Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 27



Pak Lim datang mendekati keributan, ia menanyakan baik-baik apa yang terjadi namun Mira mengatakan ini bukan urusannya, ini urusan dirinya dan Lia.


"Jika ini urusan anda dengan salah satu pekerja di restauran, silahkan anda mencari tempat lain untuk menyeselesaikan masalah anda"


"Apa? jadi Anda mengusir saya ?"


"Bukan seperti itu kami hanya tidak ingin pengunjung lain terganggu" ucap pak Lim dengan sopan.


"Aku akan melaporkan kalian ke atasan kalian, yang memperlakukan pengunjung yang datang dengan kasar"


Pak Lim menjadi bingung dengan sikap Mira yang mengancam dirinya, ia mencari ucapan kasar yang ia ucapkan.


Mira menatap Lia kembali namun ketika ia mengangkat tangannya untuk menampar Lia, tiba-tiba Anand datang bersama Roy tangan kanannya.


Anand melihat ada seseorang yang sedang menunjuk Lia, ketika Mira mengangkat tangannya untuk menampar tiba-tiba Anand menahannya.


"Berhentilah membuat keributan di restauran, ini adalah tempat makan bukan tempat menyiksa orang" ucap Anand.


"Siapa Anda? ini gak ada urusannya dengan anda tuan, dan terserah saya mau membuat keributan di sini atau di luar itu hak saya, memangnya anda siapa di sini. anda hanyalah pengunjung seperti saya" ucap Mira


Pak Lim yang mencoba menyapa Anand namun Anand memberi kode agar pak Lim tidak melanjutkannya.


Roy datang setelah berbicara dengan anak buahnya, ia menghampiri Anand yang sedang berdiri di antar Lia, Mira dan juga pak Lim.


Serina memainkan handphonenya sudah dari tadi tanpa melirik-lirik ke arah lain dan memperhatikan Mira yang sedang membentak Lia.


Serina yang sudah terlihat bosan, ia mengangkat kepalanya namun ketika ia mengangkat kepalanya dan hendak membentak Lia. tiba-tiba ia tidak bisa berkata-kata lagi, ia melihat sesuatu sehingga membuatnya kaget dan handphone di tangannya terjatuh.


"Apa yang kamu lakukan Serina, kenapa kamu menjatuhkan handphone milikmu"


"Gak apa-apa Bu"jawab Serina dengan wajah yang sudah terlihat pucat dan berkeringat dingin ketika melihat Roy.


Serina pernah bertemu dengan Anand beberapa hari lalu dengan mengganggu Lia, namun pria yang berdiri tepat di belakang Anand adalah pria yang membuat pacarnya babak belur.


Serina tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria itu, saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa selain terdiam.


Mira melirik ke arah putrinya yang tak bergerak sedikitpun untuk mengambil handphonenya.


"Serina!! ada apa denganmu, kenapa kamu tidak mengambil handphone mu"


Serina tetap terdiam tanpa mendengarkan apa yang ibunya katakan, ia tercengang sambil menatap Roy, sedangkan Roy tak bergeming sedikitpun, ia terlihat cuek saja.


"Serina, kamu kenapa?" tanya Mira dengan memukul pundak putrinya.


Serina kaget dari lamunannya, ia melirik ke arah ibunya.


"Buuu..."


"Ada apa denganmu Serina, jangan membuat rencana ibu gagal Serina" bisik Mira


"Bu..!! ayo kita pergi dari sini" ucap serina dengan menarik tangan ibunya


"Apa-apaan kamu Serina, kamu ingin menggagalkan apa yang ibu rencanakan menjadi gagal total?"


"Gak gitu Bu, tapi saat ini kita pulang dulu. malu Bu banyak yang lihatin kita" ucap serina yang mencoba membujuk mira.


"Apa..? kamu yang mendorong ibu sekarang kamu ingin ibu menghentikan apa yang ibu lakukan, tidak akan serina. ibu tetap akan melakukannya sesuai rencana yang kamu katakan tadi"


"Tapi Bu" Serina terus menarik tangan ibunya.


"Kamu diam saja biar ibu yang mengurusnya" ucap Mira dengan memarahi Serina.


