
Weekend ini kedua kakak beradik Arina dan Arina akan menghabiskan waktu bersama kakak dari Leo, Alana. Ketiganya akan menghabiskan waktu bersama tanpa ditemani oleh Leo, alasannya adalah Alana ingin melakukan girl’s time bersama dua gadis kesayangannya itu. Arina memang tak begitu sering menghabiskan waktu bersama Alana, tapi ia adalah gadis yang sangat mudah akrab terutama dengan orang-orang yang lebih tua darinya jadi dirinya tak memiliki kesulitan untuk mengakrabkan diri dengan Alana.
Kini kedua kakak beradik itu tengah berdiri didekat gerbang apartemen mereka untuk memudahkan Alana menjemput, Arina tampak lebih antusias dibanding sang kakak karena gadis itu sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama sang kakak dan kakak dari pria paling menyebalkan dihidup Arina tapi sayangnya begitu dicintai oleh sang kakak.
Arina senang karena Alana selalu memperlakukannya dengan baik, rasanya sangat menyenangkan ketika semakin banyak orang yang menyayanginya dan Arina sangat bersyukur akan hal itu. Sejujurnya Arina merasakan iri pada awal kakaknya mengatakan bahwa dirinya memiliki kekasih dan bagaimana keluarga kekasihnya itu sangat menerima dirinya, Arina merasa iri karena sudah lama tak merasakan kehangatan sebuah keluarga yang utuh.
Sekarang gadis itu bisa merasakan hal yang sama dengan sang kakak, karena beruntungnya keluarga Leo juga sangat menyayangi dirinya. Ditambah keluarga Leo tampak antusias karena kembali mendapat anggota keluarga baru yang masih remaja, apalagi Arina memang gadis yang sangat ceria dan menggemaskan sehingga orang tua dan kakak Leo sangat menyukai gadis yang sebentar lagi akan melepas masa SMA itu.
Erina tersenyum memperhatikan sang adik yang begitu antusias menunggu kedatangan Alana, senyuman dan wajah yang cerah tak pernah luntur dari gadis itu. “Seneng banget kamu dek” ucap Erina mengusap kepala sang adik gemas, “Hehe iya dong, kan mau jalan-jalan” jawabnya begitu riang. Erina merangkul adik kesayanganya itu, merasa bersyukur sang adik terlihat sangat senang seperti saat ini.
Alana tiba beberapa menit kemudian, gadis itu keluar untuk menyapa kedua adik kesayangannya. Arina langsung berlari memeluk gadis yang sudah ia tunggu sejak tadi itu “Aku kangen banget sama kakak” ucapnya membuat Alana terkekeh bahagia “Kakak juga kangen banget sama kamu” balas Alana sambil mencubit kedua pipi gembul Arina. Setelah puas melepas rindu, ketiganya langsung memasuki mobil dan berangkat menuju tempat tujuan mereka. Arina duduk dibelakang sementara sang kakak duduk didepan menemani Alana yang kini fokus menyetir mobilnya.
“Gimana sekolah kamu rin?” tanya Alana membuat Arina yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya menoleh “Capek, udah banyak tugas masih harus les, tapi pipi aku gak tirus tirus” keluhnya membuat dua gadis yang duduk didepan terkekeh “Kamu udah gembul bawaan lahir dek jadi susah” jawab Erina membuat sang adik memajukan bibir bawah membuatnya terlihat semakin menggemaskan. “Gak apa-apa, latihan buat kuliah nanti biar gak kaget” ucap Alana membuat Erina mengangguk setuju, “Iya kata kak Erina juga gitu” jawab gadis itu “Lagian kamu gembul gitu kan lucu de, gemes” lanjut Alana membuat Arina tersenyum manis merasa senang mendengar pujian itu.
Ketiganya sampai di Mall, tempat yang dipilih Arina karena didalam sana banyak tempat yang bisa mereka kunjungi. Gadis itu sangat ingin bermain di arena permainan bersama Alana, karena menurutnya kakak dari Leo itu sangat ahli bermain capit boneka jadi Arina senang karena sekarang dirinya pergi bersama Alana.
Gadis itu melangkah dengan riang membayangkan dirinya akan pulang membawa boneka, sementara kedua gadis dibelakangnya hanya tersenyum mengekori dari belakang “Padahal boneka kan bisa beli yah” ucap Alana kemudian terkekeh gemas “Buat Arina lebih seru dapet dari permainan” jawab Erina yang begitu bahagia melihat sang adik yang sangat riang hari ini.
Maklum, selama ini gadis itu lebih banyak memperlihatkan wajah lesu akibat kelelahan setelah sekolah dan les, jadi tak ada waktu untuk Arina bersenang-senang. Satu-satunya hiburan yang selalu ia lakukan di rumah hanyalah menonton drama korea dan dvd konser idol kesayangannya. Arina akan sangat senang jika di akhir pekan dirinya diajak pergi walau hanya sekedar berbelanja ke supermarket menemani sang kakak, setidaknya gadis itu bisa refreshing dengan melihat banyak es krim kesayangannya dan jangan lupa deretan cemilan yang seakan menggoda gadis itu untuk membeli.
