
Beberapa hari kemudian...
Ethan sedang menunggu sopir di luar pagar rumahnya.Hari ini dia ada janji temu dengan dokter, untuk membuka gips ditangannya.Ethan sedang melirik jam tangannya, saat mobil Lily keluar dari rumahnya.Tiba-tiba mobil Lily berhenti tepat di depan Ethan.Lily membuka kaca mobil dan tersenyum ke arah Ethan
"Kamu mau kemana?"tanya Lily
"Aku mau ke rumah sakit.Hari ini gips nya sudah bisa dibuka", Ethan menunjuk ke arah tangannya yang di gips
"Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?Kebetulan aku juga mau ke rumah sakit untuk kontrol"
"Maaf,sepertinya aku tidak bisa!Sopirku sedang dalam perjalanan kesini", tolak Ethan halus.
Tak lama kemudian, mobil yang biasa dipakai Ethan muncul.
"Kalau begitu aku jalan duluan.Sampai ketemu di rumah sakit!"
Ethan tak mengerti maksud Lily.Dia hanya tersenyum, seraya membalas lambaian tangan Lily padanya.
...****************...
Begitu Ethan tiba di rumah sakit, dia lagi-lagi berpapasan dengan Lily.Akhirnya mereka berjalan bersama menuju ruang poli dan berpisah saat masing-masing dari mereka menemui dokter yang berbeda.
Lily lebih dulu selesai menemui dokter.Dia menghampiri poli ortopedi, tempat Ethan melepaskan gipsnya.Dia mengintip pada kaca pintu dan mendapati Ethan yang sedang ditangani oleh dokter.
Lily berniat menunggu Ethan dan mengajaknya makan siang, sebagai ucapan terima kasih atas bantuannya selama di rumah sakit.Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Ethan keluar dari ruang periksa.Dia tampak terkejut mendapati Lily sedang berdiri disamping pintu masuk.
"Kamu ngapain disini?",tanya Ethan
Lily menoleh kearah Ethan.Dia tersenyum,seolah baru saja kedapatan berbuat salah.
"Apa kamu sibuk siang ini?",tanya Lily sedikit malu
"Aku harus ke kantor setelah makan siang.Ada apa?"
"Apa aku boleh mentraktirmu makan siang?"
Ethan tersenyum.Dia sedikit lega melihat Lily yang lebih ceria dari sebelumnya.Sepertinya kondisinya sudah jauh lebih baik,"Boleh saja, asal kamu tidak merasa terbebani, karena biasanya aku makan banyak"
"Tidak masalah.Sebanyak apapun, aku tidak keberatan."
"Bagaimana kalau di Restoran Hotel Royal?", tanya Ethan menunggu persetujuan Lily.
"Boleh"
Setelah sepakat, mereka berdua pergi secara terpisah dan bertemu kembali di tempat mereka janjian.Ethan lebih dulu sampai di Hotel.Dia membukakan pintu mobil untuk Lily dan mempersilahkannya masuk ke dalam hotel dan berjalan bersama-sama.
...****************...
Begitu Ethan membantu Lily turun dari mobil, mata para staff hotel mendadak tertuju ke arah mereka berdua.Para staff saling berbisik dan terus saja menatap ke arah Ethan dan Lily sepanjang perjalanan mereka menuju restoran hotel.Apalagi saat Ethan terlihat menuntun Lily ke arah meja makan dan mempersilahkannya untuk duduk di kursi yang ia tarik.Para bawahannya itu menjadi semakin heboh dengan kejadian langka ini.
Dengan cepat, kabar tentang Ethan selaku Komisaris Utama, makan siang dengan seorang wanita di restoran Hotel pun tersebar.Bahkan beritanya sudah sampai ke telinga Deni yang sedang berada di lantai 31, dimana kantor Komisaris Utama, Dewan komisaris dan para sekretarisnya berada.
'Siapa wanita yang di gosipkan bersama Ethan?Jangan-jangan...',tiba-tiba Deni terlihat kalang kabut.Firasatnya tidak enak.Dengan cepat, ia berlari kearah lift dan menekan tombol turun berulang-ulang kali.
...****************...
Ethan dan Lily sedang asyik mengobrol, sebelum makanan mereka di sajikan.Mereka mulai menceritakan hal pribadi satu sama lain, seperti menanyakan umur dan hobi masing-masing.
