Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 13



Lia membersihkannya baru saparoh saja, ia melihat tumpukan barang di sudut yang membuat dirinya berfikir panjang, jika ia membongkarnya dan membersihkannya pasti akan ada sesuatu yang akan keluar dari sana. Lia mengingat bagaimana dulu dirinya membersihkan gudang yang di suruh oleh ibu tirinya, namun dulu Lia begitu bahagia karna ada seseorang yang selalu melindunginya yaitu ayahnya. tapi sekarang Lia tidak tau siapa yang akan melindunginya.


Lia terlihat sedih mengingat ayahnya yang ia tidak tau bagaimana kabarnya sekarang. Lia diam dengan melamun mengingat kabar ayahnya, sedang apa ayahnya saat ini, apakah ayahnya baik-baik saja. Lia menghela nafasnya lalu menatap tumpukan barang itu.


Lia berdiri dari tempat duduknya dan langsung membersihkan ruang gudang lagi dengan memindah-mindahkan barang yang sudah kusam, hewan keluar satu persatu Lia tidak terlalu begitu takut dengan laba-laba ataupun tikus menurutnya tikus terlihat begitu lucu. ia tertawa melihat tikus yang berlari menghindari dirinya agar tidak terlihat oleh Lia.


"Dasar kamu tikus" ucap Lia tertawa.


Lia mulai memindahkan barang kembali, barang terakhir membuat Lia terkejut ketika ia mengangkatnya untuk memindahkan, Lia melihat ada beberapa kecoak di sana.


Lia melepaskan kardus yang di angkatnya terjatuh tapi salah satu kecoak itu berlari kearah dirinya membuat dirinya berjalan mundur dengan menahan nafasnya.


Lia sudah tidak bisa berbuat apa-apalagi sehingga dirinya terjatuh dengan terduduk, ia memundurkan tubuhnya sampai tersandar ke tembok, tubuh Lia bergetar wajahnya terlihat pucat dengan berkeringat dingin.


Lia menangis dengan memanggil nama ibunya dan ayahnya sambil menatap kecoak yang berada di hadapannya.


Zey memohon ke Anand untuk bisa membantu Lia membersihkan gudang, ia merasa kalau ini merupakan kesalahannya, jika ia tidak berbohong ke Anand mungkin Lia tidak akan di hukum. dengan Zey membujuk Anand akhirnya ia berhasil.


Zey berjalan ke arah gudang, "Aku datang Lia, maafkan aku kalau gara-gara kebohonganku kamu di hukum" ucap Zey dengan membuka gudang


Ketika Zey membuka pintu, ia langsung berteriak memanggil nama Lia.


"Taraaa, Lia aku datang membantumu. kamu tidak perlu berterima kasih padaku Lia." ucap Zey dengan menyandarkan tubuhnya di tembok sambil tersenyum dengan menundukan wajah seolah membuat dirinya terlihat keren dan menunggu Lia berterima kasih padanya, namun Zey kebingungan karna melihat Lia yang sedang diam saja menurutnya Lia bukan orang seperti itu.


Zey menatap Lia. "Sudahlah Lia,kamu jangan marah seperti itu, aku minta maaf karna membuatmu di hukum" ucap Zey yang belum tau jika Lia saat ini Shok karna melihat serangga yang paling ia takuti.


Lia mengangkat wajahnya dengan mengulurkan tangannya, Zey terkejut melihat wajah Lia yang terlihat begitu pucat dan tubuhnya yang gemetar.


Zey menghampiri Lia dengan wajah khawatir.


"Lia kamu kenapa?"


"Tolong aku Zey, bawa aku keluar dari sini aku mohon" ucap Lia dengan suara terbata-bata sambil memohon


"Lia kamu kenapa, ada apa denganmu Lia, badan kamu dingin Lia" ucap Zey dengan khawatir.


Anand yang penasaran dengan apa yang di lakukan Zey dan Lia. ia menyusul Zey. ketika sampai di situ ia berdiri di pintu dengan menatap Zey memeluk Lia.


