Love In Tears

Love In Tears
Bonus : Pernikahan,Janji kita berdua



Sejak pesta bujang berakhir dengan chaos,akhirnya Lily membatalkan proses pingit dan memberi kelonggaran bertemu sekali sehari pada Ethan,dengan aturan bertandang ke rumah Lily.Dia juga lebih sering menghubungi Ethan semenjak kejadian itu.


"Kak Ethan ada dimana?",tanya Lily.


"Masih di kantor.Ada apa?".


"Kakak jadi datang malam ini?".


"Tentu saja.Mau ku bawakan sesuatu?".


"Tidak.Aku akan memasak makan malam bersama Ibu,untuk Kak Ethan.Apa kak Ethan mau di buatkan sesuatu?".


"Bisa buatkan aku rendang?".


"Rendang?Tentu saja.Aku siap-siap masak dulu ya.Jangan lupa,kabari aku jika sudah berangkat dari hotel.daa Love you".


"Love you too".


Ethan akhirnya bisa semangat bekerja dan melupakan kejadian memalukan yang hampir merenggut keperjakaannya.


...****************...


Sedangkan Alex,harus merasakan hukuman dari Ibunya dan membuatnya meringkuk di rumah selama satu bulan.Kartu kreditnya disita dan tanpa uang cash selama sebulan.Tiap malam,Alex datang merengek pada kakaknya di kamar,karena tak bisa keluar bersama temannya.


"Kak,tolong aku,huhu...bilang pada Ibu aku sudah minta maaf pada Kak Lily.Aku sungguh menyesal sudah melakukannya.Aku janji aku tidak akan membuat hal aneh pada kakak,huhu...."


Bukan tak mau.Ethan dan Lily pun sudah memohonkan ampun pada Ibunya.Namun Ibunya sudah menutup pintu maaf pada Alex.


"Ibu menghukumnya bukan karena masalah pesta bujang saja.Ibu menghukumnya atas segala perbuatan anehnya yang selama ini dia perbuat.Kalo dia di Amerika,Ibu kasihan jika harus memblokir kartunya.Tapi karena dia di Indonesia,Ibu sekalian saja menghukum perbuatannya yang sudah lalu-lalu,karena dia tidak mungkin menjadi gembel dan mati kelaparan disini.Ini kesempatan bagus untuk Ibu melampiaskannya sekaligus.Hahahaha...."


Dan Ethan pun tak bisa membantunya sama sekali.Namun karena Alex tak berhenti mengganggunya,bahkan jika dia pulang ke apartemen atau hotel untuk menghindarinya,dia terus saja menempel seperti jamur yang tumbuh dimana saja.Akhirnya Ethan menyerah dan memberi kartu debet miliknya,dengan catatan ada batasan limit belanja perharinya.


"Ini kartu debet kakak.Kartu ini tidak terlacak oleh Ibu,karena ini tabungan hasil jerih payah kakak selama bekerja.Kamu hanya bisa membelanjakan maksimal satu juta sehari,tidak boleh lebih.Jika ketahuan belanja lebih dari itu,aku akan mengambilnya kembali".


Seolah mendapat angin segar,Alex menerimanya dengan tangan terbuka.


"Terima kasih kak.Aku tidak akan lupa jasa-jasamu sampai aku tua nanti!Kalau perlu,akan ku beri semua sahamku untuk kakak kelola dan kita berbagi keuntungan",ucap Alex sambil tersedu-sedu.


"Enak di kamu tidak enak di aku".


Alex tertawa cekikikan.


"Satu hal lagi!Jika ibu sampai tahu,maka kamu akan tanggung sendiri akibatnya ya,Kakak tidak ikut campur".


"Siap bos!",ucap Alex seraya memberi hormat pada Ethan.


Dan mereka pun berakhir tidur bersama tiap malam,walaupun Ethan terpaksa melakukannya.


...****************...


Sementara Deni?


Tak perlu menceritakan dia.Dia sendiri tak ingin diceritakan🥺🥺🥺.


Semenjak Deni melihat Nina di pesta bujang malam itu.Dia pun tak bisa berkonsentrasi kerja.Dia terus saja memikirkan bagaimana cara bertemu dengannya dan membuatnya jatuh cinta.


