Love In Tears

Love In Tears
Bonus : Jelang pernikahan 4 Deni jatuh cinta



Deni dan Alex sedang berlutut di lantai dan mengangkat kedua tangannya ke atas.Mereka berdua dihukum oleh Lily dan ke empat temannya,karena telah menjerumuskan Ethan ke dalam perbuatan yang tidak baik.


"Siapa diantara kalian yang merencanakan pesta terkutuk ini?",tanya Lily kesal


Dengan cepat,Alex mengarahkan telunjuknya pada Deni,tanpa mengubah posisinya.Dia memasang wajah sedih,berharap Lily mengampuninya.Deni yang melihat Alex mengkambing hitamkan dirinya,tak berhenti komat kamit.


"Jadi dia biang keroknya?!",tiba-tiba terdengar suara wanita dari belakang Lily.


Seorang wanita berjalan maju dan mendekati Deni.Wanita itu menunduk hingga sejajar dengan Deni dan menatapnya dengan sinis.Tiba-tiba Deni salah tingkah!Dia terpesona melihat wajah wanita yang ada di depannya itu.Walaupun bergaya tomboi,namun wajahnya sangat imut.


"Imutnya",ucap Deni dengan wajah yang seolah terhipnotis.


"Apa katamu?!",hardiknya.


"Untung Nina menghidupkan data di handphoneku dan tak sengaja melihat pesan kak Ethan.Jika tidak,entah apa yang akan dilakukan wanita gila itu pada Kak Ethan.Kenapa kalian tega melakukan itu padanya?!",Lily semakin kesal mengingat wanita itu menyentuh tubuh berharga Ethan.


Ethan sangat terharu mendengar ucapan Lily.Dia sampai ingin menangis dibuatnya.Ethan pun berjalan mendekati Lily dan bergelayutan manja di tangan calon istrinya.


"Mulai sekarang aku membatalkan proses pingit ini.Aku tidak tahu,apa lagi yang akan kalian berdua lakukan pada Kak Ethan,jika aku tak memantaunya"


"Tenang Lily,aku dan yang lain akan membantumu mengawasi mereka berdua.Jika mereka macam-macam,aku akan menghabisinya",ucap Nina seraya memberi isyarat irisan di leher pada Deni dan Alex.


Alex nampak ketakutan,dia tak berhenti memohon ampun pada kakak iparnya.


"Kak Lily,tolong maafkan aku.Aku tidak bermaksud merusak kesucian,keperjakaan kak Ethan.Tolong jangan biarkan teman-teman Kak Lily yang menyeramkan ini mengawasi ku!Bisa-bisa,aku tidak pipis di celana",pinta Alex memelas seraya bicara melantur.


Teman-teman Lily yang mendengar ucapan Alex,kompak melotot ke arahnya.Membuat Alex kembali terdiam,seraya menunduk takut.Sementara Deni tak terpengaruh dengan ancaman Nina.Dia sudah kepalang jatuh cinta pada wanita itu.


"Aku pasrah saja,asalkan kamu yang mengawasiku.Di borgol bersama kamu juga,aku mau",goda Deni seraya menyerahkan kedua tangannya untuk di borgol Nina.


Nina memasang wajah geli.


'Apa-apaan sih cowok ini?!Apa dia memang menggombal tiap wanita yang baru dikenalnya'.


Nina mundur menjauh dan kembali bergabung dengan teman-temannya.


"Sekarang kalian pulang dan jangan melakukan hal-hal aneh lagi!",perintah Lily


Seketika senyum sumringah terpampang jelas di wajah Alex.Dia segera berdiri dan membantu Deni yang lemas setelah melihat Nina.Tubuh Deni seakan kehilangan tulang dan sulit untuk berdiri tegak.


"Kak Deni!Ayo sadar!Kita harus cepat-cepat kabur,sebelum kak Lily berubah pikiran dan menghukum kita lagi!",bisik Alex seraya menyeret tubuh Deni.


"Kak Ethan juga pulang.Jangan mau jika di bujuk melakukan hal yang tidak biasa Kak Ethan lakukan",ucap Lily khawatir.


"Iya,aku janji tidak akan mengiyakan begitu saja jika mereka melakukan hal gila lagi.Aku juga masih trauma dengan kejadian tadi.Entah apa yang terjadi padaku,jika kamu tidak segera datang",Ethan masih bergidik ketakutan.