"Ternyata kamu lebih tua empat tahun dariku?!Ku kira kita seumuran, karena wajahmu terlihat masih sangat muda",ucap Lily saat tahu bahwa Ethan sudah berumur 32 tahun.
"Entah aku harus senang atau sedih mendengar perkataanmu barusan.Apa itu pujian atau ejekan?",tanya Ethan dengan nada bercanda.
"Tergantung bagaimana kamu menanggapinya"
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun dihidangkan dihidangkan.Keduanya terlihat menikmati makan siang masing-masing, sambil terus berbincang dengan santai.
"Aku merasa tidak sopan, karena selama ini selalu berbicara santai padamu.Apa kamu tidak keberatan jika aku memanggilmu Kakak?"
Pertanyaan Lily barusan, sontak membuat Ethan terkejut dan membuatnya tersedak makanannya.Ia segera meneguk air putih yang ada di gelas hingga tandas.
"Kak Ethan tidak apa-apa?",tanya Lily khawatir.
Wajah Ethan memerah mendengar Lily memanggilnya Kak Ethan.Tubuhnya terasa panas, padahal dia tidak sedang memakan cabai.Jantungnya berdebar dengan cepat
"Tidak apa-apa,aku hanya tersedak!",Ethan kembali menuang air ke dalam gelasnya dan meneguknya.
Usai makan, mereka membersihkan mulut masing-masing dengan serbet yang disiapkan pihak restoran.
"Terima kasih atas traktiran makan siangnya",ucap Ethan dengan senang
"Sama-sama.Traktiran ini tidak sebanding dengan yang Kak Ethan lakukan untukku"
"Oh iya kak.Terima kasih sudah meluangkan waktu makan siang denganku."
"Sama-sama.Aku akan mengantarmu sampai ke depan pintu hotel"
Mereka pun berjalan sambil berbincang dengan nyaman.
...****************...
Lily baru saja naik ke mobilnya, saat Deni tiba di lobi hotel.Dia langsung berlari ke arah Ethan, begitu mendapatinya sedang berdiri di depan pintu utama hotel.
"Barusan kau makan siang dengan siapa?", tanya Deni, mengintrogasi Ethan dengan suara pelan.
"Aku makan dengan Lily.Dia ingin mentraktirku makan siang, jadi aku mengajaknya makan disini supaya aku tidak terlambat ke kantor"
Deni menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu menarik Ethan masuk ke dalam lift menuju kantornya.
"Apa yang kau lakukan?Kenapa mengajak Lily makan siang di restoran Hotel kita?", tanya Deni setibanya di ruangan Ethan.
Ethan berjalan ke kursinya dan mencari posisi yang nyaman untuk duduk.
"Aku hanya makan siang saja.Kenapa kau begitu marah.Kau cemburu karena tak mengajakmu makan siang bersama?", goda Ethan
"Aku justru senang jika memang benar kau mengajak seorang wanita untuk makan siang bersama.Tapi ini.....dia istri orang.Kau tahu tidak, seluruh karyawan sedang berbisik menggosipimu?Kau mau para dewan komisaris heboh dengan berita ini?Bagaimana kalau mereka tahu dia itu wanita yang sudah bersuami!", teriak Deni pelan
"Kan aku tinggal menjelaskan pada mereka, kalau apa yang mereka pikirkan itu tidak benar!Dia bukan wanita yang sedang kukencani.Aku hanya sedang ditraktir makan siang, karena ingin berterima kasih.Gampangkan?", ucap Ethan santai.
"Ya, aku memang tahu bagaimana kejadian sebenarnya.Tapi orang yang ingin menjatuhkanmu tidak demikian.Kalaupun mereka tahu, mereka bisa saja semaunya memelintir cerita.Apalagi jika dia sempat mendokumentasikan pertemuan kalian"
"Tenanglah!Jika itu terjadi, aku tidak akan tinggal diam"
Belum sempat Deni menjawab, tiba-tiba telpon Ethan berbunyi.Telpon dari Alex, adiknya.Ethan mengernyitkan alisnya, merasa heran tiba-tiba sang adik meneleponnya.Tanpa berpikir panjang, ia pun mengangkat teleponnya.
