
Leo Aditya Mahawira, tubuh tinggi dengan bahu lebar dan wajah tampan yang dikagumi banyak orang meskipun selalu menampilkan ekspresi datar dan tatapan dingin mengintimidasi. Siapa yang tak mengenal pria yang menjadi incaran sebagian besar mahasiswi di kampus ini? Otak cerdas dan pembawaan yang penuh karisma tidak hanya membuatnya mendapat gelar Most Wanted sejak dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa baru hingga kini dirinya sibuk dengan perkuliahan tingkat akhirnya. Dikagumi teman sesama mahasiswa dan menjadi kesayangan para dosen berkat kepintarannya menjadikan sosok Leo tak pernah luput dari perhatian seluruh penghuni kampus, meskipun sang pemilik nama tak pernah memperdulikan hal itu.
Kini pria yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa kuliahnya itu tengah melangkahkan kakinya menyusuri koridor fakultas menuju perpustakaan yang tentu saja menarik perhatian banyak orang, tak sedikit dari mereka menatap kagum pada pria yang selalu menunjukkan ekspresi datar yang terkesan dingin sehingga membuat orang-orang segan untuk menyapanya. Langkah kaki pria jangkung itu berhenti ketika telah memasuki tempat yang dipenuhi deretan rak buku tersebut dan menolehkan kepalanya mencari sosok yang ia cari. Setelah berjalan memasuki ruangan tersebut dan berjalan mencari, bibirnya sedikit terangkat ketika dirinya menangkap sosok manusia yang ia cari tengah duduk dibagian ujung meja dekat jendela yang tengah menenggelamkan wajah diantara kedua tangannya, Leo yakin pasti sosok itu tengah tertidur dengan lelap meskipun beberapa buku terbuka dihadapannya.
Leo mendudukan tubuhnya dihadapan sosok yang masih tak bergerak itu bahkan tak terganggu dengan suara kursi yang ditarik dan geseran kecil dari meja akibat ulah pria itu, Leo memilih untuk merapikan buku yang cukup berantakan dihadapnnya kemudian menumpuknya menjadi satu dan mengetuk-ngetuk bagian atas kepala sosok itu dengan jari telunjuknya. Merasa ada sesuatu yang menyentuh kepalanya berulang kali, sosok itu mulai terbangun dan dengan terpaksa mengangkat kepalanya dengan mata yang masih setengah tertutup mencoba menatap sosok yang mengganggu tidur nyenyaknya itu. Leo menopang dagu dengan tangan kirinya ketika melihat sosok yang akhirnya berhasil ia temukan keberadaannya itu tengah mengumpulkan kesadaran setelah terbangun dari tidurnya, menciptakan ekspresi wajah yang menggemaskan bagi pria itu. Sosok itu menggeliatkan badannya merasa cukup segar setelah tertidur entah berapa lama kemudian memberikan cengiran ketika menyadari siapa sosok dihadapannya itu “Morning” sapa.. ah lebih tepatnya sindir Leo membuat sosok itu tersenyum “Hehe” ucapnya membuat Leo mengacak rambutnya gemas “Udah puas tidurnya?” masih dengan nada menyindir pemirsa, “Masih kurang sih, semalem aku bergadang” jawabnya diakhiri dengan tangan yang menutup mulutnya karena menguap. Leo menegakkan duduknya “Kerja Part Time lagi?” tanyanya serius, yang ditatap tak peduli karena sibuk membereskan buku dan alat tulisnya kedalam tas “Enggak tuh, soalnya aku dipecat” ucapnya sinis menatap Leo dengan pandangan kesal. Leo terkekeh “Makanya kalau disuruh itu langsung nurut” ucapnya sambil terkekeh gemas melihat sosok dihadapannya itu kesal, bagaimana tidak jika alasannya dipecat adalah karena pria dihadapannya yang meminta pemilik cafe tempatnya bekerja paruh waktu –yang ternyata tanpa diduga adalah kenalan Leo- untuk memberhentikan dirinya. Sosok itu mendengus sebal “Iya iyaaaa ampuni hamba tuan muda” ucapnya kemudian berdiri dan mengenakan tasnya, melihat itu Leo ikut berdiri dan berjalan mengikuti langkah sosok yang kini mendahuluinya keluar dari perpustakaan. Sosok itu berjalan cukup cepat meninggalkan Leo, tak peduli pria itu mengikutinya atau tidak membuat Leo terkekeh.