Love In Tears

Love In Tears
Malam pertama Ethan



Pesta pernikahan Lily dan Ethan baru saja usai.Seluruh kerabat sudah sangat lelah dan kembali ke kamarnya masing-masing.


Sementara di kamar pengantin,beberapa karyawan hotel masih tampak sibuk membantu Lily untuk membersihkan sisa make up dan merapikan rambut Lily seperti sebelumnya.Ethan yang sudah berganti pakaian terlihat sibuk menatap Lily di sofa.


Setelah pekerjaan mereka selesai,para karyawan hotel meninggalkan mereka berdua.Lily masih asyik duduk di depan meja rias,seraya menyisir rambutnya dengan pelan,sementara Ethan berjalan menghampiri Lily dan mengecup pipinya.Lily tersenyum malu dibuatnya.


"Mau berendam bersamaku?",bisik Ethan ke telinga Lily yang membuatnya geli.


"Kak Ethan duluan saja,nanti aku menyusul",jawab Lily manja.


Ethan hanya tersenyum dan mengikuti perintah Lily.Dia pun berjalan ke rooftop untuk menikmati langit malam sambil berendam di dalam kolam jacuzzi yang telah dipenuhi kelopak mawar merah.Kamar hotel yang mereka tempati,merupakan kamar hotel khusus yang Ayah Ethan rancang untuk keluarganya,dengan fasilitas lengkap dan mewah dilantai teratas hotel mereka,lantai 32. Kamar itu belum pernah di tempati,bahkan oleh Ayah dan Ibunya,seakan Ayah Ethan membuatnya sebagai hadiah pernikahan Ethan.


Saat Ethan memejamkan mata,menikmati air hangat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya,Lily memanggil nama Ethan tanpa sebutan kakak.


"Ethan".


"Ethan".


Ethan tersenyum mendengar suara Lily yang terdengar nakal,seolah Lily sengaja memancingnya untuk melakukan sesuatu padanya.Ethan membuka matanya.Dia mendapati Lily berdiri di pinggir kolam,tepat di hadapan Ethan.Dia menggunakan jubah tipis yang menampakkan lekuk tubuhnya.


Lily turun ke kolam,berjalan menghampiri Ethan dengan jubah yang masih melekat di tubuhnya.Ethan hanya terdiam di tempat dan menyambut Lily dengan ciuman.Jari-jari Lily yang lentik bergerak nakal dan menyentuh seluruh tubuh Ethan dengan lembut, membuatnya merasakan hawa panas dari dalam tubuhnya dan ingin melampiaskannya pada Lily.Dia menggigiti tubuh Lily hingga berbekas,membuatnya mengeram kesakitan namun tak ingin menghentikannya.


"Aku mencintaimu Lily,hanya mencintaimu"bisik Ethan mendesah


Dengan tubuh yang basah,Ethan mengendong Lily tanpa melepaskan ciumannya dan membawanya ke sofa bed.Dia mendudukkan Lily di tepi ranjang lalu setengah berlutut di hadapannya.


"Maukah kamu mengajariku untuk pertama kalinya?",bisik Ethan lembut.


Lily tersenyum nakal pada Ethan,"kamu bersedia melepaskan keperjakaanmu padaku?",tanya Lily nakal.


"Tentu saja",ucap Ethan dengan senyum sumringah.


Lily menarik tangan Ethan dan membaringkannya di ranjang.Dia menyentuh dada Ethan dengan sangat pelan dan lembut,membuatnya merasakan sensasi yang tak biasa di tubuhnya.Ethan seakan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Lily padanya.


"Baiklah muridku!Aku hanya mengajarimu sekali,jadi perhatikan baik-baik apa yang ibu ajarkan malam ini",ucap Lily nakal seraya membuka jubahnya.


Dan mereka pun menghabiskan malam itu dengan penuh gairah.Ethan hanya mempelajarinya selama 5 menit dan kembali menguasai keadaan hingga malam berlalu dan rasa kantuk menghampiri mereka.


Lily tertidur dalam pelukan Ethan.Sementara Ethan tak henti-hentinya mengecup kening istrinya dan ikut tertidur disamping Lily.


...****************...


Ethan tak melepas pandangannya pada Lily yang sedang bersandar di pundaknya.Wajah lelah karena semalam,tampak jelas di wajahnya.Mereka sedang berada di atas pesawat jet pribadi milik Ethan dan berangkat menuju Halfeti,Turki untuk berbulan madu.


