Love In Tears

Love In Tears
Hongkong we coming



Setelah Lily dinyatakan positif hamil,Ethan mengurangi jadwal kerjanya di kantor dan menghabiskan banyak waktu bekerja dari rumah.


Tak seperti pagi biasanya,kini Ethan disibukkan dengan mengatur pola makan yang baik untuk Lily,secara dia sedikit rewel di tri semester awal.


Dia tak suka bau asap makanan,tak mau makan bawang,tak mau makan makanan yang berminyak,tak mau ikan,tak mau makanan yang dibakar atau digoreng dan tak mau nasi!


Ethan menyingkirkan lemari parfum dari kamarnya dan memakai sabun khusus yang tak beraroma.Tidak pakai pewangi di pakaian dan tidak boleh menyemprotkan pengharum ruangan.


Wajahnya pun terlihat kacau karena Lily minta di garuk semalaman yang"katanya"sampai tertidur,namun berujung terbangun jika berhenti menggaruk.


Pagi ini dia membuat jus apel yang di campur buah naga dan yogurt.Pekerjaan rutin yang dilakukannya tiap pagi dengan buah yang berbeda-beda tergantung keinginan Lily.


"Pagi tuan putriku yang cantik,ini jus buah pesanan tuan putri.Buah naga seberat 100 gram yang dicampur apel seberat 50 gram dan yogurt sebanyak 2 sendok makan.Tidak kurang dan tidak tidak lebih",ucapnya sembari tersenyum ke arah Lily


"Terima kasih sayang",jawab Lily dengan lembut.


Usai meminum jus buah buatan Ethan,Lily bermain piano yang Ethan belikan untuknya yang diletakkan di ruang tengah,sementara Ethan sedang mengerjakan tugas kantor seraya menikmati alunan musik piano yang dimainkan Lily.


Tiba-tiba handphone Ethan berdering,telepon dari Deni.


"Halo den"


"Halo Ethan,aku ada punya kabar baik sekaligus mengkhawatirkan untukmu"


"Kabar apa?"


"Aku baru saja dapat info dari GM di Hongkong,event tahunan seni musik akan diadakan kembali di venue kita."


"That's good news.Apa yang harus dikhawatirkan?",tanya Ethan yang masih sibuk dengan laptopnya


"Karena ini event besar jelang akhir tahun,kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada orang lain,tanpa mengontrol persiapannya secara langsung.Event-event seperti ini harus kita rancang sebaik mungkin demi nama baik perusahaan.Dan kita punya waktu enam bulan untuk memulai persiapan ini"


"Enam bulan?"


"Iya,dengan kata lain,kita harus di hongkong selama enam bulan"


Seketika ucapan Deni bagai petir di siang bolong.Ethan menoleh ke arah Lily yang sedang asyik bermain piano.Dia tidak mungkin meninggalkan istrinya yang hamil,apalagi dengan keadaan ngidam Lily yang absurd seperti ini,tak mungkin dia mau menyusahkan orang lain untuk melakukan permintaan macam-macam Lily.Namun dia juga tak bisa membiarkan proyek ini tanpa turun tangan langsung.


Deni langsung paham atas kediaman Ethan,namun pekerjaan tetap pekerjaan.Nama baik perusahaan Ayahnya ada di tangan Ethan.


"Sebaiknya kamu bicarakan baik-baik dengan Lily,tapi jika aku jadi kamu,aku akan menjadikannya two in one."


"Two in one?"


"Ya,tapi ini cuma saranku saja.Sebaiknya kamu ajak Lily ikut ke Hongkong untuk tinggal disana sementara waktu dan kamu juga bisa sekalian bekerja,gampang kan?Tapi kamu harus membicarakannya dulu dengan Lily.Kalau dia setuju,kita bisa membawanya bersama kita"


"Berapa waktu yang bisa ku pakai berpikir?"


"Satu hari"


"Satu hari?"


"Iya,satu hari,tidak lebih.Proyek ini butuh perhatian lebih karena akan ada kerja sama antar negara melalui event seni ini"


"Baiklah,akan ku usahakan bicara pada Lily"


"Jangan usahakan,tapi harus!Besok aku ingin dapat kabar.Jika tidak,aku yang akan menyampaikannya pada Lily"


"Oke!Oke!Jangan tekankan itu padaku,biar aku bisa berpikir jernih".


"Baiklah,selamat mencoba"


Deni menutup teleponnya.


Ethan menelan ludah.Dia mendekati Lily dan duduk di sampingnya yang masih asyik bermain piano.Begitu merasakan kedatangan Ethan,Lily langsung menyandarkan kepalanya di pundak Ethan


"Sayang,aku ingin membicarakan sesuatu denganmu!"


"Apa kak?"


"Aku ada proyek di hongkong"


"Hmm"


"Dan harus tinggal disana selama enam bulan"


"Hmm"


"Apa kamu mau ikut denganku?"


"Tentu sa..."Ethan melotot"Tentu saja?!Kamu mau ikut denganku?",tanya Ethan tak percaya


Lily mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Ethan.


"Kenapa kak Ethan kaget?Aku kan istri Kak Ethan,jadi sudah seharusnya aku ikut kemanapun Kak Ethan pergi"


Ethan tersipu malu mendengar ucapan Lily.Lily pun kembali bersandar pada suaminya.


