Love In Tears

Love In Tears
Maukah menua bersama? (Tamat)



Sebulan kemudian...


Deni baru saja menelpon Lily.hari ini Ethan tak bisa di hubungi karena sedang diluar kota.Deni tidak mendampingi Ethan karena hari ini sedang cuti.Dia meminta Lily menemaninya membeli sesuatu untuk saudara perempuannya sebagai kado ulang tahun.


Lily sudah tiba di Mall,tempat dia dan Deni janjian.Baru saja Lily melirik jam tangannya,suara Deni sudah terdengar memanggil Lily dari belakang


"Kamu sudah sampai dari tadi?",tanya Deni


"Aku baru tiba.Sekarang kita kemana?"


"Bagaimana kalau kita ke toko perhiasan?"


Lily dan Deni tiba disebuah toko perhiasan ternama.Mereka pun berkeliling dan melihat-lihat perhiasan yang terpajang di etalase.


"Aku sudah janji membelikan adikku hadiah perhiasan,tapi aku tidak tahu perhiasan yang cocok untuknya.kamu tahu sendiri kan pacar saja aku tidak punya"


Lily tertawa


"Kita akan mencari perhiasan apa?kalung.cincin atau gelang?"


"Cincin"


"Adik kak Deni suka yang seperti apa?"


"Aku juga tidak tahu,tapi gaya adikku hampir mirip denganmu.Jadi ku fikir,jika kamu suka dia pasti akan suka"ucap Deni sembari melihat satu persatu perhiasan yang ada di depannya.


"Aku pilih sesuai seleraku tidak apa-apa?"tanya Lily


Deni mengangguk


"Kalau ternyata yang aku pilih itu sangat mahal tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa.Aku sudah menyisihkan uang untuk membelikannya hadiah.Ini juga sebagai hadiah untuk seumur hidupnya.Siapa tahu ketika butuh uang dia bisa menjadikannya modal usaha"jawab Deni dengan nada bercanda


Lily lalu menghampiri penjaga toko


"Selamat siang,selamat datang di toko perhiasan kami,ada yang bisa saya bantu kak?"


"Bisakah saya melihat beberapa model cincin terbaru?"


Penjaga toko pun mengeluarkan beberapa model cincin dan Lily melihatnya satu persatu.Tiba-tiba matanya terhenti di satu cincin.Saat mencobanya,cincin itu sangat pas di jarinya.Lily terus mengamatinya dari sudut manapun dan menurutnya cincin ini yang paling dia sukai.Cincinya berbentuk kelopak bunga yang merekah dan ditengahnya terdapat berlian kecil.Lalu Lily teringat sesuatu


"Kak Deni,ukuran jari adik kak Deni berapa?"


Deni yang tadinya sibuk melihat-lihat,berjalan menghampiri Lily


"Ukuran jarinya sama dengan jarimu"


"Aku pilih yang ini"tunjuk Lily


"Kamu sangat suka yang itu?"


"Iya,tapi sepertinya cincin itu agak mahal karena ada berlian di tengahnya"


"Tidak apa-apa,kalau begitu aku langsung membayarnya"


Deni pun menemui penjaga toko sembari berbincang dan memberi kartu kredit padanya.Setelah selesai,mereka pun meninggalkan toko perhiasan tersebut.


"Terima kasih sudah menemaniku membeli hadiah.",ucap Deni lega


"Sama-sama.aku juga senang bisa membantu kakak.Aku harap adik kak Deni suka pilihanku"


"Kalau kamu suka,pasti dia juga suka.Biasanya wanita akan punya selera yang sama",jawab Deni yakin


"Kalau begitu aku duluan ya" ucap Lily pamit


"Mau ku antar?"


"Tidak usah.aku bawa mobil sendiri"


"Sekali lagi terima kasih ya.Maaf merepotkan mu",Deni terlihat sungkan


"Tidak apa-apa.Aku jalan duluan"


...****************...


Lily baru saja selesai mandi,saat handphonenya berbunyi.dari Ethan.


"Halo"sapa Lily


"Halo,kamu sedang apa?"


"Baru selesai mandi.Kak Ethan sudah pulang?"


