
Anand melepaskan ciumannya, ia menyentuh bibir Lia dan mengelusnya.
"Berhentilah memanggilku tuan, kamu bisa memanggilku apa saja" ucap Anand menatap wajah Lia dengan satu tangannya menyelipkan rambut ke telinga
"Dan berjaga jaraklah dari mereka" ucap Anand lagi memperingatkan Lia
Wajah Lia terlihat merah karna malu, ia hanya menganggukan kepala ketika Anand memperingatinya.
"Masuklah dan beristirahatlah" ucap Anand sambil mengusap kepala Lia. lalu Anand menciumnya.
Lia duduk di atas tempat tidurnya sambil menepuk-nepuk kedua pipinya, ia berteriak melemparkan tubuhnya ke tempat tidur lalu menendang-nendang.
Lia terlihat begitu bahagia, ia menyentuh bibirnya sambil mengingat apa yang baru saja terjadi.
Anand yang berada di ruang kerjanya dengan duduk di kursinya dan kedua kakinya ia letakan di atas meja sambil menatap langit-langit ruang kerjanya. seketika senyuman muncul di wajahnya, ini adalah pertama kali ia mencium seorang wanita yang tak ada kaitan keluarga dengan dirinya, hanyalah wanita asing yang baru saja ia kenali.
Lamunan Anand terhenti, ia tersadarkan dengan suara dering handphone genggamnya. ia melihat nama yang tertera di layar handphonenya adalah nama ayahnya yang sedang memanggil.
*****
Keesokan paginya Lia bangun pagi, menyiapkan sarapan pagi untuk Anand dan dirinya. Lia terlihat begitu bahagia dan bersemangat pagi ini, bi Izah yang melihatnya pun merasa heran, Lia adalah anak yang ceria namun pagi ini bi izah melihatnya aneh seperti wanita yang baru saja jatuh cinta.
"Kelihatannya pagi ini non Lia bersemangat sekali"
"Hehehe gak bi, Lia kan emang selalu bersemangat"
"Tapi kali ini bibi melihat kalau non Lia itu seperti sedang jatuh cinta"
"Ah bibi bisa aja.." jawab Lia sambil tersenyum lebar.
Setelah merasa semua telah selesai Lia pergi ke kamarnya membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap dengan pakaian kerjanya.
Lia duduk di meja makan dengan menunggu Anand keluar dari kamarnya. tak berapa lama Anand keluar dari kamarnya dengan setelan jas berwarna navy.
Lia terdiam ketika melihat Anand yang begitu tampan sedang berjalan ke arahnya, ia mengedip-ngedipkan matanya lalu mengambil air untuk di minumnya.
Seperti biasa Anand terlihat begitu cuek bahkan ia tak menatap Lia sedikitpun, Lia sesekali menatap Anand namun Anand hanya cuek saja seolah tidak terjadi apa-apa.
Kenapa dia dingin sekali, apa dia tidak melihatku saat ini? apa dia lupa dengan apa yang terjadi semalam?. jangan bilang kamu.....
Lia terlihat kesal dengan sikap Anand yang begitu cuek dan dingin pagi ini, Anand begitu tenang dengan menghabiskan sarapan paginya.
Lia yang sudah merasa kesal karna Anand mengabaikannya, ia menyudahi sarapan paginya dan pergi meninggalkan Anand yang sedang sarapan. ketika Lia melangkahkan kakinya Anand tak juga memanggilnya. Lia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Anand.
"Dia pikir dia siapa, setelah menciumiku semalam ia melupakannya seolah tak terjadi apa-apa, dia pikir aku wanita apaan, dasar brengsek" ucap Lia dengan suara yang kesal.
Anand terdiam dan kebingungan ketika melihat Lia pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya dan tidak menghabiskan sarapan paginya. ia menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan Lia.
Kebahagian di wajah Lia berubah menjadi kesal karna sikap Anand padanya pagi ini, sehingga membuat dirinya tak menghiraukan ibu tirinya menelfon berulang kali dan mengirim pesan padanya.