"Tapi dari mana kamu tahu aku ada disini?",tanya Ethan penasaran.


"Nina itu hackers.Dia melacak handphone Kak Ethan dan mendapat lokasi terakhir yang kakak datangi".


Lily tersenyum,"sekarang Kak Ethan pulang!Aku akan menghubungi Kakak,jika sudah sampai di rumah",ucap Lily lembut seraya mencium pipinya.


Ethan pun menurut.Dia menyusul Deni dan Alex yang sudah lebih dulu naik ke mobil.


"Wah,aku benar-benar ketakutan kak!Aku tidak menyangka,Kak Lily bisa sebadas itu.Kedepannya,aku harus lebih waspada padanya"


"Itu karena salah kalian sendiri!Siapa suruh membuat pesta konyol seperti itu?Aku juga kesal,kalian telah menjebak ku dengan iming-iming pesta bujang,padahal itu pesta pelepasan keperjakaan.Aku tidak menyangka kalian tega menodaiku!",ucap Ethan kesal,seraya menatap tajam pada keduanya.


"Maaf kak,aku tidak bermaksud begitu.Ku pikir kakak akan senang karena ini pesta pertama kakak selama hidup".


"Kamu pikir setiap pria akan senang di sodorkan 'itu' oleh wanita yang tidak dia kenal?Aku bukan tipe pria seperti itu!Lily pun tak berani ku sentuh lebih jauh sebelum resmi menikah".


"Tapi ngomong-ngomong,apa yang terjadi pada Kak Deni?",tanya Alex seraya menatap ke arah Deni.


Ethan melirik ke arah sahabatnya itu.Dia tersenyum-senyum sendiri dengan tatapan kosong seolah sedang kesambet sesuatu.


"Entahlah,mungkin dia habis melihat kolong wewe atau sundel bolong di gedung itu dan jiwanya di culik".


"Iya,dia kolong wewe tercantik yang pernah ku lihat!",teriak Deni tiba-tiba.


Seketika Alex dan Ethan terperanjat dari tempatnya duduk.Mereka terkejut melihat kelakuan Deni barusan.


"Den,kamu tidak apa-apa?Kamu benar-benar melihat kolong wewe di dalam?",tanya Ethan khawatir.


"Kak,jangan bilang dia mengikuti kita di dalam mobil?!Aku takut dengan hal semacam itu!Lebih baik aku kembali ke Amerika,daripada harus berdampingan dengan kolong wewe",Alex melihat ke sekeliling lalu meloncat ke tengah,antara Deni dan Ethan.


"Kamu apaan sih?Sudah sebesar ini masih takut dengan hal yang seperti itu!",Ethan nampak risih.


"Itu karena aku keseringan nonton film horor dan melihat wujud kolong wewe!'Itu'nya sangat panjang kak dan dia suka menyembunyikan orang di atas pohon sambil di peluk-peluk.Menjijikan!",seketika tubuh Alex terasa geli.


"Makanya jangan banyak nonton film aneh".


"Bukan kolong wewe itu.Yang ku maksud,kolong wewe temannya Lily,yang tadi menghampiriku!",tiba-tiba Deni tersadar.


Ethan dan Alex saling menatap heran.


"Dia kolong wewe terimut yang pernah ku lihat.Aku bersedia disembunyikan olehnya jika dia mau.Tak dibawa pulang pun tak masalah".


Seketika Ethan menoyor dahi Deni,"itu mah akal-akalan kamu saja.Kamu bicara ngawur sampai-sampai menakuti kami berdua,tahu!".


"Ethan,tolong bantu aku!Bilang pada Lily untuk mengenalkanku dengan temannya yang bernama Nina itu.Aku janji akan memberikan dia apa saja,asal dia mau memberiku nomornya.Bisakan kamu membantuku?",rayu Deni seraya menggerak-gerakkan alisnya dan tersenyum aneh,membuat Ethan takut melihat wajah Deni yang jelek itu.


"Tapi kamu janji tidak melakukan yang aneh-aneh padaku lagi?Aku akan membantumu membujuk Lily,mengenalkan temannya padamu,asal kamu berjanji tidak membodoh-bodohiku lagi".


"Baik tuanku yang Agung,aku berjanji akan tunduk dan setia padamu,yang Mulia",ucap Deni senang,seraya menundukkan kepalanya di depan Ethan dan Alex.


Sementara mereka berdua,masih terlihat takut melihat tingkah Deni malam ini.