
Lia melewati Anand begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Anand.
Zey begitu kenal bagaimana Anand marah sehingga dirinya mendekati Anand dan mencoba menjelaskan semuanya.
"Anand aku bisa jelasin kalau Lia dan aku hanya pergi jalan-jalan saja" ucap Zey menjelaskan namun Anand tak mendengar penjelasan Zey.
Anand mengejar Lia dengan menahan tangannya.
"Aku bertanya kamu dari mana?" tanya Anand sekali lagi, namun Lia menghempaskan tangan Anand dengan pergi tanpa menjawab pertanyaan Anand.
"Hey, apakah sikapmu harus seperti itu ketika tuanmu bertanya" ucap Anand dengan mengeraskan suaranya
Lia berjalan terus masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
Anand merasa kesal ia mengambil gelasnya yang berisikan minuman yang mengandung alkohol. setelah meminumnya ia melemparkan gelas dengan kuat.
Zey kaget dengan apa yang Anand lakukan sedangkan Dirga ia hanya diam saja sambil meminum minumannya.
"Anand kamu tidak perlu marah, Lia hanya pergi sebentar denganku makan" ucap Zey.
Anand yang mendengar penjelasan Zey, ia langsung menatap Zey.
"Bukankah sudah ku katakan, kamu harus menjaganya dan jangan membiarkan laki-laki lain mendekatinya" ucap Anand dengan marah
"Aku tau aku salah, tapi aku gak tau kalau Rio mengajaknya makan"
"Kamu bisa melarang Lia pergi kan?"
Ketika mendengar ucapan Anand melarang, Zey menganga karna ia tidak berani melakukannya, Zey takut menyakiti Lia dan itu berdampak pada dirinya dengan menerima hukuman dari Anand.
"Kamu gagal menjaga Lia, Zey. jadi kamu tidak perlu berteman dengannya dan menemuinya lagi." ucap Anand dengan kembali duduk di tempatnya.
"Hey, gak bisa begitu Anand, Lia butuh teman kalau sampai aku menghindarinya kamu bisa menjamin memiliki waktu menemani Lia" ucap Zey tak terima dengan memberikan pertanyaan ke Anand untuk memojoknya.
"Jadi kamu mengancam ku begitu?"
"Gak gitu Anand, aku hanya ingin kamu mengerti kalau Lia juga butuh teman"
"Aku bilang gak, gak. sekarang kalian bisa pulang aku mau bicara dengan Lia" ucap Anand dengan mengusir Zey.
"Aku gak mau pergi, aku mau menemani Lia" ucap Zey menolak perintah Anand.
Anand menatap Zey dengan tatapan membunuh.
Dirga yang melihat Anand tak baik-baik saja, ia menarik Zey agar kembali dan meninggalkan rumah Anand.
"Lepaskan aku, aku gak mau pulang aku mau menemani Lia" ucap Zey dengan memberontak-rontak agar Dirga melepaskannya
"Kamu gak lihat gimana wajah Anand, Zey."
"Aku gak peduli, lepasin aku Dirga" teriak Zey
Namun Dirga tak menghiraukan omongan Zey, ia terus menarik Zey sampai masuk ke dalam mobil.
"Kita bisa kembali besok Zey melihat Lia" jelas Dirga mencoba menenangkan Zey.
Zey begitu khawatir dengan Lia. Lia tidak biasanya seperti itu Lia adalah wanita periang namun malam ini Lia bener-benar berbeda dan banyak berdiam diri.
Anand melihat Lia sedang duduk di lantai sambil memeluk kedua lutut kakinya. sikap Lia membuat Anand menjadi khawati. ia mendekati Lia
"Hey kamu kenapa?" tanya Anand dengan mendekati Lia
"Kamu kenapa, bicara sama aku, hey."ucap Anand dengan mengangkat dagunya.
Lia hanya dia saja menatap Anand dengan tatapan kosong.
Dengan diamnya Lia, membuat Anand lebih khawatir lagi, Anand terus menanyakannya ke Lia namun Lia diam saja sampai akhirnya Lia buka mulut dengan menyuruh Anand keluar dari kamarnya.
"Tinggalkan aku sendiri tuan" ucap Lia dengan berdiri meninggalkan Anand
"Aku gak akan pergi dari sini sebelum kamu bilang ada apa dengan kamu"
"Aku mohon tinggalkan aku sendiri" ucap Lia dengan berteriak
Anand terkejut mendengar Lia berbicara dengan suara keras.
"Kamu meneriakiku?" tanya Anand dengan melototkan matanya
"Iya aku meneriaki kamu, kenapa anda gak terima?"
"Hey, ada apa dengan kamu, kamu tidak seperti ini Lia"
"Ini aku yang sesungguhnya, jadi tolong pergi dari kamar ini"
"Gak akan, aku gak akan pergi sebelum kamu bilang ada apa dengan kamu"
Lia menarik Anand agar pergi meninggalkan kamarnya namun Anand menahan tangan Lia yang terus mendorongnya untuk pergi.
"Kamu kenapa, bicara sama aku" tanya Anand dengan meninggikan suaranya.
"Aku bilang aku mau sendiri" balas Lia dengan berteriak sambil meneteskan air mata
Anand terkejut melihat Lia menangis.
"Kamu kenapa Lia" tanya Anand sekali lagi sambil memegang kedua pundak Lia. Anand terlihat semakin khawatir dan marah karna wanitanya meneteskan air matanya.
"Aku mohon biarkan aku sendiri,hiks hiks" ucap Lia dengan suara rendah sambil memukul-mukul dada bidang milik Anand.
Anand yang merasa sakit melihat wanitanya menangis langsung memeluknya walaupun Lia mencoba menolaknya, namun Anand tetap kekeh memeluknya.
Tangisan Lia pecah di pelukan Anand.
"Menangis lah dengan keras aku akan selalu menemani dan tak akan meninggalkan kamu" ucap Anand dengan mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Lia sambil mengusapnya.
Anand langsung menggendong Lia ke atas tempat tidur agar Lia beristirahat dengan baik, namun ketika dia akan pergi Lia menahan tangan Anand.
Dan tanpa keberatan Anand pun menemani Lia dengan tidur di sampingnya sambil memeluk Lia. wajah Lia di letakan di dada bidang Anand.
"Tidurlah, aku akan menemani tidurmu, aku gak akan pergi meninggalkanmu, aku akan selalu menjagamu" ucap Anand dengan memeluk Lia
Anand membiarkan Lia untuk istrahat dia belum menanyakan apapun, ia tidak ingin melihat Lia menangis lagi.
Malam itu Anand tidur bersama di kamar Lia sambil memeluknya.