
Keesokan paginya Kinar pamit dari suaminya, pergi menemani sahabatnya, Lia. melamar pekerjaan di restauran temannya. Rangga memberikan izin padanya dengan memperingati Kinar agar berhati-hati di jalan, dan Rangga akan juga akan mengantarkan mereka dan juga menjemput Kinar nanti.
Setelah mendapatkan panggilan dari Kinar semalam, Anand menyuruh seseorang kepercayaannya yang mengelolah restauran miliknya agar menerima seorang wanita yang akan melamar pekerjaan pagi ini.
Anand hanya bisa melihatnya di balik layar yaitu di layar komputernya melalui cctv. Anand selalu mengawasi Lia kemanapun ia pergi bahkan ia sudah memberikan tugas pada sahabat-sahabatnya agar selalu menjaga Lia dari jauh.
Pagi ini tepat pukul sembilan Lia dan Kinar sampai di restauran untuk melamar pekerjaan. Kinar melihat sudut gedung itu tapi ia tidak menemukan wujud pamannya.
Kemana si paman, kenapa belum datang juga. padahal udah janji kalau pagi ini bertemu di sini membicarakan pekerjaan untuk Lia.
Kinar mencari-cari Anand dengan melebarkan pandangannya, namun dari jauh Kinar melihat seseorang yang datang tapi bukan pamannya. melainkan Pak Lim pengelolah restaurant milik pamannya.
Sebelum kinar menyapa pak Lim, ia mendapatkan pesan terlebih dahulu yaitu pesan dari Anand. Anand mengingatkan agar tidak ketahuan oleh Lia dan tidak mencurigakan.
"Ingat! berpura-puralah seperti baru pertama kali bertemu dengan pak Lim."
Kinar menghela nafasnya ketika membaca isi pesan dari pamannya, Anand.
iya, aku akan berpura-pura melakukannya, dengan tidak mengenali pak Lim.
Pak Lim datang dan menyambut Kinar dan Lia. Kinar yang sudah di beritahu oleh Anand untuk berpura-pura, ia melakukannya walaupun ia ingin menyapa pak Lim lebih dulu.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya pak Lim
"Begini tuan, saya gak sengaja membaca lowongan pekerjaan restauran ini dengan posisi sebagai manager di website." ucap Kinar
"Iya benar nona, kami memang lagi mencari pekerja dengan mengisi posisi sebagai manager di restaurant ini." jelas pak Lim.
"Kebetulan tuan, sahabat saya ingin melamar pekerjaan itu" ucap Kinar dengan memperkenalkan Lia.
Pak Lim, menatap Lia dari ujung kepala sampai ke bawah.
"Boleh saya melihat berkas yang di milikinya?"
"Boleh tuan"
Kinar menyuruh Lia agar memberikan berkas yang di pegangnya. pak Lim membaca dan melihat biodata pribadi milik Lia.
"Baiklah, dengan apa yang saya lihat dari berkas ini, kamu bisa langsung bekerja besok di restauran ini"
"Benar tuan? saya di terima di restaurant ini?"tanya Lia memastikannya.
"Iya benar nona"
Lia terlihat begitu bahagia, ia memeluk Kinar dan mengajak Kinar untuk makan di restauran itu tapi mengingat dirinya tidak memiliki uang, Lia berencana membelikan Kinar es krim saja.
"Aku di terima Kinar, makasih ya" ucap Lia kepada sahabatnya.
"Hmmm, karna kamu sudah membantuku aku akan traktir kamu"
"Benarkah ? aku boleh dong memilih makanannya"
Anand tersenyum melihat wajah Lia yang seperti itu, Anand tidak tega melihatnya. ia mengirimkan pesan ke pak Lim kalau hari ini untuk Kinar dan Lia restaurant nya memiliki promo.
Pak Lim yang terlihat keheranan dengan mendapatkan pesan dari tuannya bahwa restaurant hari ini memiliki promo, pelanggan yang datang akan mendapatkan makanan gratis. pak Lim memberitahukan dan menjelaskannya kepada Lia dan Kinar.
Lia mendengar apa yang di katakan oleh pak Lim. membuatnya tidak percaya sehingga ia menanyakannya lagi. sedangkan Kinar menahan tawanya karna ia tau ini semua di lakukan oleh pamannya.