"Apa yang kamu lakukan Zey, aku memberimu izin masuk bukan berdua-duaan dengan wanita keras kepala itu" ucap Anand dengan kesal karna sikap Zey yang berduaan di rumahnya.


Zey tidak memperdulikan Anand.


"Kamu tenang saja aku akan membawamu keluar dari sini" Ucap Zey dengan siap-siap menggendong Lia.


Anand yang tidak terima dengan sikap Zey, menahan pundak Zey agar tidak beranjak dari tempatnya.


"Apa yang kamu lakukan Zey, kamu mau bawah dia keluar dari sini jangan harap aku memberimu izin Zey"


Zey menghela nafasnya, ia kesal melihat sikap Anand yang tak berperasaan. Zey menepiskan tangan Anand.


"Tolong aku Zey"


Anand yang mendengar suara Lia meminta tolong dengan nada suara yang tidak biasanya membuat Anand menatapnya. anand kaget melihat wajah Lia yang terlihat pucat.


Anand mendorong tubuh Zey. sekarang Anand menatap wajah Lia dengan meletakan tangannya di dahi milik Lia untuk memastikan keadaan Lia


Anand menelan ludahnya ketika ia merasakan tubuh Lia berkeringat dingin, tanpa menunggu lagi Anand menggendong Lia keluar dari gudang menuju ke dalam kamarnya.


"Lia kamu kenapa Lia, hey sadar Lia" ucap Anand dengan memukul-mukul pipi milik Lia karna dirinya masih terlihat begitu Shok.


Anand menyuruh bi Izah mengambil air putih dan juga minyak gosok.


Zey mulai memeriksanya ia memeriksa denyut nadi Lia, denyut nadinya tidak beraturan menurut Zey. namun mereka belum tau apa penyebab Lia menjadi seperti itu.


Bi Izah telah sampai ke dalam kamar dengan iya memberikan segelas air putih.


"ada apa dengan non Lia tuan?" tanya bi Izah


"Gak tau bi, tadi dia pergi membersihkan gudang tapi ketika aku masuk dia sudah seperti ini"jelas Zey.


"Gudang tuan?"


"Iya bi"


"Apakah di gudang itu ada serangga tuan?" tanya bi Izah karna BI Izah tau sedikit tentang Lia karna sering berbagi cerita dirinya dengan bi Izah.


"Iya bi izah, aku melihat beberapa kecoak dan satu kecoak berada tidak jauh dari hadapannya. ada apa bi"


"Non Lia begitu takut dengan kecoak, ia akan mengalami seperti itu ketika melihat kecoak." jelas bi Izah ke Zey


"Apa bi, Lia takut dengan kecoak.?"


"Non Lia pernah bercerita karna saat itu non Lia takut melihat satu kecoak berada di tempat penjemuran pakaian basah."


Anand terdiam mendengar apa yang bi Izah katakan tapi ia tidak menampakan wajah bersalahnya dan rasa pedulinya. ia masih tetap sama dengan sikapnya yang begitu cuek dan dingin.


Lia menyebut nama ibu dan ayahnya, sampai ia memeluk lengan besar milik Anand.


"Jangan tinggalkan aku, aku mohon Bu" ucap Lia dengan meneteskan air matanya.


Anand mengusap air mata Lia yang keluar. ia tidak tau jika Lia memiliki phobia terhadap serangga, ia begitu menyesal telah membuat Kinar seperti saat ini. Anand membantu Lia untuk minum air setelah itu Lia tertidur dengan pelan-pelan sambil memeluk lengan Anand.


Zey yang melihat sikap Anand yang biasa saja tetap seperti dirinya sendiri yang begitu dingin dan cuek, Zey tidak habis pikir dengan sikap sahabatnya itu yang begitu dingin dan cuek sehingga menakutkan jika marah.


#Terima kasih semua sudah mampir ke cerita author, jangan lupa dukung karya author yaa dengan like, vote, coment, share, dan juga memberi gift ke author tentunya😍😉.