Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 49



Malam sudah larut Dirga pamit pulang sedangkan Zey. ia memilih menginap di rumah Anand.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Anand melihat Zey yang gak beranjak dari tempat duduknya


"Aku lagi mau duduk di sini, jahat bener kamu Anand


"Aku gak Nerima tamu menginap malam ini"


"Hahahaha....! aku mah bodoh amat kamu mau Nerima atau gak urusan terserah kamu" ucap Zey dengan membaringkan tubuhnya di sofa.


Anand tertawa kecil ketika melihat tingkah laku sahabatnya yang selalu bikin dia kesal.


Di ruang yang memiliki lampu redup itu terdengar suara seorang pria yang begitu marah kepada seseorang yang ia telfon.


"Aku gak mau tau, kamu harus mencarinya jika dia benar-benar sudah mati ikut terbakar dengan rumahnya sendiri, secepatnya infokan padaku jika sampai kalian tidak mendapatkan informasi tentang dia kalian semua akan mati" ucap pria itu dengan mengancam.


Lalu pria yang berada di ruang agak gelap itu melemparkan gelas yang ada di hadapannya.


****


Keesokan siangnya Zey sedang berjalan-jalan di sebuah mall, ia berencana bertemu dengan Grace. Zey sampai di sebuah caffe yang ada di mall ia menunggu kedatangan Grace yang belum datang.


Zey melebarkan pandangannya tidak sengaja ia melihat seorang wanita yang memakai jaket hitam terlihat begitu modis dengan tubuh ideal yang di miliki wanita itu. awalnya Zey cuek saja namun tak sengaja pandangannya berpapasan dengan pandangan Lara.


"Lia ..?!" ucap Zey dengan menyebutkan nama Lia ketika melihat Lara.


Lia pun terkejut ketika pandangannya berpapasan dengan Zey.


"Zey...?!" ucap Lia dengan segera mungkin ia pergi meninggalkan caffe itu. Lia melajukan langkah kakinya dengan merapikan topi dan kacamata yang ia pakai.


Zey berlari mengejar Lia, namun di parkiran Zey mencari-cari di sekelilingnya.


"Aku yakin itu Lia. jika dia bukan Lia kenapa dia kabur ketika melihatku" ucap Zey.


Sedangkan Lia terus bersembunyi di balik mobil yang sedang terparkir. dengan cepat Zey kembali ke caffe tadi ia berencana menanyakan ke kasir.


Dengan memperlihatkan gambar dirinya dan Lia, ia menanyakan ke kasir.


"Maaf yaa mba kalau udah ganggu waktu kerjanya." ucap Zey dengan memesan coffe sambil mengajak mba kasir ngobrol


"Gak apa-apa mas" jawab kasir


Trus kamu maunya di panggil apa Zey, di panggil om, atau tuan besar gitu😊(author)


"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya wanita kasir itu


"Tuh kan mas lagi astaga" ucap Zey dengan suara kecil sambil menutup wajahnya dengan tangannya.


"Kenapa mas?"


"Gak apa-apa mba, aku hanya mau nanya apakah wanita yang barusan aja memesan minum sering datang kemari?" tanya Zey


Mendengar ucapan Zey wanita kasir itu terlihat bingung


"Maaf mas, wanita yang mas maksudkan siapa karna begitu banyak yang datang mas" ucap wanita kasir terlihat kebingungan


"Oh iya bener juga."


Dengan cepat Zey mengeluarkan handphone miliknya ketika melihat antrian begitu banyak.


"Yang aku maksudkan wanita ini mba" ucap Zey dengan memperlihatkan wajah Lia yang berfoto dengan dirinya.


"Oh mba yang itu"


"iya dia"


"Mba itu sering datang ke sini mas, bahkan ia selalu memesan coffe dua, satunya di berikan ke saya dan dia juga sering mentraktir kita yang bekerja di sini." jelas wanita kasir


"Udah berapa lama dia sering kemari mbak"


"Udah hampir sebulan mas"


Mendengar ucapan mba kasir Zey terkejut ternyata Lia sudah hampir sebulan sering ke sini.


"Terus dia sering datang jam dan hari apa saja mba?" tanya Zey lagi


"Dia selalu datang seminggu tiga kali mas, kalau jamnnya gak menentu" jawab mba kasir.


"Baiklah, makasih ya mba" ucap Zey dengan mengakhiri pembicaraannya dengan mba kasir.


"Ternyata kamu masih hidup Lia. tapi kenapa kamu menghindari aku" ucap Zey dengan mencoba menelpon Anand. namun niat ingin memberitahu Anand ia urungkan. Zey berencana ingin mencari tau keberadaan Lia dulu kalau dirinya tidak salah melihat Lia masih hidup.