
Hari ini adalah hari yang cukup mendebarkan untuk Erina, kekasihnya yang beberapa waktu lalu menyelesaikan sidang akhirnya akan melaksanakan prosesi wisuda. Gadis itu tentu saja menjadi pendamping wisuda Leo, karena undangan hanya berlaku untuk dua orang maka kedua orang tua Leo yang akan masuk mendampingi pria itu melaksanakan prosesi wisuda sementara dirinya akan menunggu diluar bersama Alana dan juga sang adik Arina yang kebetulan bersedia ikut.
Karena mereka berangkat sangat pagi, Erina dan Alana belum sempat mengenakan riasan diwajah mereka sehingga sekarang sambil menunggu acara wisuda selesai keduanya sibuk dengan peralatan make up dan merias diri didalam mobil. Arina hanya memperhatikan keduanya yang sibuk memoles wajah, sesekali gadis itu akan membantu menyerahkan make up yang keduanya butuhkan karena dirinya masih remaja dan sang kakak mengingatkan dirinya untuk tidak menggunakan banyak make up agar kulitnya tidak bermasalah.
Menggunakan pakaian dengan warna senada yang ternyata telah disiapkan oleh kedua orang tua Leo untuk mereka, ketiganya keluar dari mobil sambil membawa hadiah untuk pria yang sebentar lagi akan selesai diwisuda tersebut. Erina tersenyum ketika dirinya melihat Karina -adik Satria- sudah berada disana melambai kearah mereka “Kamu gak ikut masuk?” tanya Erina heran melihat gadis yang merupakan adik tingkatnya itu duduk sendirian diluar “Enggak ah males, pasti bosen kalau nunggu didalam, mending disini aja lumayan bisa jajan” jawab gadis itu yang disetujui oleh ketiga gadis yang menghampirinya itu. Mereka berempat akhirnya duduk disana menunggu acara wisuda selesai.
Dapat Erina lihat begitu banyak adik tingkat mulai berdatangan begitu waktu sudah mulai siang, tentu saja mereka akan memberikan selamat dan hadiah untuk kakak tingkat mereka yang telah lulus. Beberapa dari mereka merupakan teman sekelas Erina sehingga gadis itu meminta izin untuk menghampiri teman-temannya dulu, begitu juga dengan Karina yang pergi menghampiri beberapa temannya yang datang.
Kini tersisa Alana dan Arina yang duduk disana merasa asing dengan sekeliling yang sama sekali tak mereka kenali, “Keliatan banget bukan anak sini ya kak, jadi gak ada yang kenal” ucap Arina memecah keheningan diantara keduanya “Iya, apalagi kamu bocah SMA malah nyasar kesini” jawab Alana sambil mencubit pipi gadis itu gemas.
Sepertinya memang pipi Arina memiliki daya tarik tersendiri sehingga banyak orang sangat suka mencubitnya merasa gemas, salah satu yang paling sering adalah Alana. “Ih bentar lagi juga aku bakal jadi mahasiswa tau” ucapnya cemberut tak terima masih dipanggil bocah “Iya tapi kan sekarang belum” kekeh Alana merangkul bahu gadis itu kemudian keduanya tertawa bersama.
Acara Wisuda berlangsung cukup lama, apalagi Arina datang sejak pagi membuatnya merasa sangat bosan. Namun rasa bosan itu tiba-tiba sirna begitu dirinya menangkap sosok pria yang menarik perhatiannya, mata gadis itu tak henti mengikuti pergerakan pria yang kini membuatnya kaget karena ternyata pria itu berjalan menghampiri sang kakak dan mereka berdua melakukan tos.
Arina masih terpaku memandangi pria yang berhasil membuat perut gadis itu seperti dipenuhi kupu-kupu, perasaan menggelikan yang entah apa itu namanya.
Tanpa sadar Arina bangkit dan melangkah menghampiri sang kakak yang masih sibuk berbincang dengan pria yang berhasil mencuri seluruh atensinya itu “Eh kenapa Rin? Kakak lama yah?” tanya gadis itu mengerti bahwa sang adik merasa bosan karena ditinggalkan, tidak tau saja jika sebenarnya Arina tengah melakukan modus untuk bisa lebih dekat dengan pria yang kini juga ikut menatapnya “Adik lo?” tanya pria itu menunjuk Arina yang langsung diangguki oleh Erina “Iya, eh kenalin ini Arina adik gue, Rin kenalin ini Alex temen kakak” ucap Erina memperkenalkan keduanya.
Pria bernama Alex itu langsung mengulurkan tangan, bukan untuk berjabat tangan tapi untuk mengacak puncak kepala Arina “Imut yah adik lo, gemes gue” ucapnya tanpa sadar berhasil membuat Arina mematung, degup jantungnya kini tak beraturan dan pikirannya seketika kosong “Sok akrab banget lo, adek gue kaget tuh” ucap Erina menyingkirkan tangan pria yang kini tengah menatap Arina sambil terkekeh masih merasa gemas.
