
Sebulan yang lalu...
Adam baru saja menutup pintu kamar hotel.Lily masuk tanpa berkata satu kata pun dan terus saja membereskan semua barang-barang mereka.
"Apa kamu akan terus mendiami ku?",tanya Adam pada Lily
"Iya,tidak ada lagi yang ingin aku katakan padamu"
"Maksud kamu apa?"
"Sesampainya di Indonesia,aku tidak akan pulang kerumah kita.Aku akan kerumah orang tuaku dan segera mengajukan perceraian ke pengadilan.Aku juga akan mengumpulkan kedua orang tua kita dan menyampaikan perihal perceraian ini.",ucap Lily kesal.
"Aku sudah memberitahumu sebelumnya,aku khilaf.Aku tidak akan mengulanginya lagi.Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan",pinta Adam
"Aku sudah coba memahami kekhilafan mu ini dan berusaha untuk memberimu kesempatan,mengingat kebersamaan kita yang tak sebentar.Tapi semakin besar keinginanku memaafkan mu,semakin sering aku terbayang perbuatan menjijikanmu,betapa asyiknya kamu menikmati tubuh wanita lain sementara kamu terus saja mengabaikan ku tiap kali aku berusaha mendekatimu,seolah aku memelas untuk disetubuhi."
Merasa menyesal,Adam pun berlutut dihadapan Lily,"Kumohon Lily,beri aku kesempatan sekali ini.Aku tidak akan mengulangi hal yang sama.Aku berjanji tidak akan membuatmu terluka untuk kedua kalinya.Tolong jangan lakukan ini padaku"
"Maaf,tapi perasaanku padamu sudah memudar.Bahkan jika aku memberimu kesempatan,aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi,jadi lebih baik kita akhiri saja"
Seketika Adam bangkit,namun kali ini wajahnya terlihat geram,"Apa karena lelaki tadi?"
Lily terperangah,tanpa menyadari kesalahannya,dia selalu melibatkan Ethan di setiap pertengkaran mereka.Dan karena hal itu pula,Lily semakin muak pada Adam
"Mengapa kamu terus melibatkan dia dalam masalah rumah tangga kita?Dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan keputusanku!",bentak Lily
"Lalu apa alasanmu ingin segera bercerai denganku?Aku baru sekali melakukan kesalahan dan kamu langsung ingin bercerai denganku.Apa kamu tidak keterlaluan?Lantas kalau bukan karena dia,kenapa kamu tak bisa memberiku kesempatan kedua?Kenapa perasaanmu bisa berubah secepat itu,padahal kita sudah saling mencintai lebih dari sepuluh tahun!"bentak Adam
Lily tak bisa berkata-kata.Dia tak habis fikir dengan apa yang barusan Adam katakan.Dia sangat egois dan sama sekali tak merasa bersalah atas perbuatannya
"Kenapa kamu tidak sadar juga.Masalahnya itu ada pada kamu,bukan dia.Kamu selalu saja menyalahkan dia tanpa menyadari perbuatanmu sendiri.Benar kita sudah saling mencintai lebih dari sepuluh tahun,lalu kenapa kamu tega melakukan hal itu padaku?!",teriak Lily
"Bahkan kalian sudah melakukan hubungan suami istri",tangis Lily pecah mengingat kejadian di lorong Hotel
Adam hanya terdiam melihat Lily menangis.
Lily berusaha untuk tenang dan menatap ke arah Adam dengan kesal,"bukannya kamu yang keterlaluan padaku?Disaat aku memohon dan meminta perhatianmu,kamu selalu menolakku.Tapi dengan gampangnya kamu memberikan tubuhmu secara sukarela pada wanita lain!Jadi silahkan berfikir siapa diantara kita yang keterlaluan!"
"Kenapa kamu terus saja membela pria itu?!Aku sampai khilaf begini karena memikirkan hubungan kalian di belakangku!Kamu fikir aku tidak tahu kamu asyik makan berduaan dengannya saat aku berada di Tiongkok?",ucap Adam berusaha membela diri
Lily makin terkejut dengan apa yang diucapkan Adam.Dia seakan tak percaya Adam melakukan semua hal ini.Bahkan mengkambing hitamkan setiap orang yang berkaitan dengannya.Lily semakin kesal dan seakan ingin menghajarnya.
