Love In Tears

Love In Tears
Aku ingin membayar hutangku



Pukul lima subuh, Ethan tiba-tiba terbangun.Dia berjalan kearah kamar tidur dan merasa lega setelah melihat Lily yang masih tertidur.Ethan menghampiri Lily dan membelai rambutnya dengan lembut.Wanita itu terlihat tenang dalam tidurnya, seakan tidak terjadi apa-apa.Dengan langkah pelan, Ethan berjalan keluar kamar Lily dan membiarkannya beristirahat lebih lama, sementara dia segera kembali ke kamarnya.


Baru saja Ethan masuk ke dalam kamarnya, dia sudah disambut oleh Deni yang sedang mondar mandir dengan gelisah.Ethan pun berjalan dengan lesu ke arah Deni.Ia nampak pasrah jika Deni akan memarahinya karena kejadian ini.


Menyadari kedatangan Ethan, Deni langsung menghampirinya dan mencecarnya dengan pertanyaan beruntun, "Kamu dari mana saja?Sebenarnya apa yang terjadi?Kenapa Lily ada di Hongkong ?Dan mengapa kamu menyiapkan kamar untuknya?"


Ethan menyuruh Deni untuk bersabar dan duduk.Setelah dia terlihat tenang, Ethan pun menceritakan kejadian semalam.Di mulai saat dia bertemu dengan Lily di lift, hingga dia masuk ke kamarnya pagi ini.


"Benar-benar lelaki brengsek!Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?",tanya Deni


Ethan menghela nafas panjang,"Entahlah!Aku menunggu Lily tenang, baru membicarakannya lagi"


"Ku harap kau menahan diri untuk tidak ikut campur",Deni coba mengingatkan


"Iya,aku tahu!Aku sudah berusaha menahan diri demi Lily.Apalagi mereka pasangan suami istri dan aku menghormatinya sebagai tamu hotel", Ethan tampak gusar.


"Lalu bagaimana dengan jadwal kita pagi ini?"


Ethan terdiam sejenak, "bisakah kita tunda untuk beberapa hari?"


"Aku akan memajukan jadwal yang bisa ku tangani sendiri dan menunda semua kegiatan yang harus kau hadiri.Tapi kita tidak bisa merubah seluruh jadwal.Apalagi yang telah ditetapkan jauh hari"


Ethan merasa buntu.Dia mencoba mencari jalan keluar, "Sementara begitu saja.Kedepannya akan ku pikirkan lagi"


"Kalau begitu, aku akan merevisi jadwal untuk tiga hari ke depan.Jika sudah selesai, aku akan mengirimkannya padamu"


Ethan hanya mengangguk, lalu Deni beranjak dari kamar Ethan.


...****************...


Setelah mandi dan berganti pakaian, Ethan berjalan ke kamar Lily.Dia baru saja ingin mengetuk pintu, saat Lily tiba-tiba membukanya.Ekspresi Lily terlihat biasa-biasa saja, seolah tidak terjadi masalah apapun.


"Hari ini Kak Ethan sibuk?"


Ethan menggeleng.Dia nampak bingung melihat kelakuan aneh Lily pagi ini.


"Hari ini aku ingin membayar hutangku pada kakak", ucap Lily sembari tersenyum.Dia menarik lengan Ethan dan mengajaknya masuk ke dalam lift.Lily menekan tombol ke lantai satu dan menunggu dengan tenang tanpa mengatakan sepatah kata pun.Begitu pintu lift terbuka, Lily kembali menarik tangan Ethan dan membawanya keluar Hotel.


"Kak Ethan tahu tempat bagus di Hongkong?", Lily menoleh sambil tersenyum ke arah Ethan.


"Iya", Ethan masih saja kebingungan melihat tingkah Lily.


"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang kak Ethan mau?aku yang akan bayar!"ucapnya semangat


Seketika senyum Ethan tersungging dibibirnya, "Oke!tunggu sebentar!"


Ethan menelpon seseorang dan memintanya untuk diantarkan mobil ke depan pintu utama hotel.Beberapa menit kemudian, sebuah mobil Porsche hitam berhenti tepat di depan mereka


"Kamu jangan terkejut jika aku meminta traktiran makanan mewah,ya!"


"Siap!"jawab lily semangat


Mereka bergegas masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.


...****************...


Mereka akhirnya tiba di Disney Land.Lily tampak terkejut, Ethan membawanya kesini.Dia tidak menyangka, seseorang seperti Ethan mau ke wahana bermain anak-anak.


"Kak Ethan benar ingin kesini?"


