Love In Tears

Love In Tears
Kembali ke masa lalu 2



"Dia benar-benar perempuan gila!",ucap mereka kompak.....


"Tidak bisa dibiarkan!Kita harus melaporkan ini ke kepala asrama!",Deni menggerutu dengan kesalnya.


Baru saja Deni akan melangkahkan kakinya menuju ruangan kepala asrama,Ethan sudah lebih dulu menahannya.


"Kita jangan langsung laporkan hal ini.Lagipula kita tidak ada bukti jika dia yang meletakkan kotak ini di depan pintu"


Deni mendengus kesal,karena Ethan terus menahannya untuk bertindak.Menurutnya,tindakan perempuan itu telah di luar batas kewajaran.Dia mengirimkan Ethan sebuah g-strip berwarna merah darah dan foto dirinya yang setengah bugil.Serta sebuah pesan di selembar sticky note bertuliskan


Dear Ethan....


Mimpikan aku tiap malam


Rasanya Deni ingin menghujamkan pukulannya jika saja dia seorang pria.


"Tapi kita tidak bisa tinggal diam.Jika dibiarkan dia akan semakin menjadi-jadi"


Tanpa menunggu persetujuan Ethan,Deni segera menuju kamar ketua asrama dan menanyakan letak kamar Michelle.Hal yang mengejutkan Deni,mereka ternyata tinggal di gedung asrama yang sama dan berada 3 lantai di bawah kamar mereka.


"Kamu dengar sendiri kan?Dia bahkan tinggal satu gedung dengan kita dan kita tak menyadari itu!Dia itu benar-benar penguntit!"ucap Deni sambil terus menuruni tangga dengan kotak pemberian Michelle di tangannya.


Deni berencana menemui Michelle dan menanyakan maksud dia melakukan hal ini pada Ethan.Ethan yang mengikutinya dari belakang,hanya berharap Deni tak melampiaskan emosinya.Dia juga sama kesalnya dengan Deni,namun Ethan berusaha berusaha untuk mengontrol dirinya.


Mereka tiba di lantai 5 tepat di depan kamar asrama Michelle.Deni ingin menggedor kamar Michelle,namun sekali lagi Ethan berusaha mencegatnya karena tahu bagaimana perangai Deni jika emosi.


"Biar aku yang menanyakan hal ini"


Ethan meraih kotak yang Deni pegang sedari tadi lalu mengetuk pintu kamar Michelle


"Michelle,aku tahu kamu di dalam!Keluarlah sekarang!",ucap Ethan dengan nada tegas.


Tanpa menunggu waktu lama,Michelle membuka pintu kamarnya.Ethan dan Deni terkejut melihat Michelle hanya memakai tank top dengan bawahan top shorts.Ia nampak bahagia melihat Ethan mendatanginya langsung ke kamar,dengan membawa kotak yang ia letakkan di kamar Ethan.


"Ethan,akhirnya kamu datang menemuiku!",ucapnya kegirangan.


Dia berjalan menghampiri Ethan dan ingin memeluknya,namun Ethan dengan sigap melangkah mundur menjauhinya


"Michelle sepertinya kamu salah paham.Aku kesini karena ingin memintamu berhenti melakukan hal aneh seperti ini.Aku tidak tahu bagaimana kamu menafsirkan keramahanku tapi aku benar-benar tidak menyukaimu,terlebih kamu melakukan hal yang membuatku risih.jadi tolong berhenti menggangguku karena aku ingin fokus belajar!"


Namun bukannya memahami maksud ucapan Ethan,Michelle justru tertawa kecil sambil menatap Ethan dengan tatapan genit


"Lalu apa yang harus ku lakukan agar kamu menyukaiku?",godanya sembari membelai lembut lengan Ethan.


Ethan yang sedari tadi berusaha tenang,akhirnya hak mampu menahan rasa kesalnya.Wanita ini benar-benar tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti?


Saking kesalnya,Ethan menepis dengan kasar tangan Michelle yang merabanya.


"Kau benar-benar tebal muka ya?Aku itu menolakmu!Meskipun kau melakukan apapun padaku aku tetap menolakmu dan risih dengan kelakuanmu!",suara Ethan mulai meninggi.


Seketika wajah Michelle nampak gusar


"Kenapa kamu tidak menyukaiku?Apa kekuranganku?Bukannya semua pria suka jika wanita berinisiatif lebih dulu?",tanya Michelle memaksa


Ethan tercengang dibuatnya.Baru kali ini dia menghadapi wanita yang tak menerima alasan apapun.Dan disaat itulah Michelle berjalan mendekat dan memeluk Ethan dengan erat.


