LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
29



Erina sibuk memilih bahan-bahan yang ia butuhkan untuk memasak, setelah insiden dihari kelulusannya gadis itu tak henti mendapatkan terror dari Lia dan Naya yang meminta penjelasan tentang apa yang terjadi diantara dirinya dan Leo. Kekasihnya langsung kembali pergi sehari setelah sidang Erina karena masih harus melanjutkan kuliahnya, sehingga Erina langsung mengajak teman-temannya itu untuk berkumpul dikediaman miliknya dan memasakkan mereka makan siang itung-itung ucapan terimakasih juga karena mereka sudah datang.


Arina yang kebetulan memiliki jadwal kuliah siang ikut menemani sang kakak berbelanja ke supermarket pagi-pagi sekali, seperti biasa gadis itu akan membawa keranjang terpisah dan berjalan menuju deretan es krim yang sudah menantinya. Arina mengambil lebih banyak es krim dan juga snack karena sang kakak mengatakan teman-temannya akan datang hari ini sehingga persediaan snack dan es krim harus ditambah. Setelah selesai membeli bahan makanan dan juga camilan, kedua kakak beradik tersebut langsung pulang karena Arina memiliki jadwal kuliah.


Erina memasuki rumah dengan dua kantong belanja berukuran besar, gadis itu langsung meletakkan belanjaannya di dapur dan mulai membereskan bahan-bahan makanan tersebut kedalam lemari es. Arina yang tak kalah sibuk kini sedang menyusun es krim kesayangannya dan memisahkannya dengan es krim yang boleh disuguhkan oleh sang kakak kepada teman-temannya. Gadis itu dengan fokus menuliskan namanya disetiap es krim yang tidak boleh dimakan oleh orang lain dengan menggunakan spidol.


Setelah selesai menata es krim dan snacknya Arina langsung memasuki kamar bersiap untuk berangkat kuliah, sementara Erina kini duduk di sofa ruang tengah sambil membaca buku resep masakan mencari menu yang bisa ia masak untuk disuguhkan kepada teman-temannya nanti.


Suara bel mengalihkan perhatian Erina, gadis itu langsung berjalan menuju pintu membukanya untuk entah siapa yang datang ke rumahnya. Sosok Alex langsung terlihat begitu Erina membuka pintu, pria itu tersenyum menyapa membuat Erina justru mengerutkan kening “Ngapain lo pagi-pagi udah kesini? Bukannya janjiannya nanti siang?” tanya Erina tak mengerti, Alex yang mendapat pertanyaan itu hanya mengangkat sebelah alisnya dengan pandangan ‘serius lo nanyain itu?’ membuat Erina tersadar dan mengerti “Aaaaah, adek gue masih siap-siap. Masuk dulu aja” ajak gadis itu kemudian berjalan kembali menuju ruang tengah diikuti Alex dibelakangnya.


Arina keluar dari dalam kamarnya beberapa menit kemudian dan langsung menghampiri sang kakak yang kini berada diruang tengah bersama Alex “Udah mau berangkat?” tanya Erina begitu sang adik mengulurkan tangan berniat menyalami dirinya “Iya, aku mau persiapan buat presentasi soalnya” jawab Arina kemudian menyalami sang kakak “Aku berangkat dulu yah” pamitnya dibalas anggukan oleh Erina “Iya, hati-hati” pesan Erina. “Gue berangkat dulu ya” ucap Alex beranjak sambil mengangkat tangannya untuk melakukan tos dengan Erina yang tentu saja dibalas gadis itu “Jagain yang bener” ingat Erina membuat Alex mengacungkan jempol sebagai jawaban kemudian berjalan menyusul Arina yang sudah menunggunya.


Erina kembali membaca buku resepnya begitu dua sejoli yang sepertinya belum meresmikan hubungan tersebut telah hilang dari pandangannya, dengan seksama gadis itu membaca setiap resep dan menandai menu yang bisa ia masak untuk hari ini.


Begitu selesai memilih menu, Erina langsung berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan bahan masakan yang akan ia buat karena hari sudah mulai siang. Erina terlihat fokus mempersiapkan, membersihkan dan memotong bahan masakannya sambil ditemani alunan lagu dari ponselnya.