Serina hanya diam saja sambil menundukan kepalannya karna takut, bahkan untuk mengangkat kepalanya ia tidak berani.


Anand melihat wajah Lia yang sudah basah, dan bajunya yang sudah basah karna ulah Mira yang melempari air di wajah Lia.


Mira yang tak terima karna Lia pergi begitu saja, ia mencoba mengejarnya namun Roy menghalangi langkah Mira.


"Mau apa kamu ?" tanya Mira dengan tatapan tak suka ke Roy


Tanpa bicara Roy menarik Mira keluar dari restauran dan melemparkannya ke halaman. Mira hampir saja terjatuh karna lemparan Roy yang begitu keras.


Serina memegang tangan ibunya yang hampir saja terjatuh.


Mira menatap Roy dengan tatapan tajam dengan berjalan mendekatinya.


"Kamu pikir aku akan diam saja dengan apa yang kalian lakukan? lihat saja aku akan membalas kalian" ucap Mira ke Roy


Setelah Mira pergi Roy masuk ke dalam restoran dengan duduk.


Lia dan Anand sudah berada di ruangan, anand melepaskan jasnya, namun dengan melepaskan jas membuat pikiran Lia melayang alias berfikir yang gak-gak ke anand.


"Apa yang anda lakukan tuan?" tanya Lia dengan mulai menyilang kan kedua tangannya ke depan untuk menutupi tubuhnya bagian atas.


Anand cuek saja dengan apa yang ada di pikiran Lia, ia terus melepaskan jasnya dan melonggarkan dasinya dan juga membuka kancing kemejanya bagian tangan dan juga bagian atas.


Anan mendekati Lia dengan membawah jasnya, namun Lia menghindarinya.


"Jangan macam-macam tuan, kalau tidak" ucap Lia terdiam


"Kalau tidak apa" tanya Anand dengan mendekatkan wajahnya di hadapan Lia.


"Kalau tidak, anda akan menyesalinya tuan" ancam Lia. namun ancaman itu membuat Anand tersenyum lalu memakaikan jasnya ke Lia.


Lia melemparkan tangan Anand yangencoba memakaikan jas kepadanya.


"Hahahaha.. apa yang kamu lakukan Lia" ucap Anand dengan tertawa melihat Lia yang sudah memasang jurus di hadapannya


"Jangan kelewatan tuan"


"Aku gak kelewatan Lia, aku hanya ingin membantumu"


"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan tuan" ucap Lia dengan mencoba pergi meninggalkan ruangan.


"Hey... kamu mau kemana Lia" ucap Anand dengan mencoba menahannya


"Mau pergi, aku tidak ingin berada di ruangan bersama dengan orang mesum" ucap Lia dengan memegang gang pintu


"Ya sudah pergi sana dan perlihatkan kesemua orang lekuk tubuhmu itu" teriak Anand kesal karna Lia mengatainya mesum


Lia terdiam sambil berfikir dengan apa yang di katakan Anand.


"Lekuk tubuhku?!" ucap Lia berbisik


Dengan sadar Lia langsung melihat tubuhnya dan benar saja tubuhnya terlihat, terutama di bagian dadanya. setelah mengetahuinya Lia menggigit bibirnya dan menempelkan dahinya ke pintu.


"Sial, kenapa aku tidak begitu peka dengan yang di maksud pria batu itu" ucap Lia dengan menutup matanya karna malu.


Tiba-tiba Lia membuka kedua matanya dan berdiri tegap.


"Tunggu, sudah berapa lama dia menatap tubuhku ini, dan kenapa dia hanya diam saja. apa dia menikmatinya dengan melihatnya" ucap Lia dengan pikirannya menuduh.


Lia yang tidak terima, ia berbalik dengan ingin membuat perhitungan dengan Anand. tapi ketika ia berbalik...


Bruuuukkk Lia menabrak tubuh Anand yang sedang berada di hadapannya dan membuat mereka terjatuh dengan saat ini Lia berada di atas tubuh Anand dengan kedua tangannya di letakan di dada milik Anand.


Anand yang merasa nyaman dengan apa yang terjadi, ia tersenyum dengan membiarkan Lia berada di atas tubuhnya, Anand hanya mengangkat tangannya dan meletakkannya di bawah kepalanya seperti bantal.