"Jadi kamu memata-matai ku?Kalau begitu seharusnya kamu tahu alasan aku makan berdua dengan Ethan!"ucap Lily geram.Dia berjalan meninggalkan Adam sendiri,tak tahan berada di dekatnya
Adam terdiam,dia berusaha memahami penjelasan Lily yang tidak dia mengerti.
...****************...
Sepanjang perjalanan ke bandara hingga di atas pesawat,Lily sama sekali tak menegur Adam.Dia bahkan tak ingin menatap Adam sedetikpun.
Begitu tiba di bandara Soekarno Hatta, mereka berpisah.Lily pulang menggunakan taxi menuju kediaman orang tuanya.
Karena sudah larut,Lily memutuskan untuk menceritakan semuanya pada orang tuanya berbarengan dengan kedua mertuanya saat pulang dari pengadilan agama.
Keesokan harinya,Lily ke pengadilan agama untuk memasukkan berkas permintaan cerai.Setelah itu,dia menelpon orang tua dan mertuanya untuk bertemu disalah satu restoran.Dia juga mengirim pesan pada Adam untuk bertemu di restaurant tersebut.
Ayah dan ibunya datang lebih dulu,disusul Adam yang datang bersama dengan kedua orang tuanya.
Setelah mereka makan,Lily mencoba memulai pembicaraan
"Ayah,ibu,sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian.Aku memanggil kalian karena ingin menyampaikan perihal rumah tangga kami.Aku dan Adam akan bercerai",ucap Lily tanpa basa-basi
Sontak keempatnya terlihat sangat terkejut.Mereka saling berbisik satu sama lain,seolah tak paham dengan apa yang baru saja Lily katakan.Sebelum Lily melanjutkan pembicaraan,Adam mengeluarkan sebuah amplop dari balik jasnya
"Aku tahu Ayah dan Ibu terkejut dengan pernyataan Lily.Tapi aku dengan tegas menolak perceraian ini.Apapun yang terjadi aku tetap mencintai Lily dan tak ingin bercerai darinya"
Adam mengeluarkan isi amplop tersebut.Betapa terkejutnya Lily saat melihat isi amplop tersebut adalah foto dia dan Ethan saat di hongkong.
Kedua orang tua mereka pun sama terkejutnya saat melihat foto tersebut.Orangtua Adam terlihat marah,sedangkan orang tua lily merasa sangat malu
"Adam kau...",Lily tak bisa berkata-kata
"Maaf Ayah,Ibu.Kalian jangan salah paham.Foto-foto itu tidak benar.Aku ingin bercerai bukan karena orang yang ada di foto itu.Justru Adamlah yang berselingkuh",Lily berusaha memberi penjelasan.
"Tidak,bukan begitu.Ini tidak seperti yang kalian bayangkan"
"Pak Atmojo,Bu Laila.Maafkan atas kekhilafan putri saya.Sebaiknya kita akhiri saja pertemuan ini.Dan beri saya waktu untuk mencari tahu masalah ini",Ayah Lily memotong pembicaraan
"Ya,tolong bawa pulang putri anda dan cari tahu dengan jelas sejauh mana hubungan dia dengan lelaki di foto itu.Kami itu dari keluarga baik-baik!Jangan sampai perbuatannya mencoreng nama baik keluarga dan merusak hubungan antara kami dan keluarga Pak Adiguna",jawab Ayah Adam dengan nada tinggi
"Pantas saja dia tidak ingin hamil.Ternyata dia sibuk dengan laki-laki lain.Suaminya sibuk bekerja untuk menafkahinya,dia malah berbuat seenaknya di luaran sana.Ayo pak, kita pulang",ucap Ibu Adam kesal.
Keduanya pun berjalan meninggalkan restaurant,diikuti Adam dari belakang.
Lily menatap semua foto yang ada di depan matanya.Tega sekali Adam melakukan itu padanya.
