
Erina terlihat sibuk pagi ini, tidak seperti biasa gadis itu telah berdandan rapih dan kini tengah memoles wajahnya di depan cermin. Gadis itu terlihat fokus menggunakan make up sambil sesekali bersenandung mengikuti lagu yang ia putar diponselnya, sepertinya hari ini suasana gadis itu sedang luar biasa baik.
Gadis itu benar-benar memperhatikan penampilannya, bahkan ia semalaman mencari inspirasi make up yang terlihat natural untuk ia praktekan pagi ini. Tak hanya make up, pakaian gadis itu juga benar-benar dipilih dengan penuh pertimbangan, berbekal inspirasi outfit dari aplikasi pinterest dan tentu saja sang adik yang mau tidak mau menjadi panelis untuk pakaian yang dipilih sang kakak.
Setelah semuanya selesai, Erina langsung keluar dari kamar kemudian berjalan menuju ruang makan dimana sang adik sudah duduk manis disana sambil menikmati sarapannya.
Hari ini minggu jadi Arina bisa santai menikmati harinya tanpa harus bersiap di pagi hari menggunakan seragam dan berangkat menuju sekolah kemudian berangkat les sepulang sekolah hingga sore.
Jika sedang sibuk dengan tugas gadis itu bisa sampai malam baru bisa sampai di rumah, maka tak jarang sang kakak selalu menyiapkan bekal untuknya karena tak ingin sang adik sampai telat makan dan berakhir jatuh sakit. “Kamu gak kemana-mana hari ini?” tanya Erina begitu dirinya mendudukan diri dihadapan sang adik, gadis dihadapannya menggeleng “Gak deh kayanya, mau di rumah aja santai menikmati hidup” jawabnya membuat sang kakak hanya menggelenggkan kepala.
Bagaimana tidak? Jika santai menikmati hidup yang dimaksud sang adik adalah benar-benar diam dirumah seharian, rebahan di sofa ruang tengah sambil menonton drama korea atau dvd idol korea kesayangannya sambil menikmati cemilan dan tentu saja es krim kesukaannya. Jika sudah bosan gadis itu akan beralih membaca deretan novel yang belum sempat ia baca, atau berakhir tidur dikamarnya jika sudah merasa sangat bosan.
Sayangnya gadis itu masih agak malas untuk membersihkan ruangan setelah berakhir mengenaskan karena ulahnya “Jangan lupa kalau berantakan ruangannya kamu beresin lagi, jangan males” tegur Erina membuat sang adik manyun “Iya iyaa” jawabnya malas.
Suara bel rumah yang ditekan membuat Erina yang sedang duduk di sofa bersama sang adik langsung berdiri “Kayanya itu Leo, kakak berangkat dulu yah” ucapnya yang diangguki oleh Arina karena dirinya sedang fokus menyaksikan tayangan drama korea di televisi.
Gadis itu dengan bahagia membukakan pintu, senyumnya langsung merekah begitu melihat sosok pria yang sejak tadi ia tunggu kini telah berdiri dihadapannya “Udah siap? Kita berangkat sekarang” tanya pria itu membuat Erina mengangguk mantap, tangan kiri Leo terulur kedepan yang tentu saja langsung disambut oleh gadis yang entah kenapa pipinya terasa sangat panas saat ini.
Keduanya telah memasuki mobil milik Leo, pria itu langsung melajukan kendaraannya keluar dari gedung apartemen milik sang kekasih.
Tempat pertama yang mereka tuju adalah taman hiburan, keduanya memang sudah sangat lama tidak datang ke tempat seperti ini. Erina tentu saja sangat senang karena akhirnya ia bisa memasuki tempat tersebut, Leo mengajaknya kemari karena ingin melepaskan stress setelah mengerjakan tugas akhirnya kemarin dan Erina tentu saja setuju karena dirinya juga ingin sedikit menenangkan pikirannya sebelum memulai magang awal semester baru nanti.
Wajah Erina yang terpapar sinar matahari membuatnya benar-benar sangat mempesona, Leo merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya ketika melihat pemandangan itu. “Kita naik yang itu dulu yuk” ajak Erina sambil menolehkan kepalanya kepada pria yang kini tengah menatapnya lekat “Kenapa?” tanya gadis itu membuat Leo tersadar “Hah? Oh itu, kamu cantik” jawab pria itu yang kemudian merutuki diri merasa malu dengan apa yang baru saja dirinya ucapkan “Iya, udah dari lahir” jawab Erina dengan penuh percaya diri membuat Leo mengacak rambutnya dan keduanya melanjutkan langkah menuju wahana yang tadi Erina tunjuk.
