LOVE IS Not OVER

LOVE IS Not OVER
13



Erina menatap gedung yang menjulang cukup tinggi dihadapannya, gadis itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya mencoba menghilangkan rasa gugup dari dalam dirinya.


Hari ini adalah hari pertamanya memulai magang di kantor milik ayah Leo, walaupun dirinya lolos seleksi secara murni tanpa campur tangan Leo maupun ayahnya tapi rasa gugup tetap saja tak bisa hilang. Perusahaan ayah Leo adalah perusahaan besar yang sudah sangat terkenal, jika berhasil magang dengan hasil yang memuaskan maka kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan sudah ada digenggaman.


Gadis itu hendak melangkah ketika sebuah tangan menepuk bahunya, Erina menatap sosok dibelakangnya dan terbelalak begitu mengetahui siapa sosok yang kini tersenyum menghadapnya itu “Loh Alex? Lo magang disini juga?” tanya Erina tak percaya, “Iya dong, emang lo doang yang lolos” jawabnya bangga. Mendengar penuturan temannya itu, Erina langsung menghembuskan nafas lega karena setidaknya ia sudah memiliki teman magang yang ia kenal disini.


Keduanya berjalan memasuki gedung kemudian langsung menuju tempat yang telah diinformasikan sebelumnya, begitu memasuki ruangan Erina dapat melihat beberapa mahasiswa dari kampus lain yang juga akan melaksanakan program magang bersama dengan dirinya dan Alex. Pria disampingnya langsung memilih tempat duduk dan mengajak gadis yang kini semakin merasa tegang itu untuk duduk disampingnya.


Setelah mendapat pengarahan dari salah satu staff, mereka pun diberikan waktu istirahat makan siang sebelum melanjutkan kegiatan dengan perkenalan ke divisi yang akan mereka tempati. Begitu peserta magang keluar dari lift di lantai satu karena akan pergi menuju cafetaria perusahaan yang tentu saja ditemani staff yang mengarahkan tadi, mereka berpapasan dengan putra pemilik perusahaan yang sudah terkenal dikalangan para karyawan karena akan menjadi penerus pemimpin perusahaan menggantikan sang ayah kelak.


Seluruh pandangan mata tertuju pada pria yang kini melangkah santai ditemani sekertaris kepercayaan sang ayah, begitu dirinya berpapasan dengan staff yang mengantar mahasiswa magang pria itu menghentikan langkahnya sejenak “Eh mas Leo” sapa staff tersebut ramah yang dibalas anggukan dan senyum kecil dari pria itu “Mereka yang mulai besok akan magang disini?” tanya pria itu menatap para mahasiswa yang kini menatapnya dengan gugup.


Pandangan Leo berhenti begitu melihat sosok yang kini sedang menunduk mencoba menghindar agar tak beradu pandang dengannya membuat pria itu menahan senyumnya “Kamu kenapa nunduk begitu?” tanya Leo yang masih bisa menguasai diri bersikap seolah-olah tak mengenali gadis itu, sementara yang dipanggil akhirnya mengangkat kepalanya “Maaf pak” ucapnya pelan “Pak? Emang saya setua itu ya?” tanya Leo lagi membuat Alex yang sejak tadi berada disamping gadis yang kini mulai serba salah itu ikut menahan tawa “Eh enggak, maaf mas” ralat Erina menahan diri untuk tidak menampilkan ekspresi yang dapat membuatnya berada dalam masalah. “Yaudah lanjutkan kegiatan kalian” ucapnya membuat staff yang mengantar para mahasiswa mengangguk berpamitan, mereka akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju cafetaria sementara Leo pergi setelah menatap kepergian sang kekasih.


Keduanya langsung terdiam seperti tidak terjadi apa-apa begitu anggota magang yang lain ikut bergabung, setelah acara pengenalan tadi mereka mulai terlihat akrab karena diminta untuk berkenalan dan mengakrabkan diri oleh staff pembimbing mereka. “Eh denger-denger yang tadi nyapa pembimbing kita itu anaknya pemilik perusahaan ini” ucap salah satu pria yang juga merupakan peserta magang bernama Andre, “Iya, gila keren banget gak sih? Karismanya itu loh gila terpesona banget gue” sahut salah satu gadis bernama Lia yang diangguki peserta magang yang lain kecuali Alex dan Erina yang hanya diam tak tau harus menanggapi apa. “Eh kalian satu kampus sama dia kan?” tanya Lia heboh menatap kearah Alex dan Erina, yang ditatap saling bertukar pandang “Iya, gue kebetulan adik tingkatnya. Kita satu jurusan” jawab Alex sementara Erina hanya tersenyum “Dia udah punya pacar belum?” tanya salah satu gadis yang sejak tadi hanya menyimak dan memberikan reaksi “Yaelah giliran begini aja lo nyahut La” ledek Lia kepada Nayla, gadis yang duduk disebelahnya itu sementara Laura hanya memberikan cengiran tanpa dosa “Ya gue kan penasaran, siapa tau gue masih ada kesempatan” jawab Nayla sambil tertawa ringan “Yeee ngarep lo, gue juga mau kali” balas Lia membuat kedua gadis itu tertawa.