Lia yang memilih duduk di kursi pantry sambil menunggu Erina menyelesaikan masakannya langsung bangkit ketika mendengar suara bel “Udah gue aja, lo lanjut masak biar cepet beres” ucap gadis itu berlalu menuju pintu membuat Erina hanya tersenyum menatap ulah temannya itu. Naya muncul dengan teriakannya begitu Lia membuka pintu “Erina dimana lo?!” teriak gadis itu berjalan ke arah dapur bersama Lia, “Lah masih masak, ko lo gak bantuin sih Ya? jahat lo” ucap gadis itu begitu melihat Erina yang masih sibuk memasak “Udah gue tawarin, dia bilang gak usah udah mau beres” jawab Lia membuat Naya menganggukkan kepalanya “Iya sih, lagian nanti jadinya masakan Erina gak enak kalau lo ikut masak” ledek Naya membuat gadis itu mendapat toyoran di kepalanya “Sialan lo” ucap Lia kesal membuat Naya dan Erina terkekeh.


Andre dan Alex datang bersamaan membuat Erina menoleh ke arah Naya “Tumben kalian gak bareng?” tanya gadis itu ketika Lia berjalan menuju pintu depan “Enggak, tadi gue ikut sama bokap yang kebetulan ada urusan lewat sini” jawab Naya. “Haloo Alex disini” ucap Alex begitu dirinya dan Andre berjalan memasuki rumah, “Berisik lo” tegur Andre membuat Erina hanya menggeleng sudah biasa dengan kelakuan ajaib temannya itu sementara Naya dan Lia tertawa geli.


“Udah kita makan dulu lah, gak kuat gue lapar” ucap Alex begitu dirinya duduk di kursi meja makan dan menatap deretan masakan yang sangat menggiurkan itu “Ya udah makan dulu aja, biar Erina ada tenaga buat diintrogasi nanti” ucap Lia membuat semuanya tertawa tapi juga menyetujui.


Setelah puas menyantap hidangan yang dimasak Erina, kini kelima orang tersebut mengistirahatkan perut diruang tengah “Gila masakan lo enak banget Rin” ucap Naya mengacungkan jempol diikuti anggukan setuju dari Lia “Iya bener, by the way makasih loh Rin udah dimasakin” ucap Lia yang diangguki Naya dan Andre sementara Alex sibuk mengambil camilan dan es krim dari dapur.


“Nah karena semua amunisi udah siap, jadi ayo Rin dimulai aja” ucap Naya antusias sementara tiga temannya yang lain sibuk membuka camilan dan memakannya “Dimulai apanya?” tanya Erina bingung “Ya penjelasan lo soal kejadian pas sidang kemarin” tuntut Naya yang diangguki Lia. Erina tak bisa mengelak lagi dan mulai bercerita “Ya gitu, seperti yang kalian lihat. Gue sama Leo emang punya hubungan” mulai gadis itu membuat Naya dan Lia semakin penasaran sementara Andre hanya ikut menyimak tak memberikan pertanyaan sedangkan Alex santai menikmati camilannya karena pria itu tentu saja tak memerlukan penjelasan Erina.


“Sejak kapan? Ko lo gak bilang sih?” protes Lia membuat Erina terkekeh “Ya kalian juga gak pernah nanya” jawab Erina membuat Naya mengangguk “Bener juga sih, soalnya lo tuh gak keliatan udah punya pacar” ucap gadis itu. “Gue sama Leo pacaran udah lumayan lama sih, dari gue semester empat akhir” jelas Erina membuat Naya dan Lia saling menatap kaget “Gila udah lama lah, terus pas magang itu lo udah pacaran sama Leo? Ko lo bilang gak tau pas gue tanya” protes Naya membuat Erina terkekeh “Iya, soalnya pas magang gue gak mau ngumbar takutnya pada ada omongan gak enak karena gue berhasil magang di perusahaan bokapnya, kalian pasti ngerti lah” jelas Erina “Iya juga sih, terus lo tau Lex?” tanya Lia menatap pria yang kini sibuk memakan es krim. Alex yang merasa terpanggil menoleh dan mengangguk mantap “Kan gue bilang Leo udah punya pacar, noh pacarnya noh” jawab Alex sambil menunjuk Erina dengan wajahnya kemudian lanjut memakan es krim di tangannya “Pas kita ketemu di lobi juga itu bang Leo cuma ngegodain Erina doang makanya gue gak kuat nahan ketawa” lanjut pria itu membuat ketiga orang yang sejak tadi menyimak mengangguk faham “Ya ampun maaf ya Rin gue sempet tertarik sama cowok lo, tapi pas Alex bilang dia udah punya pacar gue gak jadi minat ko sumpah” ucap Naya membuat keempat temannya tertawa “Iya gak apa-apa, gue juga minta maaf karena gak bilang sama kalian” jawab Erina.


Kelima orang tersebut berlanjut membicarakan banyak hal diselingi canda dan tawa sambil menikmati camilan yang menumpuk diatas meja.