tuan Robert yang masih dengan posisi duduk.


Anand yang melihat ayahnya di tunjuk oleh tuan Anor, ia segera berdiri dengan ingin meraih tangan tuan Anor dan melemparkan, namun tuan Robert mengangkat tangannya memberikan isyarat agar Anand tak perlu meladeni tuan Anor.


Tuan Robert berdiri dengan kedua tangannya di masukan ke saku celana sambil mengangguk-anggukan kepala.


"Apa anda lupa dengan prinsip saya tuan Anor, atau anda tidak pernah membaca artikel saya di surat kabar?" ucap tuan Robert mendekati tuan Anor


Dengan emosi tuan Anor pergi meninggalkan rumah tuan Robert dengan putranya, Benny.


"Ayah.." panggil Benny ke tuan Anor, Benny mengikuti ayah sampai masuk ke dalam mobil.


"Ayah.."


Tuan Anor menatap putranya


"Ayah, Benny belum menerima permintaan Anand ke Benny."


"Mereka tidak akan pernah minta maaf Benny" Jelas tuan Anor ke Benny


Benny kesal dengan memukul kursi pengemudi lalu menarik rambutnya.


Tuan Anor tak terima dengan apa yang di lakukan tuan Robert, ia membebaskan apa yang akan di lakukan Benny, dan tuan Anor pun memerintahkan agar Benny harus membalas apa yang di lakukan Anand kepadanya.


"Ayah harap kamu tau apa yang harus kamu lakukan Benny, buat keluarga mereka bertekuk lutut dan minta maaf kepada kita" ucap tuan Anor dengan menatap ke arah jendela mobil


"Ayah tenang saja, aku akan melakukannya dan tidak akan memberi pengampunan kepada mereka, ayah serahkan semua ke Benny." ucap Benny dengan mengepalkan kedua tangannya sambil tersenyum sinis.