Love In Tears

Love In Tears
Akhir yang buruk dan awal yang bahagia



Tiga bulan berlalu,akhirnya Lily dan Adam resmi bercerai.Mereka menjalani sidang dengan cepat tanpa hambatan apapun.Lily merasa senang begitu terbebas dari Adam,sementara Adam sangat menyesali perbuatannya terhadap Lily dan masih tak terima dengan kenyataan dia telah berpisah dengan Lily secara sah.


Ayah dan saudaranya pun mengaku kecewa dan tak ingin bertemu sementara waktu dengan Adam,agar dia bisa menyesali perbuatannya.


Ethan sudah menunggunya di mobil,begitu Lily keluar dari kantor pengadilan agama.Selama tiga bulan ini,Ethan dengan sabar menemani Lily dan memberinya dukungan penuh.


"Akhirnya setelah penantian panjang ini,aku bisa terlepas dari belenggu masa lalu"


"Barang-barangmu juga sudah selesai di pindahkan"


Tiba-tiba Lily teringat kalau barang miliknya dia titipkan sementara waktu di rumah lama Ethan,karena tak punya waktu untuk memindahkannya.


"Sebaiknya aku tidak menggunakan barang-barang itu lagi,aku akan coba menjualnya pada teman-temanku",Lily mengambil handphonenya dan memasukkannya ke dalam group


"Hari ini kita mau kemana?Kamu sudah makan siang?"tanya Ethan


"Belum,tapi aku tidak ingin makan diluar.bagaimana kalau kita ke apartemen mu dan memasak makanan?"


"Baik,aku yang akan memasak hari ini"


...****************...


Setibanya di apartemen Ethan,Lily melangkah lebih dulu dan berhenti tepat didepan pintu apartemen.


"Kak Ethan jangan marah ya"


Tiba-tiba Ethan curiga ada sesuatu yang ditutupi Lily


"Apa yang kamu sembunyikan?"


Lily menggeleng.Dia membuka pintu dengan pelan dan menarik Ethan dengan lembut ke dalam apartemen.Saat masuk,Ethan dikejutkan dengan dekorasi bunga hidup di setiap sudut ruangan di apatemennya.Sementara dilantai,tersusun kelopak bunga mawar pink dengan lilin yang berjejer rapi menuju kearah jendela apartemen Ethan.Di sana tertulis kalimat 'will you be my boyfriend?'


Ethan terkejut,dia merasa terharu sekaligus bahagia setelah melihat kalimat itu.Perjuangannya untuk mendapatkan hati Lily akhirnya berbuah manis.


"Aku juga mencintaimu",bisik Lily.


Ethan berbalik dan menatap Lily penuh cinta setelah mendengar jawaban atas pernyataan cintanya


"Sudah lama aku ingin mengatakannya,tapi aku menunggu..."


Belum sempat Lily menyelesaikan kalimatnya,Ethan sudah mencium bibir Lily seraya memeluknya.Dengan perasaan bahagia Lily membalas ciuman Ethan dan melingkarkan tangannya ke pundak Ethan.


"Selamaaaaat!!!",tiba-tiba sebuah suara mengagetkan keduanya.


Deni berjalan keluar dari arah kamar Ethan sembari bersorak kegirangan.Ethan dan Lily tertawa dan saling berpandangan.


"Ini ulah kalian berdua?",tanya Ethan


"Ini ide Lily,aku hanya merealisasikannya saja",jawab Deni.


"Sejak kapan kalian bermain rahasia denganku?"


"Kami tidak bermain rahasia.Kamu saja yang terlalu fokus pada Lily,sampai tak menyadari apa yang kami lakukan di belakangmu"sekali lagi Deni menjawab


"Kalau begitu aku pergi dulu,silahkan menikmati waktu berdua,aku tidak ingin menjadi nyamuk diantara kalian"


"Obat nyamuk"teriak Ethan dan Lily kompak


"Ya, ya.Terserah kalian saja",ujarnya lalu berjalan meninggalkan mereka berdua


"Apa ini termasuk lamaran?"tanya Ethan begitu Deni sudah pergi


"Ini hanya jawaban atas pernyataan cinta Kak Ethan saat itu.Aku tidak berhak untuk melamar kakak dengan keadaanku saat ini"


"Syukurlah,karena aku tidak akan menerimanya jika kamu melamar ku lebih dulu"


Ethan memeluk Lily dengan erat.