Leo tentu saja langsung menghampiri sang kekasih dan memeluknya erat membuat banyak pasang mata disana merasa iri dengan kemesraan keduanya “Ekhem” Alana yang disuguhi pemandangan itu langsung berdehem “Kakak disini loh kalau kamu lupa” sindirnya membuat Leo terkekeh dan langsung memeluk Alana erat “Makasih ya kak” ucap Leo yang dibalas anggukan oleh sang kakak. Pria itu mengalihkan pandangan kepada Arina yang sejak tadi hanya diam memperhatikan, merasa masih gugup karena Alex berdiri disebelahnya “Bocil mau dipeluk juga?” tanya Leo membuat gadis itu mencebik tapi akhirnya menerima pelukan dari pria yang masih menjadi sosok paling menyebalkan dalam hidupnya itu “Makasih ya cil udah dateng, nanti kakak beliin album BTS deh yang mana aja terserah kamu” ucap Leo membuat senyum diwajah Arina yang sempat pudar kembali muncul “Bener ya? janji loh awas kalo bohong, gak aku restuin kakak sama kak Erina” ancam gadis itu membuat semuanya terkekeh gemas “Iya iya janji cil” ucap Leo memastikan.
“Selamat ya bang, akhirnya perjuangannya di kampus ini selesai” ucap Alex membuat Leo langsung menoleh dan tersenyum mendapati adik tingkat yang sangat akrab dengannya itu “Thanks ya Lex udah dateng” balas Leo kemudian memeluk pria disamping Arina itu.
Setelah asik bercengkrama dengan keluarganya Leo langsung pamit sebentar karena banyak adik tingkat yang ingin mengucapkan selamat dan berfoto bersama dengan para wisudawan dan wisudawati yang merupakan senior mereka itu. Alex tentu saja ikut karena dirinya berada dijurusan yang sama dengan Leo, sementara Erina juga menghampiri senior dari jurusannya untuk berfoto bersama meninggalkan Arina bersama keluarga Leo. “Kita tunggu di mobil aja yuk, panas” ajak mamah kemudian merangkul Arina berjalan menuju mobil diikuti oleh suami dan anak sulungnya.
Setelah asik berfoto bersama, Erina langsung berjalan menghampiri Satria yang keberadaannya tak jauh dari tempat gadis itu berada “Selamat ya kak” ucapnya sambil menyerahkan boneka beruang yang mengenakan dandanan khas wisuda kepada pria itu “Makasih Rin, boneka banget nih?” tanya pria itu sambil terkekeh “Kan bunga udah pas kakak sidang, jadi sekarang giliran boneka” jawab gadis itu ikut terkekeh membuat Satria hanya bisa menerima tanpa protes lagi.
Leo yang juga telah selesai dengan sesi pemotretan dadakannya itu langsung menghampiri keduanya “Udah beres Sat?” tanya pria itu yang diangguki Satria “Ikut makan dulu yuk sama keluarga gue” ajak Leo “Sorry yah, gak bisa udah ditungguin keluarga besar gue dirumah mau ngerayain” tolak Satria “Gaya banget lo pake segala keluarga besar dateng” ledek Leo membuat keduanya tertawa “Gak tau tuh emang pada heboh banget, duluan yah” pamit Satria kemudian meninggalkan pasangan kekasih itu berdua.
“Udah beres?” tanya Leo yang langsung diangguki Erina “Langsung pulang aja yuk, yang lain udah di mobil” ajaknya kemudian meraih jemari Erina “Semuanya duluan yah” teriak Leo berpamitan kepada teman-teman dan adik tingkatnya, mereka membalas menyahuti kemudian Leo melangkah pergi bersama sang kekasih menuju tempat mobil mereka diparkirkan.
Mereka tak langsung pulang, ternyata mamah telah memesan jadwal untuk melakukan sesi foto di salah satu tempat foto studio, maka berakhirlah mereka kini melakukan sesi pemotretan. Awalnya Leo berfoto bersama keluarganya, kemudian berfoto berdua hanya dengan sang kakak, berdua bersama Erina, lalu bertiga bersama calon adik iparnya yang menggemaskan dan terakhir mereka semua berfoto bersama. Arina merasa sangat senang, perasannya terasa hangat ketika melakukan sesi foto bersama keluarga Leo tadi.
Gadis itu diam-diam juga merasa sedih, tak bisa merasakan hal tersebut bersama keluarganya. Erina yang mengerti keadaan sang adik langsung merangkulnya memberikan kekuatan, Arina menoleh dan mendapati sang kakak tersenyum menenangkan membuat gadis itu balas tersenyum.