
Keluarga kecil Pak Hartono Halim terlihat sedang berjejer di depan pintu masuk rumah mereka.Di mulai dari Ibu,Ethan,Lily lalu Alex.Mereka tengah menyambut keluarga besar dari Ayah mereka yang akan datang merayakan tahun baru bersama.
Nampak dari kejauhan beberapa mobil sedan mewah berwarna hitam berjalan beriringan menuju rumah mereka.Dengan rapi mobil itu berhenti secara bergantian tepat di teras rumah,menunggu penumpang mereka turun lalu ke tempat parkir yang sudah disediakan oleh tuan rumah.
Dimulai dari keluarga Jeni yang ayahnya merupakan adik pertama Ayah Ethan,Paman Liu Che Woo atau lebih dikenal dengan Paman Joseph liu.Paman Joseph datang bersama Bibi Vivian dan kedua anak kembarnya Jena Liu dan Jeni Liu.
Ibu Ethan nampak berseri-seri menyambut kedatangan mereka.Setelah menyapa paman,Ibu Ethan sibuk berbincang dengan Bibi Vivian,sementara Jena dan Jeni sibuk mengobrol dengan Lily sambil mengelus perut besarnya yang sembilan minggu lagi akan lahiran.Sedangkan Paman Joseph menghampiri Ethan dan Alex dan menyalami keduanya dengan raut wajah penuh kerinduan.
"Bagaimana kabar Paman?",tanya Ethan
"Baik-baik saja.Kalian bagaimana?Bisnis dan kuliah kalian berjalan lancar?"
"Bisnis sangat lancar.Aku ada proyek yang butuh kolaborasi dengan hotel Paman.Tapi kita bahas setelah tahun baru,bagaimana?Paman berminat?",tawar Ethan.
"Tentu saja Paman berminat.Apapun proyeknya,pasti Paman akan terima dengan senang hati!",jawabnya santai sambil tertawa.
Melihat kedatangan adik kedua Ayah Ethan,Paman Joseph beserta keluarga pun menepi dan ikut bergabung dengan keluarga Ethan menyambut keluarga adik perempuan mereka satu-satunya,yakni Bibi Liu Wai Yu atau akrab dipanggil Bibi Laura Liu,bersama suami koreanya Paman Park Hyun ki dan anak semata wayang mereka yang seumuran dengan Alex,Park Christian.
"Bagaimana kabar Kakak?",sapa Bibi Laura pada Ibu Ethan,Paman Joseph dan Bibi Vivian setelah bibi Laura dan suaminya bersalaman sambil berpelukan dengan seluruh anggota keluarga.
"Seperti yang kamu lihat hari ini,kami baik-baik saja"
Sementara Christian,segera berjalan ke arah Alex.Serasa mendapat angin sejuk,Alex senang melihat kehadiran Christian.
Mereka akrab satu sama lain karena kuliah di kampus yang sama di Amerika,namun di jurusan yang berbeda.Sesuai gayanya yang menggunakan kaca mata dengan minus yang cukup tinggi,Christian merupakan calon ilmuwan di bidang studi kimia.
"Kapan kamu balik ke kampus?",tanya Christian pada Alex.
"Entahlah,setelah acara tahun baru aku masih ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga Ibuku disana.Mungkin setelah Imlek.Kebetulan Kak Lily akan melahirkan sekitar dua bulan lagi.Kalau kamu?"
"Aku akan pulang lusa.Aku dan beberapa kawanku akan mengikuti lomba science di Kanada awal bulan februari.Jadi kami harus melakukan persiapan sebulan sebelumnya"
Alex hanya bisa mengangguk,"Ya,setidaknya satu dari kita bisa mengikuti jejak Kak Ethan.Lulus tepat waktu!",jawab Alex
"Maksud kamu?",tanya Christian tak paham.
"Ah sudahlah,tak usah di bahas.Lebih baik kita duluan ke meja makan.Setelah ini hanya akan ada paman Francis dan Paman Peter.Kamu tahu kan Paman Peter orang yang seperti apa?!Bisa-bisa aku akan dapat ceramah sampai keluarga kita selesai makan malam.Atau bahkan sampai kembang api selesai dinyalakan",ucap Alex
Sambil merangkul Christian,Alex berjalan ke ruang makan meninggalkan para orang tua yang sibuk berbincang sambil menyambut adik ketiga dan adik ke empat yang berjalan bersamaan dari arah tangga.
