
Keesokan paginya Lia dan Anand sedang sarapan pagi, Lia tidak menghabiskan makan siangnya. ia takut telat karna hari ini adalah hari pertama ia kerja.
"Gak di habiskan dulu?" tanya Anand
"tidak tuan, saya takut telat" jawab Lia dengan berdiri sambil memegang tas.
Anand ingin mengajak Lia berangkat bersama namun sebelum ia menawarkan Lia sudah pergi meninggalkan Anand yang sedang sarapan.
"Kenapa dia begitu buru-buru, dan tidak menemaniku menghabiskan sarapan pagi" ucap Anand dengan menatap Lia yang telah pergi.
Anand melanjutkan makannya namun seketika ia tersenyum setelah memasukan sesendok makanan di dalam mulutnya.
Bi Izah yang melihat tuannya tersenyum saat sedang sarapan, ia penuh keheranan dan kebingungan. tuannya begitu tiba-tiba tersenyum pagi ini. bi Izah merasa tuannya telah banyak berubah setelah Lia tinggal di rumah itu, tuannya selalu ia pergoki senyum-senyum sendiri tanpa sebab.
******
"Ada perlu apa tuan, sehingga anda datang pagi ini" tanya Dirga ketika melihat pria yang begitu sibuk datang ke rumah sakit.
"Memangnya aku gak bisa datang ke rumah sakit menemuimu?" tanya Anand yang mulai kesal melihat wajah dirga meledek dirinya
"Aku tidak melarangmu tapi aku heran saja, ini pertama kali loh kamu datang menemuiku di pagi hari"
Anand mulai kesal dengan ucapan Dirga. ia mulai menatap Dirga dengan tatapan yang tak terbacakan.
"Okey, okey. sekarang ada apa kamu kemari?" tanya Dirga yang mulai serius ketika melihat tatapan mata Anand berubah.
"Aku gak tau, tapi penyakit ini baru beberapa hari muncul dalam tubuhku" jelas Anand kepada dokter Dirga.
"Penyakit ?" ucap Dirga terkejut ketika mendengar penjelasan Anand.
"Iya" jawab Anand dengan menganggukan kepalanya.
"Memangnya kamu memiliki penyakit apa Anand, selama ini tubuh kamu itu baik-baik saja, gak ada penyakit yang bersarang di tubuhmu. beberapa hari lalu saja kamu kena tembak tapi kamu masih terlihat baik-baik saja." ucap Dokter Dirga
"Aku juga gak tau, tapi penyakit ini selalu menyerang ku setiap saat"
Dirga mengambil statecopnya, mulai memeriksa Anand.
"Apa yang kamu rasakan saat ini, apakah penyakit yang kamu katakan tadi saat ini menyerangmu?" tanya Dirga.
"Saat ini gak, tapi pagi tadi ketika aku sarapan penyakit itu menyerangku"
"Coba kamu jelaskan ciri-ciri ketika penyakit kamu kambuh"
"Penyakit itu selalu datang di waktu yang tak terduga Dirga, contohnya detak jantungku sangat cepat gk biasanya"
"terus"
"Terus detak jantungku akan kembali normal lagi"
Dirga dan Anand sedang dalam percakapan dengan memeriksa penyakit yang di derita Anand seperti yang ia jelaskan. tiba-tiba Zey datang.
Zey membuka pintu ruang kerja milik Dirga.
"Kalian berdua sedang apa?" tanya Zey ketika melihat Anand dan Dirga duduk berhadapan sambil Dirga menempelkan statecopnya di dada Anand.
"Gak ngapa-ngapain Zey, aku hanya memeriksa Anand katanya ia terkena penyakit dengan detak jantungnya selalu berdetak dengan kencang tanpa terduga" jelas Dirga
"Detak jantung?" tanya Zey dengan menatap Dirga dan Anand bergantian untuk memperjelas penyakit anand yang di katakan Dirga.
"Iya katanya detak jantungnya selalu berdetak dengan kencang, tak seperti dulu"
"Koq sama yaa" ucap Zey dengan mengingat kalau Lia menelfonnya menanyakan jantungnya berdetak tak beraturan.
"Maksud kamu sama?" tanya Dirga dan Anand bersamaan
"Semalam temanku juga mengatakan kalau jantungnya berdetak sangat kencang" ucap Zey.
