Love In Tears

Love In Tears
Kehadiran buah hati kami



Enam bulan kemudian...


Ethan baru saja pulang dari perjalanannya bersama Deni ke Hongkong,mengunjungi Hotel disana.Dia masuk ke kamar pelan-pelan dan mendapati Lily yang sudah tertidur.Ethan berbohong pada Lily tentang kepulangannya.Itu sebabnya,dia mengendap-endap masuk dan ingin memberinya kejutan.


Paman dan bibinya memberikan Lily sebuah gelang batu giok murni yang di desain khusus dengan ukiran nama Lily dan Ethan.Ethan memakaikan gelangnya dengan pelan tanpa membuatnya terbangun.


Namun aroma parfum Ethan telah membuat tidur Lily terganggu.Matanya membelalak ke arah Ethan,membuatnya terperanjat dari tempatnya jongkok


"Kak Ethan kok sudah pulang?Bukannya kakak batal pulang hari ini?"


Ethan tertawa canggung,"Surprise!!"


Namun bukannya disambut dengan bahagia,Lily justru menutup hidungnya dan menatap Ethan dengan jijik.


"Kak Ethan belum mandi ya?Aroma badan kakak sangat menyengat"


Ethan tampak kebingungan,"Aroma menyengat?"


Ethan mencium jasnya,"tidak ada yang aneh!baunya sama seperti biasa kok!"


Ethan terus saja menciumi aroma tubuhnya,menurutnya dia tidak bau,justru aroma parfumnya masih sangat melekat di jasnya.Namun Lily tidak tahan dan segera berlari ke kamar mandi.


"Sayang,kamu tidak apa-apa?",tanya Ethan seraya mengikuti Lily dari belakang


Lily tidak menjawab dan terus saja memuntahkan isi perutnya.Setelah enakan,Lily kembali ke tempat tidur dan berbaring.


"Tidak apa-apa.Aku hanya mual mencium bau badan Kak Ethan.Bisakah Kak Ethan pergi mandi sekarang?",ucapnya seraya menutup hidungnya


'Bau badan?Aku bau?'


Dengan wajah kebingungan,Ethan mengikuti perintah istrinya dan segera mandi.


Setelah memakai pakaian tidur,Ethan naik ke ranjang dan mengangkat kepala Lily untuk di sandarkan ke lengannya,namun Lily tiba-tiba terbangun dan berlari ke kamar mandi.Lagi-lagi dia muntah.Ethan kembali mengikutinya dari belakang dan mengelus-elus punggungnya


"Sayang,apa kamu baik-baik saja?"


"Entahlah.Sehabis makan malam tadi,aku merasa tidak enak badan dan terus saja muntah.Perutku rasanya melilit di bagian bawah"


Ethan bergegas ke meja rias untuk mengambil jepitan rambut dan mengikat rambut Lily


"Apa sebaiknya kita ke rumah sakit?Sudah berapa kali kamu muntah"


"Ini sudah yang ke enam kalinya"


"Enam kali?",Ethan terkejut mendengarnya


"Yang pertama aku memuntahkan semua makan malamku.Setelahnya,aku hanya memuntahkan air saja",ucap Lily lemas


"Kenapa kamu diam saja?Kenapa tidak bilang ke ibu?Mau ku gosok minyak kayu putih?"


"Jangan!Justru tadi aku menggosok perutku dengan minyak kayu putih dan akhirnya aku muntah.Ini juga karena aku mencium bau badan Kak Ethan,jadinya aku rasa mual dan muntah lagi"


"Kalau begitu kita ke rumah sakit ya?"


Lily mengangguk


Ethan segera menggendong Lily ke mobil dan menitip pesan pada pembantu untuk memberitahu Ibunya saat bangun,jika Ethan membawa Lily ke rumah sakit.


Di tengah perjalanan,Lily beberapa kali merasa mual akibat aroma parfum mobil dan akhirnya Ethan menyembunyikan semua pengharum yang terpajang.


Sesampainya di rumah sakit,Ethan segera membawa Lily ke UGD.Wajahnya sudah sangat pucat dan tak mampu lagi berdiri.Dokter segera mengambil tindakan pemasangan infus setelah melihat kondisi Lily yang lemas.


Ethan terlihat sangat gelisah menunggu hasil pemeriksaan dokter.Sementara Lily sudah tertidur pulas,usai dipasangkan infus.


Setelah menunggu lama,dokter bersama seorang perawat datang menghampiri mereka berdua.


"Kami sudah mengecek kondisi Nyonya Lily,namun tak ada tanda-tanda keracunan,maupun muntaber.Untuk memastikannya,saya meminta kesediaan Nyonya Lily untuk melakukan tes Urine"


"Tes Urine dok?"


"Iya",ucap dokter seraya tersenyum


"Mungkin saja Nyonya Lily sedang hamil"


"Hamil!",tanya Ethan terkejut


"Saya belum bisa memastikan,tapi dari gejalanya,mungkin saja Nyonya Lily sedang hamil"


Ethan masih diam terpaku,antara senang dan khawatir.Karena dokter belum bisa memastikan sebelum Lily melakukan tes urine.


Ethan pun membangunkan Lily dan membantunya ke kamar mandi untuk memasukkan urine ke dalam pot yang sudah diberikan perawat tadi.Dengan bantuan perawat,alat tes kehamilan di masukkan dan menunggu hasilnya.


"Sepertinya perkiraan dokter benar pak!Istri bapak sedang hamil",ucap suster seraya tersenyum


"Hamil?",teriak Lily dan Ethan bersamaan


Mereka saling berpandangan seakan tak percaya mendengar berita barusan.Wajah mereka nampak sumringah sekaligus haru.


