
Usia kehamilan Lily memasuki pekan ke sepuluh.Ethan pun sudah semakin membaik dan tak mengidam hal aneh lagi.Wajahnya terlihat lebih berisi setelah dua bulan ini dia ngidam makanan ini dan itu.
Berbeda dengan Ethan,Deni justru terlihat sangat lelah.Matanya semakin berkantung,seolah dialah Ayah siaga yang harus menjaga istrinya yang sedang ngidam.
"Awas saja kalau aku merasakan hal yang sama sepertimu dan kamu tidak memenuhinya.Aku tidak akan mau jadi sahabatmu lagi!",ucap Deni ngambek saat Ethan menyuruhnya membeli nasi ayam hainan di restaurant Hainan Jifan di provinsi Hainan,Tiongkok
"Aku janji akan melakukan hal yang sama jika hal ini terjadi padamu.Aku tahu rasanya seperti apa,jadi mana tega aku tak membantumu.Sebagai ucapan terima kasihku,aku juga akan memberimu bonus karena telah mengganggu jam istirahatmu selama dua bulan ini",ucap Ethan iba
Raut wajah Deni seketika berubah.Dia jadi lebih bersemangat setelah mendengar perkataan Ethan barusan.
Tak lama kemudian,terdengar bunyi notifikasi dari handphone Deni.Wajahnya semakin sumringah setelah melihat nominal transferan yang masuk ke dalam rekeningnya
"Pak Ethan memang sangat pengertian.Mulai sekarang,apapun yang Pak Ethan idamkan,dimana pun tempatnya,kapanpun waktunya,aku bersedia dengan segenap hati,jiwa dan raga memenuhinya",ucapnya dengan mata berbinar
Namun setelah hari itu,Ethan sama sekali tak merasakan ngidam lagi.
...****************...
Sementara Lily,kini terlihat semakin gemuk.Rasa minder menghampiri pikirannya saat melihat tubuhnya yang semakin melar di cermin.Namun Ethan selalu menghiburnya saat dia merasa rendah diri.Ethan memberinya dukungan moral,agar Lily tak stress seperti yang disarankan Jenny padanya
"Sayang,sepertinya aku semakin gemuk.Padahal kandunganku baru dua setengah bulan.Bagaimana nanti jika sudah sembilan bulan.Mungkin tubuhku akan bengkak seperti gajah"
Ethan dengan senyum cerianya,menghampiri istrinya yang sedang berada di depan cermin.Dia memeluknya dari belakang,seraya mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit
"Tak masalah tubuhmu mau sebengkak apa.Kamu tetap Lily istriku.Kalau kamu gemuk,maka aku juga akan menggemukkan badanku,biar kita seimbang.Coba kamu perhatikan,Pipiku sudah terlihat lebih berisi kan?Jadi untuk apa kamu minder,aku saja bangga jika tubuhku mulai berisi"
Lily tertawa mendengar ucapan Ethan.Dia merasa terhibur
"Kak Ethan cuma bertambah chubby saja.Bukan gemuk!"
"Yang penting terlihat berisi kan.Tidak perlu cemas!Usai melahirkan,aku akan membantumu untuk menurunkan berat badan kalau kamu masih saja merasa minder dengan berat badanmu.Kalaupun nanti kamu memutuskan untuk membiarkannya,aku tidak masalah.Apapun keputusanmu,aku akan mendukungmu",ucap Ethan seraya mengecup pipi istrinya"
Lily hanya bisa tersenyum mendengar celotehan Ethan.
Selain tubuh yang gemuk,Lily masih saja muntah meski tak sesering dulu.Dia rutin merasakan mual dan muntah di pagi dan sore hari.Dia juga lebih mudah lelah dan sering sesak napas,membuat Ethan menggunakan jasa perawat untuk menemani Lily saat dia harus mengerjakan proyek Event seni dan urusan kantor lainnya.
Dia juga menyewa guru yoga private yang datang seminggu sekali untuk membantu Lily mengolah pernapasan yang sering di keluhkannya.
Hari ini,Lily ada janji temu dengan Jenny di klinik pribadinya,namun Ethan tak bisa menemaninya karena pagi ini akan ada pertemuan dengan beberapa anggota kedutaan Indonesia membahas kegiatan UMKM yang akan diadakan di hotelnya.
Lily sebenarnya merasa tidak enak badan setelah dua kali muntah pagi ini.Namun dia berusaha menguatkan dirinya untuk menemui Jenny karena sangat rindu ingin melihat foto usg bayinya.
Lily dan perawatnya berjalan menuju pintu kamar hotel,saat tiba-tiba dia merasakan jantungnya yang berdetak dengan cepat dan nafasnya sesak.Lily berusaha meraih punggung perawatnya sebelum akhirnya dia terjatuh dan pingsan
"Bu Lily",pekik perawat ketika mendengar suara tubuh ambruk
Dengan paniknya dia berusaha menyadarkan Lily,namun dia semakin panik saat melihat darah di rok Lily.Dia segera mencari handphonenya dan menghubungi Ethan
...****************...
Ethan sedang membahas kesepakatan kontrak bersama pihak kedutaan Indonesia,saat handphonenya tiba-tiba berdering,telepon dari perawat Lily.Dia mohon permisi sebentar pada para tamunya untuk mengangkat telepon.
"Halo,ada apa ners?"
"Halo,pak.Bu Lily tiba-tiba pingsan.Saya tidak tahu kenapa,tapi saya melihat ada darah di rok Bu Lily.Sepertinya dia pendarahan"
"Apa?pendarahan?"
