Love In Tears

Love In Tears
Lily atau Ethan yang ngidam 2(tahu dan durian)



Setelah menyiapkan keperluan Lily,Ethan memulai kesibukannya menjelang persiapan Event seni akhir tahun.Hari ini mereka akan mengadakan meeting bersama GM dan tim EO,setelah sebelumnya klien mereka mengirimkan konsep yang akan di usung pada Event tersebut.


Para pihak yang akan mengambil bagian dalam event tersebut,mulai dari pimpinan hingga anggotanya yang terbawah,juga terlihat sudah berkumpul di ruang rapat untuk menghadiri meeting perdana yang akan di pimpin langsung oleh Direktur Utama Group Halim,Ethan Haryadi Halim.


Ethan,Deni dan para sekretarisnya akhirnya memasuki ruang rapat,setelah mempersilahkan seluruh peserta meeting untuk masuk lebih dulu dan duduk di tempat yang telah ditentukan.


Namun keadaan menjadi sedikit kacau,saat Ethan hendak berjalan menuju kursinya,tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya.Wajahnya menjadi pucat saat mengendus-endus sesuatu.Dia menutupi hidung dan mulutnya dengan tangan,lalu berlari ke kamar mandi yang terletak tepat di sudut ruang rapat di belakang kursinya.


Seluruh peserta meeting nampak bingung dengan apa yang terjadi pada Ethan,tak terkecuali Deni.Dia ikut berlari mengejar Ethan,penasaran dengan apa yang terjadi dengannya.


"Ethan,ada apa?Kamu baik-baik saja?",tanya Deni khawatir,sembari memukuli punggung Ethan pelan


Namun Ethan tak menjawab dan terus saja muntah-muntah


"Apa perutmu sakit?"


Ethan menggeleng


"Masuk angin?"


"Tidak!Aku baik-baik saja",ucap Ethan seraya memberi isyarat dengan jempol dan telunjuknya


Setelah merasa lebih baik,dia meraih tisu yang diberikan Deni,lalu menyeka mulutnya.Dia berjalan keluar menuju kursinya,namun baru beberapa langkah,dia kembali mual dan berlari ke kamar mandi.Deni menunduk untuk meminta maaf dan mengikutinya lagi dari belakang.


"Apa kamu yakin tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja!Parfum mereka sangat menusuk di hidungku,makanya aku muntah"


"Parfum?Mereka?",tanya Deni bingung


"Entah siapa yang memakai parfum setajam itu,tapi baunya sungguh menyengat!Perutku sampai sakit!"


Ethan menyandarkan tubuhnya pada dinding kamar mandi.


"Segera perintahkan siapa saja untuk membelikanku masker!sekarang!",teriaknya kesal


Deni pun keluar dan menyuruh salah satu sekretaris Ethan untuk membeli masker.Setelah menunggu hampir setengah jam,akhirnya mereka tiba dengan sekotak masker.Dengan segera,Ethan menggunakan masker hingga tiga lapis dan berjalan menuju kursinya.


"Maaf,aku telah menyita waktu kalian,saya sedang tidak enak badan"


Seisi ruangan pun mengangguk.


"Silahkan memulai meeting nya",ucap Ethan


...****************...


Tiba jam makan siang,Ethan meminta jeda untuk istirahat selama satu jam.Dia juga ingin menyiapkan makan siang untuk istrinya.


Ethan berjalan ke arah dapur bersama dengan Deni tanpa melepas maskernya sekalipun.Dia meminta salah satu chef untuk membuatkan makan siang istrinya sesuai instruksi yang sudah dia berikan.Tanpa menggunakan minyak dan bawang sama sekali.


Sementara Ethan menunggu di sudut dapur sambil duduk di atas meja,dia terus menatap ke arah tahu yang belum diolah yang di simpan di atas meja, tepat disampingnya.Entah mengapa,dia terlihat sangat lezat di mata Ethan.Dan tanpa sadar dia mengambil sepotong dan coba memakannya begitu saja,padahal Ethan sama sekali tak suka memakan tahu.Jangankan yang belum diolah,yang sudah diberi bumbu pun belum tentu dia makan.Namun tahu itu terasa sangat lezat begitu masuk ke dalam mulutnya dan terus saja dia makan hingga tak ada lagi stok tahu diatas meja.