"Halo semuanya,bagaimana kabar kalian?",teriak adik ke empat,yang hanya ingin di panggil Paman Peter,sambil berjalan mendekat.
Adik ketiga bernama Liu Ka Shing atau akrab di sapa Paman Francis terlihat berjalan di samping Paman Peter seraya menggendong anak lelakinya,Liu Akihiro yang berusia dua tahun.Paman Francis terus saja tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.
Sementara istrinya yang orang asli jepang,Bibi Aiko berjalan disampingnya sambil bergandengan dengan anak gadisnya Liu Eiko,yang berusia tujuh belas tahun.
Mereka pun bersalaman sambil berpelukan satu sama lain.
"Apa kamu masih saja sendiri tahun ini?",tanya Ibu Ethan iseng pada Paman Peter
"Seperti yang Kakak lihat,aku masih datang sendiri.Aku terlalu sibuk mengurus hotel di macau dan membuka cabang hotel di dubai,jadi tak sempat mencari pasangan",canda paman peter.
"Sesibuk-sibuknya paman,tetap harus mencari pendamping yang akan melahirkan penerus bisnis paman",celetuk Ethan.
"Ini juga karena ulahmu.Ku pikir kamu akan membujang seumur hidup,jadi aku berniat menemanimu untuk hidup menyendiri dan tua bersama,ternyata kamu mengkhianatiku dengan menikahi gadis cantik di Indonesia",gurau Paman Peter.
"Jangan jadikan Ethan alasan.Memang dasarnya kamu yang terlalu sibuk mengejar karir.Sudah Kak,sebaiknya carikan saja dia jodoh agar uangnya bisa dia habiskan untuk anak istrinya bukan di tempat kasino!",tukas Paman Francis.
"Benar kamu mau kalau kakak carikan jodoh?",tanya Ibu Ethan
"Yaa,kalau kakak bisa menemukan gadis yang cantik alami,lembut dan pintar memasak seperti Lily aku mau-mau saja!"
"Kamu terlalu banyak menuntut.Umurmu saja sebentar lagi memasuki kepala empat,mau dicarikan daun muda seperti Lily",tukas Bibi Laura
"Umur boleh tua,tapi ketampanan tak kalah dari Ethan.Banyak gadis muda yang coba mendekat,tapi aku tidak tertarik dengan gadis-gadis jaman sekarang karena pikiranku masih kolot.Aku ingin istri yang bisa memanjakan ku"
"Kenapa tidak sekalian cari yang seumuran Bibi Vivian saja paman?Kan Bibi Vivian jago masak dan sangat hormat dengan Paman Joseph!",tiba-tiba Eiko bersuara yang mengundang gelak tawa seluruh keluarga di ruangan itu.
"Kakak janji akan mencarikan gadis dengan kriteria seperti yang kamu inginkan.Tapi sebelum itu,kita sebaiknya makan malam lalu melanjutkan pesta kembang api di halaman belakang",ucap Ibu Ethan yang mengakhiri percakapan.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan,dimana Alex dan Christian sudah menunggu sambil memakan dessert yang diminta lebih dulu oleh Alex pada salah satu Co Chef yang menyiapkan makan malam mereka.
...****************...
Sementara sepupu mereka sedang sibuk bermain kembang api bersama.Jena dan Jeni pun tak mau kalah dan ikut bermain bersama mereka.
Lily tak ikut bergabung dan hanya sibuk memandangi mereka dari teras belakang dekat kolam renang sambil berbaring di sun lounger.Ethan yang muncul dari dalam rumah terlihat membawa selimut tipis dan segelas air hangat.Ia meletakkan gelas di atas meja kecil di samping Lily lalu duduk di tepi kursi sambil menyelimuti Lily.
"Kamu tidak mau ke kamar?Disini dingin",tanya Ethan lembut.
"Aku ingin disini sampai Pak Albert selesai menyalakan petasan",jawab Lily.
"Baiklah,aku akan menemanimu disini"
Ethan pun berjalan ke arah sandaran kursi lalu duduk tepat dibelakang Lily.Dia menyandarkan Lily ke dadanya lalu menyelimuti seluruh badan Lily dengan selimut agar tidak kedinginan sambil merangkulnya dari belakang
Tak lama kemudian Ibunya menoleh lalu memberi isyarat pada mereka berdua
"Kalian tidak kemari?Kami sedang membakar daging dan jagung!",teriak Ibu
"Tidak bu!Kami disini saja!",Ethan balas berteriak.