Mira kesal karena Lia mengabaikan panggilannya dan pesannya, Mira benar-benar membutuhkan uang untuk dirinya bertemu dengan teman-teman arisannya. ia ingin membeli tas, baju dan perhiasan baru namun ia tak memiliki uang, satu-satunya senjatanya yaitu Lia.
Mira menghampiri Lia ke restoran karna Lia tak menjawab panggilannya. dengan gaya layaknya seperti orang kaya, Mira masuk ke restoran mewah itu dengan memakai kaca mata hitam dan barang-barang branded lainnya bersama dengan putrinya, bernama Serina.
Dengan sombongnya Mira memanggil pelayan dan melemparkan daftar menu karna ia tidak membutuhkannya.
"Aku ingin kalian membawakanku makanan terlezat, termahal di restauran ini, bukan makanan gembel seperti yang lainnya" ucap Mira dengan melipatkan kedua tangannya di depan, sejajar dengan dadanya.
Wanita yang sebagai pelayan di restauran itu merasa kesal melihat sikap dan nada bicara Mira yang sombong.
"Baik nyonya" jawab pelayan wanita itu.
Pelayan itu membawakan makanan yang terlezat dan termahal di restauran. Lia mendengar ada beberapa pelayan yang bercerita di bagian dapur, mereka membahas tentang pengunjung yang sombong. dengan rasa penasaran nya ia mendekati mereka dan menanyakannya.
"Sedang apa kalian di sini?" tanya Lia
"Gak sedang apa-apa Bu" jawab salah satu pelayan
Mereka memanggil Lia dengan sebutan ibu karna dirinya adalah manager di restauran itu.
"Kembalilah bekerja banyak pengunjung yang harus kita layani"
"Baik bu"
Lia terkejut ketika melebarkan pandangannya melihat seluruh pengunjung di restauran, matanya terhenti ke arah Mira dan Serina. dengan cepat Lia memeriksa handphonennya dan betapa kagetnya ia melihat panggilan telfon dari ibu tirinya sebanyak 20 kali dan 5 pesan.
Lia membaca isi pesan dari Mira yang isi pesannya merupakan sebuah ancaman untuk menemui Lia di restauran.
Seorang pelayan datang menghampiri Lia dan mengatakan kalau ada seseorang ingin bertemu dengannya, pelayan itu menunjuk ke arah Mira dengan memberitahukan kalau pengunjung di sana ingin bertemu dengan Lia.
Sebelum menghampiri mereka Lia menyuruh pelayan itu melayani pengunjung lainnya yang baru saja datang.
Lia menarik nafasnya dan mulai berjalan ke arah Mira sambil mengepalkan kedua tangannya. Mira tersenyum ketika melihat Lia yang datang menghampiri mereka.
"Punya nyali juga kamu dengan mencoba menghindar dariku" ucap Mira
Lia menatap Mira yang sedang bercerita, perasaannya yang sedang buruk karena soal tadi pagi, ia mengabaikan apa yang Mira katakan.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Lia
"Apa? kamu mau membujukku dengan berbicara sopan seperti itu"
Lia hanya menatap dan mendengar apa yang Mira ucapkan.
"Berikan aku uang sekarang" ucap Mira dengan mengulurkan tangannya meminta
"Saya belum menerima bagian saya hari ini" jelas Lia kepada Mira
"Aku gak peduli, sekarang berikan aku uang, kalau tidak aku akan mempermalukanmu di sini" ancam Mira
Lia diam saja karna dirinya benar-benar tak memiliki uang saat ini, dan ia berjanji tidak akan memberikan uang tabungannya kepada Mira karna ia ingin pergi meninggalkan rumah Anand ketika tabungannya sudah cukup membayar kontrakan.
"Kamu gak dengar apa yang ibu katakan ? " ucap serina dengan melemparkan segelas air ke wajah Lia. semua orang terkejut melihat apa yang terjadi.
Mira menakupkan tangan kanannya ke pipi milik Lia dan menekannya dengan keras.