LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
40



Akhir pekan ini Erina berencana mengunjungi cafe milik Dewa, gadis itu telah lebih dulu membuat janji memastikan pria yang akan ditemuinya berada ditempat. Setelah memberikan bayaran kepada taksi online yang dirinya tumpangi, Erina langsung turun dan berjalan memasuki cafe. Gadis itu menghampiri salah satu karyawan menanyakan keberadaan Dewa, pelayan tersebut kemudian mempersilahkan Erina untuk langsung menuju ke ruangan atasannya itu.


Ketukan di pintu yang terdengar membuat orang yang berada didalam ruangan menyahuti meminta Erina untuk langsung masuk, mata gadis itu membulat ketika mendapati sosok temannya tengah duduk di sofa bersebrangan dengan Dewa. “Hai” sapa sosok tersebut membuat Erina semakin kaget, “Ko lo bisa ada disini sih Li?” tanya gadis itu penasaran membuat Lia tersenyum “Gue lagi ada urusan sama mas Dewa” jawabnya manis membuat Erina ingin menoyor kepala gadis itu.


Erina mendudukkan diri disamping Lia dan wajahnya kembali terkejut melihat deretan design undangan dan gambar cincin yang berjajar rapi diatas meja, gadis itu langsung menatap Lia yang kini juga memandang kearah dirinya “Jadi yang mau tunangan sama kak Dewa itu elo?!” heboh Erina membuat Dewa yang sejak tadi sibuk memilih design undangan dikedua tangannya menoleh, “Loh kalian udah saling kenal?” tanya Dewa heran. Memang Erina pernah beberapa kali membawa teman-temannya ke cafe milik Dewa tapi tidak dengan Lia, gadis itu selalu sibuk dan tak memiliki waktu sehingga belum pernah datang mengunjungi cafe bersama teman-temannya yang lain.


Lia terkekeh geli memperhatikan Erina yang kini menggelengkan kepalanya tak percaya “Wah, kok elo gak ngasih tau gue sih?!” protes gadis itu membuat Lia memasang wajah sedih “Maaf” ucapnya memohon kemudian memeluk Erina yang masih shock memandang kearah Dewa yang justru malah mengangkat kedua bahunya. “Kakak juga kenapa gak ngasih tau sih kalau mau tunangan?!” Erina kembali memprotes, kini giliran Dewa yang terkena semprotan gadis itu. “Lah kamu gak pernah nanya” jawab pria itu enteng membuat Erina semakin kesal, “Tau ah” ucapnya menyandarkan diri pada sofa sambil melipat kedua lengan didepan dadanya. “Terus lo tau dari mana?” tanya Lia penasaran, jika dirinya dan Dewa tak ada yang memberitahu maka siapa yang mengatakan hal tersebut kepada Erina?


Erina menatap kedua sejoli yang kini menatapnya intens, gadis itu menundukkan kepala sambil memainkan jemarinya “Leo” gumamnya pelan membuat Lia membulatakn mata “Ko bisa?!” kini giliran gadis itu yang heboh. “Ck, beberapa hari yang lalu dia manggil gue minta laporan bulanan, gue udah ngerasa aneh soalnya tumben-tumbenan dia minta gue langsung yang nganter. Pas gue duduk didepan dia, dia bilang kalau kak Dewa mau tunangan” jelasnya kini mengangkat kepala menatap Lia dengan wajah sendu. Lia masih mengerjap tak percaya “Leo tau dari mana? Mas ngasih tau dia?” tanya Lia penasaran menoleh ke arah Dewa yang hanya menjawab dengan gelengan karena dirinya juga merasa tak memberi tau apapun kepada Leo. “Kamu kan tau aku udah lama gak berhubungan sama Leo, kita belum baikan” jelas Dewa menatap Erina yang kini jadi ikut termenung, kalau begitu darimana pria itu tau?