"Iya!Aku butuh sedikit hiburan dari segala rutinitas pekerjaanku yang menumpuk.Ingatkan?Aku pernah bilang, jika sedang ada masalah, aku ingin kembali ke masa-masa kecilku?", ujarnya berlagak


Lily tersenyum, seolah dia pun sangat ingin pergi kesini


Lily mengangguk setuju.Mereka pun berjalan masuk memulai petualangan masa kanak-kanak mereka.Seharian penuh Ethan dan Lily mencoba semua wahana yang ada di Disney Land.Tak lupa pula, mereka membeli bandana karakter mickey dan minnie dan memakainya sepanjang perjalanannya berkeliling di disney land.


Seolah melupakan semua masalahnya, Lily terlihat sangat menikmati perjalanannya hari ini dan tak sekalipun mengungkit kejadian semalam ataupun Adam.Ethan juga hanya fokus pada Lily.Mereka juga asyik menikmati berbagai makanan dan minuman disana.Lily benar-benar bersenang-senang, seolah tak ada masalah yang sedang dia hadapi.


...****************...


Jam menunjukkan pukul tujuh malam,Ethan mengajak Lily mengunjungi sungai Shing Mun.Pemandangan gemerlap malam kota Sha Tin dengan gedung-gedung tinggi yang dipenuhi cahaya lampu, memperindah pemandangan di sekitar sungai itu.


Lily dan Ethan mengabadikan perjalanan mereka dengan berfoto bersama dimasing-masing handphone mereka.Lily meminta Ethan untuk memotret dirinya menggunakan handphone Lily.Namun Ethan bukan memotret, dia justru terpesona melihat wajah Lily yang disinari lampu jalan dari layar handphonenya.Dia jadi lupa, jika Lily memintanya untuk memotret.


"Kak Ethan!Apa sudah selesai?Bisa ku lihat hasilnya?",tanya Lily penasaran


Seketika Ethan tersadar dari lamunannya,"Belum!Sepertinya aku salah menekannya", jawab Ethan beralasan


Ethan kembali fokus dan memotret Lily yang sedang tersenyum.


"Bisa kulihat hasilnya?",tanya Lily begitu Ethan selesai memotret


"Tentu",Ethan menyerahkan handphone Lily,sembari memperlihatkan hasil potretnya.


Lily tampak tersenyum puas melihat hasilnya.Dia segera mengganti wallpaper di handphonenya dengan foto yang baru saja dipotret Ethan.


"Apa aku boleh memajang foto kita di layar handphoneku?",tanya Ethan


Sesaat Lily tampak terkejut, kemudian kembali tersenyum pada Ethan,"terserah dari Kak Ethan!Aku tidak masalah, asal tidak ada yang keberatan jika kak Ethan memajang wajahku"


Ethan merasa senang mendengar jawaban Lily


"Kalau begitu, jangan suruh aku menghapusnya jika melihat wajahmu di layar handphoneku ya"


"Tidak akan.Aku yakin hasilnya pasti bagus",ucap Lily yakin.


Mereka pun menghabiskan malam di sungai Shing Mun sambil berjalan-jalan dengan santai.


...****************...


Mereka sangat puas menikmati pemandangan malam sungai Shing Mun dan pulang ke hotel pukul sepuluh malam.Sesampainya di depan hotel, Lily memulai pembicaraan, sebelum turun dari mobil


"Terima kasih untuk hari ini, kak Ethan"


Ethan hanya menjawabnya dengan senyum


"Aku juga berterima kasih, kak Ethan tak menanyakan apapun soal kejadian kemarin.Aku merasa malu dan tak tahu harus menjelaskan apa.Aku sendiri terkejut saat melihat mereka berduaan semalam",Lily berusaha menahan air matanya.


Ethan ingin sekali meraih tangan lily dan menguatkannya, namun dia coba untuk menahannya.


"Aku tak punya saudara untuk ku ajak bercerita.Aku juga tidak ingin orang tuaku khawatir memikirkan urusan rumah tangga kami.Dan kejadian ini terjadi di tempat yang asing bagiku", Lily memaksa untuk tersenyum


"Aku sungguh bersyukur bertemu kak Ethan disini.Maaf kalau aku sudah membuang waktu dan tenaga kak Ethan.Aku merasa sangat terhibur hari ini"


"Tidak usah sungkan.Aku punya cukup banyak waktu, sampai kamu bisa merasa lebih baik"


"Tiket kepulanganku sudah ada dan aku harus pulang bersama dia dua hari lagi.Hari ini aku berusaha menguatkan hati agar siap bertemu dia saat pulang nanti.Sekali lagi terima kasih untuk waktu yang kakak luangkan untukku"


"Semoga masalah kalian bisa terselesaikan dengan baik sesampainya di Indonesia.Untuk sekarang, lebih baik jika kamu menenangkan pikiranmu"


"Terima kasih atas sarannya kak"


Mereka berdua segera turun dari mobil.Ethan memberi kunci mobilnya pada seorang porter dan bergegas menyusul Lily yang sudah lebih dulu masuk ke dalam hotel.