Love In Tears

Love In Tears
Extra 1 : Aku sudah memaafkanmu



Lily sedang berjalan tanpa alas kaki di taman depan rumahnya.Perutnya yang buncit membuatnya sangat sulit untuk melangkah.


Ethan terlihat membawa sebotol air minum dan berjalan ke arah Lily


"Bagaimana kakimu?Sudah mendingan?",tanya Ethan begitu tiba didepan Lily.


Dia membantu Lily duduk dan membuka botol air minum yang dibawanya untuk Lily.


"Masih bengkak.Ibu bilang ini hal yang wajar jika mendekati waktu persalinan."ucap Lily seraya meneguk air minum pemberian Ethan.


Ethan berjongkok dan memijat kaki Lily yang terlihat sangat bengkak.


"Apa kita tidak perlu ke pertemuan keluarga?",tanya Ethan


"Kita harus pergi.Mereka sudah menunggu-nunggu saat ini.Kita sudah janji akan mengumumkan jenis kelamin bayi kita hari ini.Apa kak Ethan mau Ibu menghapus anak kita dari ahli waris?",bentak Lily seraya memukul pundak Ethan


"Sepertinya sekarang kamu terobsesi dengan warisan",Ethan menggoda Lily


"Aku hanya meneruskan pesan anak kita,kan aku punya ikatan batin dengannya,hahaha",tawa lily


"Kalau begitu kita pulang kerumah dan bersiap-siap untuk pergi.Jika tidak,kamu akan merengek semalaman padaku"


Ethan berdiri dan membantu Lily berjalan hingga tiba di rumah.


Ethan dan Lily sampai disebuah Mall.Keluarga mereka akan berkumpul disalah satu restoran di Mall tersebut.Sebelum kesana,Ethan dan Lily menyempatkan singgah di toko pakaian.


Mereka berjalan ke arah perlengkapan bayi dan melihat beberapa kebutuhan bayi mereka yang belum ada.Saat akan membayar belanjaan,Ethan membantu Lily duduk di sebuah kursi yang disediakan khusus untuk ibu hamil.Dia menyuruhnya untuk diam di sana sembari menunggu Ethan yang mengantri di kasir.Dengan cepat Ethan berjalan ke kasir dan meninggalkan Lily sendirian.


Lily ingin memperbaiki ikatan rambutnya,saat tak sengaja menjatuhkan jepit rambutnya di lantai.Dia berusaha menunduk untuk mengambilnya,namun dia tidak bisa.Tiba-tiba seorang pria berjas menghampirinya dan berlutut untuk mengambil jepitan rambutnya.Alih-alih memberikan jepitannya pada Lily,dia malah menunduk dan terlihat sedang mengusap kedua matanya bergantian.Lily tahu siapa pria itu.Walaupun sudah lebih dari satu tahun mereka tak pernah bertemu,Lily masih mengenalnya dengan sangat baik.Bahkan aroma parfumnya masih teringat jelas dalam ingatannya.


"Adam",panggil Lily dengan lembut


Dia pun mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Lily.Wajahnya terlihat kurus dan tatapan matanya sendu.Lingkaran hitam di matanya nampak jelas,seolah tak cukup istirahat.


"Lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu?",tanya Adam


"Aku baik-baik saja.Selain perutku yang sesak dan tubuhku yang mulai melar,aku sangat baik",jawab Lily sembari tersenyum


"Tapi kamu tetap terlihat cantik"


Lily tak bereaksi,membuat Adam sedikit canggung.


"Aku ingin meminta maaf atas perlakuanku dimasa lalu padamu.Sebenarnya saat melihatmu tadi,aku ingin mengabaikan mu karena tak tahu harus mengatakan apa padamu.tapi aku merasa sangat bersalah jika tak menemui mu dan meminta maaf secara langsung",ucap Adam dengan mata yang berkaca-kaca


"Aku juga sudah melupakan masa lalu kita yang buruk.Sekarang aku sangat bahagia,hingga rasa sakit yang ku alami sudah hilang tak berbekas.Aku harap kamu tidak terus-terusan merasa bersalah."