"Kak Ethan kan sudah dengar sendiri,kandunganku baik-baik saja meski menempuh perjalanan jauh.Ini juga masih semester awal dan lagi kita menggunakan jet pribadi.Jadi kenapa aku harus pikir-pikir ikut dengan Kak Ethan.Toh aku lebih aman bersama kakak daripada bersama perawat"


Ethan makin tersipu malu dibuatnya.


"Nanti malam aku akan memberi tahu Ibu",ucap Ethan


...****************...


Usai makan malam,Ethan memberi tahukan Ibunya perihal keberangkatannya bersama Lily ke Hongkong.Awalnya dia keberatan,namun Lily meyakinkan Ibu mertuanya jika dia baik-baik saja asal bisa bersama Ethan.Ibunya merasa sedih tidak bisa ikut karena harus mengontrol hotel yang ada di Indonesia selama kepergian Ethan.


Lily pun sudah mengabari kedua orang tuanya.Mereka berpesan untuk Lily agar hati-hati dan segera mengabari mereka jika terjadi sesuatu.


Karena harus pergi secara mendadak,Ethan dan Lily menyiapkan barang-barang mereka serta dokumen-dokumen penting yang Ethan perlukan hingga larut malam.Ethan menoleh ke arah Lily dan mendapati wajahnya yang tampak lelah,melipat pakaian yang akan mereka bawa.


"Sebaiknya kamu istirahat saja,nanti aku yang packing semuanya."


"Tapi kak Ethan kan harus mengurus dokumen dan berkas yang akan kak Ethan bawa.Ini juga selesai sebentar lagi"


"Dokumennya tinggal dimasukkan ke dalam koper saja kok!Sebentar juga selesai.Tidak usah bawa pakaian yang banyak.Tiba di hongkong,kita beli pakaian baru untukmu.Sebentar lagi kan si dedek bakalan nongol,jadi pakaianmu tidak akan terpakai"


"Si dedek?",tanya Lily sambil tertawa


"Iya,si dedek.Dedek yang kecil",ucap Ethan seraya mengelus perut Lily gemas.


Ethan pun mengangkat Lily dan menurunkannya di tepi ranjang.Dia mencium perut istrinya yang bahkan belum berbentuk


"Nanti aku yang selesaikan beberesnya,kamu tidur duluan"


"Tidak bisa.Aku kan tidak bisa tidur jika tidak digaruk"


"Ya sudah,aku bereskan dulu semuanya.Sembari menunggu,kamu sebaiknya baring.Oke?!"


"Siap bos",ucap Lily seraya memberi hormat


Ethan mencium kening istrinya,lalu melanjutkan pekerjaannya.


...****************...


Ethan dan Lily tiba di bandara,diantar oleh kedua orang tua Lily dan Ibu Ethan.Deni pun baru tiba bersama dengan Nina.


Mereka saling berpelukan sebelum berangkat.Deni yang paling heboh diantara mereka,bahkan melebihi orang tua Lily dan Ethan.Dia tak berhenti menangis seraya memeluk Nina,sedangkan Nina hanya bisa tertawa melihat tingkahnya.Bahkan saat mereka masuk ke boarding room,Deni semakin tak bisa mengendalikan air matanya dan terus terisak.


"Kenapa sih akhir-akhir ini kamu jadi se mellow ini?,tanya Ethan saat di atas pesawat


"Kamu tidak akan mengerti karena kamu sudah menemukan belahan jiwamu",ucap Deni seraya menunjuk tangan Ethan yang tak melepas tangan Lily sejak tadi.


Mereka berdua hanya bisa menertawakan Deni yang terlihat sayu


"Makanya,Kak Deni cepat lamar dia.Keburu Kak Deni melewati fase puber kedua",goda Lily


"Kamu harusnya membantuku membujuknya.Aku sudah mencobanya dan malah ditolak.Katanya,dia mau usahanya berkembang dulu ke seluruh Indonesia baru akan menikah denganku"


"Kamu yakin bukan karena dia tidak mau menikahi mu?",tanya Ethan ragu


Deni semakin menangis,sementara Ethan tak berhenti menertawakannya.Lily yang melihat wajah sedih Deni,jadi Iba dan memukul Ethan.


"Mungkin benar dia masih ingin mengejar karir.Nina kan memang seperti itu.Kak Deni yang sabar ya!"


"Hmm",angguk Deni.


Akhirnya mereka tiba di bandara Chek Lap Kok hongkong.Begitu tiba disana,mereka telah disambut oleh dua orang staff hotel.Selama enam bulan di Hongkong mereka akan tinggal di hotel.


...****************...


Para chef,co chef dan staff dapur nampak panik.Bukan panik karena terjadi sebuah kesalahan,namun mereka panik,saat melihat Komisaris Utama,Bos besar mereka,dengan pakaian tidurnya,sedang mengacak-acak dapur mereka untuk membuat jus buah di jam tujuh pagi.


"Selamat pagi semuanya!!!Mohon kerjasamanya.Selama enam bulan ke depan,saya akan sering-sering mengganggu pekerjaan kalian di jam-jam tertentu,jadi jangan sungkan melakukan pekerjaan kalian meskipun saya di dapur dan jangan marah jika saya merusak dapur ya!"


Seketika mereka menepuk dahi secara bersamaan.