LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
20



Erina menatap layar ponselnya berkali-kali dengan perasaan cemas “Lo kenapa Rin? Gak tenang banget kayanya” tanya Naya yang penasaran dengan sikap Erina sejak pagi tadi, Erina menoleh dengan wajah muramnya “Hari ini Arina Ujian Nasional, gue jadi deg-degan sendiri” jelas gadis itu membuat Naya menganggukan kepalanya “Udah lo tenang aja, adik lo pasti bisa kok lo harus yakin jangan lupa doain” ucap Naya sambil menepuk pundak Erina menenangkan gadis itu. Erina menghela kemudian menghembuskan nafashnya perlahan “Iya ya, dia pasti bisa” ucap gadis itu tersenyum, kini dirinya merasa jauh lebih tenang.


“Eh Rin lo udah beresin tugas lo?” tanya Andre yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Erina yang fokus menatap layar komputernya “Eh, kenapa Ndre?” tanya gadis itu menoleh menatap sosok pria itu “Bantuin gue dong, ada yang gak gue ngerti” pinta Andre membuat Erina menolehkan kepalanya kearah meja Naya “Loh Naya kemana?” tanyanya heran karena tak mengetahui kapan teman disebelahnya itu pergi “Ke toilet dulu, makanya gue minta tolong sama lo” jelas pria itu membuat Erina membulatkan mulutnya “Oh yaudah yuk gue bantu” ucap Erina kemudian berjalan bersama Andre menuju meja pria itu.


Naya memasuki ruangan dan mendapati dua temannya itu tengah sibuk di meja kerja Andre “Weits, lagi pada ngapain nih?” tanya gadis itu riang membuat Erina dan Andre yang sejak tadi fokus mengerjakan tugas menoleh “Ini bantuin Andre” jawab Erina membuat Naya mengerutkan keningnya heran “Tumben, biasanya lo minta tolong ke gue” ujar gadis itu membuat Andre menghentikan pekerjaannya “Tadi lo lagi ke toilet jadinya gue minta tolong sama Erina” jelasnya membuat Naya mengangguk paham “Oh” ucapnya kemudian berjalan melewati mereka begitu saja menuju meja kerjanya membuat Erina merasa heran dengan apa yang terjadi dengan gadis itu sementara Andre sudah kembali fokus menatap layar komputernya.


Alex dan Lia datang menjemput ketiga temannya di ruangan divisi keuangan begitu jam makan siang tiba, “Woy ayo kita makan siang” ajak Lia membuat Erina dan Andre beranjak dari tempat duduk mereka sementara Naya hanya terdiam “Nay, ayo” ajak Erina melihat gadis itu tak ada tanda-tanda untuk beranjak dari sana tapi tak ada jawaban dari gadis itu. Andre yang menatap kedua temannya itu membalikan badan tak jadi beranjak “Lo duluan aja sama mereka Rin” ucap Andre membuat gadis itu mengerti dan beranjak menghampiri Alex dan Lia untuk makan siang.


Naya dan Andre akhirnya turun lima belas menit kemudian dan bergabung bersama tiga orang lainnya “Abis pada ngapain sih lo berdua?” tanya Alex penasaran melihat kedua temannya itu baru datang “Ada urusan bentar” jawab Andre cuek sementara Naya hanya tersenyum tak mengatakan apapun “Mencurigakan” ucap Alex lagi berniat melanjutkan ucapannya tapi kaki pria itu sudah mendapat tendangan kecil dari Erina membuat dirinya mengurungkan niat dan kembali menyantap makanan mereka.


Alex berjalan didepan bersama Erina begitu mereka meninggalkan cafetaria “Lo gak ngerasa mereka mencurigakan gituh?” bisik Alex membuat Erina menoleh “Udah diem lo nanti kedengeran” ucap Erina membuat Alex menurut dan berdehem “Eh iya, adek lo sekarang ujian kan yah?” tanya pria itu mengalihkan pembicaraan dengan nada yang biasa “Oh iya? Wah pasti lo deg-degan banget Rin” ucap Lia menyahuti.