Tanpa menjawab sahutan anaknya,Ibu Ethan terlihat memanggil Alex dan berbicara dengannya sambil memberinya piring berisi jagung dan daging bakar.Alex pun berjalan mendekat ke arah Lily dan Ethan.
"Ibu bilang ini untuk kak Lily",ucap Alex sambil meletakkan piring di atas meja kecil.
"Sepertinya Ibu tidak tenang jika aku tidak ikut menikmati daging yang ia bakar",ucap Lily
"Kak Lily seperti tidak tahu Ibu saja.Kalau dia sudah bertekad,tidak ada kata menyerah meski harus berguling-guling di tanah",celetuk Alex.
"Sepertinya kamu tidak kapok jika kartumu di sita Ibu",canda Ethan.
Tiba-tiba Alex tersentak kaget lalu cengengesan melihat kakaknya.
"Kak Ethan bisa saja.Aku tidak menjelek-jelekkan Ibu.Hanya menyampaikan fakta yang sebenarnya",Alex memberi alasan.
"Kak Lily jangan lupa makan ya titipan dari'Ibu mertua kesayangan Kak Lily yang paling cantik'.Aku mau kembali bermain kembang api bersama yang lain.Daa..."
Lily tertawa lepas melihat tingkah Alex yang lucu,sementara Ethan tersenyum melihat wajah bahagia Lily.
"Kenapa kak Ethan selalu usil pada Alex?",tanya Lily setelah berhenti tertawa.
"Aku hanya suka melihat wajah paniknya.Dulu aku tidak pernah melakukannya karena tidak tega menjahili adikku,tapi melihat ekspresinya yang lucu,aku jadi ketagihan ingin mengganggunya"
"Kalau tahun depan kita berkumpul seperti ini,mungkin kita akan sibuk berlarian mengawasi si kembar",tiba-tiba Lily mengalihkan pembicaraan.
"Atau bisa saja Ibu dan Alex yang akan kewalahan menjaga mereka sementara aku akan kewalahan mengurusimu yang sedang hamil",khayal Ethan
Mendengar perkataan Ethan,Lily segera menoleh sambil membelalakkan matanya.
"Apa Kak Ethan akan membombardirku dengan kehamilan tiap tahun?",pekik Lily.
"Siapa yang tahu rahasia Tuhan di masa depan.Bisa saja kan kita di titipi anak lagi!",ucap Ethan berandai andai.
Lily terpaku mendengar ucapan Ethan sementara Ethan tersenyum sambil mengecup kening Lily.
"Aku sudah cukup bahagia dengan kehadiran kedua anak kita,tapi kalau Tuhan memberi kepercayaan lagi,aku tidak akan menolak,asalkan kamu bersedia",ucap Ethan lembut.
"Aku juga tidak akan menolak.Tapi aku ingin diberi kesempatan untuk membesarkan mereka berdua sebelum menambah momongan.Apa Kak Ethan keberatan?"
"Tentu saja tidak!Apa yang membuatmu bahagia,aku akan menurutinya.Karena yang aku inginkan berada di sampingku sampai ajal menjemput hanya kamu"
Lily hanya tersenyum sambil mengelus kepala Ethan dengan lembut.
Tiba-tiba terdengar letusan kembang api yang mengarah ke perbukitan.Langit malam pulau lantau di penuhi dengan kilauan cahaya warna warni kembang api.Pak Albert yang sibuk mengarahkan karyawan untuk menyalakan kembang api,terlihat sangat puas saat petasan melesat tinggi ke angkasa dan menciptakan letusan serta kilauan berbentuk palm dan chrysantheum yang disertai tulisan happy new year kemudian ucapan selamat pada keluarga besar Liu lalu yang terakhir menampilkan gambaran wajah Kakek Ethan.
Keluarga besar mereka yang menyaksikan kembang api itu,seketika bertepuk tangan sambil berpelukan satu sama lain.Nampak suasana haru menyelimuti mereka menyambut tahun yang baru.
"Kita bergabung kesana?",tanya Ethan yang dijawab anggukan oleh Lily.
Sembari mengalungkan selimut ke tubuh Lily.Ethan menggandeng tangan Lily dan berjalan ke arah keluarga mereka.
Malam itu benar-benar mereka habiskan dengan acara sederhana sambil bercengkrama.Meski keluarga mereka memiliki keberagaman,namun nyatanya tak menyurutkan rasa kekeluargaan diantara mereka.
Mereka pun kembali ke dalam rumah dan tidur di kamar masing-masing setelah merasa lelah di pukul tiga dini hari.