Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 42



Polisi menangkap Benny, Amira dan juga Serina. Saat ini


merekka bertiga sedang berada di kantor polisi, Kirana dan juga Ria merasa terpukul


oleh musibah yang mmenimbah Lia dan juga Ayahnya, Hendra.


Anand mengusap wajahnya dengan keras dan mengacak rambutnya


yang berantakan, setelah api berhasil di padamkan pihak polisi memasang


pembatas agar tidak ada satupun orang bisa masuk ke tempat kejadian selain


polisi.


Anand sebagai pria yang begitu mencintai Lia, meminta agar


polisi segera menyelidiki kasus Lia.  Saat


ini diri Anand tak terkontrolkan sehingga Benny, Amira dan Serina di amankan di


kantor polisi sebelum Anand akan melakukan sesuatu dengan membunuh mereka.


Zey merasa sedih, ia menyalahkan dirinya seandainya siang


itu ia tidak menuruti semua permintaan Lia semua ini tidak akan terjadi. Zey


memukul-mukul mobil Dirga sambil menyalahkan dirinya.


“Apa yang kamu lakukan Zey?” ucap Dirga dengan menahan Zey


agar tidak menyakiti dirinya sendiri


“Lepaskan aku Dirga, semua ini salahku. Aku tidak bisa


menjaga Lia” ucap Zey dengan menangis


“Jangan bodoh Zey, ini semua bukan sepenuhnya salah kamu”


ucap Dirga dengan menatap Anand.


Kinara berjalan mendekati Anand dengan memeluknya.


“ Paman,..! Lia. Paman” ucap Kinara sambil menangis


Anand membalas pelukan Kinara tanpa membuka suara, ia hanya


mengelus punggung Kinara. Dengan tak tertahankan Anand menangis tanpa


mengeluarkan suara hanya air matanya yang menggambarkan kalau malam itu Anand


begitu terpukul.


Malam itu semua orang meninggalkan tempat kejadian yang


menimpa Lia dan juga ayahnya, Kinar yang harus kembali karna tanggung jawabnya


sebagai seorang istri dan juga ibu. Ria pun begitu ia kembali untuk istrahat


karna besok Ria harus menyiapkan berkasnya dalam presentase besok pagi.


dokter agar menyelidiki kasus Lia dan juga mayat yang terbakar.


Keesokan paginya Anand mendapatkan panggilan dari dokter Forensik


yang di tugaskan untuk mengetahui siapa mayat yang terbakar, setelah


mendapatkan panggilan Anand segera menemui dokter di rumah sakit, namun saat ini


wajah mayat tak bisa di kenali karna sudah terbakar. Polisi mendapatkan


beberapa barang milik korban dan dokter Forensik pun mengatakan kalau mayat


yang terbakar adalah mayat Lia dan juga Hendra.  Dokter memberikan semua bukt.


Tubuh Anand bergetar mendengar penyataan dokter dan polisi


serta barang bukti bahwa mereka adalah mayat Lia dan juga hendra.  Anand pergi meninggalkan rumah sakit setelah mendapatkan


semua itu.


Anand pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya, ia


memesan tempat yang tertutup dan beberapa minuman Alkohol, ia pergi tanpa


memberitahu siapapun. Anand merasa dirinya ingin sendiri.  Di balik ruangan itu Anand menangis semua


bayangan Lia muncul di pikirannya.


Anand menyesali perbuatannya yang begitu kejam terhadap Lia,


bahkan ia belum meminta maaf ke Lia dan juga mengungkapkan perasaannya ke Lia kalau


selama ini dirinya sudah mencintai Lia namun keegoisannya dan sikapnya terlalu


cuek sampai ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya terhadap Lia.


Anand menahan tangisnya agar tidak pecah, namun Anand


terlihat bahwa dirinya benar-benar rapuh dan itu hanya dirinya yang tau, dengan


kemarahan dan penyesalan Anand melempar gelas yang ia pegang lalu berteriak


sambil memukul-mukul tembok dan menendang sofa yang ada.


Zey berada di rumah Anand dengan mencarinya namun ia tak


menemukannya, bahkan Zey menghubungi Kinar dan menanyakan keberadaan Zey.


“Kinar Anand ada di mana?” tanya Zey dengan menelfon Kinar


“Zey,..! aku tidak tau paman ada di mana saat ini, tapi


biarkan dia sendirian Zey. Paman butuh waktu sendirian” jawab Kinar dengan


mengingatkan agar Zey tidak mengganggu Anand dan membiarkan Anand sendiri.