Dengan paniknya,Ethan menutup telponnya dan bergegas menemui pihak kedutaan
"Saya sungguh mohon maaf pak.Saya harus menyudahi rapat kita untuk hari ini.Istri saya tiba-tiba pingsan dan mengalami pendarahan.Saya sungguh mohon maaf",ucap Ethan
Ethan membungkukkan badan sebagai bentuk permohonan maafnya dan pamit permisi pada beberapa anggota kedutaan.Dia segera berlari menemui Lily tanpa menunggu yang lain bubar.Deni pun menunduk dan memohon maaf pada tamunya lalu berlari mengikuti Ethan dari belakang.
"Apa yang terjadi?"
"Entahlah.Ners Lily tak bilang apapun tentang kejadiannya.Dia hanya bilang jika Lily pingsan dan pendarahan"
"Pendarahan?Lantas apa yang harus kita lakukan?"
"Akan makan waktu lama jika kita menggunakan ambulance dan harus turun ke lantai bawah.Telepon pihak rumah sakit untuk mengirimkan helikopter sekarang juga dan membawa Lily ke rumah sakit",ucap Ethan sambil terburu-buru menaiki Lift.
"Baiklah"
Ethan sangat terkejut,begitu tiba di kamarnya dan mendapati darah yang menempel di rok Lily.Dia mengeceknya dan untung saja darahnya tak banyak.Lily mulai sadar setelah Ethan berusaha membangunkannya dan menggosok hidungnya dengan minyak aroma therapy
"Kamu baik-baik saja?",tanya Ethan panik
"Ya aku baik-baik saja.Aku hanya merasa sedikit pusing tadi"
Ethan merasa lega.Dipeluknya Lily seraya mengelus pundaknya.Dia tak mengatakan apapun tentang darah pada Lily agar dia tak panik
"Ners,tolong siapkan beberapa lembar pakaian dan pakaian dalam bu Lily sekarang juga",ucap Ethan berusaha tenang
"Kita mau kemana?",tanya Lily dengan suara yang masih lemas
"Kita akan ke rumah sakit.Aku khawatir kamu kenapa-kenapa.Sebentar lagi mereka datang menjemput",ucap Ethan lembut seraya memeluk istrinya
Terselip rasa khawatir dalam hati Ethan setelah melihat darah itu.Namun dia berusaha tenang agar Lily tak ikut panik yang hanya akan membahayakan dirinya.Tiba-tiba Deni muncul tanpa mengetuk pintu.
"Ethan,helikopternya sudah siap.Mereka sudah menyiapkan brankar disana"
"Baiklah"
Tanpa menuggu lagi,Ethan mengangkat Lily lalu berjalan menuju atap,di ikuti perawat dan Deni dari belakang.Beberapa perawat terlihat mendorong brankar ke arah mereka.Dengan segera Ethan dan membaringkan Lily di atas brankar,sementara perawat pribadi Lily memakaikan selimut tipis untuk menutup tubuh bagian bawah Lily
"Aku telah menghubungi Jenny dan dia sudah menunggu kalian disana.Aku akan menyusul menggunakan mobil"
"Baiklah,hati-hati.Jangan mengebut di jalan"
"Iya.Kamu juga hati-hati",ucap Deni
...****************...
"Kakak tak perlu khawatir,hal ini biasa terjadi di tengah-tengah kehamilan",ucap Jenny berusaha menenangkan Ethan
Dia nampak gelisah melihat Lily tertidur dengan infus yang menempel di punggung tangannya.Untuk sementara Lily di rawat di rumah sakit dan perlu di observasi oleh dokter.
"Itu karena kak Lily tengah mengandung bayi kembar",ucap Jenny
Ethan nampak terkejut
"Bayi kembar?"
"Iya,itu sebabnya Kak Lily merasa cepat lelah dan mual muntahnya tak berhenti.Karena Kak Lily mengandung bayi kembar",ucap Jeni tersenyum seraya menyodorkan foto usg milik Lily.
Seketika wajah Ethan nampak sumringah.Dia yang tadinya khawatir kini berubah sangat bahagia.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya kak.Kak Ethan juga jangan lupa makan.Kakak terlihat sangat pucat"
Tanpa menjawab Jenny sama sekali,Ethan terus saja menatap foto usg bayinya yang sudah mulai berbentuk.Air mata bahagia menetes di kedua pipinya.Deni memasuki kamar Lily begitu Jenny keluar dari kamar.Dia berjalan menghampiri Ethan karena penasaran dengan kondisi Lily
"Bagaimana hasilnya?Apa semua baik-baik saja?"
Ethan menoleh ke arah Deni tanpa berkata apa-apa.Sementara Deni yang melihat Ethan meneteskan air mata,tampak panik.
"Ada apa Ethan?Apa kondisinya buruk?"
Ethan menggeleng,membuat Deni jadi bingung.
"Lalu kenapa kamu menangis?"
"Lily hamil bayi kembar,Den!Anakku ada dua",ucapnya dengan raut bahagia
Deni kembali terkejut,namun kali ini dengan raut wajah bahagia.Dia merasa senang mendengar kabar gembira itu dan segera memeluk Ethan.
"Selamat!Akhirnya kamu bisa menjadi seorang Ayah dua anak",ucap Deni
Deni melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang menetes.
"Setidaknya kamu tidak perlu mengejar anak kedua karena umurmu yang semakin menua"
Tiba-tiba sebuah pukulan melayang di lengan Deni dan membuatnya terhempas ke sofa.