"Aku akan melakukan apapun asalkan kamu mau jadi milikku"


Ethan yang mendapat serangan mendadak,dibuat tak berkutik sesaat lalu kembali tersadar dan berusaha melepaskan pelukan Michelle.Sementara Deni yang sedari tadi berusaha menahan diri,ikut terkejut dan segera menarik Michelle agar menjauh dari Ethan.


"Kamu gila ya?!Bukannya dia sudah bilang tidak menyukaimu?Kenapa kamu terus saja mengganggunya",bentak Deni setelah berhasil memisahkan mereka dan berdiri di depan Ethan.


Michelle yang tadinya fokus melihat Ethan,mengalihkan pandangannya pada Deni dengan raut kesal.


"Kamu suka ya sama Ethan?",spontan kata-kata kasar itu terlontar dari mulut Michelle membuat Deni semakin naik pitam


"Kau benar-benar perempuan sinting!",Deni bersiap melayangkan pukulan di pipi Michelle,namun Ethan sigap menahannya.


"Ada apa ini ribut-ribut?!",tiba-tiba terdengar suara kepala asrama mereka.


Ethan yang memegangi tangan Deni,segera melepasnya dan memberi isyarat pada Deni untuk diam.Dia tak ingin merusak masa kuliahnya yang sudah setengah jalan hanya karena masalah sepele seperti ini.Dengan kesalnya,Deni berusaha menenangkan diri begitu Ethan memintanya diam.


"Kalau tidak ada hal lain yang perlu kalian bicarakan,silahkan pulang ke kamar kalian masing-masing.Ini sudah malam",perintah kepala Asrama.


"Baik bu"


Keduanya pun berjalan meninggalkan Michelle.Deni tak henti memberikan tatapan tajam pada Michelle.Dia bahkan menunjuk kedua matanya dengan jari lalu menyodorkannya pada Michelle sebagai isyarat jika Deni akan terus mengawasinya.


Setelah melepaskan tatapannya pada Michelle,Deni dikejutkan oleh tatapan para penghuni asrama di lantai tersebut yang ternyata telah mengamati pertengkaran mereka sejak tadi.Reaksi Ethan pun terlihat sama dengannya.Dengan kesalnya mereka berdua kembali ke kamar mereka di lantai 8.


...****************...


Sejak kejadian itu hidup Ethan benar-benar tak di buat tenang.Michelle semakin terang-terangan mendekatinya di tempat umum.Dia bahkan memasukkan hadiah ke dalam loker Ethan yang langsung di buang oleh Deni.Deni pun tak pernah meninggalkan Ethan dan terus mengawasi Michelle.


Tak tahan dengan tingkah laku Michelle yang semakin agresif mendekatinya,Ethan akhirnya memutuskan untuk mempercepat kelulusannya saat memasuki pertengahan semester enam.


"Aku sudah berdiskusi dengan dosen dan dia mengizinkan kita untuk lulus lebih cepat setelah melihat nilai IPK dan keaktifan kita selama di kampus.Jadi kamu ikut denganku atau menuntaskannya hingga semester delapan?


"Aku akan ikut denganmu.Asal kamu membantuku menyusun skripsi",canda Deni.


"Baiklah,itu tidak tidak masalah"


Setelah sepakat,mereka memutuskan untuk mengikuti ujian kelulusan di semester tujuh.


Sialnya,tanpa sepengetahuan keduanya,Michelle telah memasang alat penyadap di kamar mereka.Mendengar percakapan mereka,akhirnya Michelle memutuskan tindakan ekstrem yang berujung pada kekacauan.


...****************...


Menjelang akhir semester enam,Ethan dan Deni yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian,terlelap tidur karena kelelahan.Mereka tak menyadari,jika seorang wanita yang tak lain adalah Michelle masuk ke dalam kamar mereka.


Michelle membius Deni menggunakan sebuah kain dan setelah memastikan dia sudah tak sadarkan diri,Michelle beralih pada Ethan.Ia mengikat tangan dan kaki Ethan dengan sebuah kain yang sudah ia persiapkan.Terakhir Michelle merekatkan lakban ke mulut Ethan dan berusaha membangunkannya.


Begitu tersadar,Ethan benar-benar terkejut mendapati dirinya yang telah terikat dengan Michelle yang berada di atas ranjangnya sedang memegang gunting.


"Kamu benar-benar ingin kabur dariku?Sudah ku bilang,aku itu cinta sama kamu tapi kenapa kamu tidak bisa menerimanya?",tanyanya pada Ethan yang sedang meronta berusaha melepaskan diri.


