Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 12



Lia sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan handphonenya, Lia senyum-senyum sendiri menatap layar handphonenya.


Anand menghampiri Lia dengan menyuruhnya.


"Ambilkan saya buah" ucap Anand dengan pergi ke ruangan kerjanya.


Lia menatap Anand dengan kesal karna Anand menyuruhnya ketika dirinya sedang bermain handphone.


"Hay Lia" sapa Zey.


Lia tak menjawab sapaan Zey, ia terus melakukan tugasnya dengan memotong-motong buah yang di minta oleh Anand.


"Kamu sedang apa Lia?"


Lia mengangkat piring yang berisikan buah dan pisau yang saat ini sedang memotong buah.


"Wuaa, kamu membuatkan buah untukku" ucap Zey dengan mengambil sepotong buah apel dan di masukan ke dalam mulutnya sendiri.


Lia melototkan matanya menatap Zey lalu menatap buah yang ia potong. karna kesal Lia memukul meja dan menperingati Zey.


"Itu bukan punya kamu tapi punya tuan batu"


"Tuan batu siapa sih Lia?" tanya Zey dengan tidak taunya sambil memasukan sepotong buah pepaya di mulutnya.


"Itu buat tuan Anand, Zey." teriak Lia dengan kesal


"Kenapa kamu marah Lia"


Lia mengangkat tangannya yang ingin mencekik leher Zey. Lia melarang Zey memakan buah itu karna dirinya ingin segera bermain handphonenya.


Lia kesal dengan Anand dari pertama tinggal di rumah ini dirinya sudah mulai membenci anand.


"Kamu tau kan bagaimana sikap dia Zey"


"Iya aku tau makanya aku mau buat dia kesal dan menghukum kamu"


"Minggir.." ucap Lia mendorong Zey karna menghalangi jalannya.


"Lia ...Lia biarkan aku yang mengantarnya" ucap Zey dengan mencoba mengambil piring yang di pegang Lia.


"Gak usah Zey, aku yang akan mengantarnya"


"Gini ya Lia aku jelaskan, saat ini ada sesuatu yang harus aku bahas dengan Anand jadi sekalian aku membawahnya kedalam"


"Ya sudah ini"


Zey tersenyum licik sambil berjalan menuju keruang kerja Anand.


"Ngapain kamu kemari, dan ini! kenapa kamu yang membawakannya kemari, mana Lia?"


"Lia menyuruhku mengantarkan ini ke kamu katanya"


"Katanya apa?" tanya Anand dengan mulai kesal


"Katanya dia gak mau mengantarkan ini"


"Apa!! dia bilang begitu. berani Skali kamu Lia menolak perintahku.


Anand pergi keluar ruangan, ia mencari keberadaan Lia. Anand melihat Lia sedang bermain handphonenya sambil tersenyum.


"Anand tahan emosi, dia itu wanita"


Anand menatap Zey lalu mendorongnya.


"Kamu pikir aku akan membunuhnya, memukulnya gitu?"


"Gak gitu Anand, maksud aku"


"Ini urusanku dengannya, kamu gak perlu ikut campur. silahkan kamu pulang Zey jangan buat emosiku naik"


Anand dengan kesal mengepalkan tangannya dengan mendekati Lia yang sedang bahagia bermain handphone.


"Liaaaaaaa" teriak Anand


Lia yang sedang fokus ke handphonenya terperanjat mendengar teriakan suara anand yang meneriaki namanya.


Buseett, kenapa Anand jadi begitu marah padahal kan aku hanya mengatakannya untuk mengerjai dia, tapi membuat dia begitu marah. gimana ini kalau Lia kenapa-napa gimana.


Lia menatap wajah Anand dengan ternganga. lalu menggelengkan kepalanya.


"Ada apa tuan, kenapa anda berteriak-teriak, aku gak tuli tuan"


"Jadi kamu mulai membantah perintah saya"


"Maaf tuan saya tidak paham dengan maksud anda"


"Jadi ini caramu menghindari masalahnya"


"Sini kamu" tarik Anand


"Eee tuan aku mau di bawah kemana"


Anand terus menariknya dengan keras, Lia meringis kesakitan karna tangannya di genggam keras oleh Anand.


Anand membawa Lia ke gudang untuk membersihkan gudang.


