Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
52



Anand begitu tak sabaran, ia terus memencet bel apartemen membuat Lia sedikit takut membuka pintu, Zey pun tegang melihat Anand mondar mandir sambil memencet tombol bel rumah berulang kali.


"Kenapa lama banget dia buka pintu Zey" ucap Anand kesal


"Sabar Anand, mungkin dia lagi ke kamar mandi" ucap Zey mencoba berpikir positif untuk menenangkan Anand.


Tuan Robert terus memantau Lia dari cctv dan Anand di depan pintu pun ia bisa lihat. namun tuan Robert membiarkan mereka bertemu dan ia siap jika Anand akan datang menemuinya dengan menanyakan keberadaan Lia di apartemen.


Lia menatap pintu, lalu ia menghela nafasnya dengan keras mau tidak mau ia harus membuka pintu dan bertemu dengan Anand dan Zey. apapun pertanyaan yang Anand tanyakan dan Zey. ia harus siap dengan menjawabnya.


"Sudahlah Lia, sudah waktunya kamu bertemu dengan mereka berdua" ucap Lia dengan membuka pintu apartemen


Ketika pintu di buka Lia mendapatkan tatapan yang tak terbacakan dari Anand. Lia menyuruh mereka masuk. namun yang di lakukan Anand benar-benar membuat mereka terdiam.


Anand melangkahkan kakinya dengan langsung memeluk Lia dengan erat, Lia terlihat begitu sesak karna pelukan Anand kepadanya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Anand dengan melepaskan pelukannya dan memeriksa apakah Lia memiliki luka atau memar


"Aku gak apa-apa Anand" jawab Lia dengan bingun tingkah Anand


Mendengar jawaban dari Lia Anand tersenyum dan memeluk Lia kembali dengan erat.


"Hey Anand, apa kamu mau membunuhnya"ucap Zey dengan mencoba melepaskan pelukan Anand. ketika Anand melepaskan pelukannya ke Lia. Lia pun menghela nafasnya dengan keras


"Maaf Lia, maafkan aku Lia" ucap Anand meminta maaf sambil memegang tangan Lia.


Zey terus menatap Anand dan melepaskan tangan Anand yang menggenggam tangan Lia. ia mencoba meraih Lia dan akan merangkulnya namun Anand menggagalkannya dengan menarik pundak Zey.


"Apa yang kamu lakukan Zey"


"Aku juga seperti kamu rindu Lia. dan aku mau memeluk dia" ucap Zey dengan sedikit kesal


"Enak saja kamu mau meluk Lia" ucap Anand dengan menarik tangan Lia dan menyembunyikannya di belakang dirinya.


"Dasar Egois kamu" ucap Zey dengan kesal dan duduk di sofa.


"Hati-hati kamu Zey. nanti matamu ku keluarkan mau" gertak anand karna tak menyukai dirinya di tatap Zey seperti pembohong dan jahat.


"Silahkan keluarkan mataku, aku juga tak Sudi punya sahabat seperti kamu" ucap Zey dengan kesal


Lia melihat Zey dan Anand berdebat membuat Lia bingung seharusnya dirinya yang menjadi sasaran Zey dan Anand ini malah mereka yang berdebat.


Dengan kesal Zey berdiri dan menarik tangan Lia. Lia pun berdiri


"Kamu mau ngapain Zey?" tanya Anand


"Kenapa kamu nanyak, ini urusanku dengan Lia. jadi terserah dong aku mau ngapain" ucap Zey


"Jadi kamu benar ingin mati haa, sini kamu biar kupatahkan rahangmu itu" ucap Anand dengan berdiri


Diselah perdebatan Anand dan Zey. bel berbunyi menandakan seseorang berada di depan pintu.


Anand menatap Zey dan Lia.


"Apa kamu mengundang orang datang kesini ?" tanya Anand ke Lia.


"Tidak"


Lalu Anand menanyakannya lagi ke Zey.


"Apa kamu Zey?"


"Mana ada aku ngajak orang, aku aja datang sama kamu, dan udah dari tadi bareng kamu"


"Lalu siapa yang datang?"


Zey dan Lia mengangkat pundak mereka.


Anand berjalan dengan pelan ke arah pintu lalu menatap Lia dan Zey bergantian.