Setelah mengisi saldo kartu ketiganya langsung memilih permainan yang akan mereka mainkan, Erina memilih bermain balap mobil sedangkan Alana tentu saja ditarik gadis yang sejak tadi antusias untuk memainkan permainan capit boneka. Arina semakin antusias karena boneka didalam mesin terlihat sangat menggemaskan, Alana tak bisa menahan senyumannya begitu melihat gadis itu menempelkan wajahnya dengan kaca mesin permainan.
“Mau main lagi gak nih?” tanya Alana membuat Arina tentu saja langsung menganggukkan kepalanya antusias, gadis itu kembali menggesekan kartunya dan Alana tentu saja langsung memainkan permainan itu lagi. Setelah empat kali percobaan akhirnya Alana berhasil mengambil boneka kura-kura yang berwarna hijau dengan tempurung berwarna coklat. Lagi-lagi Arina melompat bahagia, Alana hanya tersenyum sambil mengambil boneka itu dan memberikannya kepada Arina “Gemes banget sih kamu” ucapnya sambil mencubit pipi gadis menggemaskan dihadapannya.
“Mau main apa lagi?” tanya Alana membuat Arina menolehkan kepalanya mencari permainan apa yang ingin ia mainkan setelah ini “Itu aja” ucapnya menunjuk permainan piano tiles “Berdua sama kakak tuh pas” lanjutnya kemudian berlari kecil menuju permainan yang dimaksud sementara Alana mengikuti bersama Erina yang ternyata sudah selesai bermain “Kalian berdua aja yang main, kakak tunggu disana yah” ucap Alana membiarkan kedua kakak beradik itu bermain sementara dirinya pergi menuju bangku yang tersedia di arena permainan dan duduk disana bersama dua boneka yang tadi ia menangkan.
Ketiganya terus mencoba berbagai macam permainan, mulai dari memancing, menembak dan balapan mereka mainkan hingga tak terasa sudah beberapa jam mereka disana. Setelah puas bermain ketiganya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan jalan-jalan mereka menuju tempat lain.
Lagi-lagi tempat pilihan Arina yang menjadi tujuan mereka untuk makan siang, ketiganya kini seperti biasa tengah berada di restoran barbeque ala korea yang sangat disukai Arina. Kali ini Arina hanya diam sambil menikmati makanan yang mereka pesan, membiarkan Erina yang memanggang daging. Ketiga gadis itu tentu saja menyantap makanan dengan lahap, setelah merasa lelah bermain banyak permainan sekarang akhirnya mereka bisa mengisi kembali energi karena acara jalan-jalan mereka belum selesai.
Setelah puas mengisi perut, kini ketiganya melanjutkan acara dengan mengunjungi toko pakaian. Alana memang berniat ingin membelikkan kedua kakak beradik itu pakaian karena sudah lama tak menghabiskan waktu bersama, toko yang dipilih pun akhirnya toko yang menjual pakaian ala korea tentu saja itu adalah keinginan si bungsu yang kini tampak antusias memilih model pakaian yang akan ia beli. Sementara Erina hanya mengikuti saja karena dirinya sudah berjanji akan membeli baju dengan model yang sama dengan sang adik agar keduanya memiiki baju kembar, Arina memang sangat suka memiliki baju kembar dengan sang kakak.
Gadis itu memilih dengan serius setiap pakaian yang akan ia beli, kemudian tak lupa mencari juga model yang sama untuk sang kakak dan Alina yang akhirnya juga jadi ikut-ikutan harus memiliki baju kembar bersama mereka berdua. Setelah selesai memilih dan menemukan baju dengan ukuran yang pas, Alana langsung membawanya ke kasir dan membayar pakaian tersebut.
Tujuan terakhir mereka tentu saja toko buku kesukaan ketiganya, Arina seperti biasa langsung berjalan menuju rak novel sementara dua gadis lainnya langsung menghampiri buku-buku resep masakan. “Mamah pengen buku resep baru, padahal yang sebelum-sebelumnya juga masih banyak yang belum dicoba” ucap Alana sambil meraih salah satu buku sampel dan melihat-lihat isinya, sementara Erina masih memperhatikan deretan buku resep masakan masih bingung mana yang akan ia pilih “Iya, kemarin juga mamah cerita katanya pengen masak bareng lagi” jawab gadis itu kemudian mengambil satu buku yang menarik perhatiannya “Harus, sebelum kakak balik lagi kita harus masak bareng. Bawa Arin juga buat jadi tim hore” ucap Alana membuat keduanya terkekeh.
Setelah selesai membeli buku, ketiganya memilih untuk langsung pulang karena hari sudah sore dan langit mulai mendung. Benar saja, begitu mereka sampai di apartemen hujan perlahan-lahan turun dan kini semakin lebat. Untungnya Alana mengabari bahwa dirinya juga sudah sampai di rumah membuat dua kakak beradik itu bernafas lega.
Keduanya memilih untuk menghabiskan waktu dengan memasak ramyeon –mie instan asal korea- dan menikmatinya sambil menonton drama korea bersama diruang tengah.