"Bersihkan semua ini"


Lia melebarkan pandangannya melihat setiap sudut gudang itu.


Pasti banyak serangganya disini, bagaimana aku bisa melakukannya.


"Aku gak mau" ucap Lia dengan berlari dan di kejar oleh Anand.


Anand menggendong Lia ke pundaknya. Lia merontak-rontak tidak ingin masuk ke gudang itu.


"Lepaskan saya tuan" ucap Lia dengan memukul punggung Anand.


Anand meletakan Lia di dalam gudang lalu menutup pintu.


"Tuan tolong buka, hukum saya dengan apapun tapi jangan membersihkan gudang"


"Sebelum gudang ini bersih kamu tidak bisa keluar dari sini" ucap Anand tanpa mendengarkan apa yang Lia katakan.


"Tuan saya mohon tuan" teriak Lia sambil mengetuk-ngetuk pintu.


Dengan pelan Lia menurunkan tubuhnya sampai dengan posisi berjongkok. Lia melihat ke kiri dan kekanan.


"Anand mana Lia?" tanya Zey


"Dia sedang menerima hukumannya di gudang"


"Apakah itu tidak keterlaluan Anand"


"Kenapa kamu begitu perhatian padanya Zey, dia itu adalah orangku,tinggal di rumah ini jadi terserah aku memperlakukan dia gimana"


Maaf Lia, semua ini di luar rencanaku aku hanya ingin Anand menjadi dekat denganmu tapi malah seperti ini.


"Tapi tidak seharusnya kamu mengurungnya di gudang Anand, apalagi gudang pasti ada hewan-hewan di sana"


"Itu urusan dia bukan urusanku"


Sialan cowok ini amang gak punya hati aku lupa. dia hanya punya ginjal doank makanya selalu menggunakan ginjalnya bukan hatinya.


Zey menatap ke arah gudang, Semoga kamu baik-baik saja Lia di dalam sana" batin Zey dengan penuh khawatir.


"Duduklah menonton Zey, kamu tidak perlu memikirkan wanita keras kepala yang suka membantah itu" ucap Anand tanpa merasa bersalah.


Anand masuk ke dalam ruang kerja dengan memutar sebuah musik untuk merefresh kan pikirannya.


Zey pun masuk bersama dengan Anand tapi dirinya masih memikirkan Lia di dalam gudang itu.


Lia mulai membersihkan gudang dengan mengangkat barang satu persatu yang berada di dalam gudang itu. sejauh ini Lia masih aman-aman saja, belum menemukan serangga satupun.


Lia berbatuk-batuk karna adanya debu yang berterbangan di ruangan itu. ia mengibaskan tangannya di depan wajahnya dengan menutup hidungnya


"Sialan, awas kamu tuan batu, tunggu aku pasti akan membalasmu walaupun aku sedikit ragu. kenapa aku selalu takut mengerjai dia, dasar pengecut kamu Lia beraninya hanya di belakangnya."


Dua sosok Lia keluar berada di hadapannya dengan memiliki sifat yang berbeda, sifat jahat dan baik.


"Kamu harus sabar Lia, semua akan baik-baik saja" bayangan Lia yang baik


"Jangan dengarkan dia Lia, kamu harus membalasnya, ini sudah keterlaluan menurutku" ucap Lia yang berhati jahat


"Jangan Lia, sebagai orang baik kamu haru sabar"


"Kalau kamu bersabar terus dia akan meginjak-nginjak dirimu Lia"


Lia yang sudah pusing dengan perdebatan ia berteriak sambil memukul bayangannya agar menghilang.


"Kalian semua diam, jangan buat aku menjadi sakit kepala" ucap Lia dengan memegang kepalanya.


"Pokoknya aku harus membalasnya dia sudah sewenang-wenang memperlakukan aku seperti ini"


Bayangan Lia yang berhati baik merasa sedih mendengar Lia akan membalaskan semua perbuatan Anand.


Berbeda dengan bayangan Lia yang jahat, ia memberikan semangat dan dukungan agar Lia membalaskan dendamnya pada Anand.


"Bagus Lia, kamu jangan mau di tindas lagi, laki-laki itu sudah keterlaluan terhadapmu" ucap bayangan Lia yang jahat


"Bener aku harus membalasnya, semangat Lia"ucap Lia sambil mengangkat tanganya memberi semangat ke dirinya sendiri.