Awalnya Lily tak ingin memberi tahu apapun tentang Nina pada Deni.Namun setelah melihat sendiri kondisinya melalui video call yang disambung Ethan,dia akhirnya iba dan memberi informasi padanya tentang Nina


"Nina itu teman kuliahku.Dia punya usaha kafe dan clothing.Dia anak yang tomboy dan tak suka hal-hal yang berbau romantis.Jadi jangan coba-coba mendekatinya dengan cara pangeran berkuda jika tak mau ditendang olehnya",ucap Lily memberi informasi via video call.


"Lalu aku harus mendekatinya dengan cara apa?",tanya Deni putus asa.


"Hmm...Bagaimana kalau kamu memberinya sesuatu yang lain daripada yang lain,mawar hitam misalnya.Dia pasti suka!Juga ajak dia menonton film horror.Dia sangat suka!Mau barat,eropa,asia.Asalkan horor,dia pasti suka".


Setelah perbincangan terakhirnya dengan Lily beberapa hari yang lalu,Deni tak kunjung mendekati Nina dan semakin terlihat lesu.


"Dimana aku harus cari mawar hitam?Nonton horor pula.Apa tidak ada cara lain?",tanya deni pada Ethan saat jam istirahat di kantor.


"Apa kamu sudah menyerah mendekatinya?"Ethan balik bertanya.


Deni melotot ke arah Ethan,"Tentu saja tidak!".


"Aku sudah searching di google.Mawar hitam ada tumbuh di Turki.Bagaimana kalau kamu mengajaknya kesana.Lalu ajak dia nonton film horor disana.Bagaimana?".


"Tapi mana sempat aku berlibur kesana?Masa aku tega pergi berlibur,sedangkan sahabatku satu-satunya akan menikah!Lebih baik aku menyerah untuknya daripada tidak menghadiri pernikahan terakbar sahabatku".


Ethan terharu mendengar kata-kata Deni.Matanya mulai berkaca-kaca dibuatnya.


"Bagaimana jika aku bulan madu dengan Lily ke turki.Kamu bisa sekalian ikut dan mengajak Nina ke sana.Jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama pasangan masing-masing,kita bisa double date!bagaimana?",usul Ethan.


Deni agak bingung mendengar penjelasan Ethan.Tapi yang pasti,dalam pendengarannya,Deni dan Nina bisa pergi setelah Ethan dan Lily menikah dan dia sangat setuju mendengarnya.


"Halo sayang,kamu lagi apa?".


"Aku lagi ke salon sama kedua Ibu kesayanganku.Ada apa?".


"Bagaimana kalau bulan madu,kita ke Turki?".


"Turki?Kenapa?".


"Deni ingin menyatakan perasaannya pada Nina dengan mawar hitam.Dan mawar itu cuma ada di Turki.Tapi dia tidak ingin pergi sebelum kita menikah.Jadi,aku bilang pada Deni untuk sekalian pergi bersama kita.Kita juga belum menentukan tempat bulan madu kan?".


"Dia serius mau mendekati Nina?".


"Serius lah,tapi dia butuh bantuan darimu".


"Bantuan?bantuan apa?".


"Bagaimana caranya kamu membujuk Nina untuk ikut dengan kita".


"Itu gampang.Nina kan suka kalau di ajak jalan-jalan gratis".


"Sungguh?!Berarti Deni semakin dekat satu langkah".


"Kita jadinya bulan madu ke Turki?".


"Kalau kamu tidak keberatan".


"Tentu tidak!Aku sangat ingin kesana".


"Baiklah kalau begitu,selamat bersenang-senang dengan Ibu dan sampai ketemu sebentar malam,love you".


"Love you too".


Begitulah akhirnya.Deni akan memulai petualangan cintanya di Turki.


...****************...


Setelah Ethan dan Lily menunggu selama sebulan,akhirnya hari H pun tiba.Ethan terlihat sangat gugup,namun juga terlihat tampan dengan balutan pakaian adat modern dalam proses akad.


Setelah seluruh keluarga dan dan para tamu hadir memenuhi hotel,acara pernikahan mereka pun dimulai.Ethan menguatkan hatinya agar tak membuat kesalahan sedikit pun dihari bahagianya.


