Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 53



Sebalum membuka pintu Anand mengintip siapa yang datang selain dirinya dan juga Zey. Ternyata hanyalah seorang pengantar paket makanan. Lia pun baru mengingatnya kalau dirinya baru saja memesan makanan.


“Oh iya maaf, aku yang mesan itu” ucap lia sambil tersenyum


Zey menghela nafasnya melihat sikap Lia yang dari dulu tidak pernah berubah, dia adalah Lia yang Zey kenal selama ini.


“Sekarang aku ingin menanykannya kepada kamu Lia.”ucap Zey menunjuk Lia. Lia menjadi kaku karna Zey menatapnya.


“Selama ini kamu kemana, kenapa kamu sampai tinggal disini ? benarkan kalau kamu di sembunyikan sama orang ini?” ucap Zey dengan menatap sambil menunjuk Anand.


Anand pun mulai kesal adanya sikap Zey yang selalu menuduhnya.


“Hati-hati kamu Zey. Jangan sampai aku mematahkan rahangmu Zey.”


“Kenapa kamu marah seharusnya kan aku yang marah bukan kamu, karna kamu sudah mempermainkan aku dengan menyembunyikan Lia di apartemenmu”


“Aku tau siapa di balik ini semua Zey.”


“Siapa Anand ? katakan padaku aku akan membuat perhitungaan dengannya” ucap Zey dengan bersemangat. Sedangkan Lia menahan tawa melihat Zey


“Kamu yakin ingin menemuinya?”


“Iya aku yakin, saat ini aku sangat marah Anand siapa yang berani mempermainkan kita dengan menyembunyikan Lia di sini dan menyembunyikan Lia masih hidup.”


“Stop...!! aku akan jelaskan semua” ucap Lia agar Anand dan Zey berhenti berdebat


Lia pun menjelaskan dari awal dirinya masih hidup dan siapa di balik semua itu namun Lia tidak memberitahukan siapa orang itu, karna dirinya menghormati seseorang yang membantunya dari kematian.


Setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya zey pun berhenti menuduh Anand.


“Aman tuan”


Dengan melihat Lia dan Anand bertemu sekarang tuan Robert harus berhati-hati mengawasi putranya dan juga Lia. Dengan adanya kembali Lia musuh yang selama ini ingin membunuh Lia. Akan mengejar Lia lagi.


Waktu menunjukan pukul empat sore, Zey mengajak Lia untuk pergi bersamanya, namun saat ini Anand tidak bisa bergabung dengan mereka karna dirinya menyiapkan sesuatu untuk bisnisnya, ia tidak mau kehilangan senjatanya kesekian lagi.


Saat ini Zey dan Lia sedang jalan-jalan bersama ke toko, resstoran dan juga nonton ke bioskop. Menuju ke restoran tiba-tiba seseorang dari jauh terus menatap kearah Lia dan Zey.


“Bu,..!!” panggil serena


“Ada apa serena, ibu lagi sibuk” ucap Amira dengan terus melihat-lihat baju yang akan dia beli.


“Bu au melihat Lia di sana” ucap serena dengan memberitahukan ke ibunya.


“Kamu jangan asal bicara Serena, Lia udah lama meninggal dan melihat rumah itu kebakaran tidak mungkin Lia akan selamat. “


“Tapi bu, itu beneran Lia” ucap Serena dengan sedikit takut


Mendengar putrinya terus menyebutkan telah melihat Lia. Akhirnya dengan penasaran Amira berbalik dan menatap ke arah Lia dan Zey. Setelah membuktikan bahwa ucapan Serena putrinya betul tubuh Amira seketika menjadi kaku dan gemetar.


“Bagaimana ini bisa terjadi, sudah benar-benar kalau rumah itu terbakar dengan api besar tapi kenapa dia masih berdiri sini”


“benarkan apa yang serena katakan, kalau itu Lia”


“Tapi bagaimana ini bisa terjadi, trus mayat yang mereka temukan waktu itu milik siapa” Amira bertanya-tanya.


Amira mengambil handphone miliknya di dalam tas, ia ingin menelfon seseorang dan memberitahukan kalau dirinya baru saja bertemu dengan Lia putri tirinya itu.