"Halo"
"Halo,Kak Ethan?Apa benar kakak membawa pacar kakak ke hotel dan memperkenalkannya pada para staff?Wah....sungguh berita luar biasa!Bisa-bisanya kakak memperkenalkannya kepada para staff terlebih dahulu, sebelum mengenalkannya padaku dan ibu?!Tapi jangan khawatir, aku akan memaafkan mu, kak.Setidaknya aku bisa tenang.Akhirnya kakakku sudah tidak jomblo lagi.Dan Ibu akan berhenti menerorku untuk menikah, jika kakak sudah mendapat calon menantu untuknya.Oh iya, sebentar lagi Ibu pasti akan menelpon kakak!Dia sangat histeris sekaligus bahagia mendengar berita ini.Bahkan dia sudah memberitahu pada semua Paman dan Bibi.Sampaikan salamku pada kakak ipar...Sudah dulu ya!Aku sedang bersiap-siap ke party temanku,daaa..."
Ethan belum sempat menjelaskan apapun pada Alex karena adiknya itu terus saja berceloteh dan tak memberinya kesempatan untuk bicara.Alex pun menutup teleponnya begitu saja setelah puas berceloteh, tanpa meminta penjelasan pada Ethan.
Ethan hanya bisa terperangah dan membuang pandangannya pada Deni.Namun Deni tampak tak peduli dan membiarkan Ethan merasakan akibat dari perbuatannya sendiri.
Belum juga rasa syok Ethan hilang, tiba-tiba Ibunya menelpon.Dengan berat hati dan sangat terpaksa,Ethan pun mengangkat telepon ibunya
"Halo bu"
"Halo, Ethan sayang.Kok kamu tega tidak memberi tahu kabar bahagia ini pada ibu"
"Bukan begitu bu!Kalian semua sudah salah...", belum sempat menjelaskan, Ibu Ethan sudah lebih dulu memotong pembicaraannya.
"Tidak usah buru-buru mengenalkannya pada Ibu, jika kamu masih malu.Setidaknya Ibu bisa lega, setelah mengetahui kamu sudah memiliki tambatan hati.Ibu tidak akan memaksa adikmu untuk menikah dan merasa tenang menemui Ayahmu nanti dan...",Ibu Ethan tak mampu melanjutkan kata-katanya dan menangis tersedu-sedu.
Ethan jadi merasa bersalah, jika mengatakan yang sebenarnya pada Ibunya.Akhirnya dia hanya pamit dan mengakhiri panggilan telepon Ibunya, tanpa menjelaskan apapun.Ethan melirik kearah Deni yang terlihat sangat kesal.
"Apa yang harus kulakukan?", tanyanya pada Deni
"Selesaikan sendiri urusanmu", Deni meninggalkan Ethan sendiri tanpa solusi.
Ethan pun membuang badannya ke kursi lalu meronta-ronta layaknya anak kecil.
...****************...
Esoknya, berita tentang Ethan membawa seorang wanita yang diduga pacarnya menjadi topik hangat dikalangan para pegawai hotel.Hal itu memaksa Ethan untuk mengadakan rapat dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi.Dia meminta kepada seluruh staff, untuk menghentikan gosip itu.
Dia juga menghubungi Ibunya dan menjelaskan semuanya.Ibunya terdengar sangat kecewa,namun berusaha berlapang dada.Beliau masih berharap, Ethan hanya membohonginya karena belum mau mengenalkan pacarnya pada keluarga besar mereka.
"Akhirnya kamu paham maksudku kan?", sindir Deni begitu rapat bubar.
"Aku tidak tahu jika dampaknya akan sebesar ini".
"Karena kau belum pernah sekalipun membawa wanita untuk diperkenalkan sebagai kekasih.Akibatnya, seluruh pegawai hotel menjadi heboh, begitu melihatmu menggandeng seorang wanita", Deni coba menjelaskan.
"Jadi sebaiknya segeralah cari kekasih sungguhan, yang masih sama-sama single.Jangan membuat keributan dengan istri orang.Untung berita ini hanya tersebar di antara para pegawai dan sebagian dewan komisaris saja.Bagaimana jika suami dan keluarga Lily tahu?Hidupmu akan langsung tamat!", Deni memberi isyarat irisan dileher sembari mengeluarkan lidahnya.
Ethan yang memandanginya sedari tadi merasa sangat kesal dengan ejekan Deni,"Sekarang keluarlah dan beri aku waktu untuk istirahat sebelum kita melanjutkan tugas yang lain"
"Sendirinya yang berbuat salah, malah mengusirku setelah membantunya"
Ethan melayangkan tendangannya kearah Deni.Namun dengan sigap Deni menghindar.Ia menjulurkan lidahnya dan berlari keluar meninggalkan Ethan sendiri di ruang rapat.