Love In Tears

Love In Tears
Bonus : Jelang pernikahan 3 Pesta bujang yang kacau



Hari Ini Ethan dan Deni berangkat ke Bali.Setelah semalam mendapat"bantuan energi"dari Lily,Ethan terlihat sangat bersemangat melakukan perjalanan dinasnya.


Sementara Deni sedang asyik mengawasi proyek "pesta bujang" nya bersama Alex.Sesekali ia mengangguk-angguk,lalu kemudian tertawa kecil.Ethan yang risih melihat tingkah Deni,terlihat sangat penasaran dengan apa yang dilihatnya.


"Apa yang sedang kamu baca?Kelihatannya sangat seru?!",tanya Ethan pada Deni yang duduk dihadapannya.


Deni melirik sebentar ke arah Ethan dengan tatapan tajam,seolah tak suka jika ditanya-tanya lalu kembali sibuk dengan urusannya.


"Ini rahasia!Kamu tidak boleh mengintipnya!Kalau kamu berani mengintip,matamu akan bengkak sampai hari pernikahan!",sumpah Deni.


Ethan tak percaya dengan sumpah yang diucapkan Deni,namun jika memang terjadi,dia takut Lily akan sedih melihatnya.Akhirnya dia tak menghiraukan tingkah aneh Deni dan memejamkan matanya,menunggu pesawat mereka mendarat di Bandara Ngurah Rai.


...****************...


Begitu tiba di Bali,Ethan dan Deni langsung meninjau lokasi villa dan memeriksa seberapa jauh proyek mereka berjalan.Ethan tampak sibuk berbincang dengan pimpinan kontraktor yang bekerja sama dengannya.Sementara Deni sedang sibuk dengan ipadnya,mengontrol persiapan pesta bujangnya dari Video yang dikirimkan Alex.


Tiga hari berturut-turut,Ethan menyibukkan dirinya dan terjun langsung mengawasi proses pemugaran vila dan resortnya,sementara Deni semakin dibuat sibuk oleh Alex.Bahkan sesekali dia menelpon dan marah-marah tak jelas karena tak sesuai dengan keinginannya.


Ethan nampak sangat lelah.Dia membaringkan tubuhnya diatas kursi pesawat jet pribadinya.Dan lagi-lagi Deni masih sibuk dengan ipadnya.


"Apa kamu tidak lelah hanya menatap ipad itu?Sebentar lagi lensa kacamatamu diganti karena minus mu bertambah,Jadi berhentilah menatap layar ipad",ucap Ethan dengan raut wajah kesal.


Namun Deni tak marah,malah menyeringai.


"Minus ku akan terbayarkan dengan pesta yang akan kita nikmati sebentar malam".


"Pesta?",Ethan bertanya heran.


"Pesta bujang!Jangan bilang kamu lupa!".


"Ah,,pesta bujang ya".


Deni menggerak-gerakkan alisnya


Ethan menghela nafas berat.Dia meraih handphonenya dan coba mengirim pesan pada Lily.Namun pesan-pesan sebelumnya pun belum terbaca satu pun.


'Apa dia sama sekali tak rindu padaku?'


Namun Ethan tak peduli dan tetap mengiriminya pesan.


E : "hei cantik?bagaimana kabarmu?hari ini aku baru pulang dari Bali dan sebentar malam,Deni dan Alex mengajakku ke pesta bujang atau apalah itu.Katanya,pesta ini dia buat untukku,sebelum kita menikah.Apa teman-temanmu juga membuatnya untukmu?Tolong beri aku kabar.Aku rindu padamu...


Layar di handphonenya masih menandakan centang satu.Ethan kembali menghela nafas dan bermuka murung.


...****************...


Tiba di Bandara,Ethan dan Deni langsung menuju ke hotel dan bersiap menuju ke lokasi pesta dari sana.


Mobil mereka tiba di sebuah klub malam yang terkenal di Jakarta.Ethan memicingkan matanya dan memperhatikan tempat itu dengan seksama.


"Kamu mau membawaku kemana Deni?!",tanya Ethan dengan nada menyeramkan.


Deni hanya menyeringai dan berusaha membujuk Ethan.


"Tenang,aku sudah menyewa seluruh tempat dan tidak akan banyak orang disana.Hanya ada aku,kamu,Alex dan teman-teman SMA kita",ucap Deni seraya menggerak-gerakkan alisnya.


Deni menelan ludah,"Kamu benar-benar tidak asyik sebagai pria".


Dengan sangat terpaksa,Ethan menuruti keinginan Deni.Dia turun dari mobil dan masuk ke dalam bersama-sama.Namun Ethan dibuat terkejut mendengar sorakan teman-temannya begitu dia masuk ke dalam clup.Meski tak bisa mengenali mereka sama sekali,Ethan tetap berusaha tersenyum kaku di hadapan teman-teman lamanya.


"Bagaimana?kita siap berpesta?!",teriak Deni dan disambut teriakan setuju teman-temannya.


