
Erina berjalan menuju parkiran bersama Leo, Alex dan Arina sedangkan ketiga temannya sudah pamit terlebih dahulu tadi. “Cie seneng banget mukanya udah disamperin, tadi aja muka lo kusut banget” goda Alex membuat Erina menoleh tak bisa kesal karena hari ini rasanya sangat membahagiakan untuk dirinya. Bagaimana tidak? Sidangnya berjalan lancar dan dirinya dinyatakan lulus, belum lagi kehadiran sosok yang sangat ia rindukan semakin melengkapi kebahagiaan Erina hari ini.
Leo menoleh melihat wajah sumringah Erina disampingnya masih sibuk dengan berbagai hadiah milik Erina ditangannya “Lex bantu bukain bagasi mobil gue” pinta Leo membuat Alex langsung dengan sigap mengambil kunci mobil Leo dan membuka pintu bagasi pria tersebut. Leo dan Erina menyimpan satu persatu kado yang diterima gadis itu kemudian menutup pintu bagasi “Makasih ya” ucap Erina membuat Leo tersenyum “Udah, gak ngambek lagi kan?” tanya Leo membuat Erina tersipu malu karena gadis itu memang sempat ngambek kepada sang kekasih yang mengatakan tak bisa datang “Iya enggak” jawabnya kemudian kembali memeluk sang kekasih.
Arina yang menatap pemandangan itu sejak tadi akhirnya berdehem membuat dua sejoli yang sedang melepas rindu itu menoleh “Jadi kapan mau pulang?” tanya gadis itu membuat Leo terkekeh “Kamu sama Alex yah, kasian dia gak ada temen. Ke rumah gue aja Lex, mamah udah nungguin” ucap Leo kepada Arina dan Alex kemudian mereka memasuki mobil masing-masing.
Selama diperjalanan Erina tak henti memandangi wajah sang kekasih yang sangat ia rindukan “Kamu ngapain ngeliatin aku terus?” tanya Leo yang mendapati sang kekasih masih setia memandangi wajahnya begitu pria itu menoleh “Enggak, aku kangen banget sama kamu” jawab Erina membuat Leo tersenyum “Aku juga kangen banget sama kamu” ucapnya kemudian mengusap kepala kekasihnya itu dengan lembut.
Dua mobil tersebut akhirnya tiba dikediaman keluarga Leo, setelah memarkirkan mobil mereka langsung memasuki rumah. Erina kembali menangis melihat orang tua Leo yang kini begitu antusias menyambut dirinya dengan ruangan yang telah dihias dengan begitu cantik bernuansa biru spesial untuk Erina yang baru lulus.
Mamah langsung berjalan menghampiri Erina dan memeluk gadis kesayangannya itu “Selamat ya sayang” ucapnya membuat Erina tak dapat menahan tangisnya lagi, papah yang sejak tadi menonton ikut menghampiri dan juga memeluk kekasih putranya itu “Selamat ya calon mantu papah” mendengar ucapan itu pipi Erina kini bersemu merah.
Setelah puas bercengkrama sambil menikmati makan malam, keenam orang tersebut memilih beralih menuju ruang keluarga. “Kalian nginep aja disini yah, lagian kan besok hari sabtu” pinta ibu Leo membuat Erina menatap sang adik yang mengangguk mengiyakan dengan antusias “Ya udah mah” jawab Erina membuat ibu Leo tersenyum senang.
“Ya udah kalau gitu saya pamit pulang dulu om, tante” pamit Alex menyalami kedua orang tua Leo kemudian beranjak “Iya, makasih banyak ya nak Alex” jawab ibu Leo. Arina ikut beranjak berniat mengantar Alex menuju mobilnya diikuti Leo dan Erina yang juga ikut mengantarnya “Ya elah berasa mau apa gue dainterin segala” kekeh Alex melihat tiga orang yang mengantarnya menuju garasi “Gue mau ngucapin makasih buat bantuan lo, thanks ya Lex” ucap Leo membuat Alex tersenyum “Sama-sama bang” jawab pria itu. “Makasih juga ya Lex, lo udah banyak bantu gue juga” ucap Erina “Iya sama-sama, sekali lagi selamat ya akhirnya lo nyusul gue lulus juga” jawab Alex terkekeh “Hati-hati dijalan kak” kali ini Arina akhirnya membuka suara membuat Alex mengulurkan tangan mengusap puncak kepala gadis itu gemas “Makasih ya dek, kalau gitu gue pulang dulu ya bang” pamitnya kemudian memasuki mobil dan berlalu meninggalkan kediaman Leo.