"Mungkin kita benar-benar berjodoh.Malam ini aku juga berencana ingin mengenalkan dua orang penting padamu"


"Siapa?"tanya Lily penasaran


"Aku akan mengantarmu pulang setelah makan siang agar kamu bisa beristirahat.Aku akan menjemputmu lagi jam tujuh malam",ucap Ethan tanpa menjawab pertanyaan Lily.


...****************...


Saat pulang, Lily tak beristirahat.Dia mempersiapkan diri dengan perawatan di rumahnya dan menyiapkan gaun yang akan di pakainya nanti malam.Namun dia masih penasaran siapa yang akan di kenalkan Ethan padanya.


Tepat pukul tujuh malam,Ethan menjemput Lily.Dia nampak bersemangat membawa Lily ke sebuah restaurant mewah.Sementara Lily terlihat sangat gugup,dia mengatur nafasnya agar terlihat tenang.


Akhirnya Lily dan Ethan tiba di restoran tempat mereka janjian.Ethan membukakan pintu mobil untuk Lily,dia mengulurkan tangan dan membungkuk,lalu merangkul tangan lily dan berjalan memasuki restoran.Ethan dan Lily berjalan menuju kearah sebuah meja.Tampak dua orang sedang duduk membelakangi mereka.Yang satu seorang pria yang terlihat masih muda,menggunakan setelan jas.Dan yang satunya merupakan seorang wanita usia lima puluhan akhir dengan rambut lurus tergerai dan setengah beruban.Keduanya menoleh dan langsung berdiri begitu Ethan dan Lily berjalan mendekat.


Saat itulah Lily melihat wajah mereka dengan jelas.Mereka sangat mirip dengan Ethan. Si pria masih sangat muda,dia versi Ethan junior dengan rambut cepak dan postur tubuh yang lebih tinggi dan kekar dari Ethan.Sedangkan yang wanita sudah setengah baya,namun tetap terlihat anggun dan sangat cantik.Beliau terlihat sangat elegant dengan gaun mewah berwarna hitam legamnya.Lily menebak jika mereka berdua adalah Ibu dan adik Ethan.


Tangan Lily tiba-tiba gemetar,namun Ethan mencoba menenangkan Lily dan mengelus pundaknya dengan lembut.Ibu dan adik Ethan menyambut mereka dengan senyum


"Sudah lama aku menunggu hari ini.Akhirnya anakku membawa seorang wanita cantik untuk dikenalkan padaku",sambut Ibu Ethan.


Lily kemudian bersalaman dengan Ibu Ethan dan saling mendekatkan pipi kanan dan kiri,lalu bersalaman dengan adiknya,Alex


"Nama saya Alex Haryuda Halim,adik Ethan satu-satunya.Dan yang pastinya lebih tampan dari dia",canda Alex seraya tersenyum


Ibunya lalu mempersilahkan duduk.Lily duduk tepat disamping kiri ibu Ethan.


"Ethan sudah banyak bercerita tentangmu pada Ibu.Karena itu,Ibu makin penasaran ingin bertemu secepatnya dengan kamu.Ibu sampai mengancam Ethan akan menemui mu diam-diam,jika dia tidak mempertemukan kita secepatnya",ucap Ibu Ethan dengan girang


Lily menoleh kearah Ethan yang duduk tepat disampingnya.Dia tersenyum ke arah Lily dan mengalihkan pandangan ke Ibunya


"Apa ibu senang sekarang?Bagaimana pendapat Ibu"


Ethan,Lily dan Alex terkejut mendengar ucapan Ibunya barusan


"Ibu jangan memaksakan impian Ibu yang belum terwujud pada kak Ethan dan kak Lily.Mereka bukan pabrik bayi!"celetuk Alex


Ibu Ethan spontan menepuk pundak Alex yang sedang asyik menyeruput jusnya.


"Kalian memang senang membuat Ibu jadi roh gentayangan daripada menikah secepatnya dan berkeluarga!Ibu juga ingin melihat anak-anak Ibu bisa berumah tangga dan hidup bahagia sebelum masuk ke liang lahat"


"Ibu jangan bicara seperti itu,Ibu harus berumur panjang hingga punya cicit.Aku janji,setelah satu bulan,aku pasti akan membujuknya menikahiku.Kalau dia tidak mau,aku akan gantung diri dan menghantuinya seumur hidup",canda Ethan.


