Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Ban 36



Anand mulai memperlihatkan perasaannya kepada Lia, perhatian layaknya sebagai pasangan kekasih. ia tidak perduli dengan apa yang ayahnya pernah katakan, kalau Anand harus menjaga perasaannya agar tak terlihat oleh musuh dan menjadikan Lia adalah kelemahan Anand.


Siang itu mereka melakukan sarapan, namun Zey sebagai tamu yang tak di undang merasa iri dan penuh keterkejutan dengan melihat sikap Anand yang selama ini mereka kenal sebagai pria yang dingin dan tidak pernah seromantis seperti ini ke wanita, namun hari ini Zey melihat sisi lain milik Anand. Zey mengakui kalau Anand adalah pria yang baik, penyayang dan lembut.


"Gila, mimpi apa aku semalam, dan apa ini pria yang kejam dan dingin bisa seromantis ini ? hah, apakah ini sisi kelembutanmu tuan muda yang dingin" batin Zey.


Zey siang ini ingin mengobrol dengan Lia, namun ia harus mendapatkan izin dari tuan Anand. tapi siapa sangka kalau hari ini adalah hari keberuntungan Zey


walaupun pagi tadi ia harus menahan emosi karna Anand tak mengizinkannya menemui Lia. tapi sekarang ia malah mendapatkan izin untuk menemani Lia dan menjaga Lia.


Siang ini Anand tiba-tiba mendapatkan telfon dari salah satu suruhannya, mereka melaporkan apa yang Anand perintahkan.


Setelah mendapatkan telfon, Anand bergegas pergi namun tak lupa ia pamit ke Lia dan menitipkan ke Zey dengan perintah menjaga Lia dengan suara yang tegas.


"Lia, kamu gak apa-apa?" tanya Zey dengan mulai mendekati dan mengelus pundak Lia. tapi tiba-tiba telfon Zey berdering


"Aku mengizinkanmu bukan berarti kamu mengambil kesempatan Zey"


Ternyata yang menelfon adalah Anand, ia memberikan peringatan agar Zey tidak mengambil kesempatan ketika ia tidak berada di dekat Lia.


"Ia aku tau tuan muda" jawab Zey dengan kesal


"Bagus"


Zey mengikuti apa yang Anand katakan dengan gaya cara bicara anand sambil meledek.


"Lelaki ini kenapa sih, koq cemburuan banget


Zey melihat-lihat ke kiri dan ke kanan, ia melebarkan pandangannya untuk mencari sesuatu namun ia tak menemukannya.


"Apa hanya kebetulan saja Anand mengatakan itu, tapi?! apa seperti itu pria jatuh cinta bisa melihat dari jauh apa yang wanitanya lakukan, tapi gak mungkin" ucap Zey


Anand dalam perjalanan menuju ke markas miliknya, di sana sudah ada seseorang yang menunggu dirinya. setibanya di tempat itu Anand turun dari mobilnya.


"Dia ada di ruangan penyekapan bos" ucap salah satu suruhannya


Dengan langkah tegas dan raut wajah yang dingin Anand melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Anand menatap pria itu dengan tatapan membunuh dengan cepat Anand melangkah dan Buukk Anand melayangkan pukulan ke wajah pria itu.


Anand mengangkat kerak baju pria itu.


"Katakan padaku apa yang kamu inginkan sampai mengganggu Lia " tanya Anand dengan suara keras dan wajah yang marah


"Hey tuan, aku gak tau kamu sedang bicara apa, dan Lia siapa dia? apa dia wanita cantik, wanita yang bisa memuaskan"


Buukk... Anand melayangkan pukulannya lagi ketika mendengar apa yang di ucapkan pria itu, dengan sangat marah Anand memukul dan menendang pria itu. sampai pria itu merasa kesakitan.


"Sekali lagi aku peringatkan jaga ucapanmu, Lia bukan wanita seperti itu, dan aku beritahu kalau kamu sudah salah mengganggu orang" ucap Anand menunjuk pria itu.


Pria itu hanya tertawa mendengar apa yang Anand katakan.


"Hey, jangan marah seperti itu. berbagilah denganku , aku juga ingin bermain dengannya" ucap pria itu lagi. dan ucapan pria itu membuat Anand marah sampai akhirnya Anand memukul pria itu tanpa ampunan.


Jika Anand marah tak ada satu orangpun yang bisa menghalanginya kecuali ponakan kesayangannya yaitu Kinara. hanya Kinaralah orang yang bisa menghentikan Anand.