
Setelah selesai marah-marah karna menunggu lama akhirnya mobil Anand terlihat dari ke jauhkan masuk ke halaman rumah.
"Nah akhirnya si tuan muda yang begitu jahat datang"ucap Zey dengan wajah kesal namun seketika wajah itu berubah tersenyum ketika Anand menatapnya.
Anand berjalan tegap dengan tubuhnya yang seperti atletik dengan memiliki otot-otot.
"Duduk aja Zey, kamu bisa ambil sendiri minumannya" ucap Anand pergi ke belakang untuk membuat jus untuknya
"Aku udah duduk, malah pantatku sampai pegal nungguin kamu" jawab Zey sambil curhat
"Lia udah bangun bi?" tanya Anand ke BI izah
"Sudah tuan, tapi non Lia gak mau keluar kamar tuan" jawab BI izah.
Setelah minum dan mencuci tangan Anand pergi ke arah kamar Lia, namun sebelum ia melangkah mendekatinya tiba-tiba langkah kakinya terhenti. Anand berbalik dan menatap Zey.
"Kamu mau kemana Zey ?" tanya Anand
"Mau pergi jenguk Lia" jawab Zey dengan enteng
"Kamu tunggu di ruang tamu saja, nanti Lia ku bawah kesana"
"Tapi Anand"
Anand menghentikan langkahnya lagi dan berbalik menatap Zey, yang tetap ngotot pengen ikutan menemui Lia di kamar.
"Baiklah aku tunggu di ruang tamu saja" ucap Zey dengan berjalan pelan menuju ke ruang tamu.
*****
Benny merasa kesakitan, ia tergeletak tak berdaya dengan wajahnya berlumuran darah. teman-teman Benny mendekatinya.
"Ben..! kamu gak apa-apa?" tanya salah satu temannya
" Apa Kamu gak lihat, aku seperti ini kamu masih menanyakan keadaanku" ucap Benny sangat marah marah dengan mencoba bangun
"Maaf Ben" ucap temannya, ia terlihat ketakutan ketika Benny marah.
"Tunggu pembalasanku Anand" ucap tuan Anor
Tuan Anor mengambil handphone di saku celananya, ia melaporkannya ke salah satu temannya yang menjadi polisi, agar menangkap Anand yang telah membuat putranya sampai masuk rumah sakit.
******
Anand mengetuk pintu kamar, karna semalam Lia nginap di kamar Anand.
Anand membuka pintu kamar, lalu masuk ke dalam ia melebarkan pandangan dan menemukan sebuah makanan dan susu yang masih utuh. ia berjalan mendekati Lia yang sedang duduk di lantai sambil memeluk dua lututnya.
"Hey, ada apa? kenapa sarapannya belum di makan?"Sapa Anand dan di lanjutkan dengan percakapan basa basi.
Dengan perlahan Anand mencium kening Lia dengan sedikit lama, Lia yang tak keberatan membiarkan Anand menciumnya dengan dirinya menutup kedua matanya.
"Kita sarapan yaa" ucap Anand dengan mencoba membujuk Lia.
Lia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Anand dengan tatapan kosong.
"Hey, ada apa? bicara sama aku" ucap Anand dengan merangkul Lia sambil duduk di lantai. Anand mencoba membujuk Lia agar bicara.
Lia meletakan kepalanya di pundak Anand sambil menangis.
"Hey, ada apa? kenapa kamu menangis, ayok cerita ke aku" tanya Anand dengan penuh kekhawatiran.
"Aku takut" jawab Lia
Anand yang mendengar ucapan Lia, ia langsung menatap Lia dan memegang kepala Lia agar menatapnya.
"Apa yang kamu takutkan?" tanya Anand
Lia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan air matanya yang terus menetes
"Selama aku ada di sini tak ada yang perlu kamu takutkan Lia, kamu harus ingat kalau aku akan selalu ada di samping kamu sampai kapanpun" ucap Anand.
Anand memeluk Lia dengan erat dan mencium kepalanya sambil mengusap rambut Lia yang indah.