Love In Tears

Love In Tears
Hadiah untuk Ibu



Setelah tiga hari dua malam menghabiskan bulan madunya hanya di hotel,Ethan dan Lily menjemput Deni dan Nina di hotel tempat mereka menginap.Wajah bahagia nampak dari keduanya.Setelah perjuangan mereka mencari ke seluruh kota,mereka akhirnya menemukan mawar hitam di sekitar hotel tempat Ethan dan Lily menginap


"Kalau aku tahu,ternyata bunga itu berada di sekitar tempat kalian menginap,aku tidak akan membatalkan reservasi ku kemarin",ucap Deni saat mereka sedang menikmati kopi,usai makan siang di sebuah restoran,saat tiba di gaziantep


"Tapi,seandainya kalian tak berusaha keras untuk mencarinya,hubungan kalian tidak akan sedekat ini sekarang",ucap Ethan menasehati.


"Betul juga.Aku tidak memikirkan itu"


Sementara Ethan dan Deni asyik berbincang tentang hubungan Deni dengan Nina,Lily dan Nina justru sedang menikmati jalan-jalan berkeliling di kota gaziantep,sembari menunggu pesawat mereka tiba.Mereka membeli beberapa pernak pernik dan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat mereka.Mereka juga mengunjungi beberapa museum dan menikmati es krim.


Jam 5 sore,pesawat jet mereka telah siap.Ethan dan Deni menjemput mereka dan bergegas menuju bandara.Ke empatnya benar-benar kelelahan dan hanya tertidur dalam perjalanan pulang.Sesekali mereka turun untuk berbelanja,saat transit.


Begitu tiba di bandara Soekarno Hatta,mereka di sambut senyum ceria Alex yang sedang menunggu kepulangan mereka


"Kamu belum balik ke Amerika?",tanya Deni begitu menghampiri Alex


"Belum,aku menunggu kakak pulang untuk berpamitan"


"Oh ya Ethan,aku dan Nina akan pulang sendiri.Kebetulan mobilku juga terparkir disini saat kita akan berangkat"


"Oke ,kalau begitu kami duluan ya",ucap Lily pada Nina dan Ethan


"Daa"


"Daa"


Mereka pun berpisah jalan.Alex membantu Ethan menaikkan koper dan beberapa paper bag milik Lily.


Di perjalan pulang,Lily dan Ethan sibuk berduaan di kursi belakang,seolah melupakan keberadaan Alex di depan mereka.Alex cemberut.Dia seakan tak dianggap makhluk hidup oleh keduanya.


"Kak Lily,ada oleh-oleh untukku tidak?",tanya Alex,mencoba merusak suasana romantis mereka.


"Tentu.Aku membelikan mu dan Ibu oleh-oleh"


"Kak Ethan juga membelikan ku sesuatu?"


"Tidak!Lily sudah membelikan mu oleh-oleh saat transit di Istanbul.Dia membelikan mu sepatu keluaran terbaru yang harganya melebihi gajiku 3 hari.Jadi,aku tidak akan makan dengan Lily selama tiga hari,demi membelikan mu sepatu yang kamu idamkan.Jika aku membelikan mu oleh-oleh lagi,aku dan istriku akan kelaparan selama satu bulan"


"Siap bos!Karena sekarang Kak Ethan adalah bosku,maka aku akan mengantar Kak Ethan kemana saja Kak Ethan mau",ucapnya dengan wajah serius


Lily yang melihat wajah serius Alex,seketika tertawa.


"Kita pulang dulu ke rumah.Setelah itu,antar kakak ke kantor,ada hal yang harus kakak kerjakan"


"Kak Ethan akan kembali ke kantor?",tanya Lily terkejut


"Iya,sepertinya ada kontrak yang tertinggal dan harus segera di tanda tangani.Jadi aku harus kesana dan mengeceknya"


"Baiklah,tapi jangan lama-lama ya.Apa kak Ethan ingin makan sesuatu?"


"Rendang dan telur balado?"


"Rendang lagi?"


"Benarkah?"


