
Polisi menangkap Benny, Amira dan juga Serina. Saat ini
merekka bertiga sedang berada di kantor polisi, Kirana dan juga Ria merasa terpukul
oleh musibah yang mmenimbah Lia dan juga Ayahnya, Hendra.
Anand mengusap wajahnya dengan keras dan mengacak rambutnya
yang berantakan, setelah api berhasil di padamkan pihak polisi memasang
pembatas agar tidak ada satupun orang bisa masuk ke tempat kejadian selain
polisi.
Anand sebagai pria yang begitu mencintai Lia, meminta agar
polisi segera menyelidiki kasus Lia. Saat
ini diri Anand tak terkontrolkan sehingga Benny, Amira dan Serina di amankan di
kantor polisi sebelum Anand akan melakukan sesuatu dengan membunuh mereka.
Zey merasa sedih, ia menyalahkan dirinya seandainya siang
itu ia tidak menuruti semua permintaan Lia semua ini tidak akan terjadi. Zey
memukul-mukul mobil Dirga sambil menyalahkan dirinya.
“Apa yang kamu lakukan Zey?” ucap Dirga dengan menahan Zey
agar tidak menyakiti dirinya sendiri
“Lepaskan aku Dirga, semua ini salahku. Aku tidak bisa
menjaga Lia” ucap Zey dengan menangis
“Jangan bodoh Zey, ini semua bukan sepenuhnya salah kamu”
ucap Dirga dengan menatap Anand.
Kinara berjalan mendekati Anand dengan memeluknya.
“ Paman,..! Lia. Paman” ucap Kinara sambil menangis
Anand membalas pelukan Kinara tanpa membuka suara, ia hanya
mengelus punggung Kinara. Dengan tak tertahankan Anand menangis tanpa
mengeluarkan suara hanya air matanya yang menggambarkan kalau malam itu Anand
begitu terpukul.
Malam itu semua orang meninggalkan tempat kejadian yang
menimpa Lia dan juga ayahnya, Kinar yang harus kembali karna tanggung jawabnya
sebagai seorang istri dan juga ibu. Ria pun begitu ia kembali untuk istrahat
karna besok Ria harus menyiapkan berkasnya dalam presentase besok pagi.
dokter agar menyelidiki kasus Lia dan juga mayat yang terbakar.
Keesokan paginya Anand mendapatkan panggilan dari dokter Forensik
yang di tugaskan untuk mengetahui siapa mayat yang terbakar, setelah
mendapatkan panggilan Anand segera menemui dokter di rumah sakit, namun saat ini
wajah mayat tak bisa di kenali karna sudah terbakar. Polisi mendapatkan
beberapa barang milik korban dan dokter Forensik pun mengatakan kalau mayat
yang terbakar adalah mayat Lia dan juga Hendra. Dokter memberikan semua bukt.
Tubuh Anand bergetar mendengar penyataan dokter dan polisi
serta barang bukti bahwa mereka adalah mayat Lia dan juga hendra. Anand pergi meninggalkan rumah sakit setelah mendapatkan
semua itu.
Anand pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya, ia
memesan tempat yang tertutup dan beberapa minuman Alkohol, ia pergi tanpa
memberitahu siapapun. Anand merasa dirinya ingin sendiri. Di balik ruangan itu Anand menangis semua
bayangan Lia muncul di pikirannya.
Anand menyesali perbuatannya yang begitu kejam terhadap Lia,
bahkan ia belum meminta maaf ke Lia dan juga mengungkapkan perasaannya ke Lia kalau
selama ini dirinya sudah mencintai Lia namun keegoisannya dan sikapnya terlalu
cuek sampai ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya terhadap Lia.
Anand menahan tangisnya agar tidak pecah, namun Anand
terlihat bahwa dirinya benar-benar rapuh dan itu hanya dirinya yang tau, dengan
kemarahan dan penyesalan Anand melempar gelas yang ia pegang lalu berteriak
sambil memukul-mukul tembok dan menendang sofa yang ada.
Zey berada di rumah Anand dengan mencarinya namun ia tak
menemukannya, bahkan Zey menghubungi Kinar dan menanyakan keberadaan Zey.
“Kinar Anand ada di mana?” tanya Zey dengan menelfon Kinar
“Zey,..! aku tidak tau paman ada di mana saat ini, tapi
biarkan dia sendirian Zey. Paman butuh waktu sendirian” jawab Kinar dengan
mengingatkan agar Zey tidak mengganggu Anand dan membiarkan Anand sendiri.