Puas menikmati banyak wahana, keduanya kini memilih mengistirahatkan diri sambil menikmati cemilan di foodcourt yang tersedia. “Gimana?” tanya Erina membuat Leo yang tengah sibuk menyeruput minuman menoleh dengan eksrepsi wajah menggemaskan “Tadi wahananya, gimana? Udah ilang stress nya?” tanya gadis itu lagi “Lumayan, udah lama gak kesini ternyata makin seru” jawab pria itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya membuat Erina tersenyum senang.
Jarang sekali ia melihat sisi Leo yang seperti ini, berteriak bebas kemudian tertawa bahagia menikmati banyak wahana yang tersedia. Saking senangnya pria itu sampai beberapa kali menaiki wahan yang sama, dan ini merupakan momen yang tak akan pernah gadis itu lupakan. Bisa melihat Leo tertawa lebar seperti anak kecil yang mendapatkan mainan favoritnya, pria itu terlihat sangat menggemaskan dan juga tampan tentu saja.
“Kayanya gak cukup deh nyemil aja, beli makan aja yu” tawar Leo sambil mengusap perutnya yang masih terasa kosong karena tenaganya sudah terkuras habis menaiki banyak wahana tadi, belum lagi keduanya harus mengantri cukup panjang ketika akan menaiki satu wahana sehingga tentu saja sekarang pria itu merasa sangat lapar. Erina menyetujui tawaran Leo karena gadis itu juga merasa masih agak lapar, cemilan yang mereka beli belum cukup untuk mengisi keseluruhan kapasitas perut keduanya. Setelah menentukan makanan yang akan mereka pesan, Leo langsung bergegas menuju tempat makanan yang telah mereka pilih.
Leo tak berhenti memainkan jemari kekasihnya karena merasa sangat bosan sementara sebelah tangannya menopang dagu, Erina hanya diam memperhatikan tingkah pria dihadapannya. Karena pengunjung sangat ramai, makanan mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai membuat Leo mengeluh “Kalau kaya gini cemilan yang tadi udah selesai dicerna, jadinya malah makin lapar” ucapnya dengan bibir yang agak maju membuat pria itu benar-benar terlihat sangat menggemaskan.
Untungnya tadi Leo memesan makanan tambahan dari tempat lain karena dirinya merasa sangat kelaparan, takutnya makanan yang ia pesan tidak cukup. Ternyata benar saja, dirinya semakin merasa lapar karena makanan yang dipesan tak kunjung datang. “Sabar, tuh udah datang makanannya” ucap Erina membuat Leo langsung menegakkan tubuhnya kemudian matanya langsung bebrinar ketika melihat pelayan meletakkan pesanan mereka diatas meja.
Erina tampak heran ketika pelayan yang lain menghampiri meja mereka dan ikut menaruh satu porsi makanan di meja “Loh ko ada ini?” tanya Erina heran sambil menunjuk makanannya begitu pelayan meninggalkan meja mereka “Iya aku pesen lagi soalnya takut gak cukup” jawab Leo sambil memberikan cengiran membuat Erina hanya bisa menggelengkan kepalanya, kini keduanya mulai fokus menikmati makanan masing-masing.
Langit mulai berubah warna begitu keduanya meninggalkan taman hiburan, Leo tentu saja tak langsung mengantar kekasihnya pulang, ia mengajak Erina untuk mengunjungi satu tempat lagi. Keduanya tiba di pantai begitu langit telah sepenuhnya berwarna khas senja, tempat yang selalu keduanya datangi ketika ada hal serius yang akan salah satu dari mereka bicarakan. Berawal dari Erina yang memang menyukai pantai dan selalu datang ketempat itu ketika dirinya merasa stress, sedih ataupun down.
Erina menatap Leo yang kini menggandeng tangannya menuju tepi pantai, pikirannya mulai sibuk memikirkan banyak hal dan kemungkinan yang akan pria itu bicarakan dengan dirinya. Gadis itu tau, jika pria itu membawanya kemari maka akan ada hal serius yang ingin ia bicarakan, dan dalam hatinya Erina berdoa semoga bukan kemungkinan terburuk yang keluar dari mulut kekasihnya itu. Keduanya berjalan diselimuti keheningan, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Leo mengajak gadisnya itu duduk setelah menyewa alas duduk untuk mereka berdua, dan kini keduanya sama-sama terdiam menikmati langit senja yang mulai menggelap.