"Hasilnya akan saya perlihatkan pada dokter,agar istri Bapak di arahkan ke dokter Obgyn,guna memeriksakan kondisi kehamilannya.Kalau begitu saya permisi dulu pak"


Ethan tak mendengar lagi arahan suster barusan.Dia hanya terfokus pada Lily yang tampak bahagia,meski wajahnya pucat.Seketika Ethan teringat Ibu dan mertuanya.Dia segera menelpon mereka satu persatu,tak peduli meski sekarang sudah tengah malam


"Halo,bu"


"Halo,ada apa Ethan?Ini sudah larut malam"


"Aku ada di rumah sakit!"


"Apa!rumah sakit!",ibunya nampak terkejut


"Apa!Hamil?!",Ibunya lagi-lagi terkejut


"Iya!"


"Tunggu disana,Ibu segera menyusul,kirimkan pada ibu alamat rumah sakitnya"


Telpon terputus dan Ethan menghubungi mertuanya


"Halo Ayah"


"Halo,ada apa Ethan?Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Aku lagi dirumah sakit.Lily hamil!"


"Apa?Hamil?",Ayahnya terdengar kaget


"Apa Ethan?Lily hamil?",tiba-tiba Ibu Lily ikutan nimbrung


"Iya bu,kami sedang dirumah sakit"


"Kirimkan alamatnya segera,kami akan kesana sekarang juga"


"Baik bu"


Tak puas hanya menelpon mereka,Ethan menelpon seseorang dan ingin menyombongkan berita kehamilan istrinya


"Kak Ethan telepon siapa?Bukannya kakak sudah menelpon Ayah dan Ibu?",tanya Lily penasaran


"Apa kamu melupakan seseorang yang sangat penting bagi kita?",tanya Ethan


Lily langsung paham,"Oh iya!Dia tidak boleh ketinggalan"


Ethan pun menekan tombol panggilan


"Halo pak Ethan,apa kamu tidak tahu ini waktunya orang untuk istirahat?Jangan samakan diri anda dengan saya yang masih tidur dengan guling!Apa anda ingin menyombongkan diri sedang tidur berpelukan dengan istri kesayangan anda?!",ucapnya kesal


"Aku tidak sedang berpelukan dengan Lily,aku lagi di rumah sakit!"


"Apa?Di rumah sakit?Siapa yang sakit?Kamu?Lily?Ibu?"


"Lily tadi muntah-muntah,ku pikir sakit,ternyata dia hamil"


"Hah!Lily hamil!Aku akan jadi paman?!Selamat ya,aku tidak menyangka kamu sudah dewasa dan memiliki anak.Selamat ya bayi besar ku!Aku sungguh terharu",ucap Deni dengan suara parau.


Ethan ikut terharu mendengar kata-kata Deni.


"Berikan alamat rumah sakitnya sekarang,aku akan kesana.Terlanjur mataku sudah tidak mengantuk.Sebagai gantinya,beri aku cuti malam minggu untuk pergi berkencan dengan Nina"


"baiklah"


Deni pun menutup telepon.Ethan lalu membagi alamat rumah sakit pada mereka.


"Ada satu orang yang kak Ethan lupakan",ucap Lily


"Alex!",jawab mereka serentak


Ethan segera menghubungi Alex yang sudah kembali ke Amerika


"Halo kak?Ada apa?Bukannya disana masih tengah malam?"


"Aku ada kabar gembira untukmu!"


"Kabar gembira?Apa aku akan dapat mobil baru?"


"Mobil baru apanya.Bukannya mobilmu baru di beli tahun lalu?Masa sudah mau ganti?Kamu pikir kakak punya jin yang bisa mengabulkan semua keinginan konyol mu?"


"Lalu,apa berita bagusnya?"


"Sebentar lagi kamu punya ponakan.Kak Lily hamil"


"Apa!Sebentar lagi aku jadi bapak-bapak?Bagaimana bisa,aku belum lulus kuliah sudah punya anak.Tunggu aku lulus dan kakak memberiku anak"


"Apa kamu tidak senang mendengar kabar ini"


"Tidak,tidak!Aku hanya bercanda!Aku justru senang bisa punya ponakan calon penerus tahta ke playboy an Alex dan Deni!",ucapnya bangga


"Ya!!!Jangan mengajar anakmu yang macam-macam!Kalau berani melakukannya,kalian berdua akan ku hukum.Beserta bapaknya juga!",Lily memotong pembicaraan


"Apa!Aku juga!",ucap Ethan tanpa suara


"Pokoknya,jika kalian bertiga melakukan hal aneh pada anak kalian,maka aku akan membuat perhitungan!",ancam Lily


"Tenang kak,Kali ini aku tidak akan mengacau"


"Kalau begitu sudah dulu ya!Sebentar lagi Ibu,Deni dan mertua kakak akan datang",Ethan mencoba menyejukkan suasana untuk Ibu hamil


"Aku jadi rindu kalian.Rasanya aku ingin segera pulang.Kak,apa boleh aku pulang?"


"Tidak!Kamu sudah terlalu banyak membolos.Selesaikan segera kuliahmu dan pulang bantu aku jalankan bisnis Ayah!"


"Baik,aku tutup telpon ya.Miss u all"


"Daa,hati-hati disana"


Baru saja Ethan menutup telepon,orang tua mereka telah tiba bersamaan.Rasa haru seketika menyelimuti ruang UGD,bahkan pasien lain dan para staff rumah sakit tertawa melihat keabsurdan keluarga ini.Ya,keluarga terheboh yang pernah ada.