Hanya ada lima orang yang diterima magang di perusahaan tersebut setiap gelombangnya, satu tahun perusahaan itu membuka lowongan magang sebanyak dua kali setiap enam bulan sekali sehingga hanya ada sepuluh orang mahasiswa yang akan lolos seleksi dan magang diperusahaan. Erina menjadi salah satu yang sangat beruntung karena bisa lolos dan melaksanakan magang diperusahaan bergengsi tersebut, selain dirinya ada Alex tentu saja kemudian ada Lia dan Nayla yang berasal dari kampus yang sama kemudia yang terakhir Andre satu-satunya yang tidak memiliki teman satu kampus disana.


Kedua gadis yang sejak tadi ribut membicarakan anak pemilik perusahaan itu kini kembali fokus menatap Alex yang bingung harus menjawab apa, dirinya melirik Erina yang sejak tadi diam menikmati makanannya tak ikut banyak bicara “Ehm, setau gue sih udah, dia gak begitu terbuka soal masalah pribadinya jadi ya gue gak banyak tau” jawab pria itu yang tentu saja bohong, bagaimana dia tak tau jika sejak tadi kekasih pria yang menjadi topik pembicaraan sedang duduk dihadapannya. “Yah sayang banget, kalau lo Rin? Tau apa info tentang Leo?” tanya Nayla dengan wajah yang masih penasaran “Apalagi gue, gue kan beda jurusan sama mereka” jawab Erina mencoba biasa saja “Dia ini kutu buku, kerjaannya diem di perpus jadi gak akan tau yang begitu” timpal Alex “Kalau kalian beda jurusan ko bisa deket banget?” tanya Lia semakin penasaran “Kita satu kelompok pas ospek kampus” jawab Erina yang diangguki ketiga orang tersebut membuat Alex dan Erina merasa lega karena setelah itu tak ada lagi pertanyaan yang menghampiri mereka.


Begitu jam makan siang selesai, mereka langsung diantarkan menuju divisi yang akan menjadi tempat magang mereka untuk tiga bulan kedepan. Erina yang lolos seleksi dibagian Keuangan bersama dengan Nayla dan Andre sementara Alex dan Lia ditempatkan dibagian pemasaran, begitu sampai dibagian keuangan ketiganya langsung disambut oleh manajer divisi dan diperkenalkan kepada seluruh karyawan yang ada diruangan tersebut dan diberikan penjelasan mengenai tugas dan pekerjaan yang akan mereka lakukan ketiganya pun diperbolehkan pulang karena hari ini hanya sampai pada tahap pengenalan saja, besok barulah mereka akan mulai bekerja.


Erina kembali berpapasan dengan Alex yang ternyata juga selesai dengan pengenalan divisinya “Balik sekarang Rin? Mau bareng gak?” tawar Alex yang dibalas gelengan oleh gadis disampingnya itu “Enggak, udah ada yang nungguin di parkiran” jawab gadis itu membuat Alex terkekeh mengerti “yaudah gue anter ke parkiran deh biar aman” ucap Alex membuat Erina tersenyum lega “Thanks Lex” ucap gadis itu kemudian mereka berjalan menuju parkiran. Erina memang meminta Alex untuk tutup mulut mengenai hubungan Erina dengan Leo dan kedekatan gadis itu dengan keluarga pria tersebut agar tak ada omongan yang kurang mengenakan untuknya, Alex tentu saja mengerti dan mengiyakan permintaan Erina.


Keduanya berjalan menyusuri area parkir yang ternyata sangat luas, selain itu tempat parkir untuk petinggi perusahaan berada ditempat yang berbeda membuat Erina harus berjalan lebih jauh. Gadis itu tadinya akan berjalan sendirian menuju sang kekasih sebelum akhirnya Leo mengatakan dirinya yang akan kesana menjemput Erina “Kalau gitu gue duluan ya Rin” pamit Alex membuat Erina mengangguk “Hati-hati lo” balasnya kemudian pria itu melesat pergi mengendarai motornya. Beberapa saat setelah Alex pergi, Leo akhirnya datang dan menghentikan mobilnya didepan Erina. Gadis itu tentu saja langsung berjalan cepat untuk memasuki mobil sebelum ada yang melihatnya disana.