Tak tega melihatnya tertidur dalam keadaan duduk,Ethan mengangkat Lily dan membaringkannya di sofa yang lebih panjang.Dia mengambil bantal kecil dan selimut tipis lalu memakaikannya pada Lily.Dengan setia,Ethan berjongkok seraya mengelus rambut Lily hingga dia benar-benar terlelap dan kembali duduk di sofa.


Sementara Deni dan Nina yang sedang duduk berhadapan,tak saling menegur satu sama lain.Deni ingin mencoba memulai percakapan dengannya,namun raut wajah ketus Nina membuatnya tak berani mengatakan satu kata pun.


"Apa kalian akan terus diam satu sama lain?",


tanya Ethan pada mereka berdua seraya memainkan ipadnya


"Aku tidak punya hal yang ingin dibahas dengannya",ucap Nina datar dan asyik membuka majalah.


"Apa?!",Nina terdengar menggertak


Nyali Deni kembali ciut.


"Deni menyukaimu!",ucap Ethan spontan seakan hal itu tak begitu penting untuk dikatakan dengan penghayatan.


Seketika Deni berbalik pada Ethan yang duduk membelakanginya,lalu menjitak kepalanya.


"Aow,,sakit tahu!".


Nina mencoba menahan tawa,tapi tak bisa.Dan akhirnya dia tertawa terbahak-bahak hingga air matanya mengalir.


"Si cungkring ini suka sama aku?Nggak salah?Bukannya kamu suka dengan wanita seksi seperti saat di acara aneh itu?".


Deni menggeleng panik.Dia berusaha ingin memberi penjelasan.


"Jangan salah,cungkring begitu tapi ceweknya dari segala penjuru dunia.Mau yang eropa,amerika,afrika,asia.Mata sipit,bulat,kulit berbintik,hitam putih,coklat.Semua sudah pernah di kencaninya saat jaman kuliah di Amerika."


"Ethan!Nina,jangan percaya omongan dia!"


Nina melongo seakan tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Tapi sejak kami pulang dari Amerika,dia tak pernah lagi menggaet wanita satupun,selain saat berjoged dengan wanita di pesta bujang waktu itu.Itupun dia tak menyentuhnya dan hanya berjoged ramai-ramai"


Reaksi wajah Nina kembali berubah,kali ini dia tersenyum sambil menatap wajah Deni yang terlihat seperti anak kucing yang teraniaya


"Jadi bisa ku pastikan dia benar-benar jatuh cinta padamu.Setelah sekian lama dia tak menyebut nama wanita,akhirnya dia memintaku dan Lily membantunya mendekatimu".


Deni seakan ingin berlari memeluk Ethan.Dia terharu mendengar kata-katanya barusan.


'Ternyata dia selalu memperhatikanku.Ethan,aku sayang kamu' ,batin Deni


"Jadi,perjalanan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh kalian bertiga?",tanya Nina pada Ethan,namun tetap memandang Deni


Baru saja Ethan ingin bicara,Deni sudah lebih dulu mengatakannya pada Nina


"Lily bilang padaku,kamu menyukai segala sesuatu yang berwarna hitam,jadi aku ingin mengajakmu melihat mawar hitam di Halfeti.Tapi aku tidak berani mengajakmu secara langsung.Ethan dan Lily bersedia membantuku dengan mengajakmu ikut,sekalian mereka bulan madu"ucap Deni sedikit takut


"Bunga mawar hitam?",tanya Nina


Deni mengangguk


"Tapi bisakah kita melihatnya berdua saja?Aku tidak ingin jadi obat nyamuk pasangan pengantin baru"


Senyum Deni seketika merekah,dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.Sementara Ethan berusaha menahan tawanya dan terus saja memainkan ipadnya.


Lily yang sedari tadi tertidur,tiba-tiba terbangun.Dia melihat heran ke arah Ethan yang terus saja menahan tawa seraya memainkan ipadnya.Matanya beralih ke Nina yang juga terlihat senyum-senyum malu menatap Deni.Sedangkan Deni tak terlihat ekspresinya karena membelakangi Lily


"Apa sesuatu baru saja terjadi?",tanya Lily heran pada ketiganya


Sontak ketiganya berbalik dan tersenyum melihat wajah Lily yang bingung.