“Lagian kenapa juga dia ngurusin urusan lo?” lanjut Lia masih penasaran, gadis itu kemudian bergerak heboh menepuk lengan Erina “Jangan-jangan selama ini dia masih merhatiin lo, terus diem-diem nyari tau semua yang lo lakuin” tebak Lia membuat Erina membulatkan matanya “Enggak lah, ngapain juga coba?” elak gadis itu walau sebenarnya jauh dilubuk hatinya Erina memiliki sebuah harapan. “Iya juga sih, jangan mikir macem-macem biar lo cepet move on” jawab Lia mengangguk-anggukkan kepala membuat Erina tersenyum canggung, semoga dirinya bisa segera melupakan pria itu dan bangkit membuka lembaran baru dihatinya.


“Lo gimana bisa kenal kak Dewa?” tanya Erina penasaran begitu keduanya berjalan-jalan menyusuri taman, “Ternyata orang tua kita sahabatan, terus awalnya kita cuma dikenalin aja. Lama-lama mereka akhirnya ngajak kita ngobrol dan ngasih tau niat mereka buat jodohin kita, karena gue sama mas Dewa sama-sama single jadi ya udah kita terima” jelas Lia membuat Erina mengangguk faham.


Lia mengajak Erina membeli es krim agar suasana hati gadis itu menjadi lebih baik, “Enak ya, langsung tunangan. Lah gue, udah pacaran dari jaman kuliah, ditinggal LDR, ujung-ujungnya diputusin juga” keluh Erina sambil menikmati es krimnya. “Lo perempuan yang luar biasa Rin, Leo rugi karena udah nyia-nyiain lo” ucap Lia sambil menepuk punggung gadis disampingnya memberi semangat. Erina hanya tersenyum mendengar penuturan Lia, gadis itu tak bisa membohongi diri selama ini merasa gagal menjaga hubungannya dengan Leo tanpa berpikir bahwa pria itu juga tak berusaha mempertahankannya.


“Gue harus gimana Ya” ucap Erina begitu es krim ditangannya habis, gadis itu menyandarkan punggungnya pada bangku taman mengarahkan pandangannya keatas menatap langit yang mulai berubah warna. Lia menatap Erina yang kini memejamkan mata, berusaha mencari kata yang tepat untuk menghibur gadis disampingnya itu namun gagal “Lo kenapa gak resign dari kantor?” tanya Lia membuat Erina terkekeh “Sayang Li, lagian disana juga ada Naya. Gue udah terlanjur nyaman kerja disana, meskipun atasannya sekarang dia” Erina kembali menegakkan badannya “Bukan cuma soal uang, tapi hubungan gue sama rekan kerja udah terjalin baik dan itu yang bikin gue betah. Di jaman sekarang susah nyari lingkungan kerja yang bikin kita bener-bener nyaman, makanya gue gak mau ngelepas pekerjaan ini gitu aja cuma karena Leo” lanjut gadis itu membuat Lia terdiam tak bisa menimpali lagi. Gadis itu menatap Erina sendu, memikirkan seberapa besar rasa sakit yang harus gadis itu tahan setiap kali kembali memikirkan tentang Leo apalagi bertemu dengan pria tersebut di kantor.


Keduanya memutuskan untuk pulang setelah puas menikmati waktu di taman, “Naya udah tau?” tanya Erina penasaran membuat Lia menoleh sejenak “Belum, rencananya gue mau ngasih tau kalian minggu depan eh keburu elo dateng tiba-tiba. Pokonya lo diem aja pura-pura belum tau, biar Naya gak ngambek” jawab Lia membuat Erina terkekeh “Iya siap, eh ngomong-ngomong gue mau minta maaf waktu itu pernah pergi sama kak Dewa. Gue bener-bener gak tau kalau dia udah mau tunangan, apalagi tunangannya sama lo” ucap Erina merasa bersalah mengingat dirinya pernah menghabiskan waktu bersama dengan Dewa waktu itu, “Iya santai aja, mas Dewa bilang kok dia pergi sama temen yang lagi patah hati tapi dia gak bilang itu elo” jawab Lia santai membuat Erina merasa lega “Iya, gue dikasih tau Arin ada cafe bagus jadinya gue pengen coba niatnya sih mau me time gak taunya itu cafe punya kak Dewa, jadi dia ngajakin gue jalan karena tau gue udah putus sama Leo dan muka gue menyedihkan banget” ucap Erina membuat Lia terkekeh “Udah jangan galau lagi lo ah, sedih gue liatnya” jawab Lia membuat keduanya larut bersama dalam tawa.