Seketika,Alex muncul bersama seorang DJ wanita berpakaian seksi dan memutar musik.Ethan terperangah melihat adiknya yang sedang asyik bergoyang diatas panggung.


Tak lama kemudian,wanita-wanita seksi berpakaian renang,memasuki ruangan dan membuat heboh seisi ruangan.Ethan makin terperangah ketika melihat kedatangan mereka.Wanita-wanita itu berhamburan dan berbaur dengan teman-teman Ethan.


Salah satu dari mereka berjalan mendekati Ethan.Ethan yang panik,menoleh ke arah Deni yang tadi berdiri disampingnya,namun dia sudah tak ada disana.Deni sudah masuk ke tengah-tengah,bergabung dengan teman-temannya dan para wanita seksi berpakaian renang.


Ethan makin panik.Dengan wajah ketakutan,Ethan berusaha menghindar dan terus berjalan mundur ke belakang.Namun wanita itu terus saja mengejarnya.


"Jangan mendekatiku!Kamu pergi ke mereka saja!Sebentar lagi aku akan menikah!Jangan mendekatiku!Cari saja mangsa yang lain!",teriak Ethan.


Ethan terus saja mundur,hingga tiba-tiba dia jatuh ke sofa dan terduduk.Dia ingin bangkit dan menghindar,namun dengan cekatan wanita seksi itu mencegatnya dan tak bisa lagi kabur darinya.


"Pria tampan,sayang kalau kamu tidak berpesta denganku!Apa gunanya kesini kalau tidak bisa menikmati pestanya?",ujar wanita itu dan terus menggoda Ethan.


Dia duduk dipangkuan Ethan dan membelainya.NamunEthan berusaha menahan wajah dan tangan wanita itu,yang terus saja merabanya.Dia berteriak histeris,menyuruh wanita itu menjauh darinya,namun tak ada yang peduli dengan teriakannya.


Tiba-tiba suara pintu di gebrak oleh seseorang,terdengar!


"Ethaaaannn!!!!",terdengar teriakan seorang wanita yang sangat dikenal Ethan,Lily!


Lily dan beberapa teman wanitanya terlihat menerobos masuk ke dalam ruangan.


Seketika mereka semua menoleh ke arah Lily.Alex terlihat sangat terkejut melihat calon kakak iparnya.Lebih-lebih Deni,si pencetus ide pesta bujang ala pantai!Wajahnya seketika pucat pasi,saat melihat Lily dengan wajah yang siap memakan mereka.


Lily mencari-cari Ethan.Matanya terbelalak kaget,saat melihat seorang wanita bergelayut manja pada Ethan yang terlihat sangat risih.Ethan berusaha menahan wanita itu yang terus saja berusaha mencium dan merabanya.Dengan penuh amarah,Lily berjalan cepat menghampiri Ethan,di ikuti oleh teman-temannya


"Sayang,kamu salah paham.Aku tidak berusaha mendekatinya,aku..."


Belum sempat Ethan menyelesaikan kata-katanya,Lily sudah tiba di hadapannya.Ethan nampak pasrah dan menutup matanya jika Lily memukulnya.Namun beberapa menit berlalu,dia tak merasakan pukulan atau tamparan dari Lily.


Ethan membuka mata perlahan.Dia mendapati Lily dan teman-temannya sedang menarik rambut wanita yang tadi mendekati Ethan.Tak tinggal diam,teman wanita itu datang membantu dan menarik rambut teman-teman Lily.Dan akhirnya terjadilah perang tarik menarik rambut.Seketika musik berhenti,berganti acara saling tarik menarik rambut.Ethan yang tadinya takut,justru terheran melihat perkelahian antar wanita itu.


'Apa ini pesta tarik menarik rambut?'


Lily dan teman-temannya mengganas.Mereka mengambil bangku dan beberapa botol minuman di atas meja,lalu melempari wanita-wanita seksi yang sudah terlihat acak-acakan.Mereka ketakutan melihat kelakuan Lily dan teman-temannya yang brutal dan lari terbirit-birit meninggalkan ruangan itu.


Ethan terlihat syok.Dia tak menyangka Lily yang lembut,bisa berubah jadi seganas itu.Namun Ethan terlihat senang melihat sisi lain dari Lily yang seperti ini.Senyumnya mengembang melihat wajah acak-acakan calon istrinya.


'Itu dia wanitaku'


"Siapa yang merencanakan pesta ini?",teriak Lily kesal


Teman-teman Ethan terdiam,tak menyahut.Mereka tampak syok melihat kebrutalan calon mempelai wanita dan teman-temannya.Sementara di dekat pintu keluar,nampak Alex dan Deni sedang berjinjit-jinjit berusaha keluar diam-diam,namun kedapatan oleh Lily


"Deni!!!Alex!!!"


Langkah mereka terhenti dan segara berdiri dengan tegap.Mereka menyeringai ke arah Lily,memperlihatkan setiap deretan giginya pada Lily.