"Udah Lia, sekarang kita pesan makanannya, tidak perlu memastikannya lagi."
"Tapi Kinar."
"Tenang saja Lia, temanku itu emang baik, jadi dia gak mungkin melakukannya dengan menjebak kita" jelas Kinar agar Lia berhenti bertanya dan segera memesan makanan yang akan ia makan.
Siang itu Kinar dan Lia memesan makanan apapun yang mereka inginkan. mereka menikmati makan siang sambil mengobrol dan juga bercanda.
Setelah melihat Lia baik-baik saja, ia melanjutkan pekerjaannya dengan menyelesaikan menanda tangani berkas-berkas di perusahaannya. Selain dirinya sebagai ketua mafia dengan memiliki bisnis di dunia persenjataan, Anand juga memiliki perusahaan yang begitu besar dan ternyata Rangga adalah orang terkaya no 3 dan Anand orang yang terkaya no 1. namun ia menyembunyikan jati dirinya.
Anand selama ini menekuni bisnisnya di persenjataan, ia memerintahkan sekretaris dan asistennya untuk mengurus perusahaannya. sampai saat ini perusahaan Anand terlihat baik-baik saja bahkan tak seorangpun yang berani berurusan dengan dirinya.
Anand di kenal sebagai di CEO dingin dan cuek tapi semua orang lebih takut dengan tangan kanannya yaitu Roy.
Roy adalah orang pilihan ayahnya untuk menemani dan melindungi Anand. bukan hanya itu saja ternyata Roy adalah murid dari tuan Robert. jadi jangan heran jika Roy begitu di takuti.
Roy di kenal dengan pria berdarah dingin, yang kapan saja bisa merenggut nyawa setiap orang yang mengganggu tuannya. Roy selalu menjaga Anand dengan tidak mengizinkan Anand menyentuh tubuh orang-orang yang mencoba menyelekainya dan membunuhnya. karna menurut Roy itu hanya akan mengotori tangan tuannya.
****
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup senang sendirian di rumah sebesar itu Lia, kamu harus memberiku uang setiap aku membutuhkannya" ucap Mira.
"Aku tidak menyangka dengan menikah ayahmu dan mengusirmu dari rumah bisa membuatku mendapatkan apa yang aku inginkan tanpa harus bekerja" ucap Mira lagi dengan terlihat begitu bahagia.
Sedangkan Serina pergi bersenang-senang dengan teman-temannya dan juga pacarnya Beni. sekarang Serina sedang karaokean di sebuah tempat sambil minum-minum bir. pergaulan Serina dengan pacarnya Beni tak di batasi lagi oleh ibunya.mereka selalu berdekatakatan di manapun dan kapanpun.
Serina begitu bahagia kalau hubungannya mendapatkan persetujuan dari ibunya. dan lebih membuat Serina bahagia ibunya tidak melarangnya sedikitpun dan membiarkannya pergi dengan beni kemana saja. sedangkan Beni tidak pernah mengajak Serina ke rumahnya bahkan orang tua beni tidak mengetahui siapa pacar Beni saat ini.
****
Kinar pulang di jemput oleh suaminya,Rangga. sedangkan Lia pulang bersama dengan Anand. biar bisa pulang bersama, Anand melakukan sandiwara lagi di depan Lia dengan berpura-pura memiliki janji di restauran yang sama dengan keberadaan Lia dan Kinar.
"Tuan!!" ucap Lia dengan terkejut.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Anand dengan berpura-pura.
"Saya sedang makan di sini bersama dengan kinar tuan"
Kinar memutar bola matanya melihat pamannya yang penuh drama, ia tidak menyangka kalau pamannya menjadi seperti itu. kecurigaan Kinar semakin kuat dengan melihat sikap Anand. bahwa pamannya menyukai sahabatnya, Lia. Kinar menatap pamannya terus menerus sedang Anand merasa tidak nyaman dengan tatapan Kinar yang aneh.
"Jangan menatapku seperti itu kalau tidak ingin suamimu di bakar api cemburu" ucap Anand
Kinar mendengar apa yang di ucapkan pamannya merasa kesal, ia tidak menyadari kalau suaminya memiliki sikap cemburuan dalam hal apapun semenjak mencintai dirinya.