LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
45



Laura duduk terdiam disamping Leo yang kini hanya fokus menyetir tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari dalam mulutnya, gadis itu sesekali memandang kearah pria yang sejak tadi hanya terdiam tak banyak bicara itu. Setelah makan siang Leo masih biasa saja, pria itu masih asik mengobrol dengan dirinya, tapi kembali Laura ingat setelah kepergian salah satu karyawan yang memberikan hasil rapatnya tadi pria itu mulai berubah menjadi lebih banyak diam dan tak bicara jika Laura tak bertanya. Gadis itu kini sibuk dengan pikirannya, apa yang sebenarnya terjadi pada Leo? Pria itu juga hanya memilih diam dan seperti tak ingin membahas apapun saat ini.


Keduanya tiba dikediaman Leo, sesuai janji pria itu ingin mengajak Laura makan malam bersama keluarganya sekaligus menjadi ajang perkenalan karena bagaimanapun Laura adalah teman yang berjuang bersama Leo ketika menempuh pendidikan di luar negeri kemarin. Laura menggenggam tali tas sampirnya dengan gugup ketika Leo membuka pintu rumah, sosok wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik muncul menyambut pria itu. “Tumben kamu udah pulang jam segini?” tanya wanita itu membuat Leo terkekeh kemudian menoleh menatap Laura yang berdiri dibelakangnya “Ini Laura, temen yang Leo ceritain kemarin” ucap Leo mengenalkan Laura “Ra, ini nyokap gue” lanjut Leo membuat Laura menyalami wanita dihadapannya yang disambut senyum hangat dari ibu Leo.


Laura duduk diruang tamu sambil menunggu Leo yang sedang berganti pakaian di kamarnya sedangkan ibu Leo sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur. Gadis itu berdiri menatap deretan foto yang terpajang di dinding dan diatas rak, pandangannya langsung terfokus pada satu foto Leo dengan seorang perempuan dengan senyum yang sangat cerah memperlihatkan betapa bahagianya pria itu. Namun bukan senyuman Leo yang membuat Laura terpaku, sosok perempuan yang dipeluk Leo membuat Laura benar-benar dibuat kaget. Perempuan yang berada difoto sama dengan perempuan yang tadi datang ke ruangan Leo dan menyerahkan hasil rapat divisinya hingga membuat Leo terdiam setelahnya.


Laura menatap sendu foto tersebut, Leo memang mengatakan dirinya memiliki kekasih ketika mereka masih berkuliah dulu tapi Laura tak pernah mengetahui bagaimana rupa gadis yang beruntung mendapatkan hati pria itu. Ketika Laura mendengar bahwa pria itu telah mengakhiri hubungan dengan kekasihnya entah kenapa Laura justru merasa bahagia, sebuah harapan langsung muncul didalam hati gadis itu, tapi melihat apa yang terjadi pada Leo begitu perempuan itu meninggalkan ruangan membuat Laura sepertinya harus mengurungkan niatnya atau berusaha lebih keras untuk menggantikan posisi perempuan itu dihati Leo?


Acara makan malam berjalan dengan baik, orang tua Leo menyambut kehadiran Laura dengan hangat walau ibu Leo memang tak terlalu banyak mengajaknya bicara entah kenapa Laura pun tak mengerti. Setelah acara makan malam bersama, Laura langsung pamit karena tak ingin pulang terlalu malam. Leo tentu saja mengantar gadis itu pulang karena tak tega membiarkan Laura pulang sendirian apalagi hari telah gelap.


Leo langsung kembali ke rumah begitu selesai mengantar Laura, pria itu berjalan memasuki kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Pria itu menatap langit-langit kamarnya sebelum kemudian memejamkan kedua indra pengelihatannya tersebut. Bayangan wajah Erina ketika gadis itu memasuki ruangannya dan mendapati sosok Laura disana membuat Leo entah kenapa merasa gelisah. Padahal diantara keduanya sudah tak ada hubungan apa-apa lagi, tapi kenapa Leo bisa merasa sangat gelisah hingga membuatnya tak banyak mengeluarkan kata dan lebih memilih diam setelah gadis itu meninggalkan ruangannya?


