
Lily baru saja menjemput Adam dari bandara.Terlihat wajah pucat Adam yang sedang tertidur di mobil, dalam perjalanan pulang ke rumah.Lily tak berani membangunkannya dan membiarkannya menikmati istirahatnya selama perjalanan.Ia terus memegang tangan Adam, sembari memijitnya dengan lembut.Terkadang, Lily merasa sangat kasihan pada suaminya yang terlalu menyortir dirinya demi pekerjaan.
Begitu tiba di rumah, Lily membangunkan Adam dan menyuruhnya untuk istirahat di kamar.Sementara Lily sedang membongkar koper Adam untuk mengeluarkan pakaian kotor yang belum sempat di cuci.Seperti biasa, saat membongkar koper, Lily mendapati hadiah dari Adam untuknya.Kali ini, sebuah paper bag milik brand ternama yang berisikan sepatu sneakers.Saat membukanya, dia melihat sepasang sepatu keluaran terbaru yang limited edition.Adam tahu, Lily sangat menyukai sepatu sneakers dibandingkan tas dan pakaian.Namun ekspresi Lily tampak biasa saja melihat hadiah itu.Entah karena sudah terbiasa mendapat hadiah dari Adam atau karena hadiah itu tak bisa membuatnya cukup senang.
Setelah menyimpan hadiah dari Adam, Lily mencari kantong yang biasa digunakan Adam untuk memisahkan pakaian kotornya.Namun Lily tak menemukan satupun kantong, selain paper bag sepatunya.Lily mencoba membuka poket bagian depan koper.Disana ia menemukan sepasang pakaian, lengkap dengan pakaian dalam.Sepertinya pakaian itu kotor, namun Lily tetap ingin memastikannya.Saat sedang memeriksanya, tercium aroma yang sangat wangi dari kemeja itu.Namun aroma wanginya berbeda dengan aroma yang biasa dipakai Adam.Karena penasaran, Lily mengambil kemeja Adam yang lain dan coba membandingkan aromanya.Dan benar, aromanya memang berbeda.Bahkan berbeda dengan aroma pakaian Adam yang di laundry di Hotel.
Lily mengecek kemeja itu sekali lagi.Tak ada noda sedikit pun.Kemudian ia mengecek celana yang Adam simpan bersama dengan kemeja itu dan mendapati sedikit noda pada kedua ujung celana tersebut.
'Ini pakaian kotor, tapi kenapa Adam tidak menyimpannya ke dalam kantong?Malah menyelipkannya ke dalam poket koper?Inikan tempat biasanya Adam menyimpan berkas!Mana kemejanya wangi sekali',batinnya
Lily mencoba untuk berfikir positif.Mungkin saja Adam bertemu dengan klien penting dan saling berpelukan sebelum berpisah.Hingga aroma parfumnya menempel pada kemeja Adam, lalu terburu-buru ke bandara tanpa sempat memasukkannya kedalam kantong.Lily kemudian membawa pakaian itu dan memasukkannya ke dalam keranjang dan turun ke bawah.
...****************...
Lily sedang menata hidangan makan malam mereka diatas meja, saat Adam berjalan menuruni tangga.Ia bergegas mengambil piring.Menyendok nasi dan beberapa lauk untuk Adam, juga untuknya.
"Pakaian yang dalam poket itu pakaian kotor kan?",tanya Lily.Dia ingin memastikan perkiraannya tidak salah
Mendengar pertanyaan Lily, Adam justru tersedak.Dia mengambil air minum yang ada didepannya dan langsung meneguknya hingga habis,"Iya,ada apa memangnya?"
"Aku takut itu pakaian bersih,karena biasanya kamu akan memasukkan pakaian kotor ke dalam kantong.Untunglah kalau pakaian kotor.Berarti aku tidak salah mengira",ucap Lily sambil tersenyum.
Adam ikut tersenyum, namun matanya terus memandangi Lily, seolah ingin memastikan reaksi Lily tentang satu hal.
...****************...
Usai makan malam, mereka langsung menuju kamar tidur.Adam tak langsung tidur.Dia menyalakan lampu tidur dan bersandar di tepi ranjang, seraya membaca buku.Sementara Lily duduk disampingnya dan bersandar pada bahunya dengan hanya menggunakan jubah tidur.
Kali ini Lily tak ingin membahas perihal anak pada Adam, namun dia ingin mencoba satu hal ekstrem, yang dia harap bisa berhasil.Dan Adam mau tidak mau akan menerima kehamilan Lily meski dia belum siap.
"Apa kamu tidak lelah?Baru pulang sudah membaca buku", tanya Lily dengan lembut.