Ayah Lily mengumpulkan semua foto itu dan memasukkannya kedalam amplop yang ditinggalkan Adam
"Ikut ayah pulang"perintah ayah Lily
...****************...
"Plak!!!"
Terdengar suara tamparan dari ruang kerja Ayah Lily.Untuk pertama kalinya Lily merasakan tangan lembut Ayahnya mendarat di pipi kirinya
"Sejak kapan kamu melakukan perzinahan itu?",teriak Ayah Lily.
Lily hanya terdiam.Ibunya yang panik berusaha menenangkan Ayahnya
"Kenapa diam saja?Jawab!"
"Kalau aku bilang aku tidak melakukannya apa Ayah akan percaya?Dia yang berselingkuh dariku tapi kenapa aku yang dituduh selingkuh"
"Lalu bukti ini apa?!Kalian berpegangan tangan,makan bersama,berduaan malam hari,bahkan ada foto laki-laki itu di depan kamar hotelmu.Apa yang kau pikirkan Lily?Kamu mau Ayah percaya padamu,tapi bukti foto itu mengatakan sebaliknya.Kamu bahkan menuduh suamimu berselingkuh tanpa bukti"
Ayah Lily memegangi kepalanya.Dia terlihat sangat syok.
Air mata Lily mulai jatuh,namun dia berusaha untuk kuat.
"Apapun yang Adam tuduhkan,aku tetap ingin bercerai dari dia.Aku tidak mau kembali kerumah itu"
"Apa kamu gila?Kamu mau lari dengan pria itu?"
"Kumohon Ayah,percaya padaku!Adam memutar balikkan fakta!Ethan dan aku tidak punya hubungan apapun.Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan ini"
"Kalau kamu bersikeras ingin bercerai,silahkan pergi dari rumah Ayah.Ayah tidak mau punya putri pembangkang sepertimu"
Lily merasa hancur mendengar perkataan Ayahnya barusan.Lily tak menyangka,bahkan keluarganya sendiri pun sudah tak bisa dijadikan sandaran untuknya.
"Apapun yang aku katakan,sepertinya tidak akan ada yang percaya.Jadi silahkan kalian berfikir sejauh yang kalian inginkan tentangku.Aku sudah tidak tahan dengan ini semua"
Dia pun meninggalkan ruangan Ayahnya dan pergi ke kamarnya.Ibunya mengejar Lily dari belakang.Tanpa pikir panjang,Lily memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.Ibunya berusaha menahannya tapi dia bersikeras ingin pergi dari rumah.Lily teringat temannya yang menawarkan pekerjaan mengajar di group alumni kampusnya.Dia pun menghubungi temannya dan bersedia untuk ikut.
"Lily, kamu mau kemana nak?"tanya Ibunya khawatir
"Lily tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan Lily dengan Adam,Bu.Lily juga ingin menjauh dari semua ini.Lily capek.Bahkan Ayah tidak percaya lagi pada Lily,jadi untuk apa Lily disini.Apapun yang Lily jelaskan,kalian pasti tak akan percaya"
"Ibu tahu,tapi kamu mau kemana nak?"
"Aku akan mengganti nomor setibanya di sana dan mengabari Ibu.Aku mohon Ibu jangan memberitahu siapa-siapa tentang keberadaan ku,terutama pada Adam.Aku akan tinggal di sana setidaknya sampai pikiranku jernih dan bisa membuktikan kalau ini kesalahan Adam,bukan aku"
Ibunya pun membuka handphone dan menarik salah satu kartu debet di saku handphonenya
"Kamu bawa kartu Ibu.Segera hubungi ibu kalau terjadi apa-apa dan jangan berhenti memberi kabar",pesan Ibunya.
Lily memeluk erat Ibunya dan berusaha untuk tidak menangis
"Aku sayang Ibu"
Lily pun berjalan keluar.Dia menyuruh sopir untuk mengantarnya ke bandara.
Diruang tunggu keberangkatan,dia bertemu dengan temannya dan beberapa kenalannya.Sejak hari itu,Lily pergi dan tak pernah mengabari siapapun tentang keberadaannya selain pada Ibunya