"Tapiii..." Zey terhenti dan langsung menatap Anand lalu mendekatinya.
"Jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta Anand" ucap Zey dengan menatap Anand.
Anand mendengar apa yang di ucapkan Zey,menelan ludahnya.
"Apa yang kamu katakan Zey, gak mungkin aku jatuh cinta"
Dirga yang terlihat bingung dengan apa yang di katakan Zey, ia langsung menanyakannya.
"Maksud kamu, kalau Anand saat ini sedang jatuh cinta?" tanya Dirga ke Zey
"Iya"
"Jangan ngaco kamu Zey, mau ku hajar kamu" ucap Anand yang tidak begitu suka dengan apa yang Zey katakan.
"Kamu percaya dengan apa yang di katakan Zey, Dirga.? kamu kan tau Zey gimana orangnya"
"Iya juga sih, tapi kali ini aku penasaran dengan wanita yang membuatmu jatuh cinta"
"Sialan kamu Dirga"
"Cepat katakan Zey, siapa wanita itu"
Sedangkan Anand melototkan matanya ketika menatap Zey.
"Jangan pedulikan dia Zey, sekarang katakan siapa wanita yang meluluhkan tuan muda kita ini"
"Gak Dirga, aku takut wajah Anand seperti hewan buas yang siap memangsa"
"Ku belikan mobil kesukaanmu itu"
"Setuju"
"Sekarang katakan namanya Zey"
"Namanya...."
"Sekali lagi kamu buka mulut Zey, kupatahkan rahangmu"
"kenapa kamu begitu serius, apa kalian memiliki hubungan spesial?" tanya Zey dengan mendekati Anand.
"Aku juga gak yakin Dirga, tapi semalam Lia menelfonku mana udah tengah malam di saat aku udah ngantuk berat" ucap Zey dengan kembali duduk dan menutup kedua matanya karna ngantuk.
Anand yang mendengar Lia menelfon Zey, anand langsung menatap Zey dengan melototkan matanya.
"Lia?"
"Iya Dirga, namanya Lia tapi aku gak yakin sama si tuan muda kita ini"
"Lia mengatakan apa padamu Zey"
"Tanyakan sendiri saja padanya, aku capek pengen tidur" ucap Zey dengan menarik nafasnya.
Anand mulai kesal dengan sikap Zey yang membuatnya penasan, ia mendekati Zey dengan berdiri di hadapan Zey.
Zey terkejut membuka matanya melihat Anand sedang berdiri di hadapannya, sedangkan Dirga menjadi penonton setia untuk mereka berdua.
"Kamu sedang apa Anand?"
"Lia menelfonmu semalam kan?"
"Iya"
"Dia mengatakan apa padamu Zey"
"Gak ada, dia gak mengatakan apa-apa"
Teriakan Zey terdengar ketika kakinya di injak oleh Anand.
"Aaaaaa.... kakimu menginjak kakiku Anand"
"Lia mengatakan apa Zey?"
"Lepaskan dulu anand, baru aku akan mengatakannya"
Sedangkan Dirga tertawa melihat sikap Anand dan juga Zey
"Cepat katakan Zey, kamu belum melihat pria yang sedang jatuh cinta marah, kamu hanya melihatnya ketika dia marah karna senjatanya di curi oleh musuh-musuhnya" ucap Dirga mengingatkan Zey dengan meledek Anand
"Iya, iya aku bakal katakan tapi lepaskan dulu, kuku kakiku akan lepas" ucap Zey dengan menahan sakit.
"Cepat katakan Zey"
"Iya sebentar, aku mau memeriksa kakiku dulu"
Dengan kesal Anand menendang kaki kiri Zey.
"Iya sebentar, dasar pria tak sabaran" ucap Zey
"Buahahaha... cepat katakan Zey" Dirga tertawa melihat sikap Anand yang tak sabaran.
Zey menatap Anand dan bersiap-siap kabur namun dengan sigap Anand menarik kerak baju Zey.
"Mau membohongiku kamu Zey, wuaa sudah bosan hidup kamu ya Zey" ucap Anand dengan memutar tangan kanan Zey ke belakang
Zey berteriak-teriak meminta ampunan tapi Anand tak mendengarnya karna dirinya mulai terlihat kesal.