Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 45



Sesampainya di rumah sakit Kinar dan juga Anand mendapatkan perawatan medis. Mereka saat ini berada di ruangan VVIP tempat itu di kawal dengan ketat melihat wajah dan tubuh milik kinar dan juga Anand membuat tuan Robert harus lebih berhati-hati dan tidak membiarkan orang yang ia sayangin berjalan sendirian tanpa pengawal. Ia bersyukur memberikan hadian untuk cucunya dan ia tak menyangka kalau alat itu masih di simpan oleh kinar saat ini.


Tuan Robert meminta agar ruangan milik Kinar dan juga Anand di jaga dengan ketat tanpa ada satu orangpun masuk selain keluarga. Ia tidak ingin ketika tuan Robert meninggalkan ruangan itu akan ada penyusup masuk dengan mencoba menyakiti cucu Dan putranya.


Sudah dua hari Kinar dan Anand di rawat di rumah sakit, Kinar mulai pulih walaupun tubuhnya masih terasa sakit dan wajahnya masih membekas luka hajar dari para musuh ya ng mencoba membunuhnya dan juga pamannya, Anand.


Tubuh Anand masih terlihat begitu lemah dan beberapa bekas pukulan yang harus di hilangkan dengan memerlukan waktu. Anand terus menginggau memanggil nama Lia. Ia belum bisa melupakan Lia dalam hidupnya. Semua orang sekaligus keluarga yang berada di ruangan itu merasa sedih melihat diri Anand. Bahkan tuan Robert pun berada di ruangan itu.


Dengan kinar mulai pulih semua orang tidak terlihat khawatir lagi sehingga para keluarga lainnya kembali ke aktivitas mereka semula yaitu bekerja. Rangga pun kembali bekerja ia sudah bisa meninggalkan istrinya walaupun begitu berat namun itu adalah permintaan istrinya.


Waktu menunjukan pukul delapan malam Kinar dan juga Anand kembali tertidur dan di jaga oleh bebrapa pengawal yang berada di depan pintu ruangan mereka. Kinar dan Anand berada di ruangan yang berbeda. Di setiap depan kamar mereka memiliki tiga pengawal menjaga ruangan itu, satu orang berpamitan pergi ke toilet sedangkan dua orang terus menjaga di depan pintu.


Entah datang dari mana tiba-tiba seseorang memukul kepala pengawal itu dan membuat mereka terjatuh tergeletak di lantai. Setelah kedua pengawal itu jatuh pingsan seorang pria mencoba masuk kedalam ruangan milik Kinar.


Pria itu tidak mengetahui siapapun orang baru masuk kedalam ruangan selain orang dari keluar tuan Robert ataupun dokter dan perawat. Alarm yang berada tepat di pintu masuk agar berbunyi menandakan bahaya untuk cucunya dan juga putranya.


Bodyguar milik tuan robert masuk kedalam ruangan milik kinar. Mereka menangkap pria yang mencoba membunuh Kinar. Dan setelah di tangkap ternyata pria itu tersenyum ia begitu senang kalau rencanya berhasil yaitu membunuh Anand dengan memancing semua orang ke ruangan Kinar.


“Wow... ternyata semuanya berkumpul di sini, aku tidak menyangka ternyata membunuhnya begitu gampang” ucap pria itu.


Semua orang di buat bingung dengan ucapan pria itu, mereka saling menatap dan itu membuat pria itu tertawa terbahak-bahak. Tapi berbeda dengan tuan Robert ia terus menatap pria itu dan ingin membunuhnya namun ia tidak ingin keluarganya melihat bagaimana tuan Robert membunuh seseorang dengan kejam tanpa belas kasih.


“Ada apa tuan? Kelihatannya wajah anda begitu khawatir” ucap pria itu senang.


Namun tuan Robert hanya mengamati pria tersebut sehingga tuan Robert memerintahkan orangnya agar memindahkan Kinar dan juga Anand.


“Bawah Kinar dan juga Anand ke ruangan mereka masing-masing” ucap tuan Robert memerintahkan


Pria itu seketika terdiam mendengar ucapan tuan Robert. Handphonenya berdering lalu ia menjawab panggilannya. Betapa terkejut dirinya kalau semua yang ia rencanakan gagal total. orang yang berada di ruangan Anand bukanlah Anand melainkan salah satu pengawal milik tuan Robert