Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 44



Setelah ittu kinar membawah pergi Anand. Namun siapa sanggka dalam perjalanan Kinar di hadang oleh beberapa mobil. Kinar terus memperhatikan mereka.


“Biar kami saja nona, anda tetaplah di dalam mobil membawah Boss kembali” ucap salah satu bodyguard milik Kinar.


Dengan begitu Kinar memutar mobilnya mengambil alan lain, ia mencoba membawah Anand tapi orang-orang itu terus mengikuti Kinar. Bahkan menggunakan sebuah pistol menembaki mobil yang kinar naiki. Mobil yang Kinar naiki terhenti tiba-tiba karna adanya tembakan tepat di ban mobil. Mau tidak mau Kinar harus turun dari mobil melawan mereka dengan satu lawan tiga. Awalnya Kinar bisa melawan mereka namun dengan memiliki tubuh besar dan mereka mmenyerang kinar. Membuat kinar kewalahan beberapa kali kinar mmendapatkan pukulan. Tak terasa bibir kinar mengeluarkan darah segar karna pukulan dari mereka. Tanpa berpikir panjang kinar menekan alat yang di berikan kakeknya pada ulang tahunnya.


Kinar menyandarkan tubuhnya pada pohon sambil memegang perutnya. Tiga pria itu tertawa terbahak-bahak.


“Buahahahahahaha, apa hanya segitu saja kemampuanmu nona” ucap satu salah pria yang mencoba menyerang Kinar. Pria itu melayangngkan tendangan ke kaki kinar sehingga kinar terjatuh.


Sedangkan Anand di dalam mobil tak sadarkan diri, ia tidak mengetahui kalau saat ini ponakan kesayangan di hajar oleh orang-orang berbadan besar. Namun ia tidak melakukan apa-apa karna dirinya saat ini sedang tak sadarkan diri.


Salah satu pria menelfon seseorang ia melaporkan kalau mereka berhasil melumpuhkan lawan mereka, pria itu menanyakan langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan. Setelah mendapatkan perintah pria itu menatap kedua temannya dan juga kinar yang sedang terduduk di pohhon besar.


“Apa yang dia katakan?” tanya salah satu temannya


“Boss menyuruh kita agar membunuh wanita ini dan membuangnya” jawab seseorang yang baru saja berbicara dengan boss mereka di telfon.


“Trus bagaimana dengan dia?” tanyanya lagi dengan menatap sebuah mobil yang ada Anand di dalamnya.


“Baiklah”


Ketiga pria itu mulai mengeroyok Kinar namun mereka di kejutkan oleh sebuah tembakan, seseorang mengarahkan tembakannya keatas untuk mengagetkan mereka dan berhenti memukul Kinar.


“Siapa orang ini” tanya pria dengan sangat marah karna mengganggu kesenangan mereka menyiksa kinar.


“Lepaskan wanita itu kalau tidak kalian akan menyesal seumur hidup” ancam seorang pria memegang senjata tepat berada di samping mobil yang di kendarai kinar.


“Jika kalian menginginkannya silahkan mengambilnya” ucapan pria itu dengan mengeluarkan senjata dan menyodorkannya ke kepala kinar.


Seseorang turun dari mobil melihat mereka tetap tidak menyerah malah menantang orang-orang tuan robert. Tuan Robert dan juga turun dari mobil. Rangga yang melihat tubuh istrinya tak berdaya dengan bibirnya mengeluarkan sedikit darah. Tangan mengepal dan rasanya ia ingin menghajar mereka namun tuan Robert melarangnya. Ia tidak ingin tindakan Rangga bisa melukai cucunya.


Ketiga pria itu melihat tuan Robert seketika nyali mereka menciut namun demi perintah yang di berikan mereka berlagak berani di depan tuan Robert dan juga Rangga.


Salah satu pria itu mencoba menyakiti Kinar dengan menginjak tangan kanannya. Dengan sangat marah tuan Robert menembak kaki seorang pria yang mencoba menyakiti cucunya. Kedua pria itu terkeut melihat aksi tuan Robert menembakan senjata ke kaki teman mereka. Seketika pria itu menjatuhkan senjatanya dan mencoba mengambilnya kembali. Namun tuan Robert melayangkan tendangannya kewajah pria yang mencoba mendapatkan senjatanya kembali. Tuan Robert menghajar mereka dengan begitu marah. Tanpa belas kasihan tuan Robet mematahkan tangan dan kaki ketiga pria itu bahkan mematahkan leher mereka dan menggantungkan mereka ke atas pohon yang di sandarkan cucunya tersayang