
Anand meminta anak buahnya untuk melepaskan pria itu, ia tidak ingin menyiksa orang yang tak berdaya atau yang sedang terikat. Anand ingin satu lawan satu agar ia bisa melampiaskan kemarahannya dengan pria itu melawan serangan darinya.
Setelah pria itu di lepaskan dari ikatan ia di masukan ke dalam ring tinju yang menjadi tempat latihan Anand.
Ketika sudah berada di dalam ring, tak ada sedikitpun rasa menyesal dari pria itu karna sudah menyakiti wanita dan membuat seorang mafia marah. ia malah memancing amarah dan emosi Anand meluap.
"Jangan kalian pikir aku akan menyerah dan memberitahu semuanya, kalian salah. aku adalah orang setia dan akan selalu menjaga rahasia tuanku" ucap pria itu tetap bersikuku menutup siapa dalang yang mengganggu Lia dan ayahnya.
Anand meluapkan emosinya dengan menghajarnya, pria itu berusaha melawan namun ia selalu kalah cepat dari gerakan Anand. setelah pria itu sudah tergeletak tak berdaya Anand menerima informasi dari anak buhanya kalau pria itu adalah seorang suami dan juga ayah, yang saat ini putranya membutuhkan perawatan medis karna mengidap penyakit kanker yang membutuhkan biaya sangat besar.
"Aku memberimu kesempatan lagi, untuk mengatakan siapa yang bekerja di belakangmu" ucap Anand dengan mengangkat kerak baju pria itu.
Namun pria itu memperlihatkan senyuman seolah dirinya meremehkan Anand. dan tak mempercayai rumor tentang Anand sekali berulah tak akan bisa lepas dari cengkeramannya dan tak bisa hidup tenang.
Anand berdiri dan menatap foto yang di berikan anak buahnya, lalu ia melemparkan sebuah foto yaitu foto istri dan juga anak pria itu.
Mata pria itu langsung melotot ketika melihat foto istri dan juga putranya.
Kanker otak yang begitu membutuhkan biaya banyak, dan jika tidak segera di oprasi ia akan mengalami kelumpuhan atau akan meninggal dunia. namun ia segera mereflekskan seolah ia tidak terpengaruhi dengan ancaman Anand.
Pria itu tersenyum tipis walaupun dalam dirinya tersimpan kekhawatiran kepada istri dan putranya.
"Aku akan membebaskan mereka dan menjamin semua kebutuhan istri dan putramu, jika kamu mengatakan siapa dalang semua ini"
"Apapun alasannya itu tak akan mengubah semuanya sekalipun putra dan istriku" ucap pria itu dengan suara terbata-bata.
"Sial" ucap Anand dengan melayangkan tendangan ke wajah pria itu
Anand kelihatan marah dan emosi karna pria itu tak memberikan jawaban yang ia inginkan, dengan penuh emosi mendengar jawaban pria itu, Anand tak menunggu lama lagi ia langsung menembak namun tembakan itu mengikis kuping pria itu.
Pria itu terkejut ketika mendengar bunyi tembakan dan merasa sakit karna kupingnya terkikis oleh peluru dari tembakan Anand.
"Paksa dia untuk mengatakannya, dan jika ia tetap bersikeras tak memberitahu, bawah dia ke ruangan di mana mereka akan bicara" ucap Anand dengan membelakangi pria itu sambil memberikan perintah pada anak buahnya.
Pria itu berpikir kalau dirinya telah menghindari kematiannya dari Anand, namun siapa bisa menyangka ternyata pria itu semakin dekat dengan kematiannya ketika salah satu anak buah Anand memasukan pria itu ke ruangan di mana ada beberapa hewan buas di sana.
Pria itu terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lagi, dirinya hanya bisa menelan air liurnya. beberapa hewan buas menatap ke arahnya dengan tatapan yang siap menyergap mangsanya.
Pria itu melebarkan pandangannya, ia melihat beberapa hewan yang dalam keadaan sedang tidur sedangkan lainnya sedang menatapnya. dengan pelan pria itu mencari tempat agar dirinya tak terlihat namun seketika ia menginjak salah satu tangkai dan suara itu membangunkan beberapa hewan yang sedang tertidur.
Anand melihat ruangan itu dari monitor cctv.
"Terus awasi dia buat dia sampai bicara tapi jika ia diam saja dan tak mengatakan, lepaskan semua hewan buas itu satu persatu." ucap Anand
"Baik tuan" jawab salah satu anak buahnya sambil menunduk.