
Ethan dan Lily berjalan menuju restoran Hotel,saat seorang wanita secara tidak sengaja mendapati mereka berdua berjalan bersama.Wanita itu sepertinya mengenali mereka dan nampak terkejut setelah melihat keduanya berbincang dengan sangat akrab.Dia pun mengikuti Lily dan Ethan hingga ke dalam restoran dan berjalan kearah meja yang berhadapan dengan Ethan.
Wanita berambut merah dan bertubuh seksi itu, diam-diam memotret Lily dan Ethan lalu mengirimkannya pada seseorang di kontak teleponnya yang bernama Adam.Setelah mengirim foto Lily dan Ethan, dia lanjut mengirim sebuah pesan singkat.
"Apa kamu kenal pria itu?Dia sedang makan siang bersama istrimu!"
Tak lama kemudian, centang dua tanda terbaca nampak dilayar handphonenya.Tak butuh waktu lama, handphonenya pun berdering.Tertulis nama Adam dalam panggilan masuk
"Apa maksudmu mengirim foto itu padaku?",terdengar suara kesal Adam dari seberang.
"Aku hanya ingin memperlihatkan kelakuan istrimu selama kamu di luar negeri.Apa itu salah?"
"Tidak usah mengurusi urusan rumah tanggaku.Kamu tidak tahu apa-apa tentang dia, jadi jangan coba-coba mendekati istriku!"
"Tenang dong.Aku hanya tidak ingin kamu terluka, jika tahu hal ini belakangan.Setidaknya kamu bisa segera menyelesaikannya"
"Aku akan tutup telponnya.Tinggalkan istriku dan kembalilah ke kantor.Banyak tugas yang harus kita selesaikan",ucap Adam.
"Baik pak Adam", jawab wanita itu manja.
Adam lalu menutup telponnya.
Wanita itu menatap Lily dengan tatapan sinis, seolah merasa cemburu pada apa yang ia miliki.Dia pun segera berdiri dari tempatnya duduk dan meninggalkan restoran dengan anggunnya.
...****************...
Setelah menerima telpon dari wanita kenalannya, Adam nampak sangat kesal.Dia meraih handphonenya dan menghapus foto yang dikirimkan wanita itu padanya.Wajahnya terlihat gusar, seakan ingin menanyakan langsung pada Lily, namun ia sedang berada di pertemuan penting dengan para jajaran dewan direksi perusahaannya.Saat rapat mereka di jeda sebentar, Adam memutuskan untuk segera menghubungi Lily.
"Halo,kamu lagi dimana sekarang", Adam langsung melontarkan pertanyaan, begitu Lily mengangkatnya tanpa menunggu salam darinya
"Aku baru saja sampai di rumah.Kenapa?"
"Apa aku perlu alasan jika ingin menelponmu?", tanya Adam dengan sinis.
Lily tidak menjawab.Dia terdiam sesaat,"Apa kamu marah?"
"Marah?Marah kenapa?Apa kamu telah membuat kesalahan sampai aku harus marah?Atau memang ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?"
Lily tak langsung menjawab, seakan sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk Adam
"Tidak.Aku baru saja pulang makan siang.Kebetulan aku bertemu dengan tetangga depan rumah dan makan siang bersama", jawab Lily dengan sedikit terbata-bata
"Sepertinya kamu sudah sangat akrab dengan tetangga baru itu ya?",tanya Adam lagi.Kali ini dengan nada curiga
"Bukan begitu, akhir-akhir ini aku sering bertemu dengannya secara kebetulan.Dia juga sering membantuku jika kesulitan.Itu saja!",Lily diam sejenak lalu melanjutkan perkataannya.
"Tapi darimana kamu tahu kalau aku sedang bersama dia?"
Tiba-tiba Adam tersadar, dia terdengar seolah-olah sedang memata-matai Lily.Sementara dia sedang berada di Tiongkok.
"Firasatku seolah mengatakan jika sedang terjadi sesuatu denganmu, makanya aku menelponmu", Adam coba beralasan
"Jangan terlalu banyak pikiran!fokus saja dengan pekerjaanmu.Aku baik-baik saja disini"
"Kabari aku jika butuh sesuatu.Jangan sering-sering meminta bantuan si tetangga itu.Begitu aku selesai rapat, aku akan menghubungimu lagi", Adam menutup telponnya.Dia bersandar pada kursi sembari menarik nafas dan menghembuskannya pelan.
Adam sudah mendengar penjelasan dari Lily, namun hatinya tetap saja gelisah.Seolah dia tidak yakin, jika Lily berkata dengan jujur padanya.
...****************...
Lily sedang mendengar instrumen piano melalui earphone yang di pakainya.Ia sedang duduk melantai ditepi jendela kamarnya,sembari menatap langit dari sana.Tangannya tak berhenti bergerak di lantai, seolah ia sedang menekan tuts piano.Akhir-akhir ini, dia sedang mempelajari beberapa instrumen musik klasik, karya pianis legendaris.