Mereka berdua terdiam


"Jika saja saat kamu sakit,aku mengangkat telpon mu dan mengetahui semua kebenarannya,apa jalan takdir kita akan berbeda?",tanya Adam pada Lily


Lily hanya terdiam.Dia berusaha memilah kata yang tepat untuk disampaikan pada Adam


"Aku tak ingin berandai-andai,tapi jika itu bisa menenangkan hatimu,aku akan menjawabnya."


Adam terlihat sangat ingin mendengar jawaban Lily


"Sekalipun saat itu kamu mengangkat telpon ku dan aku mengatakan semua yang terjadi padaku,Tuhan tetap akan membuka jalan lain untuk kita berpisah,karena kita memang ditakdirkan untuk tidak berjodoh.Rezki,jodoh dan maut merupakan takdir yang telah diatur Tuhan dan hanya menjadi rahasiaNya.Aku harap kamu menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada",ucap Lily lembut


"Aku tidak menyesali pernikahan kita.Bagaimanapun, kamu cinta pertamaku dan kita saling mencintai sejak usia belasan.Kamu memberiku banyak kenangan manis yang tak bisa kulupakan.Namun aku harus menutup kenangan itu dan menguncinya rapat-rapat jauh didalam lubuk hatiku.Aku tidak ingin melukai orang yang aku sayangi saat ini.Dia telah berkorban banyak untukku.Memberiku banyak cinta dan kenangan baru yang indah,bahkan lebih indah dibandingkan saat kita bersama.Bagiku,dia cinta terakhir yang menutup lembaran masa laluku yang pahit.Jadi,aku harap,kamu juga melakukan hal yang sama untuk melanjutkan hidup.Jangan terpuruk terlalu lama dan temukan pasangan yang bisa mendampingi mu hingga akhir hayat",lanjutnya seraya mengelus perutnya dan tersenyum


Air mata Adam menetes.Dia melihat ke arah perut Lily,lalu tersenyum dengan ikhlas


"Ethan adalah pria yang baik.Aku bisa merasakan saat pertama kali bertemu dengannya.Kamu ingat, saat dia mengantar tempat bekal itu?Matanya selalu tertuju padamu.Tatapan matanya menunjukkan betapa dia tergila-gila denganmu.Makanya aku sangat kesal padanya sejak awal"


Mereka berdua tertawa.Adam melirik jepitan rambut Lily yang sedari tadi dipegangnya.


"Boleh aku memakaikan jepitan rambut ini padamu untuk terakhir kali?"tanya Adam


Adam berdiri dan berjalan kebelakang Lily.Dia membelai rambut Lily dengan lembut dan memasangkan jepitan rambutnya seraya menghapus air matanya yang terus saja menetes.Usai memasangkan jepitan rambut Lily,dia berjalan ke hadapan Lily dan mengulurkan tangannya


"Walaupun terlambat,selamat atas pernikahan kalian dan semoga bayi kalian lahir dengan selamat"


Lily pun mengulurkan tangannya dan tersenyum senang ke arah Adam,"bayi-bayi"


Adam nampak terkejut mendengarnya dan ikut merasakan kebahagiaan mereka.


Adam pamit dan beranjak pergi meninggalkan Lily.Setelah berjalan beberapa langkah,Adam berpapasan dengan Ethan yang sedari tadi melihat mereka berbincang dari kejauhan.Ethan tersenyum ke arah Adam tanpa raut wajah emosi.Adampun ikut tersenyum dan menghampiri Ethan.