Ethan mengangguk manja.Seketika senyum merekah,terpampang di wajah Lily.Dia tersipu malu dengan pujian Ethan dan langsung mendaratkan ciuman di bibir Ethan.Akhirnya terciptalah suasana romantis dalam mobil,sementara sang sopir sedang harap-harap cemas sambil mengemudikan mobilnya


'Ya tuhan,mataku telah ternodai pagi-pagi.Dasar tua bangka yang baru merasakan jatuh cinta.Dia membuat pria tampan seperti ku merana meratapi nasib jadi seorang jomblo'


...****************...


Sesampainya di rumah,Lily disambut senang ole Ibu Ethan


"Bagaimana bulan madunya?Seru?",tanya Ibu Ethan saat mereka sudah duduk di sofa.


"Seru bu!Pemandangan di kota Halfeti sangat indah.Apalagi saat menyusuri bendungan dengan perahu!Kami tidak menyesal memilih Halfeti untuk berbulan madu"


Lily masih teringat peristiwa yang terjadi disana,membuat Lily jadi tersipu malu.Ibu Ethan yang melihat wajah berseri-seri Lily,ikut tersenyum.


"Oh ya bu,aku ada oleh-oleh buat Ibu"


Lily menyerahkan sebuah paper bag kecil pada Ibu Ethan.Dia tampak senang melihatnya.Dibukanya kotak dalam paper bag.Sebuah jam tangan merk brand ternama.Ibu Ethan terlihat sangat excited melihat kado pemberian Lily dan Ethan


"Ini sangat bagus nak.Ibu sangat terharu mendapat hadiah pertama dari menantu pertama ibu",tuturnya dengan mata berkaca-kaca


"Hadiah ini tidak sebanding dengan apa yang ibu berikan pada kami.Kasih sayang dan materi yang telah ibu curahkan untuk Ethan dari lahir hingga dewasa seperti ini,serta hati ibu yang lapang menerima saya sebagai menantu di keluarga Ibu,tak cukup dengan hadiah yang kami berikan"


Ibu Ethan makin terharu.Dia akhirnya menitikkan air mata di depan Lily dan membuatnya ikut menangis


"Sekarang waktunya kami berbakti pada Ibu.Ethan akan mengurus perusahaan dengan baik dan aku yang akan mengurus Ethan dengan baik.Alex juga sebentar lagi akan lulus dan bisa membantu Ethan di perusahaan.Sudah saatnya Ibu menikmati masa tua Ibu dengan nyaman dan tanpa beban"


"Benar katamu sayang,Ibu terkadang merasa lelah dan sangat merindukan Almarhum Ayah saat pekerjaan Ibu menumpuk dan hanya akan membuat Ibu semakin sedih.Mereka berdua sudah mandiri dan bisa berdiri menghadapi tantangan dunia bisnis.Sudah saatnya Ibu untuk menikmati hidup,menunggu waktu kematian ibu dan bertemu dengan Ayah disana."


"Jadi,mulai sekarang Ibu sebaiknya menghabiskan waktu dirumah bersamaku dan sesekali berjalan-jalan kemana pun Ibu mau"


"Tentu saja!Ibu senang bisa menghabiskan waktu bersama anak perempuan Ibu dan menghabiskan gaji kedua anak laki-laki ibu",canda Ibu Ethan seraya tertawa lepas


Lily sangat bahagia bisa akrab dengan mertuanya.Ibu Ethan sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri.Sejak lamaran di gelar,beliau tak henti-hentinya bertandang ke rumah Lily dan mempersiapkan pernikahan mereka bersama Lily dan Ibunya.


Lily juga sangat kagum pada mertuanya.Dia mampu bekerja dan membesarkan kedua anaknya dengan sangat baik.Dia pun menerima Lily dengan tangan terbuka tanpa melihat masa lalu Lily sebelumnya.Dia wanita yang di penuhi cinta kasih dan Lily sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarganya


"Oh ya bu,Ethan minta dibuatkan Rendang dan telur balado untuk makan siang,apa Ibu mau ikut berbelanja denganku?"


"Benarkah?Ibu bisa ikut?",tanya Ibu bersemangat


"Tentu saja"


"Kalau begitu,Lily ganti pakaian dulu sebentar dan kita pergi bersama.Aku akan mengajak Ibu berbelanja ke pasar tradisional"


"Ibu juga akan ganti baju.Sekalian menyuruh Pak Rusdi untuk memanaskan mobil"


"Baik bu"


Mereka pun berpisah untuk berganti pakaian, sebelum pergi berbelanja bersama-sama.