
Setelah berbulan-bulan berkutat dengan tugas akhirnya, hari ini Erina akan melaksanakan sidang penentuan kelulusan. Gadis itu tampak sibuk mondar-mandir menyiapkan semua keperluan untuk melaksanakan sidangnya, berkali-kali Erina mengecek tas dan mengabsen seluruh isinya memastikan tak ada yang tertinggal disana. Arina yang mendapatkan jadwal kuliah pagi sudah berangkat ke kampus.
Beruntungnya Alex yang sudah lebih dulu menyelesaikan sidangnya dan telah dinyatakan lulus berbaik hati mengantar Erina ke kampus, sekalian datang untuk memberikan semangat dan dukungan untuk temannya itu.
“Bang Leo beneran gak bakal balik?” tanya Alex kembali memastikan, meskipun Erina sudah mengatakan beberapa hari lalu kalau kekasihnya itu tak akan datang tapi siapa tau pria itu ternyata berubah rencana dan bisa menghadiri sidang Erina, namun Erina menggelengkan kepalanya “Enggak, dia bilang masih sibuk dan gak sempet balik” jawabnya menghembuskan nafas berat.
Tentu saja Erina merasa sedih dan sedikit kecewa karena dihari yang penting baginya sang kekasih justru tak dapat hadir, tapi mau bagaimana lagi? Toh Leo disana juga sedang melanjutkan studinya dan tidak mungkin pulang seenaknya terlebih biaya yang dikeluarkan sang ayah tidaklah sedikit. Alex jadi serba salah, merasa menyesal kembali mengingatkan temannya jika sang kekasih tak akan bisa hadir “Udah lo semangat dong jangan sedih gitu, sebentar lagi beres nih” ucap Alex memberi semangat, “Gue malah makin degdegan” jawab Erina dengan wajah yang kembali tegang karena gugup mengingat apa yang akan ia hadapi hari ini.
“Lo pasti bisa, lo kan lebih pinter dari gue walau beda dikit doang, jadi pasti lo bisa” Alex bersemangat memberikan motivasi kepada Erina membuat gadis itu terkekeh “Iya iya yang udah lulus duluan” jawaban Erina membuat keduanya tertawa bersama.
Erina telah memasuki ruang sidang, sementara Alex duduk di bangku taman fakultas sekalian menunggu Arina yang juga akan datang karena kelasnya telah selesai hari ini. Arina berlari kecil menghampiri Alex dengan satu buket coklat yang akan gadis itu berikan kepada sang kakak, Alex yang menyadari kehadiran Arina tersenyum melihat tingkah menggemaskan gadis yang kini mulai berlari mendekat. “Jangan lari-lari nanti jatuh” tegur Alex sementara Arina hanya memberikan cengirannya “Hehe, habisnya aku gak sabar nunggu kak Erina gemes banget rasanya” jawab gadis itu membuat Alex mencubit pipinya gemas “Kamu tuh yang gemesin” balas Alex tanpa dosa, tak sadar dirinya kini berhasil membuat jantung Arina berdegup sangat kencang.
Alex terlihat sibuk memainkan ponselnya dengan wajah yang serius “Lagi ngapain sih kak? Serius banget mukanya” tanya Arina penasaran, pria yang ditanya menolehkan wajahnya “Oh ini lagi chat sama temen, dia mau datang kesini juga” jelas Alex membuat perasaan Arina tiba-tiba tak enak “Laki-laki atau perempuan?” tanya gadis itu ragu membuat Alex tersenyum membuat Arina semakin bingung “Nanti juga kamu tau” jawab Alex membuat Arina memanyunkan bibirnya gemas.
Setelah satu jam berlalu, Erina akhirnya keluar dari ruangan sidang “Gila gue deg-degan banget” ucap gadis itu berjongkok sambil memegang tangan sang adik “Gimana? Lancar?” tanya Alex penasaran yang dibalas anggukan oleh temannya itu. Arina tak mengeluarkan kata, hanya menepuk-nepuk punggung sang kakak menguatkan. Untungnya ruangan sidang terletak di lantai satu sehingga Erina tak perlu bersusah payah menaiki tangga, apalagi kini tubuhnya terasa lemas karena beban yang ia miliki selama ini telah lepas.
Begitu hari mulai sore Erina kembali memasuki ruangan bersama beberapa temannya yang juga melaksanakan sidang hari ini, setelah tadi mengisi tenaga bersama Alex dan Arina kini gadis itu memiliki tenaga baru untuk menghadapi yudisium.
Arina menunggu dengan gugup sementara Alex nampak santai, “Woy Lex” seru seseorang membuat Arina dan Alex kompak menolehkan kepala mereka. Alex memberi isyarat diam kepada sosok yang ternyata adalah Andre diikuti Lia dan Naya dibelakangnya berjalan menghampiri Arina dan Alex. “Belum selesai?” tanya Naya begitu mereka bergabung “Belum” jawab Alex membuat mereka akhirnya berbincang membuat Arina ikut terduduk canggung tak memahami isi percakapan keempat orang teman kakaknya itu.