Co Chef yang menyiapkan tahu tersebut tampak kebingungan mencari kemana tahu yang tadi dia letakkan diatas meja.Namun dia tiba-tiba terdiam,saat melihat bosnya yang sedang asyik memakan potongan tahu terakhir.


"Derek!Mana tahunya?",terdengar teriakan kasar salah satu chef nya yang sedari tadi menunggu tahu tersebut.


"I...Itu"


Dia tidak berani mengatakannya dan hanya menunjuk ke arah Ethan.Chef yang melihat ke arah telunjuk asistennya,tak berkutik dan menyuruhnya untuk berbalik dan mengambil tahu baru,namun dia masih terperangah menatap Ethan yang terlihat sangat menikmati tahu itu.


Seketika Ethan tersadar,saat mendengar suara teriakan Chef itu.Dia terheran-heran memandangi tahu yang sisa setengah.Dia menoleh ke arah nampan tahu dan sudah tak ada yang tersisa


"Apa sedari tadi aku memakannya?",tanyanya pada co chef yang masih berdiri memandanginya


"Iya pak!Sampai habis",jawabnya cengengesan


Tubuh Ethan seketika membatu.


Deni yang sedari tadi mendampingi chef Bryan memasakkan makanan untuk Lily,nampak mencari-cari keberadaan Ethan.Dia mendapati Ethan sedang melamun memandangi sesuatu yang dia pegang di tangannya,sementara salah satu asisten Chef berdiri di dekatnya dan menatapnya heran


"Ethan,ada apa?Apa kamu merasa sakit lagi?",tanya Deni menghampiri


"Den,barusan aku memakan lima potong tahu mentah",ucapnya pada Deni dengan tatapan kosong


"Maksudmu?Aku tidak mengerti sama sekali?"


"Aku barusan makan tahu mentah Den!Makanan yang tidak kusukai!Kenapa aku tidak sadar memakannya?Kenapa?",teriaknya tak jelas,membuat seisi dapur terdiam,mengira bosnya sedang menghardik mereka.


Deni celingak-celinguk,tersenyum pada setiap orang yang membuang pandangan anehnya pada Ethan,sebelum akhirnya kembali normal.Dia lalu membuang pandangannya pada Ethan yang masih syok


"Ethan!Sadarlah!Kamu kenapa sih?Sejak pagi kamu aneh,tahu tidak?!"


Ethan berbalik pada Deni dengan wajah murung


"Aku sendiri tidak tahu,kenapa bisa begini?Sejak pagi aku muntah-muntah dan sekarang aku malah sibuk menghabiskan tahu milik dapur hotel"


Deni memicingkan mata,dia seolah memikirkan sesuatu


"Tidak bisa begini!Besok kamu harus ikut bersama Lily menemui dokter kandungan!Sepertinya kamu sedang ngidam!"


"Hah!Ngidam?Aku?Ngidam?"


"Iya,tingkahmu ini seperti Ibu-ibu yang sedang ngidam"


"Gila kamu!Masa sih aku ngidam?Aku itu laki-laki!Laki-laki letoy saja tetap laki-laki,tidak akan mungkin merasakan ngidam"


Deni memberi isyarat pada waitress untuk mengikuti Ethan mengantar makanan untuk istrinya.


...****************...


Besok paginya,sebelum memulai rapat,Lily dan Ethan menemui dokter kandungan di klinik pribadi untuk memeriksakan kandungannya yang memasuki pekan kedua.


Deni pun ikut menemani mereka karena sangat penasaran ingin bertanya pada dokter mengenai Ethan


"Kandungan Kak Lily baik,bayi nya normal,posisinya bagus,BBnya pun sudah sesuai dengan usia janinnya.Tidak ada kendala apapun meskipun sampai saat ini Kak Lily tak memakan nasi"


"Itu karena Kak Ethan terus memenuhi asupan gizi saya dok"


dokter Jenny melirik ke arah Ethan,seraya memicingkan matanya.Dia tersenyum saat melihat tingkah dan wajah Ethan yang lesu.


"Ya,terlihat dari wajahnya yang lesu itu",ucap dokter Jenny yang merupakan adik sepupu Ethan,anak paman kedua


"Oh ya dokter Jen,kira-kira ada kemungkinan tidak kalau suami ikut ngidam?",tanya Deni penasaran


Ethan tiba-tiba mendapat tenaga dan semangat ingin mendengar penjelasan dokter Jenny


"Tentu saja ada!"


