Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 39



Ayah Lia mencoba bangun dari lantai dan ingin membunuh Amira namun tubuhnya tak berdaya. ia terjatuh beberapa kali namun tetap mencoba untuk bangun. setelah ayah Lia bisa bangun dan mendekati Amira tiba-tiba Benny memukul kepala ayah Lia dengan pas bunga, Bruuukkk. Ayah Lia terjatuh kembali ke lantai dengan kepalanya berdarah. penglihatan ayah Lia mulai kabur, Amira dan serina tertawa terbahak-bahak melihat Hendra tak berdaya.


Di tengah-tengah Amira dan serina menikmati penyiksaan untuk Hendra. tiba-tiba handphone Benny berbunyi. Benny mengisyaratkan ke Amira dan serina agar diam. lalu Benny menerima telfon dari seseorang, ia menerima perintah untuk memancing Anand melalui Lia gadis yang di cintai Anand dan membunuhnya sesuai rencana. orang itu siap membayar Benny berapapun asalkan nyawa Anand di habiskan saat itu juga. bahkan jika tidak bisa membunuh Anand mereka merencanakan akan menyiksa Anand dengan membunuh Lia sang pacar.


"Semua perintah akan terlaksanakan dengan baik" ucap Benny percaya diri


"Ingat, Anand bukanlah orang sembarang jadi berhati-hatilah dan jangan sampai Anand mengetahui rencana ini" ucap pria di balik telfon mengingatkan Benny bahwa Anand adalah seorang mafia yang sulit di kalahkan dan dia memiliki banyak pengawal yang selalu mengikutinya di manapun Anand pergi.


"Semua akan berjalan sesuai rencana dan aku Pastikan rencana ini tak akan gagal" ucap Benny lagi dengan penuh percaya diri.


Pria yang menelfon Benny mengakhiri panggilannya, Benny pun bersiap-siap dengan rencananya. sedangkan Amira dan serina terus mengirim gambar dan video Hendra ke Lia.


Lia yang terus mendapatkan pesan dari Amira merasa frustasi, orang yang ia miliki satu-satunya di dunia ini keadaanya sangat memprihatinkan dan juga melihat video ayahnya di siksa membuat hati Lia sakit.


Lia hanya bisa menangis, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Lia memohon agar Zey melajukan mobil yang mereka kendarai, dengan kalajuan di atas rata-rata tiba-tiba Zey menginjak rem mobil yang hampir saya bertabrakan dengan mobil lain. mobil itu berhenti, pria yang mengendarai mobil yang hampir saja bertabrakan dengan Zey, datang menghampiri mobil Zey.


Pria itu meminta Zey turun tapi Lia tak mengizinkan , menurut Lia ayahnyalah yang sangat penting saat ini.


"Turun kamu brengsek, keluar dari mobilmu atau gak aku pecahkan kaca mobilmu" teriak pria itu dengan memukul-mukul jendela mobil Zey agar Zey keluar dari mobilnya, namun Zey tak bisa keluar karna saat ini Lia memohon sambil memegang lengan Zey.


"Aku mohon Zey, kita pergi skarang"


"Tapi Lia, aku harus menyelesaikan masalah ini kalau gak, orang ini gak akan membiarkan kita pergi begitu saja" jelas Zey agar Lia mengerti


Dengan beberapa kali Zey menyakinkan Lia kalau masalah ini akan segera beres, barulah Lia membiarkan Zey turun dari mobil.


****


"Lepaskan orangku"


Anand mendengar ucapan dari penelfon ia tersenyum, lalu tiba-tiba senyuman itu menghilang menjadi tatapan membunuh dengan ia menatap laki-laki yang ia siksa agar memberitahu siapa orang yang ada di belakangnya.


"Aku akan melepaskannya dengan mengirimkan jasadnya yang tak bernyawa" jawab Anand dengan tatapan membunuh.


Anand mendapatkan pesan di handphonenya, betapa terkejutnya ia melihat Lia yang sedang duduk di kursi dengan pingsan dan bibirnya mengeluarkan darah segar, Anand juga bisa melihat pria yang duduk di sebelah Lia ada Hendra ayah kandung Lia.


"Jangan pernah menyentuhnya jika kamu ingin hidup tenang" ucapan Anand marah dengan mengepalkan tangannya


"Uuppss... tapi aku terlanjur menyentuhnya" ucap pria itu dengan menyentuh bibir Lia yang mengeluarkan darah


"Berani-beraninya kamu memukulnya, sampai di lubang tikuspun kamu gak akan lolos dariku ingat itu" ucap Anand dengan mengancam


Anand mengakhiri panggilan dan bergegas akan pergi mencari Lia. tapi tiba-tiba terdengar suara tawa dari pria yang ada di hadapannya.


"Buahahahaha, kamu tidak akan bisa membunuhnya ataupun aku, dan sebelum kamu sampai ku pastikan wanitamu sudah tak bernyawa lagi"


Dengan marah Anand menembak pria itu Tiga kali berturut-turut.


"Jadikan dia santapan hewan yang ada di dalam sana" ucap Anand dengan meninggalkan markasnya.


Anand pergi dengan wajah yang sangat marah, ia melajukan mobilnya di atas rata-rata.