Lily memelototi Ethan sembari mencubit lengannya.Sementara Ibu dan Alex tertawa mendengar ucapan Ethan


"Ibu tidak butuh janji,tapi butuh bukti.Jika sampai bulan depan Ibu tidak mendapatkan kabar dari kalian,maka Ibu akan menikahkan Alex dengan pilihan Ibu",Ibu menimpali


Alex yang mendengar ucapan Ibunya, terkejut.Sampai-sampai tersedak minumannya sendiri.


"Kenapa aku jadi tumbal lagi?Aku belum puas menikmati masa mudaku.Usiaku baru dua puluh dua tahun,kuliahku saja belum beres,masa aku harus menikah!Harusnya kak Ethan yang menikah lebih dulu kalau tidak ingin di panggil kakek oleh anaknya",ucap Alex seraya tertawa terbahak-bahak


Ethan terlihat kesal mendengar Alex menertawainya.Dia menarik serbet di atas meja dan melemparkannya ke arah Alex.Namun Alex tetap saja tertawa dan terus mengejek kakaknya dan dibalas terus oleh Ethan


"Maaf ya Lily.kelakuan anak-anak Ibu memang diluar nalar.Mereka sudah besar, namun masih seperti anak-anak.Kamu harap maklum ya"


Lily yang sedari tadi diam saja,hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


Ibu Ethan menarik tangan Lily ke pangkuannya dan mengelus punggung tangannya dengan lembut.


"Ibu sudah mendengar semuanya dari Ethan.Syukurlah sekarang kamu terbebas dari ikatan buruk itu.Ibu sangat berharap kamu bisa kejenjang yang lebih serius bersama Ethan.Dia anak yang susah menjalin hubungan dengan wanita,karena sedari kecil sudah disibukkan untuk mempelajari bisnis Ayahnya.Makanya Ibu sangat senang,begitu mendengar dia bercerita tentang wanita yang dia cintai pada Ibu.Akhirnya Ethan bisa menemukan cinta dari wanita yang baik dan penyayang sepertimu"


"Ibu terlalu berlebihan menilaiku.Aku sama saja seperti wanita yang lain.Justru aku yang beruntung mendapat cinta dari kak Ethan.Dia lelaki sempurna dan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku"


Ibu Ethan tersenyum kearah Lily


"Tidak ada wanita yang lebih baik yang bisa mendampingi anak keras kepala itu selain kamu.Ibu sudah yakin sejak dia mengajakmu makan siang di Hotel waktu itu.Wajahnya terlihat sangat bahagia tiap kali bercerita tentangmu.Ibu belum pernah melihat ekspresi itu sebelumnya pada Ethan selama dia hidup"ucap Ibu Ethan


"Dia juga sudah banyak berubah.Sekarang dia lebih banyak tersenyum.Dia juga lebih sering menghubungi Ibu untuk sekedar bercerita tentang hubungan kalian.Hal itu yang membuat Ibu bahagia,karena akhirnya bisa lebih dekat dengan Ethan",sambungnya dengan wajah yang bahagia


Lily menatap kearah Ethan.Saat itu juga,dia tersadar dengan apa yang dikatakan Ibu Ethan barusan.Benar,raut wajah Ethan yang dilihatnya malam ini sangat berbeda dengan raut wajah saat pertama kali Lily bertemu dengannya.Lilypun teringat kilas balik pertemuannya dengan Ethan.Perkenalan mereka didepan rumah,saat dia mengantarkan makanan,saat Ethan menjaganya di rumah sakit,kemudian makan siang di restaurant,disaat Ethan memberinya payung,saat berpapasan di taman bermain,pertemuannya di Pulau Seribu,perjalanan yang dihabiskannya bersama Ethan di Hongkong dan yang terakhir saat Ethan menjemputnya di Sorong.Ethan selalu memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda,namun tatapan matanya yang hangat pada Lily tak pernah berubah.Dan Lily baru saja menyadarinya.