Terdengar suara lirih Ayah Lily yang mempertanyakan kesediaan Ethan,untuk meminang putri semata wayangnya.Mempertanyakan keseriusan Ethan,menjadikannya wanita paling bahagia.Dengan tegasnya,Ethan mengikrarkan janji pada Lily,untuk menjadikannya pasangan sehidup semati,dihadapan para saksi dan dihadapan Tuhan.


"Apakah semua sah?"


Seluruh undangan tamu berteriak dengan kompaknya


"Sah!!!"


Hiruk pikuk bergemuruh hingga di sudut ruangan.Ethan terharu hingga meneteskan air mata.Ia kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Lily.Teringat saat dia menyerah untuk mendekatinya.Teringat akan takdir yang ternyata memberinya jalan yang lain.Jalan yang tak dia sangka akan membawanya pada cinta pertamanya.


Kedua orang tua Lily ikut menangis terharu,melihat raut wajah bahagia Ethan.Ibu Ethan juga sangat terharu,sekaligus bersedih.Dia teringat akan suaminya yang telah tiada dan tak mungkin bisa menghadiri pernikahan anak sulungnya.


"Pa,apa kamu melihat dari sana?Anakmu akhirnya menikah",bisik Ibu Ethan seraya mengelus bangku kosong yang diberi setangkai bunga mawar.Bangku kosong itu khusus di tujukan untuk mendiang Ayah Ethan.


Sementara Alex,tak henti-hentinya menangis melihat kakaknya,yang dengan tegas mengucapkan kata-kata sakral sebagai bentuk cintanya pada Lily.


"Kak,selamat!Akhirnya kakak punya pasangan yang sangat kakak cintai",ucap Alex tersedu-sedu.


Alex memeluk Ibunya yang duduk disampingnya.Mereka saling berpelukan karena bahagia melihat Ethan bahagia.Deni yang duduk di dekat Ethan,sebagai saksi nikah,ikut menangis.Sesekali dia mengelap air matanya dengan tisu.Akhirnya dia bisa bernafas lega,melihat Ethan bisa hidup dengan bahagia.


Lily keluar dari tempatnya menunggu setelah sah menjadi istri Ethan.Dia berjalan dengan anggun,menuju ke tempat Ethan duduk dan menyambutnya sebagai pasangan sehidup semati.Lily terlihat sangat cantik menggunakan gaun kebaya modern yang menjuntai hingga ke lantai.Bibirnya tersenyum sumringah.Lily menatap Ethan dengan penuh rasa bahagia,hingga air mata bahagia menetes di pipinya.Ethan semakin terharu melihat wajah bahagia Lily dan kembali menangis.


'Sekarang dia wanitaku'


Ethan tak sabar menunggu istri tercintanya.Dia mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Lily.Lily pun mengulurkan tangannya menyambut pria yang telah bersedia berbagi luka dengannya.Membuatnya teringat kejadian-kejadian terpenting dalam hidupnya sejak bertemu dengan Ethan.


Dimulai saat ia membuka mata di rumah sakit.Dia menemukan Ethan yang tertidur di sofa dengan kondisi penuh luka.Meski begitu,tak sekalipun dia beranjak meninggalkan Lily sendiri.Ethan setia menjaga Lily,disaat tubuh dan jiwanya tersakiti.Dialah pria yang ada untuknya saat itu.


Lalu di saat dia berpura-pura tersesat hanya untuk mengejar Lily.Ethan memberinya sebuah jaket untuk menjaga martabatnya sebagai seorang wanita.Dialah pria yang ada untuknya saat itu.


Lalu di saat Ethan menjaganya dan menghiburnya dikala Lily dirundung kesedihan akibat perselingkuhan suaminya.Dialah pria yang ada untuknya saat itu


Lalu di saat semua orang tak percaya padanya dan membuatnya mengasingkan diri.Ethan justru datang menjemputnya dan membersihkan nama baiknya.Dia jugalah pria yang ada untuknya saat itu.


Setelah Ethan mengucapkan janji untuk menjadikannya istri,Lily pun ikut berjanji dalam hatinya untuk menyayangi Ethan dan menjadikannya suami yang paling bahagia.


Mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.Saling berjanji untuk hidup dengan bahagia...selamanya...bersama...