Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 34



Dalam perjalanan Anand melihat Benny bersama dengan teman-temannya, Anand mengenggam stir mobilnya dengan erat, tak bisa menahan emosi Anand berbalik dan menepikan mobilnya.


Anand turun dari mobil dan mendekati Benny, ia mengeraskan rahang pipinya, ketika sampai di hadapan Benny. Anand langsung memegang kerak baju Benny. ia melihat di sekelilingnya memeriksa cctv. pandangan Anand terhenti di salah satu cctv, dengan cepat Anand menarik Benny ke tempat lain.


"Hey.." teriak Benny ketika Anand menyeretnya ke tempat lain, Anand tak mendengarkan apa yang Benny katakan ia terus menarik Benny dengan keras ke tempat yang tak bisa di jangkau oleh cctv.


"Hey, jika kamu macam-macam aku akan membuatmu menyesal, aku akan menyiksa wanita murahan itu" teriak Benny.


Urat-urat tangan Anand mulai nampak, dan rahang pipinya mulai mengeras, dengan sangat marah Anand melemparkan Benny ke tembok.


"Aauuu..." suara Benny terdengar kesakitan dengan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Anand mengangkat Benny di kerak bajunya agar bangun dan berdiri. dan ia melemparkan Benny ke tembok lagi sambil berteriak.


"Kamu mau menyiksa wanitaku, kamu menyebutnya wanita murahan, dia adalah wanitaku dan dia memiliki nama yang begitu cantik " ucap Anand sambil berteriak dengan meninju perut Benny berulang kali sampai mulut Benny memuntahkan darah.


"Stop.. aku bilang stop" ucap Benny dengan mengangkat tangannya agar Anand berhenti namun itu tak menghentikan Anand. kemarahan Anand semakin menggebu-gebu ketika melihat Benny tertawa...


"Hey Anand, dia hanyalah wanita murahan apa bagusnya dia" ucap Benny lagi sambil tertawa.


Anand pun marah dengan sikap Benny, tanpa ampunan Anand meninju wajah Benny sampai bibirnya pecah dan seluruh wajahnya memar. namun menurut Anand semua itu belum sepadan dengan apa yang mereka lakukan ke Lia semalam.


Beberapa teman Benny membantunya dengan memukul Anand namun tak seorangpun dari mereka bisa menyentuh tubuh ataupun wajah Anand.


Anand bahkan membuat teman-teman Benny terjatuh tak berdaya dengan wajah memar, dan bibir pecah mengeluarkan darah dan hidungpun mengeluarkan darah.


Anand yang terus memukul Benny tiba-tiba handphonenya berdering, namun Anand tak mengangkatnya sebelum masalah dirinya dengan Benny selesai.


Setelah Benny tergeletak Anand meraih tangan Benny dan mematahkannya.


"Aaaaaaaaaaaa" teriak Benny


"Jika berani menyentuh dan menyakiti wanitaku, kamu tak akan bisa menggunakan tangan ini lagi dengan baik" Ancam Anand ke Benny.


Handphone Anand terus berdering di dalam saku celananya. setelah mematahkan tangan dan memberi peringatan ke Benny. Anand mengangkat telfonnya, dan menuju ke arah mobil.


"Anand kamu di mana? sudah sejam Anand" ucap Zey. ternyata itu adalah panggilan dari Zey yang sedang menunggu Anand karna ia ingin menemui Lia.


"Aku dalam perjalanan kesana"


"Tapi sudah sejam kamu belum sampai Anand, sampai kapan kamu mengatakan sudah di jalan tapi bahkan batang hidungmu tak terlihat di depan rumah Anand"


"Jika kamu tak bisa menunggu pulanglah Zey, jangan memancing emosiku dengan ocehanmu itu jika tak ingin ku patahkan rahang mulutmu" ucap Anand dengan mengakhiri panggilan telfon dengan Zey.


Zey yang mendengar suara Anand. ia memegang wajahnya.


"Apa? dia akan mematahkan rahangku? mana bisa dia mematahkan rahangku, yang ada aku akan mematahkan lidahmu tuan muda gila" ucap Zey dengan mengomel sambil menatap layar handphonenya.


Bi izah tersenyum melihat sikap Zey yang sedang berbicara sendiri, dengan berlagak seolah-olah dirinya akan mematahkan lidah tuannya. padahal kenyataannya Zey pun takut dengan tuannya.