"Selamat atas pernikahan kalian dan atas bayi kembar kalian",ucap Adam sembari menjabat tangan Ethan


"Terima kasih atas ucapannya.Ku harap tidak ada lagi dendam diantara kita"


Adam tersenyum.dia mencoba menguatkan hatinya."Lily pantas mendapatkan pria sepertimu.Dia wanita yang anggun dan berhati lapang.Aku masih sangat menyesal telah melukai hatinya yang begitu lembut.Ku harap kamu selalu menjaganya dan tidak membiarkannya terluka seperti saat bersamaku"


"Aku janji.Kali ini dia tidak akan terluka"ucap Ethan


"Kalau begitu aku pamit.Sore ini aku harus berangkat ke Singapore"


"Semoga perjalananmu lancar dan cobalah untuk membuka lembaran baru"


Adam tersenyum.Diapun berjalan meninggalkan Ethan sendiri.


Ethan berjalan menghampiri Lily yang sudah terlihat sangat bosan


"Kenapa lama sekali?",tanya Lily kesal


Ethan menunduk lalu mengelus perut Lily"kalian lama menunggu ya,maafkan Ayah ya.banyak orang yang antri di kasir"


"Kak ethan hanya mengelus mereka dan tidak menghiraukan ku?"tanya Lily cemberut


Ethan tersenyum lalu bangkit dan mencium kening Lily.


"Aku baru tahu kalau istriku sangat pencemburu"ucap Ethan seraya mengulurkan tangannya pada Lily.


Lily tersenyum,dia meraih tangan Ethan dan berusaha berdiri.Mereka berjalan meninggalkan toko pakaian dan menuju restoran yang sudah dipenuhi keluarga dan para kerabat yang sedang menunggu kedatangan mereka.


...****************...


Deni terlihat sibuk mondar mandir di depan pintu masuk restoran.Dia terlihat sangat cemas karena mereka berdua tak kunjung datang.


"Dari mana saja kalian?Kenapa lama sekali.Kufikir Lily sudah akan melahirkan, makanya kalian belum datang-datang juga.",ucap Deni khawatir


Sebelumnya dia berlari kearah mereka berdua begitu melihat Ethan dan Lily tengah berjalan ke arahnya


"Kami singgah membeli perlengkapan bayi yang masih kurang"


"Apa tidak ada hari lain?Kenapa mesti disaat ada acara kalian baru menyibukkan diri?bikin orang lain khawatir saja"


Lily dan Ethan saling berpandangan.Mereka sama-sama tertawa mendengar ocehan Deni layaknya Ibu mertua


Tiba-tiba seorang wanita berwajah imut muncul dari dalam restaurant.Dia adalah tunangan Deni,Nina.


"Kalian kemana saja.Para orang tua sudah menunggu kalian sedari tadi.Apalagi ibu Ethan,dia sangat heboh,tak sabar menunggu kabar dari kalian"


Deni dan Nina membawa belanjaan yang Ethan bawa dan menyuruhnya segera masuk membawa Lily agar para orang tua tidak membuat keributan.


Saat mereka masuk,ibu Ethan dan ibu Lily langsung menghampiri mereka.Ibu Ethan langsung memukuli anaknya karena membawa anak menantunya berjalan kesana kemari dengan perut sebesar itu.Alex yang sibuk memegang kamera ikut memukuli punggung kakaknya sembari tertawa karena berkesempatan menjahili kakaknya.Namun Ibu Lily berusaha melindungi Ethan dan menghentikan mereka berdua.Dia marah pada besannya karena memukuli anak menantu kesayangannya.


Setelah kegaduhan itu mereda,Lily dan Ethan bersiap mengumumkan jenis kelamin bayi mereka,Alangkah terkejutnya semua orang, saat Ethan dan Lily memecahkan balon dan muncul satu nama bayi laki-laki dan satu nama bayi perempuan.Seketika ruangan menjadi riuh karena bahagia.Lily dan Ethan saling berpandangan dengan tawa yang merekah.Mereka ikut merasakan kebahagiaan keluarga mereka yang sangat menantikan kehadiran buah hati mereka berdua.Ethan memeluk Lily dan menciumnya dengan penuh rasa bahagia.


Air mata kesedihan yang terus saja mengalir di awal pertemuan mereka,kini berubah menjadi air mata bahagia....