Keduanya duduk disofa kamar Leo, Erina yang masih sangat merindukan pria itu menyandarkan kepalanya di dada bidang sang kekasih sementara tangan Leo mengusap lembut kepala Erina. “Gimana kuliahnya disana?” tanya Erina sementara matanya masih fokus menatap film animasi frozen dihadapannya, Erina memang sangat menyukai olaf maka tak heran jika dirinya tak pernah bosan menyaksikan film tersebut.
“Lumayan mumet, tapi sejauh ini lancar” jawab Leo yang pasrah mengikuti keinginan sang kekasih untuk menonton film animasi Disney tersebut, “Kakak jaga kesehatan, jangan aneh-aneh disana kuliah aja yang bener” ucap Erina membuat Leo terkekeh “Iya sayang” jawabnya membuat pipi Erina merona merah mendengar panggilan tersebut.
Setelah lama menghabiskan waktu bersama melepas rindu,walau Erina sejujurnya masih sangat merindukan pria itu. Erina keluar dari kamari Leo menuju kamar Alana untuk beristirahat, kegiatannya hari ini sangat menguras energinya sehingga gadis itu merasa lelah dan ingin segera memejamkan matanya. Erina membuka pintu kamar dan mendapati sang adik yang sudah lebih dulu terlelap disana, gadis itu lalu ikut menaiki tempat tidur dan memejamkan mata disebelah sang adik.
Erina terbangun pagi karena mendapat tepukan ringan dari sang kekasih “Bangun sayang, udah pagi waktunya sarapan” ajak pria itu membuat Erina membuka matanya menoleh kesamping dan mendapati sang adik yang sudah tak ada disana “Arina udah dibawah” ucap Leo seolah bisa membaca pikiran sang kekasih. Erina kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Leo melangkah keluar.
Setelah membersihkan diri, Erina langsung turun menghampiri Leo dan keluarganya yang sudah duduk dimeja makan bersama Arina “Maaf yah, Erina telat bangun” ucap gadis itu merasa tak enak apalagi dirinya tak ikut membantu ibu Leo memasak “Gak apa-apa sayang, kamu pasti capek. Udah yu duduk kita sarapan” ucap ibu Leo tersenyum hangat menenangkan Erina. Kelima orang tersebut akhirnya menikmati sarapan bersama-sama. Arina tampak sangat lahap menyantap makanannya membuat Leo tersenyum gemas “Pelan-pelan cil, nanti keselek” ingat pria itu membuat Arina menoleh kemudian menganggukkan kepalanya. “Kamu laper banget kayanya” ucap ayah Leo yang ikut gemas dengan Arina, “Iya, gak tau kenapa pagi ini rasanya aku lapar banget” ucap Arina setelah menelan makan yang tadi ia kunyah membuta ibu Leo tersenyum “Ya udah kamu makan yang banyak ya sayang, kamu juga ya Rin, terutama kamu Leo mamah perhatiin kamu ko makin kurus” ucap ibu Leo mengabsen tiga anaknya itu membuat Leo memandang sang ibu “Iya mah, ini Leo makan yang banyak nih” jawab Leo membuat Erina tersenyum senang melihat sang kekasih makan dengan lahap.
Harus Erina akui Leo memang sepertinya kehilangan berat badan selama kuliah disana, mungkin karena pria itu tinggal sendiri dan tak memperhatikan pola makannya sehingga pria itu kehilangan cukup banyak berat badan padahal belum ada satu tahun dirinya berada disana.