LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
32



Erina memasukan kombinasi sandi untuk membuka pintu apartemennya kemudian melangkah masuk begitu pintu terbuka diikuti Leo dibelakangnya. “Aku mandi dulu ya” ucap Erina yang dijawab anggukan oleh sang kekasih kemudian gadis itu berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri, sementara Leo berjalan menuju ruang tengah dan mendudukan dirinya di sofa sambil menunggu kekasihnya selesai.


“Aku pulang” ucap sebuah suara dari arah pintu membuat Leo tersenyum senang mengetahui bocah cilik yang sudah lama tak ia lihat akhirnya pulang. Arina memasuki rumah dan berjalan menuju ruang tengah berniat mengecek keberadaan sang kakak namun gadis itu justru membelalakan mata melihat sosok yang kini duduk manis sambil tersenyum menatap kearah dirinya “Loh, kakak kapan pulang?!” heboh gadis itu membuat Leo terkekeh “Tadi malam, gimana kabarnya cil?” jawab Leo membuat Arina menatapnya sinis karena kembali mendengar panggilan yang sangat dibencinya itu “Dih, aku udah kuliah keles bukan bocah lagi” protes Arina membuat Leo tertawa “Ya itu kan panggilan sayang dari kakak buat kamu” jawab Leo membuat Arina mengerutkan hidungnya sebal “Tau ah, aku mau ke kamar aja” ucap Arina kemudian pergi berlalu menuju kamarnya.


Erina keluar setengah jam kemudian dan langsung berjalan menuju ruang tengah “Aku ikut mandi yah” ucap Leo begitu melihat sang kekasih memasuki ruang tengah, pria itu memang sengaja membawa baju ganti karena memang akan menghabiskan waktu lebih lama di kediaman gadis yang sudah lama tak dilihatnya itu. Erina menganggukkan kepalanya “Ya udah, aku mau masak dulu” jawab Erina kemudian gadis itu mendapat kecupan dikening ketika Leo berjalan melewatinya dan masuk kedalam kamar.


Erina yang sempat diam mematung kini membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan masakannya.


Arina mendudukan diri di kursi pantry begitu dirinya selesai membersihkan diri, Erina yang mendengar suara kursi yang ditarik langsung menoleh dan tersenyum mendapati sang adik yang kini duduk dengan wajah lesunya “Sore banget kamu pulang dek” ucap Erina yang kini kembali fokus pada masakannya “Iya, tadi ngerjain tugas kelompok dulu” jawab Arina yang kini fokus menatap ruang obrolan di ponselnya.


Sosok terakhir yang membersihkan diri kini berjalan memasuki dapur dan langsung mendudukan diri disamping Arina membuat gadis itu menoleh sekilas kemudian kembali memfokuskan diri pada ponsel dihadapannya “Serius banget sih cil” ucap Leo mencoba mengalihkan perhatian gadis disampingnya “Lagi diskusi sama temen kelompok nih, diem gak usah ganggu” ucap Arina menoleh sebentar memperingatkan pria disampingnya yang memang sering sekali usil dan menganggu konsentrasinya. Leo justru terkekeh meihat wajah adik kekasihnya itu yang selalu terlihat menggemaskan apapun ekspresinya, bahkan pria itu masih tak menyangka bahwa Arina kini telah menjadi mahasiswa tingkat tiga.


Begitu hidangannya siap, Erina langsung membawa semua masakannya ke meja makan dibantu Arina dan Leo yang kini terlihat sudah mulai lapar. Arina langsung menyendokkan nasi dan lauk pauk dengan porsi yang cukup banyak begitu mereka mendudukan diri di kursi membuat Leo menatap tak percaya sedangkan Erina yang sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu setiap sang adik pulang kuliah pada sore hari hanya menatap datar. Ketiganya makan dengan tenang karena telah dikuasai rasa lapar yang tak tertahan, hanya ada suara sendok dan piring yang beradu memecah keheningan diruangan tersebut.