Jemari Leo mengusap layar ponsel digenggamannya memandang satu persatu foto gadis yang kini tengah memenuhi pikirannya. Pandangannya tak pernah berpaling dari setiap foto yang digesernya, wajah Erina yang tengah tersenyum bahagia memandang kearah kamera hingga foto yang Leo ambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan gadis itu membuat pria itu kini ikut tersenyum kembali mengingat setiap momen yang pernah keduanya lalui.


***


Erina menatap heran ponselnya yang kini menampilkan sebuah pesan dari nomor tak dikenal, pesan itu berisi ajakan untuk bertemu jam makan siang nanti dari pengirim yang memperkenalkan dirinya sebagai Laura. Raut wajah Erina berubah sendu mengingat nama yang sempat disebutkan Alex sebagai teman Leo semasa kuliah di luar negeri kemarin, tapi rasa pensaran juga tak dapat ditepis gadis itu menebak alasan apa Laura ingin menemuinya?


Setelah menyetujui ajakan Laura, Erina langsung berjalan memasuki gedung perusahaan tempatnya bekerja. Pandangan gadis itu tertuju pada sosok yang kini tengah memasuki lift khusus petinggi perusahaan bersama perempuan yang tadi mengajak dirinya makan siang bersama. keduanya terlihat menikmati obrolan diselingi tawa sesekali membuat Erina memandang sendu kemudian menghembuskan nafas kasar menyadari suasana hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja dan kembali berjalan menuju lift.


Naya memandang heran kearah Erina yang baru memasuki ruangan dan mendudukan diri disebelahnya, wajah gadis itu terlihat muram padahal memulai pekerjaan saja belum. “Kenapa lo? Pagi-pagi udah mendung aja padahal diluar cerah” tanya Naya penasaran membuat Erina menoleh tanpa mengucapkan apapun, mengerti dengan apa yang terjadi dengan temannya itu Naya memajukan tubuhnya “Dia kesini lagi?” bisik Naya membuat Erina menganggukkan kepalanya “Mereka keliatan bahagia banget Ya, ko gue ngerasa gak rela yah” jawab gadis itu akhirnya mengeluarkan suara. Naya hanya bisa mengusap bahu temannya itu menguatkan.


Jam makan siang kali ini Erina tak dihabiskan Erina bersama Naya apalagi Lia, sesuai janji yang telah ia setujui tadi pagi kini Erina berada di cafe dekat kantor yang menjadi langganannya namun dengan teman makan yang berbeda. Laura sejak tadi masih diam setelah memperkenalkan diri tadi karena merasa canggung berhadapan langsung dengan Erina “Jadi, gimana?” tanya Erina to the point membuat Laura menatap gadis dihadapannya itu lekat kemudian berdehem “Kemarin aku ke rumah Leo, di ruang tamu aku lihat ada foto Leo sama perempuan yang mirip dengan perempuan yang dateng ke ruangan Leo buat setelah jam makan siang” jawab Laura membuat Erina memperhatikan setiap ucapannya “Setelah aku tanya sama Leo ternyata bener, keduanya orang yang sama yang mengisi hati Leo” lanjut gadis itu membuat Erina semakin terdiam.


“Aku pulang ke sini bukan cuma sekedar pulang apalagi liburan, sejak awal kenal aku tau Leo udah punya pacar karena dia yang bilang sendiri. Begitu Leo cerita kalau dia udah putus sama pacarnya aku langsung mutusin buat pulang, berharap ada kesempatan buat aku dapetin hati Leo” Erina masih menyimak walau perasaannya kini semakin tak nyaman mendengar setiap penuturan Laura. Gadis dihadapannya tersenyum sebelum melanjutkan membuat Erina justru memberikan eskpresi wajah bingung “Kenapa?” tanya Erina tak mengerti membuat Laura menggeleng “Ternyata gak bisa, gak ada kesempatan buat aku karena di hati Leo sampai saat ini pengisinya masih sama” jawab Laura membuat Erina melebarkan mata tak percaya dengan apa yang didengarnya “Aku berharap yang terbaik buat kalian berdua” tutup Laura membuat Erina semakin dibuat tak mengerti.