Naya menahan lengan Erina begitu dirinya beranjak hendap pulang karena jam kerja sudah selesai, Erina menolehkan kepalanya menatap Naya “Lo sibuk gak?” tanya gadis itu dengan suara yang pelan “Hm? Enggak sih” jawab Erina entah kenapa ikut bersuara pelan. “Kalian gak pulang?” tanya Andre yang sudah selesai merapikan barangnya “Enggak, lo duluan aja gue ada urusan dulu sama Erina” ucap Naya membuat Andre mengangguk “Kalau gitu gue duluan” ucap Andre mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan kedua temannya itu.


Keduanya memilih pergi menuju cafe dekat kantor yang kini jadi tempat nongkrong kelima teman magang tersebut, Erina memilih tempat duduk didekat jendela membuat Naya terkekeh “Lo suka banget tempat deket jendela kayanya” ucap gadis itu membuat Erina sedikit kaget “Oh iya ya? kayanya udah kebiasaan jadinya refleks” jawab gadis itu ikut terkekeh.


“Jadi lo mau ngomongin apa?” tanya Erina setelah mereka selesai memesan “Ah itu, ehm gue mau minta maaf sama lo” ucap gadis itu terlihat merasa bersalah sementara Erina justru mengerutkan keningnya “Minta maaf kenapa? Perasaan lo gak ada salah apapun sama gue” tanya gadis itu heran. Naya menghembuskan nafasnya “Itu, tadi pas lo ngajak makan siang, gue malah diemin lo” jelas gadis itu membuat Erina tersenyum “Ya ampun Nay, gitu doang gak apa-apa ko” ucap Erina santai. “Enggak, tadi tuh gue ehm gimana yah ngomongnya” ucapan gadis itu terhenti membuat Erina menimpali “Cemburu?” tebak Erina membuat pipi gadis dihadapannya bersemu merah “Eh beneran?” ucap Erina kaget tak menyangka tebakannya ternyata benar.


Naya menunduk sambil memainkan kedua jarinya “Iya, sebenernya gue udah mulai suka sama Andre” ucap gadis itu membuat Erina melebarkan mata dan mulutnya kaget “Serius?” ucap Erina masih tak percaya membuat Naya menganggukan kepalanya kemudian kembali mendongakkan wajahnya menatap Erina. “Ko kalian gak keliatan deket sih di kantor?” tanya gadis itu heran, “Iya, sebenernya gue gatau sih sama Andre tapi gue mulai baper sejak kita berdua suka pulang bareng karena rumah kita searah. Dia juga suka jemput gue kalau mau berangkat” jelas Naya dengan wajah malu-malunya “Terus lama kelamaan gue mulai ngerasa nyaman dan baper” lanjut gadis itu “Ditambah dia suka minta tolong tugasnya sama lo?” tambah Erina membuat Naya mengangguk. Gadis itu tersenyum menatap teman yang baru saja dikenalnya itu, tak menyangka akan ada kisah cinlok padahal waktu magang mereka belum genap satu bulan.


Erina tersenyum “Ya udah, lo yang semangat ngejar Andre nya. Gue gak tau bisa bantu atau enggak, tapi kalau ada kesempatan pasti gue bantu” ucap Erina menyemangati Naya yang kini wajahnya mulai berbinar “Makasih ya Rin” ucap Naya senang “Terus tadi pas jam makan siang kalian ngomongin apa?” tanya gadis itu penasaran membuat pipi Naya kembali bersemu “Tadi dia nanya gue kenapa ko diem terus, dia kira gue gak enak badan terus ngajak gue ke urang kesehatan tapi akhirnya gue bilang gue gak apa-apa. Dia ngebujuk gue biar gue makan biar gak sakit, terus kita nyusulin kalian deh” jelas gadis itu, dapat Erina tebak pasti hati gadis dihadapannya itu kini sedang berbunga-bunga “Ya ampun yang lagi kasmaran” goda Erina membuat Naya semakin merasa malu “Iiiih udah ah, kita pulang yuk” ucapnya mengalihkan pembicaraan agar tak semakin merasa malu. Keduanya akhirnya pergi setelah menghabiskan pesanan mereka dan berpisah karena arah jalan pulang mereka berbeda.