Ethan dan Deni saling memandang.Lalu Ethan berbalik memandang Lily yang ikut menatapnya sambil menggenggam tangannya


"Itu namanya kehamilan simpatik.Itu bisa dialami oleh sang ayah di kehamilan Istri yang pertama,tepatnya di semester pertama dan ketiga.Hal ini bisa dipicu karena ikatan hubungan yang sangat kuat antara pasangan suami dan istri dan calon bayi",Jenny menjawab ringkas seraya tersenyum


"Apa kak Ethan mengalaminya?",tanya Lily penasaran


Ethan dan Deni mengangguk.Sementara Lily terkejut mendengar suaminya juga ikut tersiksa karena ngidam.


"Tenang saja kak.Hal itu akan hilang dengan sendirinya.Kak Ethan cukup menjaga mental kakak agar tidak down"


Ethan dan Deni kembali bernafas lega


"Kalau begitu kami permisi ya dokter Jen,terima kasih banyak untuk hari ini",ucap Lily


"Sama-sama kak.Semangat ngidamnya ya kak!"


Ethan berdiri seraya memegangi Lily,sementara Deni berjalan di samping Ethan


"Kak Ethan beneran ngidam?",tanya Lily penasaran


Namun,belum sempat menjawab,Deni Sudah lebih dulu mengatakannya.


"Jangan bilang!Kemarin saat meeting,dia muntah-muntah karena aroma parfum seisi ruangan.Belum lagi dia makan tahu saat menunggu makanan yang di buat Chef bryan untukmu",celoteh Deni


"Kak Ethan makan tahu?",Lily terkejut tak percaya.


"Iya dan aku seperti orang kesurupan memakannya",Ethan bergidik mengingatnya


"Ooohh",Lily ikut sedih,dia mengelus rambut suaminya seraya mengecup pipinya.


"Mudah-mudahan saat meeting sebentar, dia tidak bertingkah seperti kemarin!Untuk mengantisipasinya,sebaiknya kamu sudah siap memasang masker"


"Oke",jawab Ethan.


Mereka pun meninggalkan klinik dan segera kembali ke Hotel untuk melanjutkan meeting mereka hari ini


...****************...


Untungnya Ethan sudah mengantisipasi kejadian tak diinginkan dengan menggunakan masker tiga lapis saat meeting berlangsung.Meski merasa masih sedikit mual,namun hari ini dia masih bisa mengontrol dirinya dan tetap fokus pada pekerjaan.


Saat istirahat pun,dia meminta co chef yang kemarin untuk menyiapkan tahu dan dia memakannya sembari menunggu makanan Lily jadi.Ethan terlihat berusaha menerima kenyataan,jika dirinya sedang ngidam.


Akhirnya dia pun bisa menyelesaikan meeting hari ini tepat waktu tanpa kendala.Setelah lelah duduk seharian,Ethan dengan lelapnya tertidur seraya memeluk istrinya


"Durian...Durian...",tiba-tiba Ethan mengigau


"Durian...Durian..."


Seketika mata Ethan kembali segar dan tak bisa melanjutkan tidurnya


"Kok aku ingin sekali makan durian",ucap Ethan pelan,berusaha untuk tak membangunkan Lily


Setelah mengecup kening dan pipi istrinya,Ethan perlahan melepas tangannya dan berbalik ke nakas untuk mengambil handphonenya dan menghubungi Deni


"Halo,ada apa menelpon malam-malam.Aku baru saja tidur tahu",jawabnya dengan malas


"Halo,den!Bisakah kamu membelikanku durian?"


"Durian?untuk apa?malam-malam begini pula!",ucapn Deni masih setengah sadar


"Ya untuk di makanlah!Masa untuk di buang"


"Aku ini asisten mu,bukan suami siaga mu!Tunggulah sampai besok,aku akan menyuruh seseorang membelikanmu!"


"Kamu mau anakku ngeces kalau kamu tidak mau membelikannya sekarang!"


"Yaa!!Berhenti bicara hal menggelikan seperti itu!"


"Makanya cepat carikan sekarang,yang masih utuh dengan kulitnya ya"


"Iyaaa!!Tunggu sebentar!Aku baru mau bangun!!!!Dasar emak-emak cereweeeetttt!!!!",teriak Deni kesal yang hanya disambut tawa oleh Ethan