Setelah selesai menikmati hidangan yang dimasak oleh Erina, kini ketiganya duduk di ruang tengah untuk menghabiskan waktu bersama. “Mana oleh-olehnya?” tagih Arina merentangkan tangannya “Besok ke rumah yah, oleh-olehnya gak kakak bawa” jawab Leo membuat Arina tersenyum senang sambil membentuk simbol ok dengan jarinya. Erina hanya tersenyum menatap ulah sang adik “Kamu tuh bukannya nanyain kabar malah mikirn oleh-oleh” ucap Erina membuat sang adik memberikan cengiran khasnya “Kan udah keliatan kak Leo baik-baik aja, sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun jadi gak usah ditanyain lagi” jawab Arina membuat sang kakak menggelengkan kepalanya sementara Leo hanya terkekeh mendengar penuturan adik kekasihnya itu.


“Gimana kuliahnya?” tanya Erina yang kini bersandar pada dada bidang kekasihnya membuat Leo mengangkat tangah dan mulai mengelus dengan lembut kepalanya “Ya gitu, lancar-lancar aja walaupun gak semuanya gampang” jawab Leo membuat Erina memeluk pria itu erat “Aku kangen banget sama kamu” ucapnya membuat Leo tersenyum “Aku juga” jawab pria itu sambil mencubit gemas hidung sang kekasih.


Keduanya larut dalam banyak obrolan, maklum akibat menjalani hubungan jarak jauh keduanya jadi tak bisa mengetahui kegiatan masing-masing.


Meskipun sering bertukar pesan atau saling menghubungi tapi rasanya berbeda ketika keduanya kini bertemu secara langsung. “Kapan acara kelulusannya?” tanya Erina begitu selesai mendengar cerita Leo mengenai kehidupannya selama disana, “Bulan depan, masih lumayan lama makanya aku pulang aja biar bisa belajar ngurus perusahaan sama papah” jawab pria itu yang diangguki Erina.


“Kamu nginep malam ini?” tanya Erina menoleh kearah sang kekasih yang kini juga tengah menatapnya “Kenapa? Kamu pengen aku nginep?” tanya Leo menggoda kekasihnya “Iya” jawab Erina tanpa keraguan sedikitpun membuat Leo sedikit terkejut karena biasanya kekasihnya itu akan malu-malu dan pipinya akan bersemu merah “Sekarang kamu udah berani yah, gak malu-malu lagi” ucap Leo terkekeh membuat Erina mengerutkan keningnya “Iya gitu?” tanyanya heran sambil bangkit dari pelukannya yang dijawab anggukan oleh sang kekasih “Efek kangen kali yah, udah lama gak ketemu” jawab gadis itu kembali menyandarkan kepalanya pada dada Leo dan memeluk pria itu erat.


“Kalau aku nginep, terus tidurnya dimana?” tanya Leo membuat Erina melepas kembali pelukan mereka dan menyandarkan dirinya pada sofa sambil menyilangkan kedua tangannya “Hmm, di kamar aku aja, nanti aku tidur sama Arina” ucap gadis itu membuat Leo terkekeh gemas karena Erina sepertinya benar-benar ingin dirinya menginap malam ini “Tapi kan aku gak bawa baju ganti lagi” ucap Leo lagi membuat Erina kembali berpikir “Gak apa-apa, besok kan kita mau kerumah kamu jadi dari sini gak usah mandi dulu” jawab Erina kembali membuat Leo tersenyum mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut “Ya udah aku nginep” putus Leo membuat Erina tersenyum bahagia “Yes” ucapnya antusias kembali memeluk kekasihnya itu.


Keduanya kembali larut dalam obrolan hingga tak terasa malam semakin larut, Erina dan Leo mutuskan untuk beristirahat “Selamat malam sayang” ucap Leo begitu keduanya berada didepan kamar Arina, pria itu mencium kening kekasihnya dalam kemudian melepasnya “Malam” jawab Erina yang kini pipinya mulai terasa panas.


Keduanya memasuki kamar masing-masing, Erina melihat sang adik yang tengah membereskan buku-bukunya karena baru selesai mengerjakan tugasnya “Loh kakak ngapain kesini?” tanya gadis itu heran “Kakak tidur disini ya” ucap Erina kemudian berjalan menuju tempat tidur sang adik “Kak Leo nginep?” tanya gadis itu lagi yang dijawab anggukan oleh sang kakak “Ya udah” lanjutnya kemudian berlalu menuju kamar mandi.