"Tidak, justru membaca akan membuatku cepat mengantuk"
"Apa kamu tidak rindu padaku?"tanya Lily, sekali lagi dengan suara yang sedikit mendesah.Kali ini dia menatap Adam dengan tatapan nakal.
"Apa kamu sudah minum pil KB hari ini?",tanya Adam
Lily menelan ludahnya ,"sudah"
Adam melipat bukunya dan berbalik ke arah Lily.Dengan lembut, Adam menyentuh rambut Lily satu persatu lalu menyelipkan kebelakang telinganya.Dia mencium leher Lily berkali-kali dengan lembut.Lily merespon ciuman Adam dengan gerakan lembut dan membelai pundak Adam hingga kepunggungnya.Mereka saling bertatapan.
Adam mendaratkan ciuman di bibir Lily dengan lembut dan semakin intens.Lilypun balas menciumnya seraya meraba seluruh tubuh Adam.Dengan cepat, Adam mengangkat Lily ke pangkuannya dan mencumbunya dengan mesra.Lily mulai membuka kancing baju Adam satu persatu hingga terlepas, sementara Adam menurunkan jubah Lily lalu membaringkannya dengan lembut di atas ranjang.Ditatapnya mata Lily lekat-lekat.Terdengar ******* lembut dari bibir sensualnya, seolah mengharapkan Adam untuk lanjut menyentuhnya.
Dan saat Adam mendekatkan wajahnya untuk mencium Lily, tiba-tiba dia tersentak kaget dan terperanjat dari atas kasur.Adam meninggalkan Lily yang terbaring dengan jubah terbuka, lalu duduk dengan gelisah di tepi ranjang seraya menarik rambutnya dengan kuat kebelakang.Lily terkejut melihat reaksi Adam.Diapun memperbaiki jubahnya dan menghampiri Adam.
"Ada apa?apa kamu sakit?",tanya Lily
Adam menoleh ke arah Lily, "sepertinya aku sering sakit kepala akhir-akhir ini"
"Apa mau ku ambilkan obat?,tanya Lily
Adam mengangguk.Lily segera keluar dari kamar dan turun ke dapur untuk mengambil obat dan air.Sementara Adam menunggunya di kamar.Dia terlihat sangat kesal dan melayangkan tinjunya ke kasur.Beberapa menit kemudian, Lily datang dengan membawa obat dan air.Adam segera meminumnya dan kembali berbaring.
"Tidurlah.Mudah-mudahan besok sakitnya tidak makin parah"
Adam mengangguk.
Lily menyelimuti tubuh Adam dan mematikan lampu.Dia memeluk Adam dan ikut tertidur disampingnya
...****************...
Tiga minggu berlalu setelah insiden "sakit kepala" Adam yang tiba-tiba.Sejak saat itu, Adam seakan menghindari Lily.Dia mulai lagi menghabiskan waktu diruang kerjanya dan hanya sesekali tidur di kamar.Itupun Adam akan langsung tertidur begitu masuk ke kamar.
Begitu pula saat pulang dari Brunei.Setelah lima hari perjalanan dinas, Adam tak sekalipun mengajak Lily untuk berhubungan intim.Lily sempat berinisiatif mendekati Adam lebih dulu, namun Adam tidak terpengaruh rayuannya dan menghindarinya secara halus.Dia hanya membiarkan Lily tidur dalam pelukannya.
Lily sangat ingin menanyakan alasan Adam menghindarinya,namun kata-kata yang ingin dia ucapkan, seolah tertahan di pangkal lidahnya tiap kali menatap wajah Adam yang tegas.Dia tak punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya pada Adam.Dia tidak ingin memulai pertengkaran baru lagi hanya karena masalah sepele.Setidaknya,kali ini Adam lebih sering meluangkan waktu untuk makan dan bercerita dengannya dalam sehari.
...****************...
Adam memberitahu Lily, kalau dia akan berangkat ke Hongkong dua hari lagi selama lima hari.Lily berpikir untuk mengambil kesempatan ini dan mencoba membujuk Adam agar mengajaknya pergi.Dia akan mencoba cara yang sama seperti terakhir kali dia dan Adam akan berhubungan, setibanya di Hongkong.Kali ini dia harus berhasil merayunya, agar permasalahan dengan keluarga Adam cepat terselesaikan.Dengan ragu, Lily memberanikan diri mendekati Adam dan bertanya.
"Apa kali ini aku bisa ikut ke hongkong?"
Adam yang sedang memakai dasi, menoleh ke arah Lily dan tersenyum,"Tentu saja bisa"
Lily tersenyum lega dan memeluk suaminya tanpa berkata apa-apa lagi.