Adam tak menelponnya lagi, setelah dia menanyakan perihal Ethan padanya.Lily pun sudah terbiasa dengan keadaan ini.Hatinya sudah sedikit tenang, sejak ia keluar dari rumah sakit.Ia mulai membiasakan diri dengan keadaan rumah tangganya yang perlahan mulai berubah.Kini ia ingin fokus mencari kebahagiaannya dari jalan yang lain.
Saat sedang asyik menghafalkan ketukan nada, tiba-tiba hujan turun dengan deras.Tampak pelangi menghiasi langit yang terus saja meneteskan air hujan.Lily tersenyum, teringat akan masa kecilnya yang sering bermain hujan di taman depan rumahnya.
'apakah aku perlu mencoba untuk mengingat rasanya?'
Tanpa pikir panjang, Lily berlari turun dan berjalan hingga keluar pagar ke arah jalan kompleks rumahnya.Dia terlihat sangat senang, karena bisa merasakan air hujan setelah sekian lama.
Instrumen yang dia dengarkan sejak tadi,seolah terdengar jelas di telinganya, membuatnya menari mengikuti melodi yang hanya terdengar olehnya saja.Tanpa menghiraukan sekitarnya, Lily terus saja menggerakkan kakinya dan menikmati tiap tetes air hujan yang membasahi tubuhnya.Lily merasa sangat senang.Rasa penatnya seolah hilang, bersama tetesan air hujan yang mengalir ke tanah.
...****************...
Setelah mengadakan rapat, kabar mengenai kedekatan Ethan dan Lily yang tersebar di hotel pun mereda.Namun tiba-tiba Ethan ingin pulang cepat dan mengerjakan tugasnya dari rumah.
Hujan turun sangat deras, ketika Ethan menikmati secangkir kopi di ruang kerjanya,sembari menatap kearah jendela.Tanpa sengaja, ia melihat Lily yang sedang menari di bawah rintik hujan.Ethan mengernyitkan kedua alisnya sambil menatap Lily dengan heran.
'Apa yang dia lakukan?bagaimana jika dia sakit lagi?'
Ethan nampak gelisah melihat Lily bermain hujan, namun dia juga senang melihat ekspresi Lily yang terlihat sangat bahagia.Ia kembali khawatir saat menyadari jika Lily sudah bermain hujan lebih dari satu jam dan benar-benar takut jika wanita itu sakit lagi.
Dengan cepat, Ethan keluar dari ruang kerjanya dan menuruni tangga.Dia meraih payung yang ada di gudang dan berlari keluar pagar, menghampiri Lily yang sedang asyik menari.
"Kamu lagi ngapain disini?",tanya Ethan dengan suara kencang.
Lily yang tadinya tidak menyadari kedatangan Ethan pun terkejut.Dia berbalik dan tersenyum begitu mendapati sosok Ethan yang berada di hadapannya.
"Sudah lama tidak turun hujan sederas ini,jadi aku sedang menikmatinya", Lily melipat kedua tangannya ke belakang sembari menggerak-gerakan sebelah kakinya.
"Kamu kan belum sebulan keluar dari rumah sakit!bagaimana jika kamu sa....",Ethan tidak melanjutkan kata-katanya.Ia merasa konyol karena secara terang-terangan mengkhawatirkan kondisi Lily.
Lily yang mendengar ucapan Ethan pun tertawa,"Kak Ethan jangan khawatir!Aku sudah kebal dengan air hujan!Sejak kecil aku sudah sering bermain hujan"
Namun Ethan tetap saja merasa khawatir.Dia meraih tangan Lily dan menyodorkan payung yang dipakainya pada lily
"Tetap saja kamu bisa sakit lagi kalau bermain hujan terlalu lama.Ambil payung ini dan pulanglah!Kamu bisa mengembalikannya kapan saja", Ethan berjalan dengan cepat dan kembali kerumahnya.
Lily merasa heran sekaligus lucu dengan tingkah Ethan barusan.
'Rumahku kan dekat.Lagipula aku sudah basah kuyup,untuk apa di kasih payung?',batin Lily.Dia terus tersenyum sembari berjalan pulang kerumahnya.
...****************...
Ethan tak berhenti mengutuk dirinya sepanjang perjalanan kerumahnya.Dia masuk ke kamar dan mengganti bajunya yang basah
"Bodoh!Untuk apa kamu memberinya payung?Toh dia juga sudah kebasahan dan rumahnya juga dekat", kesalnya pada diri sendiri.
"Aku harap dia tidak menganggap ku aneh"
Ethan berusaha menenangkan dirinya.
Setelah mengganti pakaiannya, dia mulai mengerjakan tugasnya yang dia bawa dari kantor.