"Iya,aku sudah di depan rumahmu"


Lily menengok ke bawah dari jendela kamarnya,"Kenapa menyempatkan datang menemui ku?Harusnya Kak Ethan pulang dan beristirahat"


"Aku ingin mengajakmu keluar.Kamu ada waktu?"


"Mau kemana?"


"Rahasia!Cepat pakai baju yang cantik.Dress code nya putih.Aku menunggumu dibawah.Aku sudah meminta izin dengan Ayah"


Lily bergegas mencari di lemari dan menemukan gaun putih polos dengan lengan balon dan rok berbentuk payung.Dia bergegas mengambil handphone dan tas selempangnya lalu berlari kebawah dengan cepat.


Ethan yang sedari tadi menunggunya, tersenyum begitu lily masuk ke dalam mobil.


"Cantik"ucap Ethan


Lily hanya tersenyum seolah sudah terbiasa dengan reaksi Ethan setiap kali bertemu dengannya.Ethan pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang


Ethan dan Lily menaiki sebuah speed boat dan tiba di resort Ethan yang berada di salah satu Pulau Seribu,tempat yang sama-sama mereka kunjungi saat Lily liburan dan Ethan bekerja.Ethan menggenggam tangan Lily dan berjalan ke arah pantai


"Ada acara apa?"tanya Lily


Dia heran karena tak terlihat ada party di sekitar Resort.Bahkan sama sekali tidak ada pengunjung.Ethan tidak menjawab.Dia menuntun Lily ke sebuah gazebo yang sangat besar dan dikelilingi kain putih.Kain itu bergerak-gerak tertiup angin dari arah laut yang agak kencang.Ethan membawanya masuk kedalam gazebo.Dibagian belakang gazebo terdapat kursi besi panjang yang dilapisi kasur sehingga bisa berbaring diatasnya.Ada meja bundar tepat disamping kursi.Diatas meja,terdapat sebuah vas kecil dengan setangkai bunga mawar juga gelas berisi jus lemon.Dari arah depan kursi,terlihat pemandangan kearah laut.Malam ini pemandangannya sangat indah karena sedang bulan purnama.


Ethan menatap ke arah Lily yang sedang fokus melihat bulan.Dia melepaskan tangannya dan berlutut dihadapan Lily.Lily yang menyadari,tampak terkejut ketika melihat Ethan berlutut di hadapannya


"Lily,maukah kamu menikah denganku dan menua bersama?",tanya Ethan sembari membuka kotak cincin didepan Lily.


Lily makin terkejut saat melihat cincin yang diberikan Ethan ternyata cincin yang dia pilih bersama Deni tadi siang.Lily sumringah,tidak menunggu waktu lama dia mengangguk setuju.Ethan tersenyum lebar,meraih tangan Lily dan memakaikan cincin di jari manisnya.Ethan langsung memeluk erat Lily dan menciumi rambutnya.


"Aku sangat bahagia"ucap Lily.


Merekapun berciuman sambil sesekali tersenyum.


"Dasar Kak Deni pengkhianat"ucap Lily dengan nada bercanda saat asyik duduk di kursi dan bersandar di pundak Ethan sembari menepuk-nepuk telapak tangan Ethan dengan lembut.


"Bagaimanapun dia sahabatku,jadi dia pasti lebih memihakku",canda Ethan


"kak Deni sangat pandai berakting.Aku bahkan tidak curiga sama sekali karena ucapannya sangat meyakinkan"


"Dia selalu berperan penting dalam hubungan kita"


"Ku harap dia menemukan jodoh yang baik dan sayang padanya",doa Lily


"jadi,sebenarnya tadi Kak Ethan kemana?Kak Ethan tidak benar-benar ke luar kotakan?"


"Tidak!Aku menemui Ayah dan Ibu secara terpisah untuk meminta restu"


"Sungguh?Bahkan mereka merahasiakannya dariku!Kalian semua bersekongkol ya!"


"Tapi kamu senangkan"


Lily mengangguk.


"Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu dan berusaha menjadi suami dan Ayah yang baik"


"Aku juga berjanji akan menjadi wanita,istri dan Ibu yang paling bahagia dan selalu mendampingi Kak Ethan hingga ajal menjemput"


Mereka berdua tersenyum dan saling menatap lalu berciuman dengan perasaan bahagia.