“Udah dari tadi Erina didalam?” tanya Lia membuat Alex mengangguk “Lama juga yah, udah sejam nih” ucap gadis itu lagi menatap layar ponsel memastikan waktu yang telah mereka habiskan “Ya orang yang sidang lumayan banyak, bentar lagi selesai” jawab Alex membuat ketiga temannya itu mengangguk mengerti “Eh, temen-temennya Erina yang lain gak pada dateng?” tanya Naya penasaran tak melihat mahasiswa lain disana “Bentar lagi kayanya, temen-temen kelasnya tadi sih mereka kayanya kekantin dulu” jawab Alex.
Alex bangkit dari duduknya kemudian menoleh kearah jalanan sambil melambaikan tangannya membuat keempat orang yang duduk bersamanya ikut menoleh penasaran, sontak keempat pasang mata didekatnya langsung membelalakan mata kaget tak menyangka dengan sosok yang kini berjalan menghampiri mereka “Gue gak telat kan?” tanya sosok itu membuat Alex tersenyum “Belum bang, santai aja” jawabnya membuat sosok itu menghembuskan nafas lega “Syukur deh” jawabnya merasa tenang kemudian pandangannya beralih pada Arina yang masih menatap tak percaya “Loh cil, lama gak ketemu udah jadi mahasiswa nih sekarang, gaya banget bocah” sapa Leo mengacak rambut Arina membuat gadis itu sebal “Ngapain kesini sih, bukannya lagi kuliah di luar negri terus gak bisa dateng” jawab Arina ketus membuat sosok yang ternyata Leo itu terkekeh “Masih sensi aja sih cil, kan mau ngasih kejutan jadinya balik gak bilang-bilang, eh bilang deh sama Alex doang” jawab pria itu membuat Arina semakin sebal sementara tiga orang disamping Leo hanya terdiam menatap tak percaya dengan kehadiran sosok dihadapan mereka.
Leo yang merasa diperhatikan menoleh mendapati tiga orang disamping Alex “Kalian yang waktu itu magang kan?” tanya pria itu membuat ketiganya mengangguk “Iya bang, sekarang udah deket sama gue sama Erina jadi lo gak perlu terlalu khawatir lagi” jawab Alex membuat Leo mengangguk setuju.
Satu persatu mahasiswa mulai keluar dari ruangan yudisium kemudian berlari berhamburan sambil menangis memeluk teman-teman mereka membuat Leo langsung membalikkan badan menunggu sang kekasih keluar diikuti keempat orang dibelakangnya yang juga jadi ikut degdegan menunggu sosok yang mereka tunggu.
Erina keluar dari ruang sidang dengan wajah yang terlihat menahan tangis, gadis itu mengedarkan pandangan mencari sosok sang adik dan Alex namun justru pandangannya menangkap sosok yang membuatnya kaget dan langsung berlari menghambur memeluk sosok itu. Suara tangisan langsung keluar begitu Erina berada dipelukan sang kekasih, sementara Arina menatap kesal dan ketiga orang disamping Alex menatap kaget semakin tak percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka saat ini.
“Woy Erina tega-teganya lu ye, mentang-mentang ada cowok lu kite-kite dilewatin begitu aje!” teriak seorang pria yang mengenakan selempang tadi merasa kesal apda teman kelasnya itu, Erina melepaskan pelukan kemudian Leo dengan sigap menghapus air mata gadis itu. Erina langsung berjalan menuju teman-temannya dan saling berpelukan kembali menangis bersama yang lain, Arina menghembuskan nafas malas “Hadeuh, ini kapan beresnya” keluh gadis itu membuat Alex mengusap kepalanya “Sabar ya” ucap pria itu menenangkan.
Leo tersenyum menatap sang kekasih yang kini sibuk bersama teman-temannya “Apaan, kenapa selempang punya gue begini?! Yang lain bagus!” terdengar teriakan protes Erina membuat teman-temannya tertawa “Udeh lu kan emang pawangnya Leo dah pake aje” ucap pria yang tadi mengenakan selempang kini memakaikan selempang tersebut kepada Erina.
Setelah puas bercengkrama dan berfoto bersama teman-temannya Erina menghampiri Leo dan sang adik sertam teman-temannya “Maaf yah lama” ucapnya langsung menarik sang adik kepelukannya “Makasih ya dek” ucapnya membuat Arina membalas pelukan itu menghilangkan rasa kesal yang sejak tadi bersemayam dalam dirinya “Selamat ya kak” jawab gadis itu merasa senang karena sang kakak akhirnya berhasil lulus.
Erina melepas pelukannya dengan sang adik kemudian langsung diserbu pelukan Lia dan Naya “Lo hutang penjelasan sama kita” bisik Lia ketika mereka berpelukan membuat Erina menoleh kearah Leo dan terkekeh “Iya iya” jawab gadis itu, “Selamat ya Rin” ucap Andre menyalami Erina begitu pelukan gadis itu bersama Naya dan Lia terlepas “Nih dari kita” ucap Naya menyodorkan satu paper bag berukuran cukup besar “Selamat calon kakak ipar, ini dari gue” Alex ikut menyalami Erina kemudian menyodorkan hadiahnya juga membuat Erina kebingungan karena ditangannya kini sudah banyak barang pemberian teman-teman kelasnya.
Leo dengan sigap mengambil baran-barang dipelukan Erina sehingga gadis itu bisa mengambil hadiah dari teman-temannya “Makasih ya kalian udah dateng” ucap Erina merasa senang dan terharu “Ini dari aku” ucap Arina ikut memberikan buket coklat yang ia bawa sejak tadi “Makasih adek” jawab Erina membuat Arina tersenyum senang.