"Coba kamu jawab,apa yang tidak aku punya yang membuat kamu tidak bisa menyukaiku?Aku cantik?iya.Aku pintar?iya.Kaya?iya.Seksi?iya juga.Tapi kenapa kamu tidak bisa menyukaiku?coba jawab!"


Melihat aksi nekat Michelle membuat Ethan tak bisa tenang.Dia terus berusaha melepaskan dirinya sambil berteriak,meski mungkin tak akan ada yang mendengar teriakannya karena tertahan oleh lakban yang menutup mulutnya.Sedangkan Deni masih pingsan akibat obat bius yang dihirupnya.


"Teman anehmu itu tidak bisa menolongmu kali ini.Aku sudah membiusnya sebelum kamu bangun.Sekarang aku akan membuat malam ini menjadi malam yang tak terlupakan untukmu.Aku yakin setelah kamu merasakannya kamu hanya ingin terus bersamaku",ucapnya seraya tersenyum licik.


Michelle menggunting baju Ethan perlahan hingga ia tak lagi memakai baju.Saat itulah Michelle melihat tubuh Ethan untuk pertama kalinya.Melihat otot perut dan dadanya yang bidang membuat Michelle terpesona dan ingin menyentuhnya.


Merasa kesal dengan apa yang dilakukan Michelle padanya,Ethan pun memberontak dan akhirnya berhasil melepaskan ikatan di kakinya.Ethan berusaha menendang Michelle hingga ia tersungkur ke lantai.


Saat Michelle jatuh ke lantai,Ethan merasa bersalah karena ini pertama kalinya ia berbuat kasar pada wanita,namun melihat Michelle bangkit dan berusaha menahan kaki Ethan dengan menindihnya,ia kembali menyesal telah merasa bersalah pada wanita itu.Dia pun kembali meronta,namun Michelle menekan lututnya hingga ia tak bisa berontak.Dengan ganasnya ia berusaha untuk membuka celana Ethan.


Disaat itulah,teman sebelah kamar Ethan tiba-tiba masuk dan mengeluhkan suara mereka yang berisik.Namun ia terkejut saat melihat temannya sedang di ikat dan meronta-ronta meminta tolong.


Michelle pun panik karena teman Ethan membuat keributan dan membangunkan seisi asrama di lantai 8.Mereka berbondong-bondong masuk ke kamar Ethan dan Deni,lalu menahan Michelle serta melepaskan kain yang mengikat tangan Ethan.Mereka pun berusaha membangunkan Deni yang masih tak sadarkan diri.


Michelle terus saja mengelak dan berkata jika mereka melakukan atas dasar suka sama suka.Namun tak satu pun yang percaya padanya karena melihat tingkah Michelle selama ini pada Ethan.Mereka segera melaporkan kejadian ini pada Kepala Asrama dan Ethan pun menceritakan perihal kotak yang Michelle letakkan di depan kamarnya.


Setelah diperiksa ke kamar Michelle ternyata kotak itu dan isinya masih ada.Bahkan yang lebih mencengangkan,lemarinya penuh dengan foto-foto Ethan yang diambil secara diam-diam.Kepala asrama pun tak bisa membiarkannya lagi dan melaporkan kejadian ini ke pihak kampus lalu selanjutnya memanggil ke dua orang tua siswa.


Ethan pun menelepon orang tuanya dan menceritakan kejadian itu sebelum mereka datang ke kampus.Ayah Ethan sempat geram,namun Ibunya berusaha menenangkannya dan memintanya untuk tetap tenang.


Akhirnya setelah melalui perundingan antara pihak kampus dan orang tua kedua siswa.Michelle diberhentikan oleh kampus tanpa melaporkannya ke pihak berwajib.Dan Michelle diberikan surat perintah larangan mendekat pada Ethan tanpa batas waktu.


Begitulah awal pertemuan antara Ethan Michelle dan Deni.Setelah kejadian itu,mereka tak pernah lagi bertemu.Ethan pun tak merasa trauma akan kejadian itu karena setelah mendapat surat peringatan,Michelle tak pernah lagi menampakkan wajahnya.Namun di malam acara Pak Thomas,ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan wanita itu dan bahkan ia masih saja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Ethan.


...----------------...


Mohon dukungannya dengan like comment dan giftnya,terima kasih☺️🙏


Dan jangan lupa baca karya author yang lain ya!!Judulnya Second Chance.Makasih banyak-banyak!!!