Seketika air matanya mengalir,membuat Ethan,Ibu dan Alex panik.Namun Lily mengatakan jika dia menangis karena bahagia dan membuat mereka lega.Ibu Ethan coba menenangkannya sementara Alex berusaha membuatnya tertawa.Begitu makanan disajikan,merekapun menikmati makan malam sembari bercengkrama satu sama lain.


...****************...


Ethan dan Lily tiba di depan rumah.Kali ini Lily yang tak ingin berpisah dengan Ethan.


"Masuklah dan istirahat.Kamu pasti lelah seharian ini menghabiskan waktu diluar",ucap Ethan lembut


Lily hanya terdiam.Dia terus saja memainkan tangan Ethan.


"Mau aku antar masuk ke dalam?",tanya Ethan sembari mendekatkan wajahnya ke arah Lily yang terlihat manyun


Lily beralih menatap Ethan lalu tiba-tiba menciumnya.Ethan terkejut ,namun tak menolak dan balas menciumnya dengan lembut.Tanpa terasa air mata Lily jatuh dan Ethan menyadarinya saat tangannya membelai pipi Lily.Mereka sama-sama membuka mata dan saling bertatapan


"Aku sangat mencintaimu Ethan,aku sungguh bahagia bisa bertemu denganmu, menjadi teman berbagi,pasangan hidup",bisik lily dengan lembut.


Ethan tersenyum mendengar Lily memanggil namanya.Diapun mengecup kening,hidung,pipi dan bibir Lily sekali lagi.


"Aku juga sangat mencintaimu.Jadi tetaplah bersamaku dan kita akan bersama sampai akhir hayat"


Lily memeluk Ethan dengan erat dan membelai rambutnya dengan lembut.Lily sungguh merasa bahagia.


...****************...


Pagi ini Lily terlihat ceria.Sejak tadi dia sudah berada di dapur membantu Bi Inah dan Ibunya,menyiapkan sarapan sembari bersenandung.Mereka terlihat heran dan diam-diam menertawai Lily yang sedang asyik sendiri seakan tak menyadari keberadaan Ibu dan bi Inah.


"Pagi Ayah",sapa Lily dengan ceria saat Ayahnya berjalan menuju meja makan.


"Pagi,hari ini kamu terlihat sangat senang"


Ibu dan bi Inah muncul dari dapur, membawa makanan dan menyajikannya di meja makan


"Nggak tahu tuh Pak.Anak itu dari tadi nyanyi sambil nari-nari di dapur.Ibu dan bibi dianggap tembok sama dia",celetuk Ibunya


Lily hanya tertawa sambil meminta maaf pada ibunya


"Semalam kamu dan Ethan kemana?"tanya Ibu penasaran begitu duduk berhadapan dengan Lily


"Aku ke restoran dan makan malam bersama Ibu dan adiknya",jawab Lily sembari mengambil makanan dan menaruhnya diatas piring


"Ethan sudah mengajak kamu bertemu keluarganya?",tanya Ibu lagi


"Iya"


"Terus kalian membicarakan apa?Apa Ibunya menyambut kalian dengan baik?"


"Sangat baik,bahkan melebihi ekspektasi ku,Bu.Beliau wanita yang anggun dan berkelas.Dia juga berpikiran terbuka"


"Kalau kalian sudah sama-sama serius, sebaiknya di percepat setelah masa penantianmu berakhir.Umur kalian sudah tidak muda lagi.Tapi,apapun keputusanmu,Ayah akan mendukungnya"ucap Ayah Lily


"Ethan sudah sangat siap,hanya saja aku yang masih ragu.Bukan ragu pada Ethan,aku ragu pada diriku sendiri",jawab Lily datar


"Jangan merasa kecil hati dengan statusmu saat ini.Ayah dan Ibu bahkan tidak merasa malu dengan kegagalan pernikahanmu sebelumnya.Justru kami bersyukur kalian berpisah saat belum di karuniai anak.Jika tidak,itu akan jadi pertimbangan terbesarmu.Bahkan mungkin kamu akan menutupi semua perbuatan suamimu dari kami"


Ucapan ayahnya membuat Lily merasa kuat.


"Ethan laki-laki yang baik.Bahkan dia selalu ada disaat kamu di masa-masa sulit.Ibu yakin kamu bisa melupakan masa lalu mu jika bersama Ethan."


Lily tersenyum dan mereka pun melanjutkannya dengan pembicaraan yang lain.